KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
100 - Sesuatu Yang Tidak Diduga (2)


__ADS_3

Xiao Shuxiang benar-benar dirawat dengan baik oleh Ling Qing Zhu. Luka dalam dan juga luka yang berada di punggungnya sudah sembuh sejak kemarin. Ini karena Pil Napas Naga yang efektif menyembuhkannya.


Hanya saja, perban yang membalut bagian dada hingga ke punggung Xiao Shuxiang belum dilepaskan. Pemuda itu sendiri bahkan masih sempat-sempatnya bersikap lemah seakan nyaris kehilangan semangat hidup. Dia sampai membuat Ling Qing Zhu kerepotan.


"Kucing Putih, kau mau ke mana?" Xiao Shuxiang melihat Ling Qing Zhu berdiri setelah memberinya makan.


"Kau sudah makan. Istirahatlah."


"Jangan tinggalkan aku,"


"........."


Ling Qing Zhu melihat tangannya yang dipegang oleh Wali Pelindungnya. Sejak kemarin hingga hari ini, Xiao Shuxiang sama sekali tidak membiarkannya pergi.


"Shuxiang," Ling Qing Zhu berujar dingin. "Aku belum mandi sejak kemarin karena merawatmu. Sekarang biarkan aku pergi,"


"Tidak boleh. Kau bisa mandi di sini, kau tidak boleh pergi."


Ling Qing Zhu ingin membentak Wali Pelindungnya sekarang. Sayangnya dia tidak tahu cara melakukannya. Dia pun hanya bisa mengembuskan napas dan kembali duduk. Pemuda mempesona ini benar-benar menyebalkan saat sakit.


?!


Suara pintu terdengar dan membuat Ling Qing Zhu menoleh. Dia melihat Dao Fang An berjalan masuk sambil membawa sebuah cawan berukuran sedang di tangannya.


"Bagaimana keadaanmu, Bocah?" Dao Fang An bertanya saat berada di dekat Xiao Shuxiang yang masih terbaring.


"Seperti yang kau lihat," Xiao Shuxiang menjawab seadanya.


"Kubawakan ramuan yang bisa membuat tubuhmu kembali bertenaga. Kau tidak akan sakit lagi jika sudah meminumnya, ayo cobalah."


Xiao Shuxiang perlahan bangun dan mengambil cawan berisi cairan obat yang diberikan Dao Fang An. Dari baunya saja, dia sudah bisa menebak ini obat yang sangat amat pahit.


"Aku tidak mau minum," Xiao Shuxiang menolak dan menyerahkan kembali obat itu pada Dao Fang An. Dia membuat Tua Bangka tersebut tersentak.


"Kenapa kau tidak mau? Kau akan cepat sembuh dengan ini, ayo diminum." Dao Fang An memaksa.


"Kubilang aku tidak mau. Aku benci obat yang pahit. Jauhkan dariku,"


"Ya ampun, kau ini seperti anak kecil saja. Obat itu memang pahit. Sekarang jangan bertingkah dan cepat minum,"


"Tidak mau. Kau tidak bisa memaksaku,"


Dao Fang An mengembuskan napas. Pemuda tampan ini sangat keras kepala, dia pun berkedip dan mencoba cara lain untuk membujuk Xiao Shuxiang.


"Nak, kau coba minum ini sambil melihat wajah istrimu. Rasa pahitnya pasti akan berkurang,"


Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu saling berpandangan. Mereka pun menatap Dao Fang An dengan ekspresi wajah yang cukup sulit diartikan.


Xiao Shuxiang mendengus, "Kau ingin mengerjaiku, Tua Bangka. Bagaimana bisa rasa pahit pada obat itu menghilang jika aku meminumnya sambil melihat Kucing Putih?"


"Coba saja dulu. Jika kalian saling menyukai, obat sepahit apa pun akan terasa manis. Ayo,"


"Kau pikir aku anak kecil hingga bisa dibodohi, hah?" Xiao Shuxiang meski merutuk, namun dia tetap mengambil cawan yang penuh cairan obat tersebut.


Xiao Shuxiang pun mulai menatap Kucing Putihnya. Hanya saja belum sempat bibirnya menyentuh ujung cawan, dia menyodorkan obat tersebut pada gadis bercadar tipis di hadapannya.


