
Cantika pergi dari ruangan seni, dia sangat kesal dan juga emosi melihat Melodi. Cantika tidak terima kekalahannya. Cantika mengambil ponsel dari saku rokny, setelah itu dia menghubungi seseorang.
" Hallo sayang, apa kamu kangen sama aku" terdengar suara seseorang dari seberang telepon.
" Aku butuh bantuan Om nih"
" Bantuan apa sayang "
" Aku ingin Om melenyapkan seseorang untukku?!"
" Gampang itu sayang, imbalan apa yang akan kau berikan, untuk tugas mu itu manis?"
" Saya akan berikan banyak uang untuk Om"
" Aku tidak butuh uang mu "
" Terus"
" Aku butuh tubuhmu sayang"
" Baiklah, setelah pekerjaan Om selesai aku akan menemui Om. Nanti aku akan kirim foto orang itu pada Om"
"Ok sayang, Aku tunggu "
Tut.
Panggilan pun Berakhir.
Cantika mengirim foto Melodi ke orang itu. Setelah itu dia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku roknya. Cantika kembali masuk kedalam ruang seni.
Kenzo cs, Melodi dan Keyra, sedang berdiskusi untuk acara amal besok. Mereka akan memberikan penampilan yang terbaik untuk menghibur para tamu yang hadir besok.
Cantika melihat Melodi yang masih menempel sama Kenzo pun tambah kesal. Dia tidak mengerti apa yang membuat Kenzo mau dekat sama si dekil.
Nikmati waktu lo yang tersisa, besok lo sudah tidak bisa melihat dunia ini lagi. Dan gue akan menggantikan lo untuk tampil besok.
Melodi heran melihat Cantika yang tersenyum padanya. Melodi tau senyuman yang diberikan Melodi itu adalah senyuman meremehkan.
Apa yang di pikirkan ular sawah itu?, apa dia merencanakan sesuatu?, Melodi bermonolog.
Kenzo dan kelompoknya sudah mendapatkan lagu yang akan mereka nyanyikan. Setelah itu mereka akan membahas akan latihan dimana, karena mereka tidak mempunyai waktu banyak.
" Jadi kita akan latihan dimana?" tanya Gian.
" Di rumah Tian aja" kata Kenzo.
" Kok di rumah gue?" protes Tristan.
" Ya terus di rumah siapa lagi?" tanya Kenzo.
" Di rumah Kenzo aja" kata Melodi.
" Gue nggak punya rumah" kata Kenzo.
" Kalau nggak punya rumah, terus kamu selama ini tinggal dimana?" tanya Keyra.
" Di kontrakan" jawab Kenzo.
Melodi tertawa mendengar jawaban Kenzo. Keyra dan yang lainnya menoleh kearah Melodi, mereka heran kenapa tiba-tiba Melodi tertawa.
" Lo sehatkan Mel?" tanya Gian.
" Mungkin Melodi kerasukan penghuni ruangan ini" kata Tristan.
" Sini gue bacakan ayat kursi " kata Keyra.
__ADS_1
Melodi tidak menjawab pertanyaan teman-temannya, dia masih asik tertawa. Keyra pun mengambil air mineral yang ada di dekat dia. Keyra mecimpratkan air putih itu ke wajah Melodi.
" Lo apa-apaan sih Key" kata Melodi.
"Alhamdulillah lo udah sadar" ucap Keyra.
" Maksud lo, gue kesurupan gitu?! "
" Iya, soalnya kita sedang membahas tempat latihan, tiba-tiba lo tertawa sendiri" kata Keyra.
" Gue ketawa karena ada yang lucu" kata Melodi.
" Apa? " tanya Keyra.
" Kenzo" jawab Melodi.
Sontak Keyra, Gian dan Tristan menoleh kearah Kenzo. Mereka bertiga menatap dengan penuh arti.
" Kenapa kalian menatap gue seperti itu?" tanya Kenzo.
" Nggak ada yang lucu" ucap Keyra, Gian dan Tristan berbarengan.
" Emang kalian pikir gue badut" kesal Kenzo.
" Coba kasih tau kita Mel, apa yang lucu dari Kenzo?" tanya Keyra.
" Iya, masa Kenzo bilang dia tinggal di kontrakan " kata Melodi.
" Cuma itu, terus lucunya dimana?" tanya Keyra lagi.
" Ya itu lucu menurut gue" kata Melodi.
Kenzo dan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka mendengar jawaban Melodi tadi.
