![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi tidak hanya pergi bersama dengan Wang Zhao ke Kota Ye, mereka juga ditemani oleh seorang senior Istana Seribu Pedang yang bernama Feng Hao.
Wang Zhao pun juga ikut membawa Hei Lian bersamanya. Dia khawatir jika gadis kecil itu ditinggalkan di tempat ini dan Hei Lian bisa saja membuat masalah meski gadis tersebut berkelakuan cukup baik.
Wang Zhao belum bisa mempercayai Hei Lian sepenuhnya. Apalagi bila mengingat kemampuan anak perempuan ini yang sejujurnya sangat mengerikan. Jika Hei Lian mengingat kembali siapa dirinya, maka bukan tidak mungkin Istana Seribu Pedang akan mengalami nasib yang sama dengan Sekte Lautan Awan.
Wang Zhao tidak tahu bahwa Hei Lian sudah lama sadar kembali. Efek dari ramuan milik Xiao Shuxiang sudah tidak mempengaruhi gadis kecil itu lagi.
Hei Lian telah banyak berusaha untuk bisa membunuh Wang Zhao dan bahkan mencoba memakai kekuatannya untuk melukai orang lain. Hanya saja ketika ingin mengeluarkan energi spiritualnya dengan niat menyakiti, maka saat itu juga organ dalamnya akan sangat kesakitan.
"..............."
Hei Lian saat ini memegang tangan Wang Zhao dan masih berpura-pura dengan sandiwaranya sebagai anak kecil yang polos. Dia menaiki pedang terbang dan melihat pemandangan di bawah, namun yang sebenarnya adalah dia sedang berpikir keras.
Hei Lian bernapas pelan. Dia memikirkan bahwa sakit pada organ dalamnya akan menghilang ketika dia pergi dari Istana Seribu Pedang. Dia menyakinkan diri bahwa Wang Zhao akan tiada hari ini juga.
"..............." Keinginan membunuh Hei Lian tentu saja semakin besar. Dia awalnya ingin membawa Wang Zhao ke hadapan Qiao Nuan hidup-hidup, namun sekarang dirinya sangat yakin bahwa dia hanya akan membawa jantung dan kepala pemuda ini di hadapan JieJie-nya.
Tidak ada yang tahu isi pikiran Hei Lian saat ini, namun satu-satunya yang selalu mengawasi setiap detik gadis kecil itu adalah seekor kupu-kupu bersayap putih.
Serangga indah itu terus mengikuti Hei Lian, dia terbang lebih rendah dan kadang melewati hutan. Lokasi yang sedang dituju adalah kota paling timur di wilayah Istana Seribu Pedang, Kota Ye.
Dalam perjalanan ke kota itu, Lan Guan Zhi termasuk Feng Hao tidak banyak bicara. Begitu pula dengan Wang Zhao. Mereka mengalami perjalanan yang damai dan lancar.
Kota Ye tidak besar, tetapi cukup ramai. Setelah tiba di kota itu, Lan Guan Zhi dan rombongannya mengunjungi orang paling kaya dan sosok yang telah mengajukan permohonan bantuan kepada Istana Seribu Pedang.
"..............." Wang Zhao melangkahkan kakinya memasuki kediaman besar dan luas itu. Dia telah membalut pedang kayu miliknya dan membawanya di punggung. Dia tidak melupakan untuk memegang tangan Hei Lian.
Lan Guan Zhi dan Feng Hao terlihat ikut menyarungkan pedang mereka. Para pelayan yang ada di kediaman itu dengan ramah menyambut tamu yang datang. Mereka membawa Lan Guan Zhi dan rombongannya untuk menemui tuan rumah, Tuan Tua Mu.
Hei Lian duduk di salah satu kursi, dekat dengan Wang Zhao. Keningnya mengerut saat melihat pemilik rumah besar ini merupakan pria gendut yang nampak memeluk dua wanita cantik yang duduk di pangkuannya.
Tuan Tua Mu mencium tangan salah satu wanita kesayangannya dan lalu bicara kepada Feng Hao serta yang lainnya. Dia berkata, "Kalian kultivator yang hebat. Tolong bantu kami..! Belakangan ini kesalamatan para wanita menjadi tidak aman. Aku tidak berani meninggalkan kedua selir yang kusayangi ini barang sejenak pun. Mereka bisa saja diculik oleh makhluk yang jahat saat itu juga,"
Dua selir di pangkuan Tuan Tuan Mu memeluk suami mereka sambil berujar dengan erangan yang sedih.
Wang Zhao yang melihat itu nampak berkedip. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman dengan betapa manjanya kedua wanita ini. Di sisi lain, Feng Hao pun merasakan hal yang sama. Mereka jelas tidak menyukai bila ada pria tua yang melakukan tindakan tidak tahu malu dengan saling membelai di depan orang seperti ini.
"..............." Lan Guan Zhi mendengarkan dan kemudian berujar dengan tenang, "Kapan tepatnya kejadian ini terjadi?"
