Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Mitoni ( Tujuh Bulanan)


__ADS_3

Pagi hari Anggun sudah siap untuk melakukan prosesi Mitoni. Semua keluarga dan para sahabat sudah berkumpul dibawah. Mereka hanya menunggu Vandy dan Anggun turun.


Anggun dan Vandy sudah turun, Anggun terlihat cantik dengan memakai baju batik. Begitu juga dengan Vandy, terlihat tampan dengan memakai baju batik senada dengan sang istri.


Karena Anggun dan Vandy sudah datang. Acara pun segera dimulai. MC menyebutkan beberapa acara inti nya. Sesi pertama dimulai dengan sungkeman.


"Calon Ayah dan Ibu melakukan sungkeman kepada orangtua, guna memohon restu untuk keselamatan dan kelancaran saat persalinan" ucap sang MC.


Anggun dan Vandy pun melakukan sungkeman kepada orangtua dan mertua mereka secara bergantian.


Setelah selesai sungkeman, Vandy dan Anggun pun kembali ketempat duduk mereka.Acara pun berlanjut kesesi kedua, yaitu siraman.


Anggun dibawa ketaman depan untuk melakukan sesi siraman. Anggun dibantu suaminya menuju tempat siraman. Sampai disana Anggun pun duduk dikursi yang sudah disediakan disana.


Siraman itu bertujuan untuk menyucikan secara lahir dan bantin sang ibu dan calon bayi.


Tubuh Anggun disiram dengan air yang sudah di taburi dengan kembang setaman. Tujuh orang terpilih akan menyiram tubuh Anggun.


Karena Oma, Opa dari Vandy dan Anggun sudah meninggal, jadi Mama Anggun yang menyiram pertama, kedua baru Mama mertua, Papa, Papa martua dan seterusnya. Aska pun tidak ketinggalan, dia juga ingin menyiram kakak nya.


Acara yang kedua pun berjalan dengan lancar.sampai acara berikutnya pun berjalan dengan lancar. Sampai lah di acara memotong tumpeng.


Acara potong tumpeng, sebagai rasa syukur bahwa acara selamatan tujuh bulanan telah dilaksanakan dengan lancar. Sekarang masuk keacara terakhir yaitu jualan es dawet dan rujak. Orang yang menerima dawet dan rujak dari sang ibu, harus membayarnya dengan sejumlah uang sebagai syarat nya.


Anggun memberikan rujaknya kepada Sinta dan Sisil. Karena Anggun tau Sinta dan Sisil lagi hamil otomatis mereka akan menerima rujak yang diberikan Anggun. Alhasil Sinta dan Sisil harus membayar rujak yang mereka terima.


Serangkaian acara inti pun sudah dilakukan dengan baik dan lancar. Akhirnya semua prosesi tujuh bulanan sudah selasai.


Para orangtua berkumpul diruang keluarga. Sedangkan para anak-anak mereka memilih berkumpul ditaman.


Anggun juga sudah berganti pakaian, dan kembali berkumpul bersama para sahabatnya. Mereka mengobrol sambil menikmati hidangan yang sudah ada dimeja mereka.


" Kalian sudah belanja pakaian untuk calon baby kalian?" tanya Sinta


" Belum Sin, rencananya sih ntar kalau udah 8 bulanan" jawab Anggun


" Nyicil dulu belanja nya kan nggak masalah Nggun" kata Sisil


" Iya, biar nanti kalian nggak kesusahan" kata Aldi


" Itu nggak bakal terjadi, kapan perlu gue beli sama toko nya" kata Vandy


" Ya.. ya, sultan mah bebas" kata Aldi


" Jelas dong" kata Vandy dengan gaya sombong nya


" Ck.. gue kasihan sama Anggun" kata Aldi


" Kasian kenapa?" tanya Vandy


" Punya suami Arrogant kek lo!" jawab Aldi

__ADS_1


Pletak


Vandy menjitak kepala Aldi. " Sekali lagi lo bilang gue Arrogant, kelar hidup lo" kata Vandy


" Nggun sadis amat laki lo" tutur Aldi


" Mau gimana lagi Al, udah jodoh gue sama dia" ucap Anggun


" Sayang, kamu terpaksa ni cerita nya" rajuk Vandy


" Mulai lagi deh sok manja nya" ledek Aldi


" Bee jangan ledekin dia terus, ntar dia nangis lo" kata Sinta


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Sinta. Mereka pun mengobrol, sesekali mengejek satu sama lain, Setelah itu mereka tertawa bersama.


