KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
158 - Kelicikan


__ADS_3

Liu Wei Lin bernapas lega ketika berhasil menghentikan Xiao Shuxiang. Dia pun bergegas menghampiri pemuda itu dan mengeluarkan sebuah tali di lengan pakaiannya.


Yi Shisi sendiri nampak menahan napas karena sangat terkejut, matanya bahkan masih terbuka lebar.


Xiao Shuxiang menurunkan pedangnya dan tindakannya itu membuat Yi Shisi berkedip, namun gadis itu masih teramat terkejut. Yi Shisi meringis ketika kedua tangannya mulai diikat dari belakang dan rasa terbakar di dalam dirinya kembali menyiksa.


Tali yang diikatkan padanya merupakan tali khusus yang mampu mengunci meridiannya hingga Yi Shisi tidak bisa melesatkan akar-akar menjalarnya kembali. Dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi sekarang ini.


"..............." Xiao Shuxiang menyimpan kembali Yīng xióng ke dalam Cincin Spasialnya.


Dia sebenarnya kesal karena Liu Wei Lin menghentikannya untuk menghabisi Yi Shisi. Namun apa yang dikatakan teman barunya ini juga ada benarnya. Mereka perlu menggali informasi dari gadis yang berwajah menakutkan ini.


Xiao Shuxiang menatap Yi Shisi dan berkata, "Bersyukurlah karena kau masih kubiarkan hidup. Tapi tentu setelah kami selesai denganmu, aku tidak akan segan-segan lagi."


"Ha ha, kau tidak akan mendapatkan apa pun! Tidak akan kukatakan apa pun!" Yi Shisi masih saja membalas ucapan Xiao Shuxiang dan seolah memprovokasi pemuda tersebut.


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin memanggil Xiao Shuxiang dan menggeleng pelan seakan meminta agar pemuda itu tidak sampai tersulut emosi.


Liu Wei Lin lantas menyentil keras kepala Yi Shisi hingga gadis itu menjerit. Dirinya berkata, "Sebaiknya kau jawab. Siapa yang sudah mengirimmu kemari dan untuk alasan apa kau mengacaukan konferensi?"


"Aku tidak akan pernah mengatakannya---Aaaakh!" Yi Shisi kembali menjerit karena kepalanya lagi-lagi disentil keras. Dia berusaha membebaskan diri, namun tetap saja tidak bisa.


Karena Yi Shisi berhasil dilumpuhkan, maka asap tipis yang merupakan ilusi tersebut perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang. Kultivator yang terkena efek ilusi itu mulai memperoleh kembali ingatannya.


Tetua Wang Haoran yang sudah berhasil mengalahkan Demonic Beast terlihat mengatur napas. Kepalanya sakit dan dia berusaha untuk mengambil posisi duduk bersila agar bisa memulihkan kondisi tubuhnya.


Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei yang berada di sisi lain hutan pun telah menghentikan pertarungan mereka. Keduanya tidak berada dalam wilayah yang terkena ilusi hingga mereka dapat dikatakan selamat dari perangkap Yi Shisi.


Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei mengarahkan para peserta untuk ke menara komando. Mereka sebenarnya mendengar suara ledakan-ledakan keras dari sisi lain hutan dan sedang melesat menuju lokasi itu.


Di antara rombongan Tetua Chen Duan Shan, terlihat seorang murid laki-laki yang tidak lain adalah Fang Yimin. Murid dari Menara Bintang Suci itu mempunyai aura keberadaan yang lebih kuat, dia sosok yang begitu menonjol.


Tidak hanya Fang Yimin, bahkan Zhang Xiao Lian yang merupakan murid terbaik dari Sekte Lautan Awan pun juga ada. Gadis cantik itu mempunyai aura yang sama kuatnya dengan Fang Yimin, hanya saja pribadinya begitu tertutup dan dapat dikatakan sedikit mirip dengan pribadi Ling Qing Zhu.


Tetua Chen Duan Shan mengerutkan kening saat pemandangan di depannya kini bukan lagi hutan, tetapi akar-akar merambat yang seperti habis terbakar hebat. Dia yakin tempat inilah yang menjadi pusat dari suara-suara keras yang didengarnya.


"Tetua," Fang Yimin berseru dan lantas melesat mendahului Tetua Chen Duan Shan ketika melihat sesuatu. Dirinya membuat para peserta konferensi yang lain terkejut.


Fang Yimin sebenarnya melihat tiga orang kultivator yang saat didekati-----itu rupanya adalah Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin. Hanya saja, Fang Yimin tersentak saat menyaksikan orang ketiga yang ternyata diikat.


Tetua Chen Duan Shan menapak di tanah dan tersentak, "Apa yang terjadi?!"


Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin menoleh ketika mendengar suara seruan. Mereka bisa melihat ekspresi wajah Tetua Chen Duan Shan yang nampak berbeda.


"Te-Tetua ...." Yi Shisi bersuara lirih. Wajah yang sebelumnya mengerikan kini telah kembali menjadi wajahnya yang cantik dan sama seperti yang diketahui oleh orang-orang.


Sebenarnya perubahan wajah Yi Shisi itu terjadi ketika tangannya diikat oleh tali yang dibawa Liu Wei Lin. Hanya saja, perubahan wajah tersebut berlangsung cukup lambat dan ini sejujurnya sangat mengejutkan. Xiao Shuxiang dan Liu Wei Lin bahkan baru bereaksi ketika mereka mendengar seruan dari Tetua Chen Duan Shan.


"Apa yang kalian lakukan padanya---"


"Jangan terlalu dekat dengannya," Xiao Shuxiang mengulurkan tangan kanan dan menghadang jalan Tetua Chen Duan Shan.


"Nak?"


"Tetua Chen," Liu Wei Lin berujar. "Gadis ini .... Dia bukan murid dari perguruanmu,"


"Tetua..." Yi Shisi menatap Tetua Chen Duan Shan dengan ekspresi yang menyedihkan, air mata bahkan mengalir membasahi pipinya. "Mereka .... Mereka berdua tidak waras..!"


Yi Shisi terisak, "Tolong lepaskan aku! Aku tidak melakukan apa pun. Mereka terkena ilusi dan membuat tempat ini berantakan! Mereka bahkan menyerang aku, Tetua!"


"Hei..!" Xiao Shuxiang membentak. "Kau wanita iblis, berhenti berpura-pura!"


Xiao Shuxiang menatap Liu Wei Lin karena merasa tidak suka pada siasat licik Yi Shisi, "Saudara Liu. Ini semua salahmu, kau menghentikanku untuk menghabisinya. Sekarang lihat apa yang dia lakukan,"

__ADS_1


"Nak..." Tetua Huan Gui Fei berujar, "Sebenarnya ada apa ini? Bisakah salah satu di antara kalian menjelaskannya pada kami?"


Liu Wei Lin mengembuskan napas, "Tetua. Sebenarnya---"


"Tetua, lepaskan aku dulu..! Aku sangat kesakitan---Hmmph" Yi Shisi tersentak saat Xiao Shuxiang bergerak cepat dan langsung membekapnya.


"Bisakah kau berhenti bicara? Jangan memancing kesabaranku atau aku benar-benar akan mengulitimu," Xiao Shuxiang menahan pergerakan Yi Shisi agar gadis ini tidak memberontak.


Liu Wei Lin menggeleng melihat Yi Shisi yang begitu berusaha untuk mencegah para tetua mengetahui yang sebenarnya, namun dia tentu saja tidak membiarkan hal ini. Dia pun mulai menceritakan semuanya kepada Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei. Para peserta konferensi juga mendengarkan.


Yi Shisi masih berusaha memberontak dan berhasil mengigit tangan Xiao Shuxiang. Hanya saja pemuda di belakangnya ini justru tidak berteriak kesakitan, apalagi merintih.


"Jika kau mengigit sampai tanganku berdarah, maka akan kubuat kau meminum darah ini dan kupastikan organ dalammu akan semakin sakit." Xiao Shuxiang berujar pelan, "Kau akan lebih memilih untuk mati,"


Yi Shisi berusaha menoleh dan memberi tatapan yang tajam pada Xiao Shuxiang. Di sisi lain, Tetua Chen Duan Shan dan yang lainnya terkejut bukan main dengan kenyataan yang mereka dengar.


Liu Wei Lin berkata, "Saat ini kami sedang menginterogasinya. Namun dia tidak mau mengatakan apa pun. Nona Yi Shisi ini .... Dia bukan seperti yang Tetua lihat. Nona Yi Shisi wanita yang berbahaya dan merupakan dalang dari kejadian ini,"


Tetua Chen Duan Shan bernapas pelan dan berjalan mendekat. Dia menatap Yi Shisi dan lantas bertanya, "Jika benar kau bukan salah satu dari murid sekteku, maka katakan identitasmu sekarang."


Bekapan pada mulut Yi Shisi mulai dilepas, gadis itu akhirnya dapat bicara. Dia pun memasang ekspresi wajah yang sedih dan menggeleng pelan, "Tetua .... Jangan percaya apa pun yang dia katakan. Mereka .... Merekalah dalang dari semua ini..!"


