Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang hari.


Aska baru sampai dirumah sakit. Saat diparkiran Aska bertemu dengan Vanya dan juga Merko. Jadilah mereka masuk bersama kedalam rumah sakit.


Vanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ponakannya yang baru lahir itu. Ya tadi saat dirumah Diana memperlihatkan foto baby Kiran pada Vanya.


Mereka bertiga pun sampai diruang rawat Anggun. Tanpa menunggu lama, Vanya mengetuk pintu.


Tok


Tok


Tok


Kenzo berjalan menuju pintu, dan membukakan pintu.


Ceklek..


" Assalamualaikum " ucap Mereka bertiga.


" Wa'alaikum salam"


Setelah pintu terbuka mereka pun masuk kedalam ruang rawat Anggun. Vanya dan Aska langsung berjalan menghampiri box bayi.


" Masya Allah cantik banget ponakannya aunty" puji Vanya.


" Makasih aunty " kata Anggun.


" Kiran anteng banget sih sayang, coba nangis bentar aunty pengen dengar" kata Vanya.


" Jangan aneh-aneh kamu Dek " kata Vandy.


" Daddy kutubnya ngamuk Kiran" kata Vanya.


" Ck.. adek nggak ada akhlak kamu" kata Vandy.


" Gimana Kak, apa masih sakit?" tanya Vanya pada kakak iparnya.


" Masih Dek, tapi nggak terlalu " jawab Anggun.


" Kadang aku iri deh sama kakak " kata Vanya.


" Iri giman maksud kamu Dek?" tanya Anggun.


" Anak kakak sudah dua, sedangkan aku belum juga hamil " jawab Vanya dengan sedih.


" Apa kamu sudah konsultasi sama dokter?" tanya Anggun.


" Sudah Kak. Dokter bilang aku sama kak Marko sehat-sehat saja. Aku takut suatu saat nanti kak Marko ninggalin aku, karena aku nggak bisa kasih dia anak" kata Vanya lagi.


" Nggak mungkin Dek, masa hanya karena itu dia tega ninggalin kamu. Lagian kakak lihat kak Marko sangat mencintai kamu" kata Anggun.


" Iya sih Kak, tapi kalau nggak bisa ngasih dia anak nggak menutup kemungkinan dia akan pergi ninggalin aku" kata Vanya.


" Berapa kali dalam seminggu kalian berhubungan badan?" tanya Anggun.


" Nggak tentu sih Kak, emang kenapa?" tanya balik Vanya.


" Itu juga bisa menjadi salah faktornya Dek. Kamu tau. Kakak kamu itu sering ngadon, makanya cepat jadi. Maka dari itu kakak saranin, kamu harus sering-sering melakukannya" nasihat Anggun.


" Siap Kak, nanti aku coba bilang sama kak Marko" kata Vanya.


" Lebih bagus lagi setelah kamu selesai datang bulan Dek" kata Anggun.


" Iya Kak, kemarin dokter juga bilang gitu"


" Kamu harus semangat ya"


" Ok kakak ku"

__ADS_1


Vanya merasa lega, karena sudah bercerita dengan kakak iparnya. Vanya akan berusaha lebih keras lagi agar dia cepat bisa hamil.


" Kalian lagi ngomongin apa sih?" tanya Vandy.


" Rahasia. Lagian kakak ngapain kesini, duduk disana temenin suami aku" kata Vanya.


" Iya, kakak cuma mau ngambil ponsel aja kok" kata Vandy.


Tak berapa lama para sahabat Anggun pun datang. Walau pun Sinta sedang hamil gede, tapi dia tetap ngotot ingin ikut kerumah sakit. Ya jarak kehamilan Sinta dan Anggun memang dekat, cuma beda 1 minggu.


" Kalian sudah datang" kata Anggun.


" Iya, kita nggak sabaran ingin melihat baby kamu" kata Sinta.


" Masya Allah, cantik banget putri loe Nggun" puji Sinta dan Sisil.


" Makasih kesayangan aku" kata Anggun.


" Siapa nama putri kecil loe ini Nggun?" tanya Sinta.


" Zanna Kirania Dwipangga " jawab Anggun.


" Nama yang cantik, secantik orangnya" puji Sinta lagi.


" Panggilannya siapa Nggun" tanya Sisil


" Kiran, baby Kiran" jawab Anggun.


" Pengen gue bungkus anak loe Nggun" kata Sinta.


" Dikira anak gue bakso kali ya, pake acara dibungkus" kata Anggun.


" Mama, Ian mau cium dedek Kirannya boleh nggak?" tanya Gian.


" Nggak boleh " kata Kenzo.