"Kucing Putih, aku percaya padamu. Jadi coba kau yang minum duluan,"


Dao Fang An tersentak, "Hei. Kenapa kau justru memberikannya pada istrimu. Nona Ling tidak sakit,"


"Kucing Putih..." Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Dao Fang An dan tetap membujuk Ling Qing Zhu.


Gadis berambut putih itu menggeleng pelan dan mengambil cawan berisi obat pemberian Xiao Shuxiang. Dia menyesap obatnya sedikit dan rasanya memang sangat pahit. Hanya saja ekspresi wajahnya tetap tenang dan sama sekali tak menimbulkan kecurigaan.


"Bagaimana?" Xiao Shuxiang terlihat penasaran.


Ling Qing Zhu dengan tenang menjawab, "Melihatmu .... Aku jadi lupa rasanya obat ini. Ambillah,"


Xiao Shuxiang tertegun, "Serius...? Tidak ada rasanya?"


"Pahit, tapi tidak buruk."

__ADS_1


Xiao Shuxiang yakin Kucing Putihnya tidak berbohong dan mulai meminum obat tersebut. Hanya saja baru dua tenggak, dia hendak memuntahkannya saat Ling Qing Zhu menutup mulutnya.


"Kucing Putih...!" Xiao Shuxiang tidak punya pilihan selain menelannya. Rasa yang begitu pahit tidak terbayangkan.


"Kucing Putih, kau sangat keterlaluan! Kenapa kau begitu jahat----mmf"


Sepotong permen telah dimasukkan ke dalam mulut Xiao Shuxiang dan membuatnya membeku karena terkejut.


Ling Qing Zhu berkata pelan, "Permen dari gandum. Penetralisir dari rasa pahit obat itu."


Ujung teling Xiao Shuxiang memerah, dia melototi gadis di hadapannya namun tetap menikmati permen manis di mulutnya. "Kau selalu seperti ini. Aku kan bukan anak kecil, kau menyebalkan."


"Kurasa tidak ada pemuda dewasa yang mengeluhkan banyak hal dan bahkan menolak meminum obat."


Dao Fang An tidak tahu harus bereaksi seperti apa melihat kejadian ini, termasuk sikap Ling Qing Zhu. Dia tanpa berkata apa-apa mulai berjalan diam-diam dan meninggalkan kedua orang itu. Dia sangat peka dalam memberi ruang untuk pasangan muda.


Ling Qing Zhu melihat Dao Fang An pergi, namun tidak memanggil pria itu. Dia pun lantas menatap Wali Pelindungnya kembali, "Kau harus menghabiskan obatmu."


"Tidak mau lagi,"


"Aku sudah membuatkanmu kue manis yang cantik. Akan kubuatkan lagi jika kau menghabiskan obatmu,"


"Baiklah, sepakat. Tapi kau berikan aku permen yang manis itu lagi,"


"Mn."


Ling Qing Zhu melihat bagaimana Xiao Shuxiang menghabiskan obat herbal pemberian Dao Fang An. Dia sekarang tahu kenapa selama ini pil buatan Wali Pelindungnya memiliki banyak rasa yang aneh dan kebanyakan terasa manis.


"Shuxiang,"


"Mn? Apa?"


"Besok aku akan pergi,"


Xiao Shuxiang tersedak napasnya sendiri dan terbatuk, dia pun menatap Kucing Putihnya dan seakan menunggu sesuatu.


Ling Qing Zhu berkata, "Karena keributan yang terjadi, para tetua terpaksa harus menunda keberangkatan mereka untuk pergi ke Konferensi Aliansi Abadi. Tapi itu tidak bisa ditunda terlalu lama. Kami akan pergi besok,"


"Aku sebenarnya harus mengatakan itu kemarin, tapi kondisimu tidak baik. Kini adalah saat yang tepat. Kau sekarang terlihat baik-baik saja,"


"............"


Xiao Shuxiang sebenarnya masih ingin bersama dengan Kucing Putihnya, tapi ucapan gadis ini juga ada benarnya. Dia tidak ingin karena keegoisannya----gadis di hadapannya ini justru akan mendapat masalah.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, namun tidak mengatakan apa pun. Dia menatap udara kosong hanya untuk berpikir bahwa sebenarnya tidak lama lagi dia juga akan pergi ke Konferensi Aliansi Abadi dengan memanfaatkan Mo Huai. Dia memang tidak mengatakan rencananya ini pada Kucing Putihnya, jadi hal tersebut kemungkinan akan menjadi kejutan.


