Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Cemburu 2


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari Lisa tadi, Aldi pun bergegas keruangan Vandy. Sesampai disana sama seperti Lisa tadi Aldi pun kaget melihat ruangan serta keadaan Vandy.


" Lo kenapa, huh..!?."


Vandy yang mendengar suara Aldi sahabatnya pun hanya diam.


" Lo kalau ada masalah cerita sama gue?."


Vandy tetap diam..


Aldi pun keluar untuk menelpon seseorang, karena dia yakin hanya seseorang itulah yang mampi nenangin Vandy.


" Hallo terdengar suara lembut dari seberang telpon."


" Lo cepatan datang keruangan Vandy."


Telpon pun berakhir.


Anggun yang mendapatkan telpon dari Aldi pun merasa khawatir dan bergegas pergi keruangan Vandy.


Ya seseorang yang ditelpon Aldi tadi adalah Anggun.


" Mau pergi kemana nggun tanya Sinta."


Anggun yang pergi terburu-buru tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya. Sepanjang perjalanan Anggun masih memikirkan Vandy.


" Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa gumam Anggun."


Akhirnya Anggun pun sampai dilantai tempat ruangan Vandy. Anggun melihat Aldi berdiri didepan pintu ruang kerja Vandy. Anggun pun berlari kecil menghampiri Aldi.


" Apa yang terjadi sama Vandy tanya Anggun."


" Lo liat sendiri kedalam, gue harap lo bisa nenangin dia jawab Vandy."


Anggun membuka handle pintu ruangan Vandy.


Ceklek


Pintu pun terbuka, betapa kagetnya Anggun melihat keadaan kekasihnya. Anggun pun menghampiri Vandy.


" Bunny."


Vandy yang mendengar suara kekasihnya pun menoleh kearah sumber suara, setelah itu Vandy memalingkan wajahnya kembali.


Anggun yang melihat Vandy memalingkan wajahnya pun sedih, Anggun pun memberanikan diri untuk memeluk kekasihnya.


Vandy yang mendapatkan pelukan dari Anggun pun tidak membalas pelukan Anggun.


Anggun yang melihat Vandy tidak membalas pelukannya pun semakin mempererat pelukannya.


" Kalau Bunny ada masalah cerita sama aku jangan diam seperti ini?."


Vandy pun tetap diam.


" Kalau Bunny nggak mau bicara aku mau pergi menemui Lee Min Ho."


Vandy yang mendengar Anggun menyebutkan nama Lee Min Hoo lagi, melepaskan pelukan Anggun dengan kasar. Vandy pun mencengram lengan Anggun dengan kuat.


Anggun merasa kesakitan karena kuatnya cengraman tangan Vandy.


" Bunny lepas, sakit."


Anggun melihat mata Vandy yang memerah pun bertambah takut. Anggun yang tidak dapat menahan sakit pun mencoba melepaskan cengkraman tangan Vandy, namun tenaga Anggun kalah kuat dari tenaga Vandy. Anggun pun tidak dapat menahan air matanya.


" Bunny sakit ucap Anggun sambil menangis."


Vandy yang mendengar suara tangisan Anggun pun tersadar, Vandy pun melepaskan cengramannya. Setelah Vandy melepaskan cengkramannya betapa terkejutnya Vandy melihat lengan Anggun yang memerah karena ulah tangannya.


" Maafkan aku sayang ucap Vandy sambil memeluk Anggun."


Anggun pun membalas pelukan Vandy, dan menyalurkan rasa cinta dan sayang nya kepada orang yang dicintainya itu. Vandy merasa nyaman dan mempererat pelukannya pada Anggun.


" Maafkan aku sayang, aku nggak bisa mengontrol emosi aku, hingga tak sengaja aku nyakitin kamu, lagian aku kayak gitu karena kamu."


Anggun pun mengerutkan keningnya.


" Karena aku tanya Anggun."


" Iya, karena kamu mau nemuin cowok itu lagi jawab Vandy."


" Maksud kamu Lee Min Hoo."


" Jangan sebut nama cowok didepan aku ucap Vandy yang mulai emosi."