" Kenapa?" tanya Gian.


" Ck.. pelit!" kata Gian.


" Abang nggak boleh gitu. Apa abang mau nanti kuburannya sempit?" tanya Anggun.


" Nggak mau mommy"


" Kalau nggak mau, biarkan Gian mencium dedeknya sebentar" kata Anggun.


" Baiklah, tapi jangan lama-lama"


Gian pun senang karena bisa mencium bayi cantik itu. Gian sangat senang mencium pipi Kiran.


" Sudah, nanti pipi adekku bisa habis karena kau cium terus" kata Kenzo sambil menarik tangan Gian menjauh dari adiknya.


Gio dan Aldi bergabung dengan Vandy dan Aldi. Para suami itu merasa terasingkan sama istri-istri mereka, Aska sibuk dengan pinselnya.


" Al, loe nekat banget bawa istri loe" kata Vandy.


" Mau gimana lagi Van, dia ngotot mau ikut" kata Aldi.


" Kalau tiba-tiba istri loe mau melahirkan gimana?" tanya Gio.


" Gampang, tinggal bawa keruang persalinan " jawab Aldi.


" Tumben loe pintar " kata Vandy dan Gio bersamaan.


" Tapi gue takut " kata Aldi.


" Takut kenapa?" tanya Vandy.


" Dijambak sama istri gue" jawab Aldi.

__ADS_1


Vandy dan Gio pun tertawa mendengarkan ucapan Aldi tadi. Ya pas melahirkan Gian dulu Sinta menjambak rambut Aldi dan itu membuat Aldi trauma.


" Emang waktu Anggun lahiran Kiran dia nggak nyiksa loe?" tanya Aldi.


" Ya nggak lah, istri gue itu nggak tega lihat wajah tampan gue ini tersiksa" jawab Vandy.


" Nggak percaya gue kalau Anggun nggak nyiksa loe" kata Aldi.


" Tanya aja sama istri gue" kata Vandy.


" Nggun" panggil Aldi.


" Ia Al"


" Apa benar waktu lahiran kemarin loe nggak nyiksa Vandy?" tanya Aldi.


" Benarlah, kan kasihan wajah tampan suami gue jadi rusak, kalau gue siksa" kata Anggun.


" Loe dengar sendirikan, apa yang dibilang istri gue" kata Vandy.


" Honey aku pengen pas lahiran nanti kamu nggak nyiksa aku lagi" kata Aldi pada sang istri.


" Nggak bisa, kamu juga harus merasakan perjuangan aku. Jangan cuma mau enaknya aja" katanya Sinta.


" Iya, tapi ngomongnya nggak usah ngegas juga honey" kata Aldi.


Mereka semua pun tertawa melihat perdebatan Aldi dan Sinta.


" O ia, dengar-dengar Aska udah terjun keperusahaan ya?" tanya Gio pada Vandy.


" Iya, bahkan dia menangin tender besar kemarin. Iya kan Dek" kata Vandy pada Aska.


" Iya Bang, tapi itu juga nggak luput dari bantuan papa" kata Aska merendah.


"Wah hebat, diumur kamu yang masih muda, kamu sudah bisa memenangkan tender besar. Sama seperti abang kamu" kata Aldi.


Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba perut Sinta terasa sakit. Sinta mencoba menahan rasa sakitnya.


" Aaawww" rintih Sinta.


Sontak mereka semua menoleh kearah Sinta. Aldi yang melihat istrinya berkeringat pun langsung menghampiri istrinya.


" Honey"


" Sa-sakit Bee" rintih Sinta.


" Tahan sebentar ya"


" Mungkin istri loe mau melahirkan Al" kata Vandy.


" Mungkin Van" kata Aldi.


" Tunggu apa lagi cepat bawa keruang persalinan" kata Anggun.


Tanpa menunggu lama Aldi menggendong tubuh istrinya, dan bergegas membawa istrinya keruang persalinan. Vandy membantu Aldi menghubungi dokter Linda.


Gian menangis melihat mamanya yang digendong papanya. Gian takut mamanya kenapa-napa.


" Tante mama kenapa? " tanya Gian pada Anggun.


" Mama Gian nggak apa-apa. Jadi Tenang aja , karena sebentar lagi adik Gian mau lahir"


" Benarkah" kata Gian dengan mata berbinar.


" Hhhmm" kata Anggun sambil menganggukkan kepalanya.


Anggun tidak bisa ikut, jadi dia sama Sisil dan juga anak-anak menunggu kabar dari suami mereka. Mereka berdoa supaya proses lahirannya lancar, bayi dan ibunya selamat.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2