Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Ketiga istri cantik itu mulai membakar daging dan juga sosisnya. Sedangkan ketiga suami tampan sedang berbincang-bincang dengan Wiguna dan juga Dwipangga.


Anggun minta tolong sama pelayan untuk menyiapkan minuman untuk mereka nanti. Melodi cs membantu menata minuman yang di bawa pelayan tadi di atas meja panjang dan besar yang ada di sana.


Kiran, Daffin dan El sedang bermain boneka. Tapi yang menikmati main bonekanya cuma Kiran dan Daffin sedangkan El tidak.


" Baby El kenapa?" tanya Kiran.


" Kak, kita main yang lain saja ya"


" Emang kenapa kalau main boneka?"


"El kan cowok, jadi nggak bagus main boneka"


" Kata siapa nggak bagus, coba liat Affin. Dia baik-baik saja"


" Itu karena dia takut sama kakak makanya dia nggak berani ngomong"


" Tapi kakak nggak melihat Affin takut"


" El main mobil-mobilan aja ya" pinta El.


" Ok, tapi mainnya di sini?"


" Siap "


Dari jauh Tristan terus memandangi Kiran. Dia bingung kenapa hari ini princess kecil itu tidak menyapanya. biasanya kalau melihat dirinya, Kiran selalu datang memeluknya.


" Lo kenapa?" tanya Gian.


" Liat princess main" jawab Tristan.


" Nggak usah diliatin" kata Gian.


" Lo merasa aneh nggak sih sama princess hari ini?" tanya Tristan.


" Aneh gimana?" tanya Gian.


" Princess nggak ada meluk gue dari tadi. Tidak hanya meluk, bahkan dia nggak menyapa gue" cicit Tristan.


" Iya ya, cuma elo aja yang nggak dia sapa dan peluk" kata Gian.


Aduh mati gue, kalau Tristan tau gue yang menyebabkan princess marah sama dia. Batin Kenzo.


" Roma, lo kenapa diam aja dari tadi?" tanya Tristan.


" G-gue lagi puasa ngomong" jawab Kenzo asal.


" Sejak kapan lo puasa ngomong? lo nggak lagi sembunyikan sesuatu kan?" tanya Tristan lagi.


" Ka-kagak, emang gue mau sembunyikan apa coba?"


" Ya sesuatu yang berbahaya mungkin" kata Gian.


" Nggak lah"


Tristan tidak bisa tenang, dia tidak pernah di cuekin sama Kiran sebelumnya. Tapi kenapa sekarang princess mendiamkan dia tanpa sebab dan alasan yang jelas. Tristan bangkit dari duduknya.


" Mau kemana lo?" tanya Gian.


" Ketempat princess" jawab Tristan sambil berjalan menghampiri Kiran.


Sepeninggal Tristan Gian menatap Kenzo penuh selidik. " Tristan udah pergi, sekarang kasih tau gue rahasia yang lo sembunyikan?"


" Rahasia apa coba?"


" Rahasia kenapa Kiran mendiamkan si Maisaroh"


Kenzo menceritakan kejadian tadi siang pada Gian. Dia menceritakan semuanya tanpa ada yang di lewatkan satu pun.


" Wah parah lo, pantas aja princess cuekin si Maisaroh"


" Ya gue juga nggak tau kalau adek gue bakal menganggap serius omongan gue"


" Siap-siap kena amukan Saroh lo"


Tristan sudah sampai di tempat princess sedang bermain boneka.


" Inces lagi main apa?"


" Emang Abang Tian nggak bisa liat" jawab Kiran ketus.


" Galak bener princess sama Abang Tian"


" Habis Abang Tian jahat!"


" Kok jahat, padahal Abang nggak ada ngapa-ngapain lho?"


" Abang Tian tadi pergi makan bakso sama El dan juga Abang Kenzo. Tapi Abang nggak ngajak Kiran"


Walah ternyata ngambek karena nggak di ajak makan bakso.

__ADS_1


" Gimana mau ngajak princess makan baksonya, Inces kan lagi sekolah"


" El kok bisa"


Tristan pun terpaksa menceritakan pada gadis kecil yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri itu. Dia menceritakan sedetail mungkin, biar princess-nya itu tidak marah lagi.


" Tapi Abang Ken bilang, Abang Tian yang ngajak pergi makan baksonya"


Tu kan bener dia biang keroknya. Awas lo Ken.


" Nggak Inces sayang, tadi itu Kak Dira lagi sakit jadi dia pengen makan bakso"


" Kak Dira sakit?"


" Iya, sekarang Inces jangan marah lagi ya"


" Iya, Kiran nggak marah lagi"


" Nah gitu dong, kan makin cantik Incesnya Abang"


Sekarang tinggal bikin perhitungan sama si Roma.


" Abang Tian ke sana dulu ya, Inces lanjut main lagi"


" Ok Abang Tian"


Setelah berdamai dengan Kiran, Tristan bergegas menemui sahabat yang nggak ada akhlak itu.


" Lo emang teman nggak ada akhlak ya" semprot Tristan.


" Eits.. santai bro, gue bisa jelasin"


" Gue nggak mau denger penjelasan lo"


" Mana bisa gitu?" kata Kenzo.


