KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
266 - Ling Qing Zhu (8)


__ADS_3

Ling Qing Zhu mengembuskan napas pelan ketika dirinya terbebas dari Zhi Shu dan Yi Wen. Dia akhirnya bisa sendirian tanpa mendengarkan kedua gadis yang banyak bicara itu.


Sungguh, rasanya cukup melelahkan harus mendengar banyak nasehat dari Zhi Shu dan Yi Wen. Nasehat itu bahkan tidak jauh dari cara menjadi istri yang baik dan memperlakukan Xiao Shuxiang selayaknya suami pada umumnya.


"..............."


Ling Qing Zhu berjalan ke arah sekat kayu. Kamarnya begitu luas dan bahkan sudah ada bak berisi air di balik sekat itu.


Satu persatu pakaian terlihat di atas sekat. Rambut putih panjang Ling Qing Zhu selalu berbau samar bunga yang menenangkan, ringan dan halus seperti kabut. Itu mengambang di air sebelum terjatuh.


Meski sedang berendam seperti ini, dia tetap fokus berlatih. Tidak ada hari di mana dirinya bermalas-malasan untuk bisa menjadi lebih kuat. Mungkin karena hal inilah yang membuat Zhi Shu dan Yi Wen merasa bahwa dia terlalu dingin pada Xiao Shuxiang serta tidak perhatian kepada pemuda itu.


"..............."


Ling Qing Zhu sebenarnya merasa bahwa hubungannya dengan Wali Pelindung sekaligus suaminya itu baik-baik saja. Dia tidak pernah menolak saat Xiao Shuxiang datang. Dia juga menjadi pendengar setia dari pemuda itu dan cukup membalas ucapannya ketika diajak bicara. Lantas apa yang salah?


Hubungannya dengan Xiao Shuxiang terhormat. Mereka saling menghargai privasi masing-masing. Suaminya itu bahkan selalu meminta izin dan tidak pernah memaksakan kehendak padanya.


Lantas bagian mana yang terlihat salah di mata Zhi Shu dan Yi Wen?


"..............."


Mungkin, ini hanya pendapat pribadi. Tetapi mungkin .... Zhi Shu dan Yi Wen melihat hubungannya dengan sosok Xiao Shuxiang terlalu hambar karena ada batasan-batasan yang tercipta dan sebenarnya tidak dibutuhkan dalam hubungan suami-istri.


Dan mungkin .... Yang tanpa sadar menciptakan batasan itu sebenarnya adalah Ling Qing Zhu sendiri. Xiao Shuxiang jelas ingin lebih dekat, namun dialah yang masih merasa ragu entah karena apa.


Xiao Shuxiang bukan kultivator biasa. Faktanya, identitas pemuda itu selalu bisa membuat orang lain menahan napas. Tentunya, ada hal yang membuat seorang Ling Qing Zhu cemas.


Ada yang mengatakan bahwa hati laki-laki itu seperti riak air. Rasa suka mereka bisa menghilang dengan cepat dan juga berpindah. Tidak bisa terlalu dipercaya dan bergantung pada mereka.


Ling Qing Zhu bernapas pelan. Meski Xiao Shuxiang selalu tersenyum, baik dan ramah padanya, namun identitas sebagai Kultivator Aliran Hitam dan reinkarnasi Sang Bintang Penghancur tetap menjadi gangguan dalam pikiran Ling Qing Zhu.


Dia sudah mencari banyak informasi tentang kehidupan Xiao Shuxiang di masa lalu dan sama sekali tidak baik. Pribadi Wali Pelindungnya yang dia lihat dan informasi dari banyak pihak yang berhasil dia dapatkan sangat jauh berbeda.


Sang Bintang Penghancur, sosok Xiao Shuxiang di masa lalu adalah tirani yang sangat kejam.


Xiao Shuxiang akan tersenyum di hadapan korbannya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap langkahnya membuat genangan darah dan di mana pun dia berada----banyak nyawa yang akan melayang. Bahkan tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, serta anak kecil dan orang dewasa.