Anggun tidak menyangka Vandy akan bereaksi seperti ini hanya karena dia menyebut nama cowok lain. Anggun pun mengerti kenapa Vandy bisa ngamuk seperti tadi.

__ADS_1


" Kamu cemburu Bunny tanya Anggun sambil menahan tawanya."


" Jelas aku cemburu, kamu itu wanitaku jadi aku nggak mau wanitaku memuji cowok lain, sekali lagi kamu sebut nama cowok itu, aku akan bunuh cowok itu didepan kamu ucap Vandy masih dengan emosi."


" Kamu nggak akan berani bunuh dia."


" Sayang jangan bikin aku emosi lagi ucap Vandy."


Bagaimana mungkin kekasihnya bisa cemburu sama aktor korea, bahkan mau membunuhnya. Seketika itu tawa pun tawa Anggun pecah.


" 😂😂😂 Bunny kamu tu lucu banget sih ucap Anggun sambil mencubit kedua pipi Vandy."


" Kenapa kamu tertawa seperti itu ucap Vandy."


" Habis Bunny lucu, emang Bunny nggak tau siapa dia."


" Nggak dan nggak pengen tau juga."


" Yakin nih, aku punya foto nya loh ucap Anggun sambil melihat HP nya."


Sontak Vandy merebut HP Anggun dari tangannya. Vandy melihat foto serta tulisan yang ada disan, Vandy pun kaget serta malu. "Jadi dari tadi aku cemburu sama artis, bikin malu aja."


" Bunny."


" Hhmmm."


" Udah tau siapa Lee Min Hoo."


" Hmmmmm."


" Jangan cemburu nggak jelas lagi, lagian aku udah milik kamu jadi nggak mungkin aku cari yang lain lagi.


" Tapi tetap aja kamu nggak boleh memuji dia didepan aku."


" Iya, apa karena masalah ini juga Bunny bersikap kayak tadi tanya Anggun."


Vandy hanya menganggukkan kepalanya.


" Hahaha ya ampun Bunny, kok bisa sih kamu cemburu sama dia."


" Habis kamu memuji dia dan kasih emot gambar hati lagi kata Vandy dengan nada kesal."


" Maaf ya, aku fikir Bunny tau siapa Lee Min Hoo, ternyata aku salah ucap Anggun sambil tersenyum."


" Lain kali jangan diulangi lagi, nanti aku bisa khilaf dan membunuh cowok itu ucap Vandy."


" Eiit tunggu dulu," ucap Vandy sambil menarik tangan Anggun, hingga Anggun pun terduduk kembali.


Vandy pun menarok kepalanya diatas paha Anggun.


" Bunny bangun nggak enak diliat karyawan lain."


" Nggak akan ada yang berani masuk keruangan aku, aku cuma pengen peluk kamu sebentar sayang."


Anggun pun membelai rambut Vandy,


membuat Vandy tambah nyaman.


" Sayang aku ingin cepat halalin kamu, biar aku bisa selalu didekat kamu."


Anggun pun tersenyum mendengar ucapan Vandy, Anggun nggak menyangka Vandy yang dulu begitu sombong, angkuh sekarang sudah berubah, walaupun terkadang dia masih menunjukkan sifat Arrogantnya.


Setelah beberapa menit Anggun pun pamit pada kekasih nya untuk kembali bekerja.


" Bunny aku balik kerja dulu ya, nanti yang lain curiga karena aku perginya udah lama."


" Nanti biar aku pecat mereka yang berani marahain kamu."


" Jangan lagiankan mereka nggak tau kalau kita pacaran."


"Ya udah, nanti makan siangnya sama aku ya."


" Nanti aku nggak bisa, soalnya aku mau kekantor papa sekalian mau liat kak Marko."


" Lain kali aja, tapi kamu jangan terlalu dekat dengan dia ucap Vandy."


" Ok Bunny, aku balik keruangan dulu."


" Iya, yang semangat kerja nya ucap Vandy sambil mencium bibir Anggun sekilas."


" Pasti semangat dong kan ditemenin sama Lee Min Hoo," ucap Anggun sambil berlari keluar.


