KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
73 - Lan Guan Zhi (2)


__ADS_3

Ada kebencian pada binar mata Jian Yang dan Li Huanshou. Mereka tidak menyukai Lan Guan Zhi bukan tanpa alasan. Ini sebenarnya sejak pertama kali pemuda dari Sekte Pedang Langit itu datang ke Istana Seribu Pedang mereka----semua orang seperti begitu menghormatinya.


Bukan hanya Jian Yang dan Li Huanshou yang tidak suka, tetapi beberapa murid senior Istana Seribu Pedang yang lainnya juga. Mereka menganggap Lan Guan Zhi diperlakukan lebih istimewa karena dia mempunyai hubungan dengan Jing Yufeng. Apalagi pemuda itu lebih sering menghabiskan waktu dengan para Tetua daripada murid-murid yang seumuran dengannya.


Sebenarnya ini bukan hal yang langka terjadi. Bahkan di Alam Kultivasi Bawah pun, mereka yang tidak tahu pribadi Lan Guan Zhi seperti apa akan menganggap dia merupakan pemuda yang tinggi hati dan mudah merendahkan orang lain.


Ekspresi wajah Li Huanshou sama buruknya dengan Jian Yang. Dia menatap Lan Guan Zhi dan berkata, "Orang yang tidak tahu tempat sepertimu memang harus diberi pelajaran. Kaulah yang lebih layak dihukum. Keangkuhanmu itu perlu diruntuhkan,"


".........."


Lan Guan Zhi bukan sosok yang suka banyak bicara apalagi jika sampai terlibat pertengkaran hanya karena sifatnya yang telah disalah-pahami. Tetapi untuk dua orang ini memang tidak bisa memberi mereka pemahaman dengan cara yang baik-baik.


Lan Guan Zhi, "Ikutlah. Kuterima tantangan kalian,"


"Hmph, benar-benar sombong!" Jian Yang tanpa peringatan langsung menarik pedangnya dan melesatkan serangan ke arah Lan Guan Zhi. Tindakannya tersebut membuat Li Huanshou tersentak.


Lan Guan Zhi gesit menghindar. Dia melompat mundur dan mengatur posisi kakinya. Pertarungannya dengan Jian Yang langsung menarik banyak perhatian.


Li Huanshou juga mengikuti rekannya, mereka berdua menyerang Lan Guan Zhi dan merasa telah hebat sebab mampu membuat pemuda berpita dahi itu dalam posisi yang tidak bisa menyerang balik.


Lan Guan Zhi memang hanya terlihat menangkis setiap serangan yang dialamatkan padanya, dia juga lebih sering menghindar----tetapi semua hal itu disengaja.


Teman baik dari Xiao Shuxiang itu sebenarnya memancing kedua lawannya untuk bisa sampai di arena latihan Istana Seribu Pedang. Panggung arena itu jauh lebih besar dan merupakan lokasi yang sesuai untuk mengatasi masalah yang menghampiri dirinya ini.


Jian Yang terlihat kesal, "Jangan karena praktikmu, aku akan menaruh rasa kasihan padamu."


"..........."


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun, dia fokus menangkis serangan Jian Yang dan Li Huanshou. Selain suara senjata, dia juga mendengar suara dari para murid yang menonton pertarungannya.


Salah satu dari murid-murid itu bernama Su Mu, pria berusia 30 Tahun tersebut nampak menggeleng pelan. "Lagi-lagi Jian Yang? Kenapa dia terus saja mengganggu Tuan Muda Lan?"


"Tapi lihat, kali ini Tuan Muda Lan justru meladeninya," murid lainnya berujar.

__ADS_1


"Tentu saja, Jian Yang dan Li Huanshou itu sudah sering mengajukan tantangan dan bahkan secara terang-terangan menunjukkan ketidak-sukaan mereka pada Lan Guan Zhi. Orang normal pasti tidak akan tahan dengan mereka. Aku hanya berharap agar Lan Guan Zhi memberi mereka pelajaran,"


"Tapi bukannya praktik Jian Yang dan Li Huanshou lebih tinggi dari Tuan Muda Lan?"


Bersamaan saat pertanyaan itu----suara ledakan terdengar hingga mengejutkan semuanya. Su Mu dan yang lainnya memandang penuh intens ke depan.


Lan Guan Zhi berdiri di ujung panggung arena. Tangan kanannya memegang pedang, namun terlihat darah mengucur pada celah-celah jarinya. Jika semakin dilihat secara saksama----darah itu berasal dari luka robek di bahu kanannya.


Suara tawa dari Jian Yang terdengar, nada suaranya terdengar sarkatis. "Sekarang siapa yang dihukum?"


Li Huanshou terlihat tersenyum meledek, "Sepertinya kini kau tahu siapa yang lebih berkuasa di tempat ini,"


Jian Yang, "Lan Guan Zhi. Merangkaklah dan memohon pengampunan padaku. Aku masih memberikanmu satu kesempatan,"


"Jian Yang!" sebuah teguran dari seorang sesepuh membuat Jian Yang dan Li Huanshou tersentak.


