Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo dan kedua sahabatnya bersembunyi di semak-semak.Tak berapa lama Pak polisi itu pun melewati tempat persembunyian Kenzo cs. Polisi itu, terus melajukan motornya.


Akhirnya mereka bertiga selamat dari kejaran Polisi tadi. Saat Polisi itu sudah tidak terlihat lagi, barulah mereka keluar dari tempat persembunyiannya.


" Hampir saja ketangkap" kata Gian.


" Gara-gara lo" kata Kenzo dan Tristan berbarengan.


" Kok gue" protes Gian.


" Ya iyalah, coba aja kalau lo nggak lari tadi" kata Kenzo.


" Sapa suruh lo berdua ngejar gue" kata Gian tak mau kalah.


Pletak..


" Ngomong sekali lagi, gue cincang lo" kata Kenzo.


Dengan cepat Gian membuat gerakan mengunci mulut.


" Gue nggak bisa ngebayangin kalau tadi kita ketangkap" kata Tristan.


" Jangan di bayangin Tian" kata Gian.


" Yang pasti gue nggak akan selamat dari amukan mommy gue" kata Kenzo.


" Udah mau sore, yuk pulang" ajak Tristan.


Mereka bertiga pun melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju rumah masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Kenzo pun sampai di rumah utama. Kenzo memasukkan mobilnya ke garasi, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam" jawab Bik Mirna.


" Tumben sepi Bik?, mommy sama adek kemana?" tanya Kenzo.


" Tidur Den"


" Abang pamit keatas dulu ya Bik"


" Iya Den"


Kenzo menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Kenzo langsung membaringkan tubuhnya.


Hari ini Kenzo lelah, di tambah lagi tadi main balapan sama polisi. Untung nggak tertangkap, kalau tidak dia bisa di gantung sama daddy nya.


Kenzo menatap langit-langit kamarnya. Kenzo memejamkan matanya. Tak berselang lama Kenzo pun terlelap dengan seragam sekolah masih menempel di tubuhnya.


Kediaman Agatha.


Melodi sedang mencari buku komik yang akan dia baca. Dia menatap rak buku yang tinggi 3 meter itu. Disana tersusun rapi komik dan novel koleksinya.


Setelah menemukan komik yang akan dia baca, Melodi pun keluar dari kamarnya. Melodi akan membaca di gazebo yang ada di taman depan. Melodi berjalan menuruni tangga rumahnya.


Sampai di bawah, Melodi pergi ke dapur untuk mengambil camilan dan jus. Setelah camilan dan jus di dapat, Melodi langsung berjalan menuju gazebo.


Melodi meletakkan nampan yang berisi camilan dan jus tadi di atas meja yang ada disana. Melodi mendudukkan bokongnya di sofa empuk yang ada di gazebo.


Melodi mulai membaca komik yang dia ambil tadi. Membaca adalah salah satu hobi Melodi. Kalau sudah membaca Melodi terkadang lupa waktu dan terkadang lupa makan juga.


Papi Melodi baru pulang dari kantor. Saat mau menuju pintu utama, samar-samar dia mendengar suara orang tertawa. Dan dia tau itu tawanya siapa.


Papi Melodi pun mengurungkan niatnya masuk kedalam rumah. Dia memutuskan untuk menemui orang yang tertawa gede itu dulu. Papi Melodi berjalan dengan mengendap-ngendap.


Salah satu pelayan tidak sengaja melihat tuannya berjalan mengendap-ngendap, seperti pencuri.


" Tuan" panggil sang pelayan.


" Astagfirullah, Tarman!, kamu bikin kaget saya saja" ucap papi Melodi sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


Sang pelayan hanya nyengir melihat ekspresi kaget tuannya. " Maaf tuan"


" Tiada maaf bagi mu"


" Kejam amat sih Tuan"


" Gaji kamu saya potong?!"


" Jangan dong tuan. Lagian tuan ngapain jalan ngendap-ngendap seperti pencuri gitu"


" Suka-suka saya dong. Sudah kamu kerja lagi, sana?! " usir papi Melodi.


