KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
417 - Liu Wei Lin (4)


__ADS_3

PERHATIAN!


Episode mengandung sedikit adegan bromance. Harap bijaklah dalam membaca dan Terima kasih karena sudah mengikuti perjalanan Xiao Shuxiang sampai sejauh ini.^^


*


*


*


Tanpa menunggu sampai Xiao Shuxiang melihat wajahnya---Wang Zhao pun kembali melesatkan serangan asam yang besar.


!!


Xiao Shuxiang terkejut, namun dengan cepat mengeluarkan sebuah Cermin Pemindah sebagai perisai. Hanya saja di detik saat dia fokus pada cermin pemindahnya---serangan lain datang dari arah belakang.


Lan Guan Zhi tidak tinggal diam, dia melesat dengan Shǎndiàn yang berada di tangannya. Serangan itu memang tidak terlalu besar seperti sebelumnya dan tidak mengandung asam yang mematikan, tetapi tetap saja Lan Guan Zhi yang dalam posisi seperti ini sulit untuk menahannya terlalu lama.


Dua serangan itu hanya sebagai pengalih perhatian agar Wang Zhao bisa melarikan diri. Pemuda tersebut memang tidak ingin berhadapan dengan Xiao Shuxiang sekarang karena ini belum waktunya.


Meski demikian, Wang Zhao menyayangkan tidak bisa membunuh Lan Guan Zhi walau dia tidak terlalu menyesalinya. Itu karena dirinya sudah memberikan sesuatu yang lebih baik dari kematian untuk teman baik Xiao Shuxiang itu.


"A-Yuan!" Xiao Shuxiang menahan tubuh Lan Guan Zhi yang nyaris terdorong kuat ke belakang. Dia hendak melesat menyerang orang yang sudah menjadi lawan teman baiknya, tetapi Lan Guan Zhi menghentikannya.


"A-Yuan, ini tidak bisa dibiarkan."


"Ti-tidak perlu dikejar,"


!!


"A-Yuan!" Xiao Shuxiang kaget ketika Lan Guan Zhi memuntahkan darah dan hampir terjatuh. Dia berusaha menahan berat tubuh temannya dengan rasa khawatir.


"Jangan kejar," suara Lan Guan Zhi rendah. Dia selalu mempunyai kebiasaan buruk menelan kembali darahnya ke tenggorokan, tetapi saat ini dia tidak bisa menelannya lagi.


Lan Guan Zhi terlalu banyak menggunakan energi spiritual dan sebenarnya sudah terlalu berlebihan memakai Shǎndiàn. Kondisinya sekarang bahkan diperburuk pada rasa sakit di matanya akibat efek dari mata cermin bintang yang belum dia kuasai.


?!


Xiao Shuxiang merasakan tubuh Lan Guan Zhi semakin berat, bahkan Shǎndiàn lepas dari tangan temannya ini dan pusaka itu pun mulai berubah menjadi pedang tua karatan seperti biasanya.


"Lan'Er? Kawan?" Xiao Shuxiang panik sebab napas teman baiknya kian melemah. Dia bahkan tidak bisa melihat wajah Lan Guan Zhi karena pemuda ini memeluknya dan dia sendiri pun memang harus menopang tubuh yang lain agar tidak sampai terjatuh.


Lan Guan Zhi membenamkan wajahnya di leher subjek lain dan berbisik, "Jangan pergi.. Tetap di sini.."


Xiao Shuxiang tahu ini tidak baik untuk diam saja dan membiarkan lawannya pergi. Tetapi ini pun pertama kalinya orang seperti Lan Guan Zhi memeluk dan berusaha menghentikannya mengejar musuh. Di samping itu, kondisi temannya ini memang terlihat sangat tidak baik.


"Aku tidak akan pergi. Kita akan merawat lukamu dulu, ayo." Xiao Shuxiang mengambil Shǎndiàn dan membawa Lan Guan Zhi ke tempat yang aman.


*


*


Di sisi lain, Yu Zhuan Shi yang merupakan salah satu murid Sekte Lautan Awan masih terlihat bertarung melawan beberapa anggota Paviliun Teratai Naga.


