Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Prank


__ADS_3

" V-vandy"


Diana kaget sekaligus bahagia melihat anaknya sudah sadar. Diana bergegas menghampiri putranya itu. Sampai didepan anaknya, Diana memeluk putra nya itu.


" Alhamdulillah terimakasih ya Allah, engkau telah mengembalikan putra hamba" tangis Diana dalam pelukan Vandy.


Vandy hanya diam dan membalas pelukan mamanya. Dia membiarkan mama nya mengeluarkan semua uneg-uneg nya. Setelah mama nya tenang Vandy melepaskan pelukan mama nya.


Diana memegang wajah putranya itu, untuk memastikan kalau itu bukanlah mimpi. " Apa ada yang kamu ingin kan Nak?" tanya Diana


" Aku haus Ma" ucap Vandy


" Tunggu sebentar mama ambilkan dulu"


Diana pergi kedapur untuk mengambil kan minum untuk putra nya itu. Sepeninggal mama nya, Vandy mencoba kembali mencopot alat yang ada ditubuhnya, tapi nggak bisa.


Vandy melihat putra nya yang sedang terlelap. Vandy mengelus pipi anak nya yang lembut itu. Vandy ingin sekali mencium putranya tapi nggak bisa karena terhalang oleh alat yang ada ditubuhnya.


Diana kembali kekamar putra nya, dengan membawa segelas air putih. Diana membantu putra untuk minum. Setelah minuman nya habis Diana menarok gelasnya diatas meja.


" Ma, bisa tolong panggilkan Dokter nggak?" tanya Vandy


" Bisa, sebentar mama telpon dulu"


Diana menelpon Dokter Erik, setelah sambungan nya tersambung, Diana menyuruh Dokter itu segera datang kerumah menantunya.


Selesai menelpon Dokter Diana menghampiri menantunya. Saat Diana akan membangunkan Anggun, Vandy menghentikan nya.


" Jangan bangun kan dulu Ma, aku mau memberi surprise untuk istri ku"


Diana mengangguk tanda mengerti. Diana pun mengurungkan niat nya untuk membangunkan Anggun.


" Lihat putra mu, dia sangat mirip dengan kamu"


" Hhmmm"


Tak berselang lama Erik pun sampai dirumah Anggun. Erik langsung menuju kamar Vandy. Saat pintu terbuka, alangkah kaget nya Erik melihat pemandangan didepannya.


" Kenapa ekspresi kamu kayak melihat hantu begitu" ucap Vandy


" T-tuan muda anda sudah sadar"


" Hhmm, cepat buka alat yang menempel ditubuh ku ini"


Erik bergegas menghampiri tuan muda nya itu. Sebelum Erik membuka alat yang ada ditubuh Vandy. Dia terlebih dahulu memeriksa keadaan Vandy. Karena Vandy koma sudah 3 bulan lebih jadi Erik memeriksa dengan teliti.


" Bagaimana Rik?" tanya Diana


" Keadaan tuan muda sudah baik-baik saja nyonya, tapi tuan muda harus melatih otot-otot tangan dan kaki nya dulu. Selebih dari itu keadaan tuan muda sudah pulih sepenuhnya " jawab Erik


" Cepat buka alat yang ada ditubuh ku" titah Vandy


Kalau dia sudah sadar, sifat arrogant dan ngeselinnya kembali lagi.


" Malah melamun, Erik cepat!"


" Ba-baik tuan muda"


" Tunggu biarkan saja dulu, kita akan memberi kejuta untuk istri ku dulu"


" Maksud tuan muda"


" Nanti aku jelaskan rencana ku. Ma telpon mertua ku dan suruh mereka kesini, terus papa sama Vanya juga" ucap Vandy tersenyum licik


Diana melakukan titah putranya itu. Setelah menelpon besan, suami dan putrinya. Diana kembali mendengarkan rencana putranya.


