Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kehamilan


__ADS_3

Saat mau berjalan menuju sofa, Kia sudah tidak dapat lagi menahan pusing nya, dan tiba-tiba terdengar bunyi.


Bruuuuk..


Seketika tubuh Kia jatuh kelantai.


" Ya Allah nyonya, nyah bangun ucap bik Jum sambil menepuk pelan pipi Kia."


Bik Jum pun memangil suami nya untuk mengangkat tubuh Kia keatas sofa. Setelah tubuh Kia dibaringkan diatas sofa, bik Jum pun menelpon dokter. Sehabis menelpon dokter bik Jum menelpon Bryan untuk memberi tau kalau Kia pingsan.


Bryan yang masih dalam perjalanan menuju sebuah restoran karena dia akan bertemu kliennya disana. Dipertengahan jalan tiba-tiba HP Bryan berbunyi, saat Bryan melihat HP nya dan tertera nomor rumah disana. Dengan cepat Bryan menggeser tombol hijau diHP nya.


" Hallo Bik, terdengar suara Bryan dari seberang telpon."


" Hallo tuan, nyo.. nyonya ucap bik Jum terbata."


" Iya kenapa dengan Kia bik?."


" Itu anu tuan, nyonya pingsan."


Ciiiiiiittttt...


Sontak Bryan merem mendadak mobil nya, setelah mendengar ucapan bik Jum.


" Tuan, apa tuan baik-baik saja?."


" Oh iya bik, saya baik-baik aja, kalau gitu saya akan pulang bik."


Panggilan pun berakhir.


Setelah menerima telpon dari bik Jum, Bryan pun memutar balik mobilnya, Bryan melajukan mobilnya sangat kencang, karena dia takut terjadi sesuatu sama Kia.


Diperjalanan Bryan masih memikirkan keadaan Kia. Bryan lupa kalau dia akan bertemu janji dengan Kliennya. Tidak berapa lama mobil Bryan pun sudah memasuki area kediamannya.


Sesampai dirumahnya Bryan memakirkan mobilnya. Bryan pun turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah. Bryan melihat Kia yang masih setia memejamkan matanya.


" Apa bibik sudah menelpon dokter tanya Bryan."


" Sudah tuan, sebelum bibik menelpon tuan tadi jawab bik Jum."


" Sayang bangun dong bisik Bryan."


Tidak berapa lama dokter pun datang dan dengan segera dia memeriksa keadaan Kia. Pertama-tama dokter itu memeriksa nadi Kia dan berlanjut kebagian yang lainnya.


" Bagaimana keadaannya dok tanya Bryan."


Dokter itu pun tersenyum kepada Bryan. " Selamat ya tuan anda akan menjadi seorang ayah."


" Ma.. maksud dokter Kia hamil tanya Bryan."


" Iya, dan usia kandungannya sekarang sudah dua minggu, dikehamilan awal ini tolong betul-betul dijaga, dan terlebih nggak boleh kecapean dan stres."


" Ba..baik dok."


" Aneh kok sepertinya tuan Bryan tidak senang yah gumam dokter."


Dokter pun memberikan vitamin dan juga resep yang harus ditebus oleh Bryan.


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan ucap dokter."


"Oh iya dok, tapi kapan Kia akan siuman dok?."


" Sebentar lagi dia akan siuman, saya permisi dulu."


Bryan pun mengantarkan dokter sampai kedepan pintu. Setelah itu Bryan kembali ketempat Kia.


" Bik saya mau keapotek buat nebus resep ini dulu, nanti kalau Kia bangun tolong kasih dia makan dulu ya bik ucap Bryan."


" Baik tuan."


Bryan pun berlalu dari ruang tamu dan pergi kebagasi untuk mengambil mobil nya. Setelah itu Bryan memacu mobilnya meninggalkan rumahnya. Diperjalanan Bryan masih memikirkan ucapan dokter tadi kepadanya.


Dikediaman Dwipangga.


Setelah mendapatkan telpon dari Vandy kalau dia dan Anggun akan datang kerumah malam ini. Maka terjadilah kegaduhan didapur seperti sekarang ini semua pelayan sibuk memasak.

__ADS_1


" Mah...!!."


Terdengar teriakan dari lantai atas, tepatnya dari kamar putri tersayang keluarga Dwipangga.


" Anak ini, orang lagi sibuk masak dia sibuk teriak ucap Diana mama nya Vandy."


Diana pun berjalan menaiki anak tangga, menuju kamar putrinya. Sesampai didepan pintu kamar anaknya. Diana pun mengetuk pintu kamar putrinya.


Tok tok tok...


" Vanya sayang ini mama buka pintunya."


" Masuk aja mah, pintu nya nggak Vanya kunci kok."


Ceklek


Setelah pintu terbuka, betapa kaget nya Diana melihat kamar anaknya sudah seperti kapal pecah.


"Sayang kenapa pakaiannya berserakan gini?."


" Ini mah, Vanya bingung mau pakai baju yang mana?."


" Ya ampun sayang, kamu itu mau milih baju yang kayak mana?, lagian yang mau datang itu calon kakak ipar kamu, bukan pacar kamu."


" Iya sih mah, cuma aku nggak pede aja gitu."


" Iya udah mama bantuin cari dress yang pas yah?."


" Makasih mah, mama memang yang terbaik."