Hanya saja kebungkamannya membuat hati Ling Qing Zhu tergerak. Gadis cantik ini merasa bahwa Xiao Shuxiang terlihat agak menyedihkan.


Ling Qing Zhu berpikir, kemungkinan Xiao Shuxiang selama ini selalu menganggap bahwa dia memperlakukannya dengan sikap acuh tak acuh. Padahal hanya ini cara yang Ling Qing Zhu ketahui untuk menunjukkan perhatiannya.


Memikirkannya lebih jauh membuat tangan Ling Qing Zhu tanpa sadar bergerak sendiri dan menepuk kepala Xiao Shuxiang. Dia terkadang memberi usapan pelan sebelum kembali menepuk-nepuknya. Tindakan tersebut membuat Xiao Shuxiang tersadar dari lamunannya.


Sebelumnya, Koki Alkemis itu tidak pernah keberatan jika tangan Ling Qing Zhu berada di atas kepalanya. Dia juga tidak pernah mengeluhkannya hingga izin seperti ini membuat Ling Qing Zhu justru menjadikan tindakan tersebut sebagai kebiasaan.


Orang-orang berkata, menyentuh kepala pria atau pinggang wanita sembarangan adalah hal yang terlarang. Tapi tindakan yang justru dilarang ini membuat orang semakin tergoda untuk melakukannya.


Ling Qing Zhu baru menepuk tiga kali ketika dia tersentak dengan sebuah tangan yang menarik pinggangnya.


!!


"Shuxiang," suara Ling Qing Zhu dingin. Dia terkejut, namun tidak memberontak.


"Aku hanya ingin memelukmu,"


"Lancang,"


"Mm, biarkan saja." Xiao Shuxiang hanya memeluk pinggang Ling Qing Zhu dan dengan tenang menutup matanya. Gadis berambut putih itu hanya berdiri tenang sebelum mulai menyentuh kepala Xiao Shuxiang kembali.


Ling Qing Zhu berkata tanpa nada, "Kau seperti anak kecil."


"Aku pemuda dewasa yang sehat,"

__ADS_1


"Tidak mungkin,"


"Apa aku harus menciummu untuk membuktikannya?"


"Menjauhlah,"


"Tidak mau,"


"............"


Pelukan pada pinggang Ling Qing Zhu semakin erat. Dia mengembuskan napas dan menarik telinga Wali Pelindungnya, "Shuxiang. Lepaskan,"


"Kau tidak membiarkanku menciummu, setidaknya biarkan aku memelukmu."


"Lima menit,"


"Mm, itu juga bagus."


"............"


Jika bisa. Xiao Shuxiang mungkin sudah menerjang Ling Qing Zhu sekarang dan memaksakan kehendaknya. Namun dia tidak mau melakukannya mengingat Kucing Putihnya pernah diculik Gong Zitao dengan tujuan yang sama.


Dia tahu, meski gadis ini terlihat baik-baik saja dan tidak pernah mengeluhkan apa pun----Ling Qing Zhu tidak mungkin lupa pada pengalaman pahit yang dialaminya. Xiao Shuxiang tidak ingin menanamkan trauma yang lebih lagi.


Biarkan hubungan mereka berkembang pelan-pelan. Cukup dengan menjadi teman akrab untuk saat ini sudah membuatnya senang.


*


*


"Apa maksudmu tidak bisa, Kakek Tua?!" Xiao Shuxiang menatap Dao Fang An dan nampak kaget karenanya.


Ling Qing Zhu benar-benar pergi setelah memberikannya waktu memeluk selama lima menit dan saat ini Kucing Putihnya itu kemungkinan sudah bersiap-siap di kamarnya sendiri untuk pergi ke Konferensi Aliansi Abadi.


Dao Fang An dan Wang Zhao datang menjenguknya setelah kepergian Ling Qing Zhu. Xiao Shuxiang ingin ikut ke konferensi itu sebagai pelayan Mo Huai seperti rencana awal, namun yang dia dengar dari Dao Fang An justru amat mengejutkan.