" Saat mertua, papa dan Vanya sudah datang, mama dan Erik bilang kalau aku sudah tidak bisa diselamatkan lagi, dan Erik harus mencopot alat yang ada ditubuh aku. sampai disini mama sama Erik paham?" tanya Vandy

__ADS_1


" Paham" jawab Erik dan Diana berbarengan.


" Wah ide tuan muda boleh juga" puji Erik


" Tentu, tapi jangan ada kesalahan buat sedramatis mungkin" ucap Vandy


" Siap tuan muda"


" Sekarang mama dan Erik keluar tunggu mereka diluar" titah Vandy


Erik dan Diana keluar dari kamar Vandy. mereka berdua menunggu didepan pintu kamar Vandy.


Vandy menoleh ke istrinya yang sedang terlelap. " Mas ingin sekali memeluk kamu sayang, tunggulah sebentar lagi" gumam Vandy.


Wiguna, istri, dan putra nya bergegas pergi kerumah anaknya setelah mendapatkan telpon dari besan nya tadi. Begitu juga dengan Dwipangga dan putrinya. Vanya terpaksa tidak masuk kuliah karena dia ingin melihat keadaan kakaknya.


Wiguna dan istrinya sampai dirumah putrinya. Saat Wiguna memakir kan mobilnya, Dwipangga pun sampai dan memakirkan mobilnya disebelah mobil Wiguna.


Mereka bersama masuk kedalam rumah Anggun.


" Assalamualaikum" ucap mereka bersama


" Wa'alaikum salam" jawab Erik dan Diana


Diana dan Erik saling bertatap, setelah itu mereka mengangangguk kan kepala bersama. Itu pertanda bahwa ekting mereka akan segera dimulai.


" Ma, kenapa mama menyuruh kita semua kesini? apa keadaan Vandy memburuk?" tanya Dwipangga beruntun


Diana memasang wajah sedih. " Iya Pa, keadaan Vandy bertambah buruk" jawab Diana pura-pura sedih


" Erik bisa kamu jelas kepada kami" kata Dwipangga


" Sebelum nya saya minta maaf Om, Keadaan tuan muda memang tidak ada perkembangan nya, dan rencana nya alat ditubuh tuan muda akan segera dicopot" tutur Erik


" Apa tidak ada solusi yang lain?" tanya Wiguna


" Maaf tidak ada" jawab Erik


" Sebaiknya kita kedalam dulu untuk melihat keadaan Vandy, setelah itu baru kita putuskan" ucap Wiguna


Mereka semua pun masuk kedalam kamar Vandy. Disana mereka tidak hanya melihat Vandy melainkan juga ada Anggun dan Kenzo.


Kiara sedih melihat nasib putri nya, Kiara tidak bisa membayangkan reaksi Anggun nanti. Kiara menghampiri Anggun dan membangunkan putri nya itu.


" Anggun, bangun sayang" ucap Kiara


Anggun mengedipkan matanya. Saat matanya terbuka, alangkah kagetnya Anggun melihat semua keluarga nya sudah berkumpul disana. Anggun bangun dari tidurnya.


" Ada apa Ma, kok semuanya pada ngumpul disini?" tanya Anggun


Kiara bingung mau ngomong apa sama putri nya itu. " Sayang biar dokter Erik yang menjelaskan ya" ucap Kiara


" Ada apa Erik?" tanya Anggun


" Nona kami harus melepaskan alat yang ada ditubuh tuan muda" jawab Erik to the point


" Apa maksud kamu, bukan nya tadi Pagi kamu sudah memeriksa keadaannya, dan kamu bilang kalau suami saya akan sadar!"


" Iya nona, tapi tadi mertua nona menelpon saya untuk memeriksa keadaan tuan muda. Keadaan tuan muda drop lagi, dan sekarang tuan muda tidak bisa bertahan lagi" tutur Erik


" Bohong!" berani kamu melepaskan alat itu dari tubuh suami saya, maka saya akan memecat dan membuat kamu tidak bisa bekerja dirumah sakit manapun" ancam Anggun


Vandy susah payah menahan tawanya mendengar ancaman istrinya untuk Erik.