" O iya gimana hubungan Vanya sama Marko?" tanya Gio


" Gue juga belum tau sih Yo, tapi Mama dan Papa gue sudah merestui hubungan mereka" jawab Vandy


" Wah bagus dong, gue juga suka sama kepribadian Marko, dia tipe cowok pekerja keras dan terbukti kan sekarang dia menjadi salah satu orang kepercayaan Om Wiguna" ucap Aldi


" Gue juga setuju sama lo Al, gue juga yakin dia cowok yang cocok untuk Vanya" kata Gio


" Benar kan Mas apa yang aku bilang, bahkan Aldi sama Gio juga bilang gitu, jadi hilangkan perasaan takut Mas itu" ucap Anggun


" Emang lo takut kenapa?" tanya Aldi


" What!!" kaget semua orang disana kecuali Anggun


" Maksud lo Marko pernah suka sama Anggun?" tanya Aldi


" Hhmmm"


" Serius itu Nggun, Marko pernah suka sama lo?" tanya Gio


" Iya, tapi setelah tau gue sama Mas Vandy, dia sudah membuang perasaan nya sama gue" jawab Anggun


" Ya wajar sih dia suka sama istri lo, secara kan Anggun memang cantik, dan juga baik lagi" kata Sinta


" Tapi yang jelas sekarang Marko sudah mencintai Vanya dan dia sudah menganggap Anggun sebagai adik nya" kata Aldi


" Benar itu, jadi lo nggak perlu khawatir lagi sama Marko" kata Gio


" Lagian gue melihat Marko sangat mencintai Vanya" kata Sisil


" Inti nya sekarang Vanya sama kak Marko saling mencintai, dan jangan pernah ragu kan cinta mereka" tutur Anggun


" Emang lo meragukan Anggun Van?" tanya Sinta.


Sontak mereka semua melihat ke Vandy.

__ADS_1


" Kenapa kalian liatin gue begitu" kata Vandy


" Udah jawab aja, apa kamu masih meragukan ku, Mas" kata Anggun


" Ya nggak lah sayang, Mas nggak pernah ragu akan cinta kamu" kata Vandy


" Bohong itu Nggun" kompor Aldi


" Iya tu Nggun" tambah Gio


Anggun menatap tajam suami nya


Vandy menelan ludah nya melihat tatapan istri nya. " Sayang masa kamu percaya sama omongan mereka sih?"


" Nanti Malam tidur diluar" kata Anggun.


" Sayang jangan hukum Mas dong, kamu kan tau Mas nggak bisa tidur kalau nggak meluk kamu" rajuk Vandy


Aldi dan Gio tertawa bahagia mendengar hukuman Vandy tadi. Sinta dan Sisil melihat suami nya yang menertawakan Vandy pun memberikan hukuman yang sama kepada suami mereka.


" Bee" panggil Sinta


" Ya Honey" balas Aldi


" Malam ini kamu tidur diluar" kata Sinta


" Kenapa aku dihukum juga Honey?" tanya Aldi


" Karena kalian sahabatan, jadi harus berbagi hukuman juga" jawab Sinta


" Alhamdulillah gue nggak " gumam Gio


" Oppa" panggil Sisil


" Ya Sweety" balas Gio


" Kamu juga tidur diluar malam ini, jangan tanya kenapa" kata Sisil


Sontak Vandy pun tertawa karena mendengar sahabat nya juga dihukum sama istri mereka.


" Sukurin lo, niat nya mau ngerjain gue, tau nya kalian juga dapat hukuman yang sama" ejek Vandy


Para suami itu tidak tinggal diam, mereka mengajukan protes mereka pada istri mereka. Para istri tersenyum geli melihat tingkah konyol suami mereka, yang merayu untuk hukuman nya di tiadakan.


Mereka tidak menyangka hukuman ini sangat ampuh buat suami mereka. Jadi ntar malam mereka bebas dari olaraga malam yang selalu bikin mereka kelelahan.


" Anggun"


Sonta Semua orang menoleh ke sumber suara.


To be continue

__ADS_1


Happy Reading Guys


__ADS_2