Tidak hanya dia, tetapi juga Yun Qiao Yue dan Zhang Xiao Lian. Kedua gadis itu bekerja sama menghadapi seorang pria dengan kekuatan yang besar. Bahkan Yun Qiao Yue yang merupakan satu dari enam murid terbaik Sekte Lautan Awan mengalami luka yang serius.


Nyaris saja Yun Qiao Yue kehilangan nyawa andai tidak ditolong oleh Zhang Xiao Lian. Kondisi baru benar-benar bisa dikendalikan ketika Tetua Jing Shang Yu yang baru selesai dengan pertarungannya datang membantu.


Liu Wei Lin memang menggunakan kemampuannya dalam memanipulasi roh untuk menjebak lawan, tetapi bukan berarti tidak ada orang lain yang menolongnya lagi selain Dao Fang An. Dia jelas tidak dibiarkan mengambil peran seorang diri oleh para murid Sekte Lautan Awan.

__ADS_1


"Pergi. Sebelum kami benar-benar tidak melihat kalian lagi sebagai anggota Paviliun Teratai Naga," Jing Shang Yu bersuara dingin. Dia menghunuskan pedangnya ke arah lima orang lawan yang tersisa.


Yun Qiao Yue sendiri tersentak saat mendengar ucapan tersebut, dia menatap Jing Shang Yu dan berujar pelan. "Tetua, anda... Membiarkan mereka pergi?"


"Kita bukan kultivator Aliran Hitam, kita tidak sembarangan menghabisi nyawa orang lain."


"Tapi, Tetua..." Yun Qiao Yue keberatan, tetapi dia lebih terkejut lagi ketika para anggota Paviliun Teratai Naga mulai melesat pergi setelah mendengar ucapan Jing Shang Yu.


Yun Qiao Yue berkata, "Mereka pasti akan pergi dan membawa lebih banyak orang kemari."


"Jika demikian, kita hanya perlu menghadapinya sekali lagi."


!


Yun Qiao Yue tersentak, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Rasa khawatir terlihat jelas di wajahnya. Dia tahu benar bahwa jika para anggota Paviliun Teratai Naga itu kembali, maka mereka pasti akan membawa anggota yang praktik kultivasinya lebih tinggi. Sekarang saja, keadaan benar-benar dibuat kacau. Apalagi jika nantinya mereka datang dengan kekuatan yang baru.


Jing Shang Yu tahu akan hal itu dan juga tahu tentang risiko dari keputusannya yang tidak menghabisi semua lawan. Dia merasa bahwa jika mereka membunuh pendekar yang sudah tidak bisa bertarung, maka apa bedanya sekte ini dengan Sekte Aliran Hitam? Paviliun Teratai Naga pasti akan mengerti maksudnya, itu pun jika sekte itu dapat bersikap bijaksana.


Sama seperti Jing Shang Yu, Liu Wei Lin yang menghadapi tiga orang anggota Paviliun Teratai Naga pun demikian. Dia sama sekali tidak berniat membunuh lawannya meski menghadapi orang yang sangat ingin menghabisinya. Liu Wei Lin membiarkan mereka pergi, walau sejujurnya lawan yang dia hadapi diberikan luka yang tidak sedikit.


Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan menghela napas, "Ini membuatku lelah. Setidaknya mereka bukan orang picik yang menyerang dengan senjata rahasia,"


Liu Wei Lin memperhatikan sekelilingnya yang begitu berantakan. Dia menarik napas sebelum merasakan denyutan pada kepalanya. Meski terlihat masih bisa berjalan dan bersikap seperti biasa, namun sejujurnya dia sedang menyembunyikan kondisi fisik dan mentalnya saat ini.


"Aku harus menemui Shizun. Tadi aku mendengar suara ledakan. Kuharap dia baik-baik saja," Liu Wei Lin berjalan pergi dan bermaksud ke tempat di mana para murid Sekte Lautan Awan disembunyikan.


Ada sebuah segel penghalang di hutan bagian barat Sekte Lautan Awan, tempat tersebut menyembunyikan dua bangunan besar yang masing-masingnya bertingkat dua. Sebuah lokasi di mana sebagian murid sekte ini mengungsi. Tentu saja sebagian murid lain Sekte Lautan Awan ada di kediaman masing-masing patriarch, tidak sedikit yang sedang keluar menjalankan misi.