" Tapi nona"


" Jangan bicara lagi" ucap Anggun

__ADS_1


Erik melirik mama Vandy untuk meminta bantuan. Diana pun mengerti dan mulai memainkan perannya.


" Sayang, benar kata Erik kalau Vandy tidak bisa bertahan lagi, sekarang ini hanya alat ini yang membuat dia bertahan sayang" kata Diana


" Itu nggak benar Ma, tadi aku melihat tangan Mas Vandy bergerak" ucap Anggun


Anggun menghampiri suaminya. " Mas kamu mendengarkan aku kan, coba gerakin jari kamu lagi, lihatin kemereka Mas" ucap Anggun.


Maafkan Mas sayang.


Tubuh Vandy tidak bereaksi, Vandy hanya diam saja.


" Mas ayo gerakin jari kamu lagi" ucap Anggun


" Sayang, mama tau kamu sedih, tapi kita harus segera melepaskan alat itu dari tubuh suami kamu sayang" ucap Diana


" Suami aku baik-baik aja Ma, dan aku tidak akan membiarkan kalian melepaskan alat itu!" teriak Anggun


Kenzo menangis mendengar teriakan Anggun. Kiara segera menangkan cucu nya dengan membawa cucu nya keluar dari ruangan itu.


" Kamu Erik berani kamu menyentuh alat itu jangan salah kan aku kalau tangan mu itu terlepas dari tubuh mu" ucap Anggun


Gleg


Erik menelan saliva nya mendengar ancaman nona muda nya. " Gil* seram banget sih nona Wiguna ini"


" Sayang tenang kan diri kamu" ucap Wiguna


" Gimana Anggun bisa tenang Pa, kalau dia mau melepaskan alat itu dari tubuh suami aku" tutur Anggun


" Sayang apa kamu nggak kasihan sama Vandy, karena dia nggak bisa bergerak karena alat itu" ucap Diana


" Maksud mama"


" Van cepat bangun, mama nggak tega melihat menantu mama sedih seperti itu" kata Diana


Sontak semua orang melihat kearah Vandy.


" Baiklah Ma" ucap Vandy membuka mata nya


" M-mas kamu"


" Iya sayang, Mas sudah kembali"


Anggun memeluk suaminya itu. " Kamu jahat banget tau nggak" tangis Anggun


" Maaf kan Mas sayang, ini semua rencana mama" ucap Vandy berbohong


" Dasar anak durhaka, jelas-jelas itu ide kamu" kata Diana


Anggun masih menangis dalam pelukan suaminya itu.


" Nona, apa saya sudah bisa melepaskan alat yang ada ditubuh tuan muda" ucap Erik ragu


" Hhhmmm"


Anggun pun melepaskan pelukan nya dari sang suami dan membiarkan Erik melepaskan alat yang ada ditubuh suaminya.


Satu persatu alat dari tubuh Vandy sudah dilepas, sekarang tinggal selang infus. Akhirnya tubuh Vandy terlepas dari alat-alat itu.


Vandy bangun dari tidurnya. sekarang posisi Vandy sedang duduk diatas ranjannya. "Kamu tidak ingin memeluk Mas lagi?" tanya Vandy sambil merentangkan tangan nya.


Anggun langsung memeluk suaminya itu. Vandy memeluk tubuh istrinya dengan erat, seakan tidak ingin melepaskan istrinya itu.


Anggun menghirup aroma tubuh yang selama ini dia rindu kan. Anggun tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur nya kepada Allah. Begitu juga dengan Vandy, Dia bersyukur karena Allah telah memberikan dia kesempatan lagi untuk berkumpul dengan keluarga nya.


To be continue

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian


Happy Reading Guys.. 😉😉😉


__ADS_2