" Baik tuan"


Pelayan itu pun berlalu pergi meninggalkan tuannya itu. Setelah pengganggu itu pergi, papi Melodi melanjutkan kembali aksinya.


Baru 2 langakah berjalan, Papi Melodi menghentikan langkahnya. Karena ada yang menepuk pundaknya.


" Apa lagi sih Tarman?" tanya papi Melodi sambil menoleh kearah orang yang menepuk pundaknya itu.


Alangkah kagetnya Papi Melodi melihat siapa orang yang menepuk pundaknya tadi. " Ma-mami"


" Iya, emang Papi pikir siapa lagi?"


" Papi pikir Tarman tadi"


" Apa!, emang menurut papi tangan mami kasar gitu?!"


" Ng-nggak Mih, Papi nggak bilang gitu"


" Terusa apa?!"


" Tangan mami halus dan selembut sutra"


" Ck..pembohong!"


" Jujur Mih, mana berani papi bohong"


" Kagak!, lagi pula papi masih normal kali Mih"


" Kalau normal, ngapain sebut-sebut nama Tarman"


" Tadi dia ngagetin papi, dan juga bilang papi kayak maling Mih"


" Maling?"


" Hhmm"


" Kok bisa"


" Tadi papi mau menemui putri kita, terus papi jalannya ngendap-ngendap"


Seketika tawa mami Melodi pecah, saat mendengarkan ucapan sang suami.


" Kok mami ketawa sih?"


" Habis papi lucu"


" Emang papi badut"


" Iya"


" Ck..mana ada badut setampan papi"


Papi Melodi pun pergi meninggalkan istrinya yang masih asik menertawakan dirinya. Papi Melodi pergi menghampiri putrinya.


" Sayang" panggil papi Melodi sambil duduk di samping putrinya.


" Eh!, papi udah pulang"


" Baru aja sayang. Kamu ngapain duduk di sini sendirian? "

__ADS_1


" Lagi pengin aja Pih"


Walaupun agak ragu, karena putrinya itu selalu menolak bila di ajak ketemu dengan rekan bisnisnya. Tapi dia akan mencobanya.


" Sayang"


" Hhhmm"


" Besok malam ikut papi ya"


" Kemana?"


" Ketemu keluarga rekan bisnis papi"


Melodi mengerutkan alisnya, mendengar ucapan papinya tadi.


Papi nggak mau jodohin gue kan?.


" Sayang, kenapa kamu diem aja?"


" Emang dalam rangka acara apa ya Pih?" tanya Melodi.


" Merayakan keberhasilan kerjasama perusahaan kita, sayang"


" Papi nggak punya niat terselubungakan?"


Seketika tawa papi Melodi pun pecah. Putrinya itu emang selalu bisa menebak tujuannya.


" Tu kan benar" kata Melodi sambil mengerucutkan bibirnya.


" Nggak benar, lagian nanti kita cuma makan malam saja" kata Papi Melodi bohong.


" Ok, kalau emang cuma makan malam aja, Melodi akan ikut"


" Makasih sayang"


Awas aja nanti kalau papi jodohin gue. Gue akan kabur dari rumah.


Malam Hari.


Vandy dan keluarga kecilnya sedang makan malam. Mereka menikmati makanannya dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara.


Selesai makan malam bersama keluarga kecilnya. Mereka pergi keruang keluarga untuk mengistirahatkan perut mereka.


" Bang" panggil Vandy.


" Hhmm"


" Besok malam ikut daddy ya"


" Kemana?"


" Makan malam sama rekan bisnis daddy"


" Emang harus ya Dad"


" Iya Bang, karena kita akan merayakan keberhasilan kerjasama perusahaan kita"


" Daddy nggak berniat jual abang kan?"


" Apa maksud abang?!"


" Abang nggak mau di jodohkan hanya demi bisnis "


" Daddy nggak akan melakukan hal seperti "


" Syukurlah kalau emang daddy nggak berniat seperti itu"


Awas aja kalau daddy bohong, gue bakal ratakan perusahaan daddy.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2