Kepribadian berbeda dengan orang yang sama tentu membuat Ling Qing Zhu ragu. Dia tidak tahu pribadi asli Xiao Shuxiang. Jika yang mengatakan hal buruk tentang Wali Pelindungnya itu hanya satu orang, dia pasti tidak akan percaya. Namun informasi yang dia dapatkan ini berasal dari orang yang berbeda-beda dan asing satu sama lain.


Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan di saat bersamaan, dia mendengar suara ketukan pintu. Dengan segera, dia pun mempercepat mandinya dan baru menyadari sesuatu.


Ada satu kebiasaan buruk yang tidak semua orang tahu tentang Ling Qing Zhu. Orang lain mungkin berpikir dia adalah gadis yang sangat sempurna dan begitu disiplin, namun sebenarnya Ling Qing Zhu pun hanya manusia biasa.

__ADS_1


Kebiasaan buruk gadis cantik dengan mata sebiru langit ini adalah dia selalu tidak pernah mengambil atau membawa pakaian ganti saat akan mandi. Apalagi, Ling Qing Zhu kadang tidak mengunci pintu kamarnya dengan segel.


Kebiasaan yang sudah ada sejak kecil ini seharusnya telah berubah mengingat usia Ling Qing Zhu sekarang, apalagi dia sudah menikah dan kamarnya pun bukan menjadi miliknya secara pribadi lagi. Ada orang yang bisa memasuki kamarnya ini, bahkan tanpa perlu izin darinya dan itu adalah suaminya sendiri. Dan lagi, teknik segel bisa dengan mudah dilepaskan.


!!


Suara ketukan pintu itu membuat Ling Qing Zhu tersentak. Dia tidak mungkin memakai pakaian kotornya dan jarak dari tempatnya berada sekarang dengan lemari pakaiannya lumayan memicu adrenalin.


"Kucing Putih...! Apa kau di dalam?"


Suara itu membuat Ling Qing Zhu berkedip. Satu-satunya orang yang berani merusak namanya hanyalah Wali Pelindungnya. Dia pun akhirnya bisa bernapas lega.


"Masuklah," Ling Qing Zhu kembali berendam. Jantungnya sempat berdetak kencang selama beberapa saat, khawatir bila yang datang tadi adalah orang lain.


Xiao Shuxiang sendiri menggeser pintu kamar Ling Qing Zhu setelah mendapat izin. Dia sebenarnya ingin memberi kejutan dengan lewat pintu, tidak dari jendela seperti biasa----namun ternyata Ling Qing Zhu justru tidak menyambut dirinya sama sekali.


"....... Kosong?" Xiao Shuxiang berkedip. Dia mengedarkan pandangan dan kemudian memanggi Ling Qing Zhu. "Kucing Putih? Kau di mana?"


"Di sini,"


Xiao Shuxiang berjalan dan melihat ada pakaian di atas sekat kayu. Suara Kucing Putihnya pun berasal dari balik sekat itu.


"Kau mandi? Apa masih lama?" Xiao Shuxiang tidak sabar memperlihatkan penampilannya dan menerima pujian dari Kucing Putihnya itu. Dia tersenyum membayangkannya.


"Ya? Ada apa?"


"Bisakah kau ambilkan pakaianku?"


"Mn?" senyuman Xiao Shuxiang perlahan memudar dan dia nampak mengerutkan kening. Entah bagaimana, tetapi dia merasa pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya.


"..............." Xiao Shuxiang berjalan ke arah lemari. Mengambil satu set pakaian Kucing Putihnya dan melangkahkan kaki ke arah sekat kayu.


"Di mana aku meletakkan ini?" Xiao Shuxiang bertanya dengan nada suara yang pelan.


Ling Qing Zhu dengan tenang meminta agar Xiao Shuxiang meletakkan pakaian itu di atas sekat. Siapa yang menduga saat Wali Pelindungnya melakukan hal yang dia minta, sekat kayu tersebut justru terjatuh.


!!!


Xiao Shuxiang terkejut bukan main. Dia tidak sengaja dan ini benar-benar sebuah kecelakaan. Apalagi arah jatuhnya sekat itu ada di sisi Ling Qing Zhu.


"Kucing Putih..! Kau tidak mati, kan?" Xiao Shuxiang bergegas mengangkat dan mendirikan kembali sekat kayu yang ternyata lebih ringan dari sekat biasanya.