" Bisa dong, enak banget lo jadiin gue kambing hitam"


" Bukan gitu Tian, gue bingung cari alasan untuk princess. Seperti dapat wangsit, gue sebut aja nama lo" kata Kenzo.


" Gue nggak mau tau, sekarang lo ganti kerugian gue"


" Rugi apaan coba?"


" Rugi karena dicuekin Princess dari tadi"


" Gue harus ganti sama apa coba?"


" Uang saku lo selama sebulan"


" Nggak usah teriak gitu, ntar gue tambah ganti ganti ruginya menjadi 2 bulan. Mau lo?"


" Ya nggak uang saku gue juga kali!"


" Gue maunya itu"


" Gimana kalau gue bersihkan nama lo"


" Emang lo pikir nama gue kotor gitu?!"


" Di mata Kiran tadi kan udah agak kotor"


" Iya juga ya. Boleh"


Selamat uang saku gue.


" Buruan jelasin ke princess. Jangan lupa rekam, karena gue nggak mau lo bohongin lagi"


" Siap Tian"


Kenzo bangkit dari duduknya, dia berjalan menghampiri adik kesayangannya itu.


" Dek"


" Hhmm"


" Adek sayang sama Abang kan?"


" Sayang dong!"


" El juga sayang sama Abang Ken"


" Nggak ada yang nanya kamu" kata Kiran pada El.


" Sudah, El diam bentar ya. Abang mau ngomong sama kak Kiran dulu"


" Siap Abang"


" Adek sayang sama Abang kan?" tanya Kenzo lagi.


" Hhmm"

__ADS_1


" Adek mau nggak maafin Abang kalau Abang salah?"


" Salahnya apa dulu?" tanya balik Kiran.


Aduh kenapa adek gue jadi bawel kek gini sih.


" Kalau bohong gimana?"


" Bohong!"


" Aiiss jangan teriak-teriak" kata Kenzo sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


" Katakan Abang bohong apa?"


" Masalah makan bakso itu bukan Abang Tian yang ngajak, tapi itu kemauan kak Melodi sama kedua sahabatnya, jadi Abang sama Abang Gian dan juga bang Tristan rekomendasi in tempat bakso langganan keluarga kita" jelas Kenzo.


" Bener kek gitu?"


" Bener Dek, kalau adek nggak percaya tanya sama kak Melodi"


" Baiklah adek maafkan, tapi ada syaratnya"


" Apapun syaratnya akan Abang penuhi"


" Benar ya"


" Hhmm"


" Besok Abang harus ajak Adek makan bakso di sana"


" Ok, gampang. Besok Abang bawa adek makan bakso"


" Eit jangan senang dulu masih ada lagi"


" Ada lagi?"


" Mau di maafkan nggak nih?"


" Mau, ya udah sebutkan"


" Satu bulan gaji Abang untuk adek"


" Sa-satu bulan?"


" Hhmm"


" Diskon dong Dek, 50 persen gitu untuk adek"


" No, adek maunya full satu bulan. Gimana?"


" Baiklah"


" Nah gitu dong"


Tubuh Kenzo lemas seketika, dia heran sejak kapan adeknya itu jadi matre.


Kalau tau kek gini mending gue korbankan ubah saku gue tadi. Kalau kek gini kan rugi banyak gue.


Kiran tersenyum manis melihat ekspresi Abang kesayangannya itu.


Makanya jangan pernah bohongin adek, kalau nggak mau kehilangan gajinya.


Akhirnya daging dan sosis yang di bakar tadi sudah siap di santap. Ketiga istri cantik itu menata daging dan sosis yang sudah matang tadi ke piring.


Melodi cs membantu menata di atas meja. Sekarang semua makanan dan minuman sudah tersedia di atas meja panjang itu.


Dari kejauhan Anggun melihat sosok lelaki tampan sedang berjalan menghampirinya. Tapi lelaki itu tidak sendirian melainkan sama seorang wanita cantik. Anggun tersenyum pada lelaki tampan itu.


" Malam semuanya maaf terlambat" kata Aska.


Aska mencium tangan orang yang lebih besar darinya secara bergantian, diikuti sama Fira. Mata semua orang tertuju pada wanita cantik yang ada di samping Aska.


" Siapa wanita cantik ini?" tanya Anggun.


" Calon istri adek, Kak. Namanya Fira" jawab Aska.


Semua orang di sana kaget mendengar ucapan Aska. Setelah beberapa detik, Anggun tersenyum, dia nggak menyangka adiknya yang terkenal dingin itu sekarang sudah punya calon istri.


" Selamat datang di keluarga besar kami" kata Anggun.


Fira kaget karena Anggun memeluknya. Ketakutan yang sedari tadi dia rasakan lenyap seketika. Dia membalas pelukan Anggun.


" Terima kasih Kak" ucap Fira.


" Wah.. Ternyata adek Abang yang dingin ini laku juga" ledek Vandy.


" Ck.. nggak sadar, padahal Abang juga dingin" kata Aska.


Semua orang di sana tertawa mendengar ucapan Aska. Sedangkan Vandy hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak menyangka adek iparnya itu sudah bisa membalas ledek kannya.


To be continue.

__ADS_1


Versi lengkap Aska dan Fira nya di lapak Aska ya..😉😉


Happy Reading 😚😚


__ADS_2