
Sudah tiga hari semenjak Anggun keluar dari rumah sakit, dan luka jahitan dikening Anggun sudah kering, jadi tidak perlu diperban lagi. Anggun pun sudah mulai beraktifitas kembali.
" Sil, lo udah ada gaun buat dipakai ntar malam nggak?," tanya Sinta.
" Belum sin, lo sendiri udah ada belum?," tanya balik Sisil.
" Gue juga belum sil."
" Gimana dong, kalau beli dimall udah nggak keburu," ucap Sisil.
" Kita kebutik langganan keluarga gue aja ntar," ucap Anggun.
" Benaran nggun," ucap Sisil.
" Iya, sekarang kita lanjutin lagi kerjanya," kata Anggun.
Mereka pun melanjutkan perkerjaan mereka.
Diruangan CEO.
" Nggak lama teman kita akan melepas masa lajangnya," ucap Gio.
" Iya, tinggal kita berdua yang belum," kata Aldi.
" Kalau kalian kapan akan melepas masa lajang kalian?, tanya Vandy.
" Gue rencannya mau lamar Sinta pas di acara resepsi lo nanti van," jawab Aldi.
" Nggak modal banget lo, kalau mau melamar cewek itu harus romantis dikit dong," ucap Vandy.
" Bener itu van," kata Gio.
" Bukankah itu romantis," ucap Aldi.
" Itu bukan romantis tapi lamaran nggak modal alias gratis," ucap Vandy.
" Bukannya sama kayak lo ngelamar Anggun kemarin," tanya Aldi.
" Ya beda lah, gue ngelamar Anggun itu pakai modal ngeluarin budget yang besar, apalagi buat beli bunga mawar yang banyak."
" Nggak apalah gue ngelamar Sinta diacara resepsi lo biar beda gitu, mana tau ntar bisa Viral," ucap Aldi.
" Iya Viral karena malu," kata Aldi.
" Hahaha parah lo van," tawa Gio.
Mereka pun menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol dan sesekali diselingi dengan candaan, karena mereka jarang sekali bisa berkumpul seperti sekarang.
Sore pun telah datang Anggun dan kedua sahabatnya bersiap pergi kebutik langganan keluarga Wiguna.
Sekarang giliran Anggun yang menjadi supirnya, sedangkan kedua sahabatnya jadi penumpangnya.
" Siap berangkat nona-nona," tanya Anggun.
" Siap." Jawab Sisil dan Sinta berbarengan.
" Ok, sekarang pasang seatbelt kalian." Kata Anggun.
Sinta dan Sisil memasang seatbelt mereka.
" Berangkat." Ucap Sinta.
Anggun melajukan mobilnya menuju butik langganan keluarga nya.Tak butuh waktu lama mereka pun sampai dibutik.
" Selamat datang nona muda, ada yang bisa saya bantu," ucap Nina pemilik butik.
" Panggil Anggun saja tante." Kata Anggun.
__ADS_1
" Saya tidak berani nona muda."
" Kalau tante masih manggil Anggun denga sebutan itu, Anggun bakal ratain butik tante."
" Baiklah nona mud.. maksud saya Anggun."
" Nah begitu baru benar, tolong carikan gaun buat teman-teman saya."
" Baik, silahkan duduk dulu."
Anggun pun duduk disofa, sedangkan Sinta dan Sisil mencoba gaun yang akan mereka pakai nanti.
Setelah menghabiskan waktu setengah jam akhirnya mereka pun mendapatkan gaun yang cocok, mereka nemilih gaun yang simple tapi tetap elegan.
Sinta dan Sisil pun keluar dari ruang ganti dan memberikan baju itu kepada pelayan disana. Pelayan itu pun membawa gaunnya dan memasukkan kedalam paper bag.
Sinta dan Sisil sudah bergabung dengan Anggun dan mereka sama-sama duduk disofa.
" Gimana, udah dapat gaunnya?."
" Sudah," jawab Sinta dan Sisil.
" Waah gil* banget, gaun disini bagus-bagus banget nggun," kata Sinta.
" Benar lo sin, gue aja bigung mau milih yang mana," ucap Sisil.
" Karena itu keluarga gue berlangganan dibutik ini."
" Lo nggak beli nggun?," tanya Sinta.
" Gue udah punya gaun, baru dianterin kemarin sama tante Nina," jawab Anggun.
" Nona ini gaunnya," ucap pelayan sambil menyerahkan paper bag punya Sinta dan Sinsil.
Sinta dan Sisil pun mengeluarkan kartu mereka.