"Kau tidak dengar? Seperti yang aku katakan tadi, murid dari para tetua Gunung Puncak Suci pergi sendirian. Mereka tidak membawa satu pun pelayan,"


"Ta-tapi...." raut wajah Xiao Shuxiang memucat. Dia sudah membuat Mo Huai diterima sebagai murid alkemis untuk rencananya ikut konferensi itu, tapi kenapa malah berakhir seperti ini.


"Tuan Xiao, tenanglah..." Wang Zhao berujar lembut, "Kita masih bisa pergi meninggalkan sekte ini, kan? Tidak perlu ikut konferensi itu. Aku sudah mendapat izin dari Shizun, jadi kita bisa berangkat saat kondisimu membaik."


"Aku tidak mau. Kedatanganku ke Alam Kultivasi Atas karena Kucing Putih, jadi untuk apa aku pergi bila harus berpisah dengannya?"


Wang Zhao melihat pipi Xiao Shuxiang menggelembung. Dia pun berkedip dan kemudian menggeleng pelan, "Tuan Xiao ini ..... Padahal waktu itu dia bagaikan pendekar yang perkasa, tapi sekarang kenapa tingkahnya agak .... Kekanakan begini? Apa dia benar-benar Tuan---"


"Apa kau ini benar-benar orang yang sudah membunuh para penjahat iblis itu?" Dao Fang An mengatakan apa yang ada dipikiran Wang Zhao.


Dao Fang An berkata, "Aku tidak tahu siapa dirimu yang sebenarnya. Apa dirimu yang asli adalah orang yang mengayunkan pedang dan membunuh tanpa ragu itu ataukah Bocah Berandalan yang sedang kulihat ini?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Dua-duanya aku. Memang ada berapa Xiao Shuxiang di sekte ini? Jika aku tidak bersungguh-sungguh melawan para penyusup itu sejak awal, maka yang menjadi gumpalan daging lebih dahulu bukanlah mereka dan yang mati lebih dahulu juga bukan mereka. Aku hanya melakukan apa yang bisa kulakukan,"


Dao Fang An terdiam cukup lama sebelum kembali berkata, "Jujur saja gaya bertarungmu tidak sama dengan para pendekar yang pernah kulihat. Itu gaya bertarung yang bebas dan tajam, kau bahkan tanpa ragu menyerang titik vital lawan. Rasanya seperti----"


"Aku tidak menghargai nyawa lawan, iya kan?" Xiao Shuxiang menyela. Dia pun menatap Dao Fang An dan bicara dengan nada yang serius, "Tua Bangka. Ada lawan yang jika diberi kesempatan hidup, dia akan berubah. Tapi ada juga lawan yang meski kau berikan kesempatan hidup berkali-kali, dia tidak akan pernah berubah. Para penyusup yang mengacau di sektemu ini adalah tipe orang yang tidak bisa diberikan kesempatan hidup. Mereka layak mati."


Dao Fang An tersentak. Ucapan sejenis ini pernah dia dengar puluhan tahun yang lalu. Seseorang juga pernah mengatakan hal sejenis ini padanya. Dia hanya tidak ingat di mana tepatnya dan siapa orang itu.


Namun kini Dao Fang An yakin, Xiao Shuxiang memang bukan Tuan Muda yang manja seperti dugaannya selama ini. Pemuda mempesona di hadapannya adalah pendekar yang sudah mengambil banyak nyawa orang lain. Benar-benar tidak bisa dinilai jika hanya dilihat dari wajah polos tak berdosa ini.


"Ambil itu," Dao Fang An melemparkan sesuatu yang langsung ditangkap oleh Xiao Shuxiang.


Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu nampak tersentak sekaligus heran sebab yang dia tangkap adalah sebuah token kayu dengan ukiran emas. Belum lagi, itu bertuliskan nama 'Dao Fang An'.


"Kenapa kau memberikanku token lagi? Ini juga namamu," Xiao Shuxiang masih menyimpan token kayu pertama yang diberikan Dao Fang An padanya dahulu.


"Yang kuberikan waktu itu adalah sebagai kepala pelayan sekte ini. Sementara token emas di tanganmu itu.... Adalah milik Tetua Besar Sekte Lautan Awan."


!!


******

__ADS_1


__ADS_2