Pria tua dengan kumis dan janggut putih itu mencuri semua perhatian, bahkan Lan Guan Zhi juga ikut menoleh untuk melihat siapa yang datang. Hanya saja, ekspresi wajahnya tetap tidak berubah.


"Jian Yang, Li Huanshou. Apa-apaan tindakan kalian ini?" pria sepuh itu berujar dingin, jelas sekali bahwa dia sangat menyayangkan kelakuan muridnya.


"Kalian berdua mengecewakan. Berani sekali kalian bertarung melawan satu orang yang praktiknya bahkan belum menyamai kalian. Apa kalian berniat membunuh Yuan'Er?"


Jian Yang tersentak, namun ekspresinya agak memburuk. Tetua Zhang Shan yang berdiri di hadapannya ini benar-benar sudah dicuci otak oleh Lan Guan Zhi. Kenapa 'Shizun-nya' ini justru lebih membela orang asing dari Alam Kultivasi Bawah itu.


Lan Guan Zhi. "Tetua Zhang, kami hanya latihan."


Zhang Shang tersentak dan segera menoleh. Ucapan tenang dari Lan Guan Zhi membuatnya mengerutkan kening. Dia pun berujar, "Latihan? Apa ini masih bisa disebut latihan?"


Jian Yang, "Shizun. Saudara Lan sendiri tidak mempermasalahkannya, kami memang sedang berbagi pengalaman satu sama lain. Saudara Lan sendiri yang menginginkan kami berdua untuk melawannya secara sekaligus. Benar kan, Saudara Lan?"


Lan Guan Zhi melihat seringai yang terpatri di wajah Jian Yang dan Li Huanshou. Dia pun mengembuskan napas dan kemudian menatap Zhang Shan, "Benar. Aku yang meminta mereka melawanku,"


Zhang Shan, "Yuan'Er..."

__ADS_1


Lan Guan Zhi bersuara tenang. "Tetua Zhang, izinkan kami melanjutkannya. Tidak apa-apa,"


Zhang Shan mengembuskan napas dan kemudian mengangguk pelan. Dia pun melayang keluar arena dan menapak lembut di tanah. Dia bisa melihat raut wajah Lan Guan Zhi yang agak pucat. Pemuda tampan itu jelas sedang mengalami luka dalam saat ini.


"Yuan'Er..." Zhang Shan sebenarnya melihat ada beberapa guru yang baru datang, namun mereka tidak bisa melakukan apa pun sebab pertarungan di arena latihan itu telah disetujui oleh pihak Jian Yang dan pihak Lan Guan Zhi.


Jian Yang menyeringai, "Arena Qingyan, kau tahu aturannya bukan. Kita harus bertaruh sesuatu saat bertarung di tempat ini. Siapa pun yang kalah, dia harus menuruti semua ucapan sang pemenang."


".........."


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun, tetapi langsung menyarungkan pedangnya kembali. Tindakan tersebut membuat Li Huanshou dan Jian Yang tersentak, bahkan Zhang Shan dan para murid Istana Seribu Pedang yang sedang menonton ikut merasakan hal yang sama.


Darah segar masih mengucur pada luka di bahu kanan Lan Guan Zhi dan itu membuat pakaian putihnya kotor.


Dia juga mengalami luka parah, namun masih menjaga ketenangan pada raut wajahnya. Hanya saja, beberapa orang memang melihat ada pucat pada wajah tampannya tersebut.


"Apa yang dia lakukan?" Li Huanshou mengerutkan kening, dia jelas heran.


Jian Yang mendengus, "Lan Guan Zhi..! Apa sekarang kau menyerah, huh? Bagus juga kau menyadari bahwa kau memang tidak bisa mengalahkan kami. Apa kini keangkuhanmu sudah tidak bersisa?"


".......... Aku harus ke perpustakaan." Lan Guan Zhi bergumam. Dia melempar pedangnya ke atas dan itu membuat perhatian Jian Yang serta Li Huanshou teralihkan.


Semua orang memandang ke atas dan kesempatan itu dimanfaatkan Lan Guan Zhi untuk melakukan serangan.


Jian Yang dan Li Huanshou dengan cepat merespon, mereka melesat dan menahan serangan Lan Guan Zhi. Pertarungan itu nampak berat sebelah, apalagi sekarang Lan Guan Zhi tidak memakai pedang.


Senjata yang pemuda berpita dahi itu lemparkan ke atas sebagai pengalih perhatian hanyalah pedang pusaka biasa, bukan Shǎndiàn.


"Benar-benar cari mati," Jian Yang nyaris saja menusuk Lan Guan Zhi saat pergelangan tangannya diraih dan digenggam kuat.


!!


******

__ADS_1


__ADS_2