" Nggak usah nggun gaun itu tante kasih gratis."
" Makasih tante, tapi maaf bukan nya Anggun nolak, tapi gaun itu buat sahabat Anggun, jadi Anggun bayar aja ya tante."
" Nggak apa-apa nggun lagian cuma dua stel gaun dan itu nggak akan buat tante bangkrut."
" Kali ini Anggun bayar aja ya tan, kalau mau kasih bonus, tante kasih diskon gaun pengantin Anggun aja nanti."
" Baiklah kalau Anggun masak buat bayar,nanti tante ganti dengan gaun pengantin Anggun gratis."
" Apa nggak berlebihan tante."
" Nggak kok, jadi yang ini tante terima nih bayarannya."
" Iya tante."
Nina pun mengambil kartu debit milik Anggun, setelah menggeseknya Nina mengembalikan kartu Anggun.
" Sekali lagi makasih ya tante, kita pamit dulu," ucap Anggun dan diikuti sama kedua sahabatnya.
" Sama-sama nggun, titip salama buat mama ya."
Anggun menganggukkan kepala nya, dan berlalu pergi meninggalkan butik.
Akhirnya waktu yang dinanti-nanti pun tiba. Acara gala dinner akan segera dimulai.Acara tersebut diselenggarakan dihotel keluarga Dwipangga. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan.
Tepat pukul 8 malam acara akan dimulai. Sinta, Sisil, Aldi dan Gio sudah berkumpul tinggal menunggu sang bintang datang.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 8 malam, MC pun memulai acara. Serangkaian acara pun telah dilaksanakan, dan sekarang sampai lah pada acara inti atau puncak acara gala dinner.
" Selamat malam saya ucapkan buat para tamu undangan semuanya. Malam ini saya akan mengumumkan hal yang sangat penting dan sekaligus membahagiakan buat keluarga saya. Karena satu minggu lagi anak pertama saya atau lebih tepatnya pewaris dari Dwipangga Group akan melangsungkan pernikahannya dengan putri tuan Wiguna," ucap Dwipangga.
__ADS_1
Prok... prok
Terdengar tepuk tangan dari para tamu undangan.
" waah itu artinya dua macan Asia akan bersatu dan itu akan memperkuat bisnis mereka," ucap salah satu tamu.
Sekarang mari kita sambut putra dari tuan Dwipangga yaitu Rivandy putra Dwipanggan dan putri nya tuan Wiguna, Anggun Ariana Wiguna.
Prok...prok
Kembali terdengar suara tepuk tangan para tamu undangan. Vandy pun melangkahkan kakinya menuju podiun.
Kemudian Anggun pun berjalan dan menaiki podiun.
" Waah tuan muda Vandy sangat tampan," kata para tamu udangan A.
" Nona muda Wiguna juga sangat cantik," kata tamu undangan B.
" Mereka pasangan yang serasi," ucap tamu C.
" Nggak nyangka bentar lagi mereka akan menikah," kata Sinta.
" Iya, kita kapan ya sin," ucap Sisil.
" Kode buat lo tuh," kata Aldi pada Gio.
" Tepatnya kode buat kita berdua," balas Gio.
Tamu undangan pun memberikan ucapan selamat kepada keluarga Dwipangga dan Wiguna.
" Silahkan para hadirin menikmati hidangan yang sudah disediakan", ucap MC.
" Akhirnya makan juga," kata Sinta.
" Emang udah laper baget ya Honey?," tanya Aldi.
" Iya Bee, laper banget aku," jawab Sinta sambil mengelus-elus perutnya.
Aldi pun tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
" Ya udah, kita ambil makanan yuk," ajak Aldi.
Dengan cepat Sinta menarik tangannya Aldi menuju meja makan, diikuti sama Sisil dan Gio.
" Mah, pah, kita kesana dulu ya," ucap Vandy.
" Iya kalian anak muda berkumpulnya juga sama anak muda," ucap Wiguna.
" Jadi udah ngaku tua nih pah," ledek Vandy.
" Aigo, bocah ini, nggak saya kasih restu baru tau rasa kamu," ancam Wiguna.
" Ah papa nggak asyik, ngancam nya itu mulu, " ucap Vandy.
" Tenang aja calon mantu, mama akan selalu memberikan kamu restu." Kata Kiara.
" Kenapa sih istri aku selalu belain bocah tengik ini, sebenarnya yang suami dia itu siapa. "
To be continue....
Author udah UP dua bab ya Readers jadi kalian jangan pelit kasih Like, Komen, dan Vote nya buat Author ya... 😉😉
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉
__ADS_1