Tuan Tua Mu menjawab, "Lima hari yang lalu. Kota ini meski tidak besar, tetapi penduduknya padat. Gadis-gadis di kota terkenal dengan kecantikan dan juga keanggunannya, namun semua itu kini berubah."
Tetua Chen berkata, "Selama lima hari belakangan ini .... Setiap malam tiba, maka ada saja gadis yang menghilang secara misterius. Aku berusaha untuk menyelesaikan ini sendiri, namun justru kejadian itu terulang kembali."
Feng Hao kembali menyaksikan betapa manjanya kedua wanita Tuan Tua Mu. Dia pun terbatuk pelan dan kemudian berkata, "Anda jangan khawatir. Kami akan membantu menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin,"
__ADS_1
Lan Guan Zhi mengangguk pelan dan ini membuat Tuan Tua Mu mengucapkan terima kasih. Pemilik kediaman itu pun lalu menyuruh beberapa pelayannya membawa para tamunya ini untuk beristirahat sambil menunggu makanan disajikan.
Lan Guan Zhi, Wang Zhao dan yang lain diberikan kamar yang terpisah. Mereka dijamu dan diperlakukan dengan sangat baik di kediaman Tuan Tuan Mu.
Hei Lian yang berada di kamarnya terlihat duduk bersila dan berusaha menjalin komunikasi dengan Qiao Nuan yang jauh di tempat lain. Hanya saja ketika dia mengeluarkan energi spiritualnya---detik itu juga rasa nyeri langsung menjalar di perutnya.
!!
Wajah Hei Lian teramat pucat, gadis kecil itu mengerang kesakitan dan nampak menekan kuat perutnya. Rasanya seperti usus dan hatinya sedang dipelintir.
"Sialan!" Hei Lian mengumpat. Posisinya terbaring dengan tubuh yang ditekuk saking sakitnya organ bagian dalam perutnya. Dia sama sekali tidak mengerti bagaimana ini masih bisa terjadi.
"Bukankah aku sudah keluar dari Sekte Lautan Awan?! Seharusnya sakit ini tidak lagi terasa, tapi--!! Apa mungkin rasa sakit ini tidak akan menghilang meski aku meninggalkan sekte itu?"
Hei Lian kaget saat memikirkannya. Dia tidak bisa terus seperti ini. Dirinya harus melakukan sesuatu agar bisa seperti sebelumnya, bebas dan tanpa tekanan.
Di sisi lain, para pelayan memang melihat Lan Guan Zhi memasuki kamarnya. Tapi mereka tidak tahu bahwa setelah para pelayan itu pergi----Lan Guan Zhi keluar kembali untuk mencari tahu lebih banyak tentang kondisi di kota ini.
Tidak sulit mencari informasi, Lan Guan Zhi bisa dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan saat berkunjung ke sebuah kedai dan membayar seorang pelayan untuk bicara.
Feng Hao dan Wang Zhao pun sama sekali tidak tinggal diam. Mereka juga mengumpulkan informasi secara sembunyi-sembunyi dan kembali di waktu yang tepat, yakni saat pelayan Tuan Tua Mu datang dan mengajak mereka ke ruang makanan.
Lan Guan Zhi juga datang untuk mengikuti perjamuan ini, dia memang agar sedikit terlambat bila dibandingkan dengan Wang Zhao dan Feng Hao.
Informasi lain yang dikumpulkan ialah para korban hilang itu juga berasal dari kalangan wanita cantik yang sudah menikah, namun belum mempunyai anak. Istri Tuan Tuan Mu jelas adalah salah satu yang ditargetkan.
Feng Hao yang berada di ruangan makan itu lantas bertanya, "Apa ada orang yang melihat wujud dari makhluk itu?"
"Sama sekali tidak~" Nyonya Chen bersuara pelan. Dia salah satu istri Tuan Tuan Mu dan nampak sedih saat bicara.
Nyonya Chen berkata, "Kejadiannya di waktu malam. Tetapi tepatnya aku tidak tahu. Lokasinya pun berubah-ubah, jadi sulit untuk mendeteksi makhluk apa itu sebenarnya~"
Tuan Tuan Mu sambil memegang tangan istrinya berkata, "Setia petang. Aku tidak pernah melepaskan pegangan tanganku dari istri-istriku yang cantik ini. Itu karena meski pintu dan jendela ditutup, makhluk tersebut tetap bisa keluar dan menyerang kami."
"Apa tidak ada hal yang bisa dilakukan?" Wang Zhao buka suara, "Aku yakin bahwa kalian juga adalah kultivator. Tidakkah ada semacam segel yang melindungi tempat ini?"
Tuan Tua Mu mengusap keringat di dahinya dan berkata, "Kami memang menempelkan kertas mantra penyegel untuk melindungi tempat ini dari yang jahat, tetapi tetap saja ada wanita yang menghilang."
"............ Ini lebih rumit dari yang kukira," Feng Hao menggumam pelan dan lantas menoleh ke arah Lan Guan Zhi.