Diana pun mencarikan dress yang cocok buat putrinya.


Kediaman Wiguna


Anggun baru bangun dari tidur nya, dan melirik jam yang ada didinding kamarnya. Jam menjukan pukul 6.30.



" Astagfirullah telat."


" Awww, siapa yang kasih pintu disini sih gerutu Anggun sambil memengang keningnya."


Anggun pun membersihkan dirinya, Anggun membenamkan badan kedalam bethup yang sudah diisi air hangat dan diberi wewangian dengan aroma favorit Anggun yaitu vanilla.


Setelah 15 menit berendam Anggun pun menyudahi aktivitas mandi nya. Anggun pun menuju Walk in closet nya, dan memilih baju mana yang akan dia pakai.


Diapartement Vandy.


Vandy yang sudah siap memakai kemeja nya, simple tapi terlihat sangat elegan, Vandy pun memandangi pantulan diri nya dicermin.


" Semakin hari kadar ketampanan gue bertambah puji Vandy pada diri nya sendiri."


( Author: "Ya elah bambang Vandy, narsis amat... 😒😒).


(Vandy: " Syirik amat lo thor.. 😏😏).


Setelah puas memuji diri nya Vandy pun mengambil kunci mobilnya, dan berlalu meninggal kan apartemen nya.


Didalam mobil Vandy takhenti nya bersenandung layak nya abg yang baru jatuh cinta.


Tidak butuh lama Vandy pun sudah sampai pintu gerbang pujaan hatinya. Vandy pun membunyikan klakson mobil nya.


Tin tin....


Pak Ujang yang sudah familiar dengan bunyi klakson mobil itu pun bergegas membuka pintu gerbangnya.


" Malam pak Ujang sapa Vandy dengan senyuman dibibirnya."


" Malam den balas pak Ujang."


Setelah bertegur sapa dengan pak Ujang Vandy pun melajukan mobil nya kerumah utama Wiguna.


" Tumben den Vandy tersenyum seperti tadi, biasa nya memasang wajah datar gumam pak Ujang."


Sesampai dirumah utama Vandy pun mempakirkan mobilnya. Sebelum turun dari mobil Vandy pun meliat penampilannya lagi "Perfect". Vandy pun keluar dari mobil nya, dengan gaya cool nya Vandy memencet bel.

__ADS_1


Ting nong...


Kiara yang mendengar bunyi bel pun membukakan pintu.


Ceklek...


Setelah pintu terbuka tampaklah wajah tampan calon mantunya.


" Assalamualaikum mah."


" Wa'alaikum salam jawab Kiara sambil tersenyum kepada calon mantunya."


Ya sejak kemarin Wiguna dan Kiara menyuruh Vandy memanggil mereka dengan sebutan mama dan papa.


Kiara pun mempersilah calon mantu nya itu masuk.


" Duduk dulu van mama bikinin minum dulu ucap Kiara."


Kiara pun berlalu kedapur untuk membuatkan minum untuk Vandy.


Tidak berapa lama Vandy melihat Anggun menuruni tangga. Vandy begitu terpesona dengan kecantikan Anggun.



" Cantik." Satu kata itu mampu lolos dari mulut Vandy.


Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun tersenyum.


" Bunny juga tampa malam ini bisik Anggun."


Mereka pun memuji dan mengagumi satu sama lain.


Kiara pun datang membawa teh dan cemilan,berjalan menghampiri dua sejoli itu.


" Silahkan diminum tehnya van."


" Makasih mah."


Vandy pun meminum teh yang dibuatkan oleh calon mertua nya itu. Vandy memang menyukai teh buatan mama Anggun.


" Mah, papa sama adek mana tanya Anggun."


" Papa pergi kesupermarket sama adek."


" Tumben papa kesupermarket?."


" Iya soalnya papa mau beliin Aska mainan,biar Aska nggak bosan."


" Kita berangkat dulu deh mah, ntar kemalaman, dan sampaikan maaf Vandy ke papa ya mah, karena nggak bisa nunggu papa pulang."


" Nanti mama sampaikan, kalian hati-hati dijalan ya."


" Sip mah."


Vandy dan Anggun pun berpamitan kepada Kiara, mereka pun mencium tangan Kiara.Mereka pun berjalan menuju mobil, Vandy membukakan pintu mobil buat Anggun.


" Silahkan masuk my princes ucap Vandy sambil tersenyum."


" Terimakasih my prince ucap Anggun sambil membalas senyuman Vandy."


Setelah Anggun masuk kedalam mobil, Vandy mengitari mobilnya dan masuk kedalam dan duduk dikursi kemudi.


Semua perlakuan Vandy tadi tak luput dari penglihatan Kiara. Kiara pun tersenyum bahagia melihat putrinya.


" Kita berangkat dulu mah ucap Anggun sambil melambaikan tangannya."


" Hati-hati dijalan ucap Kiara dan membalas lambaian tangan putrinya."


Perlahan mobil Vandy pun meninggalkan kediaman Wiguna.


To be continue....


Hy Readers ku tersayang, makasih yah buat kalian yang sudah mau Vote, Like dan komen karya Author... 🙏🙏🙏


Selalu tinggalkan jejak sayang kalian buat Author... 😉😉

__ADS_1


HAPPY READING GUYS.. 😉😉


__ADS_2