Ling Qing Zhu sendiri mengusap-usap kepalanya. Sekat kayu itu mengenainya dan meski hanya sedikit, rasanya cukup sakit. Tidak pernah dalam bayangannya bahkan hal semacam ini akan terjadi.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja, kan?" Xiao Shuxiang berhasil mengembalikan sekat kayu yang jatuh itu ke posisi semula dan secara spontan berbalik untuk memeriksa kondisi Ling Qing Zhu.


Hal yang mengejutkan berikutnya adalah bahwa Xiao Shuxiang lupa dengan posisi Ling Qing Zhu sekarang. Jadi saat dia berbalik badan, pemandangan yang luar biasa dewasa terlihat.


Xiao Shuxiang, "..............."


Ling Qing Zhu, "..............."


Kedua orang itu sama-sama saling memalingkan pandangan tanpa bicara satu kata pun. Xiao Shuxiang bahkan tidak tahu kapan dirinya menahan napas.


Telinga Xiao Shuxiang terbakar panas. Sementara warna matangnya persik pun nampak jelas di pipi seputih salju orang lain. Terlihat indah, menggoda dan membuat jantung berdetak tidak karuan.


Xiao Shuxiang yang lebih dulu mengambil tindakan. Dia melangkah pelan tanpa berbalik dan keluar dari sekat kayu. Suasana di dalam ruangan itu sunyi, namun entah bagaimana udara di tempat ini membuat gerah.


Xiao Shuxiang memilih menunggu orang lain dengan duduk di pinggir jendela, di depannya terdapat meja kecil dan ini merupakan tempat di mana seseorang belajar.


Tidak butuh waktu lama, orang lain pun mulai berjalan keluar dari balik sekat dengan pakaian yang rapi dan dengan rambut putih yang terurai. Xiao Shuxiang duduk dengan tenang, tidak goyah sama sekali.


Di sisi lain, Ling Qing Zhu mengeringkan rambutnya dengan memakai energi spiritual agar lebih cepat. Ekspresi yang dia perlihatkan sama seperti biasanya. Entah di mana gadis dengan pipi manis berwarna persik yang tadi itu.


"..............." Ling Qing Zhu berjalan dan duduk, tepat di hadapan Xiao Shuxiang. Kehadirannya membuat pemuda itu bernapas pelan-pelan.


"..............." Xiao Shuxiang tidak bersuara. Dia sebenarnya cukup terbiasa melihat tubuh lawan jenis karena di masa lalu dia sering menguliti kulit mereka. Bahkan sampai sekarang pun jika diminta untuk menguliti tubuh seorang wanita----Xiao Shuxiang akan dengan senang hati melakukannya.


"..............."


Namun yang jadi masalah adalah, sosok yang dia lihat merupakan Ling Qing Zhu dan entah bagaimana rasanya begitu lain. Dia tidak sempat melihat semua, tapi membayangkan apa yang terjadi barusan----dirinya benar-benar ingin mencari tempat untuk bersembunyi.


"Harusnya aku yang memikirkan itu," suara Ling Qing Zhu dingin dan membuat pemuda di hadapannya terkejut.


Xiao Shuxiang spontan menatap gadis cantik di depannya. Dia tidak mengerti, "A-apa?"


Ling Qing Zhu berkata, "Kau ingin mencari tempat untuk bersembunyi, kan? Harusnya aku yang melakukannya."


Xiao Shuxiang tersentak. Tidak disangka gadis ini mengetahui isi pikirannya. Dia pun menelan ludah dan kemudian mulai buka suara.


Xiao Shuxiang berujar pelan, "Aku-"


"Apa yang kau lihat?" Ling Qing Zhu menyela. Dia menatap tajam ke arah pemuda di hadapannya dan membuat Xiao Shuxiang tegang.


"Itu ..." Xiao Shuxiang mengusap pelan pipinya dan berkata, "Aku tidak melihat semuanya ... Sungguh. Aku sama sekali tidak sengaja,"


"..............." Ling Qing Zhu mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat ingin memarahi pemuda mempesona ini, andai dia tahu caranya.

__ADS_1


******


__ADS_2