" Sayang..!!," teriak Vandy.


Anggun yang mendengar teriakan Vandy pun terkekeh.

__ADS_1


Sesampai diruangannya Anggun mendapatkan banyak pertanyaan dari sahabatnya.


"Nggun, lo pergi kemana?, kok baru balik, tanya Sinta."


"Gue pergi nemuin Vandy tadi jawab Anggun."


" Emang Vandy kenapa? ."


" Ada sedikit kesalah pahaman antara gue sama dia tadi, tapi sekarang udah kelar kok."


" Syukur deh kalau udah kelar."


" Sin, gue nggak ikut makan siang bareng kalian ya."


" Kenapa, apa lo mau makan siang sama Vandy tanya Sinta."


" Nggak nanti gue mau pergi kekantor papa jawab Anggun."


" Ok."


Anggun dan Sinta pun menlanjutkan pekerjaan mereka kembali.


Waktu pun begitu cepat berlalu Waktu pun sudah menunjukkan jam makan siang, seperti yang Anggun bilang tadi kalau dia mau pergi kekantor papa nya.


" Gue pergi dulu ya guys."


" Ok, lo hati-hati dijalan ucap Sinta dan Sisil."


Anggun pun menganggukkan kepala nya, kemudian Anggun pun berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


Anggun pun menunggu taxi yang dia pesan lewat aplikasi HP nya, tidak berapa lama taxi pun datang. Anggun pun masuk kedalam taxi.


" Mau pergi kemana Nona tanya supir taxi."


" Perusahaan Wiguna Group ya pak jawab Anggun."


Taxi pun melaju meninggalkan perusahaan Dwipangga Group dan pergi menuju perusahaan Wiguna Group.


Tak butuh lama taxi yang ditumpangi Anggun pun sampai diperusahaan milik papanya. Anggun pun turun dari taxi dan membayar uang taxi nya.


Anggun melihat gedung yang menjulang tinggi yang ada didepannya itu. " Udah lama banget nggak kesini gumam Anggun."


Anggun pun melangkahkan kaki nya keperusahaan papa nya. Security yang melihat Anggun berjalan, dengan cepat menghampiri Anggun.


" Selamat siang nona muda," sapa Security sambil menundukkan kepala nya.


" Siang pak Arif, udah makan siang pak tanya Anggun."


" Sudah nona muda jawab pak Arif."


" Saya permisi masuk dulu pak Arif."


" Silahkan nona ucap Arif."


Anggun pun berlalu meninggalkan pos Security. Sesampai dilobi Anggun pun berjalan kemeja resepsionis.


" Selamat siang mbak apa Presiden Direktur ada?," tanya Anggun pada salah satu perempuan yang ada dimeja resepsionis.


Perempuan itu tidak menjawab pertanyaan Anggun, dia malah memperhatikan penampilan Anggun dari atas sampai bawah.


" Maaf mbak Presiden Direktur lagi keluar."


" Kira-kira kapan kembali nya ya mbak tanya Anggun lagi."


" Masih lama, sekarang mbak pergi aja ucap perempuan itu sambil mengibas-ngibas kan tangannya."


Anggun pun melihat name tag perempuan itu dan tertulis disana Yunita.


" Maaf mbak Yunita apa seperti ini cara anda melayani tamu yang datang keperusahaan ini tanya Anggun."


" Iya, karena perusahaan ini tak menerima tamu wanita penggoda seperti kamu jawab Yunita."


" Dari mana mbak bisa menyimpulkan kalau saya wanita penggoda?."


Yunita pun berjalan mendekati Anggun. " Tentu saya tau dari penampilan kamu jawab Yunita."


" Bukannya terbalik, apa mbak tidak berkaca atau mbak nggak punya kaca ucap Anggun."


" Kau..!!".


Yunita pun mendorong Anggun sampai kening Anggun membentur pinggiran meja. Seketika kening Anggun pun mengeluarkan darah segar.


To be continue...


Author udah Up 2 bab nih, mana dukungan sayang kalian buat Author.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen dan Vote juga ya... 😉😉


HAPPY READING GUYS... 😉😉


__ADS_2