Wang Zhao berkata, "Karena kejadiannya lebih banyak di waktu malam. Maka ada baiknya kita bergerak di saat yang sama. Bagaimana jika memancing makhluk itu keluar?"
"Memancingnya?" Nyonya Chen berkedip mendengarnya. Dia kurang memahami maksud dari ucapan pemuda ini.
Feng Hao dan Lan Guan Zhi menatap Wang Zhao, begitu pun dengan Hei Lian. Mereka tidak mengatakan apa-apa dan masih mendengarkan pemuda itu bicara.
__ADS_1
Wang Zhao berkata, "Kita pancing makhluk itu keluar dengan menggunakan seorang gadis sebagai umpan. Ini akan menunjukkan makhluk apa yang sedang meresahkan warga kota,"
Tuan Tua Mu dan kedua selirnya kaget mendengar hal itu, begitu pula dengan Feng Hao. Lan Guan Zhi sendiri tidak banyak menunjukkan reaksi walau dia sebenarnya pun tidak menyangkan dengan saran yang diberikan oleh pemuda di hadapannya ini.
Hei Lian menatap Wang Zhao dan merasa bahwa meski pemuda ini telah hidup cukup lama di wilayah Aliran Putih, namun pemikiran yang seperti kultivator Aliran Hitam tetap ada di dalam diri sosok ini.
Menggunakan umpan manusia jelas tidak akan mungkin dilakukan oleh para kultivator Aliran Putih, apalagi jika yang harus mengorbankan diri adalah orang lain. Namun entah disengaja atau tidak, tetapi dengan mudahnya Wang Zhao mengatakan hal tersebut.
"..............."
Salah satu istri Tuan Tua Mu yang dikenal sebagai Nona Yihua nampak merangkul lengan suaminya itu dan perasaa yang takut bercampur gugup. Ini karena dia ditatap oleh Wang Zhao setelah pemuda itu berkata akan menggunakan seorang gadis sebagai umpan.
Feng Hao bernapas pelan, "Meski saran yang kau berikan cukup bagus. Tapi kita tidak bisa menggunakan nyawa orang lain seperti itu. Apalagi .... Kita tidak tahu makhluk ini hanya sekadar menculik atau ...."
"........... Memakan mereka," Lan Guan Zhi dengan tenang buka suara dan ucapan itu mengejutkan kedua istri Tuan Tua Mu.
Nyonya Chen dan Nona Yihua dengan suara yang gemetar memeluk suami mereka. Keduanya nampak sangat manja dan jujur mendapatkan tatapan aneh dari Hei Lian.
Wang Zhao menarik napas, "Aku tahu bahwa tidak mungkin ada orang yang mau menjadikan dirinya sebagai umpan. Aku pun tidak ingin kita mencari orang lain,"
Wang Zhao berujar, "Yang mau kukatakan adalah .... Kita bisa gunakan Hei Lian. Dia dapat menjadi umpan yang kuat untuk menghadapi makhluk itu,"
Hei Lian terkejut dan terperangah saat mendengar Wang Zhao bicara. Dia pun menatap pemuda ini dan membantin, "Sejak kapan Wang Zhao belajar menjadi orang yang licik? Bagaimana dia bisa memikirkan untuk memanfaatkanku?!"
"Bagaimana..? Apa ini masih ide yang buruk?" Wang Zhao bertanya kepada Feng Hao dan Lan Guan Zhi.
"Dia masih anak kecil~" Nyonya Chen buka suara, "Bagaimana kau bisa berbuat semacam ini pada anak sepertinya?"
Wang Zhao menatap gadis kecil di dekatnya dan berkata tanpa nada, "Hei Lian bukanlah anak kecil. Dia telah remaja dan teknik kultivasinya tidak main-main. Hei Lian bisa menjadi umpan terbaik dalam langkah awal mengatasi masalah ini,"
Wang Zhao bertanya, "Lian'Er. Kau mau membantu, kan?"
Hei Lian tersentak. Dia sebenarnya ingin sekali menerjang Wang Zhao dan lalu menebas kepala pemuda ini, namun usahanya benar-benar gagal.
Hei Lian berusaha menahan amarah. Dia pun berkata, "Wang Zhao Gege. Apa yang harus aku lakukan untukmu?"
"..............."
Wang Zhao menatap Hei Lian, namun tidak mengatakan apa-apa. Dia sebenarnya sosok pemuda yang baik dan penuh rasa cinta kasih, namun itu semua tidak berlaku pada orang seperti Hei Lian. Apalagi dengan jelas dia tahu bahwa gadis kecil yang terlihat polos ini bagaikan bom waktu yang setiap saat dapat meledak.
Untuk Hei Lian, dia pikir Lan Guan Zhi dan Feng Hao akan membelanya sama seperti yang dilakukan oleh istri Tuan Tua Mu. Tapi siapa yang menyangka kedua orang itu sama sekali tidak peduli.
Rasa-rasanya seakan bahwa Feng Hao dan Lan Guan Zhi sepakat dengan ide dari Wang Zhao ini. Padahal itu bisa saja menjadi rencana yang berantakan.
******
__ADS_1