![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Tuan Muda Xiao!"
"Haah... Kalian ini. Lihat," Xiao Shuxiang memperlihatkan jari-jari di tangan kirinya, "Aku tidak punya Cincin Spasial yang biasa kugunakan menyimpan pil milikku. Aku juga tidak mempunyai Kantong Penyimpanan dan selain seruling ini, aku tidak membawa barang apa pun lagi."
"Kau..!" Bocah Pengemis Gila menarik Xiao Shuxiang dan meraba-raba tubuh pemuda itu untuk mencari sesuatu. Dia mendapat berontakan dan omelan yang tiada hentinya.
Xiao Shuxiang, "Tidak tahu malu! Apa yang kau lakukan, sialan? Lepaskan..!"
"Benar-benar tidak ada," Bocah Pengemis Gila memegang bahu Xiao Shuxiang, tongkat bambunya bahkan sampai jatuh. "Bagaimana dengan pusaka yang selalu ada di lenganmu? Pil buatanmu ada di sana, kan?"
"Hmph, apa kau tidak memperhatikan saat aku terbaring di tempat tidur selama semingguan lebih ini? Pusaka itu tidak ada padaku,"
"Ya ampun! Ada apa denganmu, Nak?! Kau menyimpannya di mana?!" Bocah Pengemis Gila mengguncang tubuh Xiao Shuxiang hingga Koki Alkemis itu tidak sanggup lagi dan akhirnya menjitak kepalanya.
"Tuan Muda Xiao, tolong cepatlah! Dia akan mati..!" murid Sekte Pagoda Langit berseru. Rekannya saat ini berusaha mengurangi rasa sakit pada pendekar itu dengan mengalirkan Qi miliknya.
Xiao Shuxiang. "Aiya, bawa saja dia masuk. Kenapa aku yang harus repot menolongnya? Aku ini mau pergi-"
"Kau tidak boleh ke mana-mana sebelum mengobatinya..!" Bocah Pengemis Gila menahan Xiao Shuxiang, "Berbuat baiklah untuk kali ini, tolong... Oke? Lihat aku,"
Xiao Shuxiang menatap sejenak Bocah Pengemis Gila dan lalu mengembuskan napas, "Ini karena kau lebih senior dariku, ya..."
Jika saja bukan identitas pria yang punya riasan mirip hantu gantung ini, Xiao Shuxiang pasti sudah membiarkan seseorang tewas secara mengenaskan. "Sebaiknya kau lepaskan pegangan tanganmu sekarang,"
"Oh, baiklah." Bocah Pengemis Gila menurut. Dia belum sempat bereaksi ketika Xiao Shuxiang tiba-tiba saja memanggil Hu Li, padahal tidak ada orang lain lagi di tempat ini selain mereka.
Hanya saja sebelum salah satu murid bersuara, sosok berpakaian putih telah hadir di antara mereka dan mengejutkan semuanya kecuali Xiao Shuxiang. Hu Li benar-benar datang entah dari mana.
"Tuan Muda Xiao,"
"Berikan Pil Embun Malam padanya dan bersihkan tanganku,"
Hu Li mengangguk pelan dan mulai berdiri, dia mengeluarkan sebuah pil berwarna putih bening dan berjalan ke arah pendekar yang masih mengerang kesakitan itu.
Pil Embun Malam merupakan pil penetralisir racun terkuat yang pernah dibuat Xiao Shuxiang. Pil tersebut dimasukkan ke mulut pendekar itu dan langsung lebur saat menyentuh lidah. Hanya butuh sekitar dua tarikan napas dan efeknya mulai dapat terlihat.
__ADS_1
Hu Li kemudian berjalan kembali ke arah Tuan Muda Xiao-nya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna merah muda. Dia membersihkan darah di tangan kanan Xiao Shuxiang dengan penuh perhatian.
Bocah Pengemis Gila melihat Koki Alkemis itu yang pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun padanya. Dia pun segera menyusul Xiao Shuxiang dan menyerahkan sisanya kepada kedua murid Sekte Pagoda Langit. Tidak lupa dia kembali mengambil tongkat bambu miliknya.
"Shuxiang..! Shuxiang tunggu..!"
"Apa lagi?" Xiao Shuxiang terus berjalan, luka pada tangan kanannya mulai terlihat tertutup walau memang prosesnya amat lambat. Hu Li sendiri masih mengelap tangan Tuan Mudanya dan bertanya apa Tuannya ingin sebuah pil. Sayangnya Xiao Shuxiang menolak.
Bocah Pengemis Gila yang kini berjalan di samping Xiao Shuxiang mulai bersuara. Dia memang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya, "Aku tadi memegang tanganmu yang terluka, tapi kenapa aku tidak keracunan?"
"Kau mengikutiku hanya untuk menanyakan itu?"
"Yah kau jawab saja, apa susahnya?!" pipi Bocah Pengemis Gila menggelembung, dia memeluk tongkat bambunya.
"Aku bisa mengatur kapan darahku menghasilkan racun atau pun tidak," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "... Haah.. Bakatku ini. Sangat luar biasa,"
Bocah Pengemis Gila menyunggingkan bibirnya, dia bergumam. "Kekuatanmu sudah disegel, tapi kau justru memiliki bakat yang mengerikan----tunggu! Kenapa kau dulu tidak memakai bakatmu ini saat bertarung dengan Qian Kun atau dengan Tetua Partai Pedang Tengkorak?"