" Di sekolah aja biar adil" kata Kenzo.
" Setuju"
" Jadi pas pulang sekolah nanti, kita langsung saja latihan" usul Kenzo.
" Siap"
Akhirnya mereka pun mendapatkan hasil keputusan dari rapat dadakan hari ini. Mereka pun menghubungi orangtua mereka masing-masing, untuk memberi kabar kalau mereka akan pulang terlambat.
Teeeettt.
Bel berbunyi, itu menandakan pelajaran hari ini telah usai. Semua murid pun bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Tapi tidak dengan Kenzo dan teman-temannya.
Kenzo dan yang lainnya pergi kekelas untuk mengambil tas mereka. Setelah itu mereka kembali lagi keruang seni untuk latihan.
Sesampainya di ruang seni, Kenzo dan para sahabatnya mengambil posisi mereka masing-masing. Setelah itu mereka pun mulai sesi latihan mereka.
Di tempat lain.
Di sebuah gedung tua, ada seorang Pria perumur 35 tahun sedang menatap sebuah foto yang ada di layar ponselnya. Ya pria itu adalah orang suruhan Cantika.
Cantika mengenal pria itu saat dia sedang mabuk di salah satu club malam. Pria itu menolong sekaligus menghancurkan masa depannya. Ya Laki-laki itu orang yang pertama kali mencicipi tubuh mulusnya Cantika.
Setelah kejadian itu, Cantika tidak shock atau pun sedih, malahan Cantika ketagihan melakukan hal terlarang itu, bahkan Cantika sudah melakukannya dengan banyak lelaki.
Pria itu memerintahkan anak buahnya untuk membunuh gadis yang ada di foto itu. Bahkan mereka bisa melakukan apapun pada gadis itu, sebelum mereka membunuhnya.
" Ingat, kalian harus melakukannya dengan rapi, jangan meninggalkan jejak" titah pria itu.
" Siap Bos"
__ADS_1
" Tunggu apalagi, cepat laksanakan"
Para bawahan pria itupun pergi meninggalkan bos mereka. Pria itu hanya menyuruh 15 orang anak buahnya. Dia rasa itu sudah lebih dari cukup.
Pria itu tidak tau siapa orang yang akan dia bunuh. Dia berpikir kalau anak gadis yang ada di foto itu sama dengan gadis-gadis pada umumnya, lemah.
Setelah kepergian anak buahnya, pria itu menghubungi Cantika kembali. Ya dia memberi tau kalau orang-orangnya sudah berangkat.
" Hallo Om"
" Hallo sayang, orang-orangku sudah berangkat ke lokasi"
" Benarkah"
" Hhmm, terus kapan kau akan kesini"
" Nanti malam aku akan menemui Om"
Panggilan pun berakhir.
Cantika sangat senang, karena impiannya untuk melenyapkan Melodi akan segera terwujud. Cantika tau kinerja bawahan pria itu, mereka pembunuh bayaran yang handal.
" Sebentar lagi kau akan pergi ke neraka Melodi" ucap Cantika sambil tertawa.
Ruang seni.
Melodi dan para sahabatnya sedang istirahat, ya setelah latihan 30 menit mereka memutuskan untuk istirahat sejenak.
" Apa latihannya sudah cukup?" tanya Tristan.
" Belum" jawab Kenzo dan yang lain.
" Kompak amat kalian jawabnya" kata Tristan.
" Beli makanan yuk, laper nih" kata Kenzo.
" Sama, gue juga" kata Gian.
" Kita pesan online aja" usul Melodi
" Setuju" kata Keyra.
Melodi mengambil ponselnya, setelah itu dia membuka aplikasi yang ada di ponselnya itu.
" Kalian mau pesan apa?" tanya Melodi.
" Burge " jawab Gian.
" Lo mau apa Key?" tanya Melodi pada Keyra.
" Samain aja sama Gian" jawab Keyra.
" Ya udah, kita samain aja semuanya. Minumannya samain aja ya guys" kata Melodi.
" Ok Mel" jawab Gian dan Keyra.
" Cie..cie kompak ni ye" goda Tristan
Seketika wajah Gian dan Keyra memerah karena malu. Tristan tersenyum melihat wajah Gian yang memerah karena malu.
Melodi pun memesan burger dan minuman, melalui aplikasi yang ada di ponselnya tadi. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka memutuskan untuk latihan sebentar.
To be continue..
Happy Reading..😚😚
__ADS_1