Saat berada di tempat pengungsian para murid dan pergi ke ruangan pengobatan, Liu Wei Lin tersentak melihat bahwa tidak hanya Dao Fang An yang ada---tetapi juga Xiao Shuxiang.


"Saudara Xiao?" Liu Wei Lin buka suara dan itu membuat Xiao Shuxiang spontan menoleh.


"Saudara Xiao, belahan jiwaku. Bagaimana kau bisa ada di sini?" Liu Wei Lin bergegas menghampiri Xiao Shuxiang dan menggeleng, "Tidak. Bukankah kau meninggalkanku begitu saja?"


Xiao Shuxiang baru akan bicara, namun tiba-tiba terkejut ketika Liu Wei Lin langsung memeluknya. Dao Fang An yang juga ada di tempat itu tersentak kaget, sementara beberapa murid Sekte Lautan Awan nampak terperangah.


"Saudara Liu, apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Ada banyak yang ingin dia tanyakan, tetapi Liu Wei Lin justru berbuat seperti ini padanya.


"Saudara Xiao, kau tega sekali." Liu Wei Lin melepaskan pelukannya dan terlihat cemberut, "Kau anggap hubungan kita apa? Bagaimana kau bisa pergi tanpa pemberitahuan apa pun. Kau tahu, aku patah hati untuk waktu yang lama."


"Ya ampun, Saudara Liu. Aku--!" Xiao Shuxiang baru akan menjawab saat tiba-tiba tangannya diraih dan ditarik ke belakang. Dia bahkan tidak memperkirakan serangan ini dan terjatuh dengan menimpa seseorang.


!!


Dao Fang An saking kagetnya sampai bangun dari tempat duduknya. Sosok yang menarik Xiao Shuxiang tidak lain adalah Lan Guan Zhi dan pemuda itu pun nampak menatap dingin ke arah Liu Wei Lin seakan memperlihatkan ketidak-sukaan yang jelas pada pemuda tersebut.


Murid Sekte Lautan Awan yang memeriksa Lan Guan Zhi pun ikut kaget. Dia sampai berdiri dengan kedua tangan menutup mulut sambil memandang situasi antara Liu Wei Lin, Xiao Shuxiang, dan Lan Guan Zhi.


"Saudara... Xiao?" Liu Wei Lin berkedip.


"Dia bukan milikmu." suara Lan Guan Zhi dingin, namun penuh penegasan.


Xiao Shuxiang sendiri tertegun sebelum ekspresi wajahnya berubah. Dia berkedip beberapa kali dan membatin, "Apa ini? Ada apa? Aku terlibat dalam situasi apa sekarang ini?"


"La-Lan'Er," Xiao Shuxiang sadar pada posisinya yang agak canggung sebab wajahnya berada di dada bidang teman baiknya.


Xiao Shuxiang perlahan bangun dan menatap wajah Lan Guan Zhi. Dahinya berdenyut saat melihat darah mengalir di sudut bibir teman baiknya itu. Dia pun membentak, "Kau ini kenapa? Kondisimu sekarang sudah seperti ini dan kau masih menggunakan tenaga untuk menarikku? Apa kau sama sekali tidak peduli pada hidupmu, hah? Kau bertingkah kekanakan."


"..................."

__ADS_1


Melihat Lan Guan Zhi hanya menatapnya tanpa bicara apa pun membuat Xiao Shuxiang tidak tahu harus merutuki orang ini seperti apa lagi. Dia berdecak dan mengulurkan tangan untuk mengusap darah di sudut bibir temannya.


"Lihat dirimu. Kau ini sebenarnya kenapa?" Xiao Shuxiang menoleh ke arah murid Sekte Lautan Awan dan merutuk, "Kenapa kau berdiri diam seperti itu. Ayo obati lukanya dulu-"


"Tidak mau,"


?!


Xiao Shuxiang kaget, begitu pula dengan Liu Wei Lin dan Tetua Dao Fang An. Mereka baru saja mendengar suara Lan Guan Zhi yang agak sedikit aneh.


"Ada... Yang salah dengan Lan'Er," Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda ini dengan baik. Dia bahkan sampai menggunakan kedua tangannya dan mengusap wajah teman baiknya.