Xiao Shuxiang menoleh sejenak, "Karena saat itu kondisinya tidak memungkinkan."
Bocah Pengemis Gila mengerutkan keningnya.
"Kau dengar dia? Aku bahkan sampai merinding dengan betapa istimewanya tubuh Xiao Shuxiang ini. Tidak ada kata yang pantas untuk memuji selain bahwa aku sangat luar biasa,"
Bocah Pengemis Gila entah kenapa selalu merasa kesal saat Xiao Shuxiang mulai memuji diri sendiri. Kepercayaan diri pemuda ini sudah selevel dewa dan paling menyebalkannya adalah Xiao Shuxiang punya modal untuk bersikap demikian.
"Mendengar betapa mengagumkannya dirimu.. Kau jadi seperti makhluk yang langka. Jadi... Qian Kun atau siapa pun itu mengincarmu karena bakatmu ini?"
"Aku memang aset terbesar mereka," Xiao Shuxiang memijat pelan tangannya yang sudah dibersihkan oleh Hu Li, "Siapa lagi yang mempunyai kemampuan pergi ke berbagai tempat tidak terduga selain Xiao Shuxiang ini? Bukannya sombong, tapi yaah.. Aku pantas dengan itu."
Bocah Pengemis Gila tidak akan tahan bila terus mendengar pujian pemuda ini untuk diri sendiri. Dia merasa harus mengganti topik pembicaraan mereka, "Kau serius akan pergi ke perbatasan kekaisaran? Apa hanya berdua dengan Hu Li?"
"Mn. Selama ini memang hanya Hu Li yang mendampingiku..." Xiao Shuxiang menjawabnya dengan tenang, "... Mau bagaimana lagi... Atau kau mau ikut?"
"Ah, sayangnya tidak bisa. Yi Wen terlalu mengkhawatirkan bila ditinggal. Mungkin sekarang dia sudah mengamuk karena aku telah lama meninggalkan gunung."
__ADS_1
Hu Li menatap Bocah Pengemis Gila. "Tuan Muda, apa tidak sebaiknya Anda membawa Nona Wen ke Benua Timur?"
Xiao Shuxiang, "Hu Li. Itu tidak mungkin. Yi Wen sedang menjalani hukuman dan tanah di Benua Tengah cocok untuk menghukumnya. Lagipula Bocah Pengemis Gila juga tidak mau tinggal di Benua Timur terlalu lama, benar kan?"
"Yaah... Meskipun aku sangat rindu dengan Lan'Er Gege, tapi aku memang tidak bisa tinggal lama di sana. Dan juga Lan'Er Gege sendiri... Biar bagaimanapun rumahnya ada di Benua Timur. Dia tidak mungkin ikut denganku dan tinggal di sini.."
Xiao Shuxiang berkedip melihat Bocah Pengemis Gila yang tertunduk lesu sambil mengusap-usap tongkat bambunya. "Hmph, kau ajak Lan Zhi tinggal denganmu pun dia tidak akan mau. Kau terlalu percaya diri,"
"Shuxiang, kau ini kenapa menyebalkan sekali? Apa Lan'Er Gege akan mau ikut denganmu jika kau mengajaknya, huh?"
"Tentu saja. Dia teman terbaikku, saudara, sekaligus orang paling berharga kedua setelah Hu Li."
!!
Bocah Pengemis Gila terkejut, sementara Hu Li mengerjap beberapa kali. Dia tidak menyangka Xiao Shuxiang akan berkata demikian.
Bocah Pengemis Gila, "Kau tega sekali membuat Lan'Er Gege diurutan kedua. Tidak tahu malu, dia mempertaruhkan nyawanya untukmu! Haah... Lan'Er Gege pasti akan sedih mendengar ini. Dia anak yang malang..."
Hu Li, "Saya merasa dihargai sekarang..."
"Ayolah. Hu Li lebih lama mengenalku daripada Lan Zhi..." Xiao Shuxiang merangkul Hu Li yang sedikit lebih pendek darinya, "... Dia ini yang paling setia, mendukung setiap tindakanku dan melakukan apa pun yang kuminta. Selain itu.. Dia juga bisa jadi perempuan. Benar-benar paket lengkap."
!!
Xiao Shuxiang tertawa dan segera mengelak ketika Hu Li berniat memukulnya. Pemuda berwajah manis dengan rambut putih itu nampak sangat malu, pipinya bahkan terlihat memerah.
"Tuan Muda Xiao..! Anda keterlaluan,"
Bocah Pengemis Gila mengerjap melihat tindakan kedua pemuda di hadapannya, dia memperhatikan Xiao Shuxiang yang nampak senang menggoda Hu Li. Dia pun menggeleng, "Anak itu... Seperti mempunyai hubungan yang aneh dengan orang-orang di sekelilingnya."
Bocah Pengemis Gila telah memikirkan ini sejak lama dan memang tidak ada pendekar serta kultivator mana pun selain Xiao Shuxiang yang memiliki sifat sebebas itu.
Bahkan jika diingat-ingat, dia sendiri tidak pernah mempunyai sikap yang demikian.
Bocah Pengemis Gila menengadah, dia memandang langit biru di atasnya sebelum kembali melihat ke arah Xiao Shuxiang yang kini berada agak jauh darinya.
__ADS_1
"Shuxiang... Apa mungkin aku bisa menyerahkan sebuah harapan padamu?"
******