"A-Yuan. Apa kepalamu terbentur sesuatu, Kawan?" Xiao Shuxiang ingin memastikan sesuatu dan kejadian berikutnya kembali membuat jantungnya diuji.


Tangan Lan Guan Zhi terulur dan menyentuh tangan subjek lain. Dia menatap pemuda di hadapannya dan berbicara seperti rengekan anak yang dimanjakan.


"Aku terluka... Ini sakit.."


!!!


Xiao Shuxiang sekarang seratus persen yakin bahwa sosok di depannya tidak seperti Lan Guan Zhi yang dia kenal. Teman baiknya mengalami kondisi aneh dan entah apa itu. Bahkan bukan dia saja yang merasakannya, tetapi juga murid Sekte Lautan Awan, Liu Wei Lin, termasuk Dao Fang An.


"Te-Tetua Dao.." Xiao Shuxiang menjadi gugup saat dia menoleh ke arah Dao Fang An. Ekspresi pucat terlihat di wajahnya bahkan ketika dia bertanya, "Kawanku ini... Apa yang terjadi padanya?"


Dao Fang An memperhatikan Lan Guan Zhi dan mengusap-usap dagunya. Dia terlihat sedang berpikir, bahkan Liu Wei Lin pun ikut bertanya-tanya.


"Tuan Xiao, biar saya memeriksa kondisi Tuan Muda Lan terlebih--"


"Tidak mau," Lan Guan Zhi menyela dan membuat murid Sekte Lautan Awan itu tersentak. Dia menatap satu subjek dan kemudian berkata, "Aku... Hanya menginginkanmu,"


!!!


Kepala Xiao Shuxiang seperti disiram air dingin. Bagaimana bisa watak teman baiknya berubah menjadi semenakutkan ini? Serius! Ini masalah yang besar. Benar-benar buruk sebab itu terjadi pada seorang Lan Guan Zhi.


Masalahnya, reaksi Xiao Shuxiang jelas sebab dia sebelumnya sudah memeriksa denyut nadi teman baiknya---namun baik aliran darah maupun energi spiritual... Temannya ini dalam keadaan yang baik. Jadi dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku mulai takut," Xiao Shuxiang menatap Dao Fang An dan bertanya, "Apa tidak ada yang terpikirkan olehmu, Tua Bangka? Mustahil Lan'Er bisa bersikap seperti ini. Pasti ada yang salah dengannya,"


"Aku sama sekali tidak tahu,"


Liu Wei Lin melambaikan kipasnya dan mulai bicara pada Lan Guan Zhi, "Tuan Muda Lan. Apa kau--!"


Tatapan mata Lan Guan Zhi yang tiba-tiba tajam ke arahnya membuat Liu Wei Lin spontan mengatupkan bibir.


"Saudara Xiao, sebaiknya kau tanya padanya. Dia sepertinya mau menjawabmu," Liu Wei Lin melambaikan pelan kipas miliknya.


Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya sebelum kembali memperhatikan Lan Guan Zhi. Dia pun mengembuskan napas, "Untuk sekarang sebaiknya fokus pada lukanya dulu. Saudara Liu, kau pun terlihat tidak baik. Beristirahatlah,"


Liu Wei Lin menghela napas, "Yaah.. Sepertinya aku memang harus istirahat.."


Sejujurnya Liu Wei Lin penasaran. Bahkan ketika dia mulai duduk di salah satu tempat tidur dan bersandar---pandangan matanya terus mengarah pada Lan Guan Zhi.


Dia pun memperhatikan ketika Xiao Shuxiang memberikan sebuah pil buatan sendiri pada Lan Guan Zhi. Keterkejutan lain kembali terjadi dan kali ini membuat keriuhan yang tidak biasa.


Liu Wei Lin sampai terperangah saat melihat bagaimana sosok berpita dahi itu memakan pil yang diberikan padanya langsung dari tangan Xiao Shuxiang. Liu Wei Lin sampai terbatuk dan menatap horor pada situasi yang tidak biasa itu, bahkan Xiao Shuxiang pun terlihat seakan mendapat serangan mental dadakan.


!!!


******

__ADS_1


__ADS_2