Yi Shisi tentu saja tidak mau mengakui perbuatannya. Meridiannya yang tertutup justru membuat wajahnya kembali cantik seperti semua dan dengan ini tidak ada bukti yang mampu memberatkannya.


Jika pun ikatan pada tangannya dilepas dan wajah menakutkannya kembali----maka dia bisa mengeluarkan teknik dan akan menyerang semua orang dengan brutal. Siasat ini jelas bisa dia lakukan. Tentu saja, karena dia adalah anggota dari Sekte Lembah Iblis. Itu artinya, dia bagian dari perguruan yang mampu mengubah dunia kultivasi.


"Hmph, kalian masih terlalu naif. Akan kuperlihatkan betapa rapuhnya ucapan yang keluar dari bibir seorang laki-laki,"


Yi Shisi terisak, "Tetua. Mereka orang-orang yang jahat. Mereka mencoba merusak reputasi sekte kita. Justru .... Justru merekalah dalang dari semua ini. Mereka menuduhku karena aku murid lemah dan tidak akan ada yang percaya padaku..."


"Hei--"


"Tetua, tolong..." Yi Shisi menyela ucapan Xiao Shuxiang, dia terisak. Suaranya gemetar dan ekspresi wajahnya pucat, "Mereka sudah melukaiku..."


Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei pun merasa tidak enak. Tangisan dari gadis ini membuat dada mereka sakit. Yi Shisi jelas hanya murid polos yang tidak mungkin melakukan kejahatan sebesar itu, apalagi dia adalah murid langsung dari Tetua Murong Xun.


"Kalian jangan terpengaruh pada air matanya," Xiao Shuxiang menunjuk Yi Shisi, "Gadis ini memperlihatkan wajah yang begitu menyedihkan agar kalian kasihan padanya. Dia wanita yang licik,"


Xiao Shuxiang menatap Chen Duan Shan dan berkata, "Tetua. Kau harus percaya padaku---"


"Tetua!" Yi Shisi berseru, "Jangan percaya pada orang asing sepertinya! Kau sudah tahu siapa dan bagaimana aku .... Tidak mungkin aku yang melakukannya. Aku dijebak, Tetua.."


"Berhenti bicara omong kosong atau aku akan menghabisimu---"


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin meraih tangan Xiao Shuxiang dan mencegahnya, "Kau jangan melakukan itu. Tenangkan dirimu,"


"Tapi dia ini benar-benar menyebalkan," Xiao Shuxiang menggeleng. "Pertama dalam hidup .... Aku bertemu dengan wanita bermuka tembok sepertinya, tidak tahu malu sekali."


"Tetua...." Yi Shisi jelas tidak peduli pada apa yang dikatakan Xiao Shuxiang, dia sudah berhasil menanamkan keraguan pada Tetua Chen Duan Shan dan yang lainnya. Tentu saja hal ini tidak boleh disia-siakan.


"Nak, aku kasihan padamu..." Tetua Chen Duan Shan akhirnya bersuara, "Tapi aku tidak bisa menutup telinga dari penuturan kedua pemuda ini. Perlu ada penyelidikan lebih lanjut,"


"Tetua, tapi setidaknya..." napas Yi Shisi terengah-engah, "Tolong setidaknya Tetua melepaskan ikatanku. Tubuhku sangat sakit .... Mereka menyerangku dengan kuat dan aku sangat kesakitan. Aku .... Aku hampir ...."


Fang Yimin tersentak dan bergegas untuk menahan tubuh Yi Shisi yang oleng. Dia memanggil-manggil nama gadis itu dan merasa khawatir karena wajah gadis ini begitu pucat dan sebenarnya banyak bekas luka pada tubuh yang Fang Yimin sentuh ini.


Tetua Chen Duan Shan juga tersentak. Xiao Shuxiang yang menyaksikan itu nampak semakin kesal dan baru akan menerjang Yi Shisi saat seseorang melesat dan menapak tepat di depannya.


?!


Sosok itu menapak dengan lembut di tanah, pakaian putihnnya berkibar dan rambut panjangnya mengombak karena angin. Aroma kayu cendana menguar dan benar-benar mampu menenangkan hati siapa pun.


Sosok tersebut mempunyai postur tubuh yang kokoh dan penuh wibawa. Selain aroma kayu cendana.... Pita dahi yang nampak melambai mengikuti arah angin itu menjadi ciri khas dari pemua yang tidak lain adalah murid terbaik Sekte Pedang Langit.

__ADS_1


Xiao Shuxiang berkedip saat tahu siapa sosok di hadapannga. Dia bersuara pelan, "........... Lan Zhi?"


Liu Wei Lin juga ikut berkedip. Sosok di hadapannya merupakan pemuda yang dia kenal, Lan Guan Zhi.


Para peserta konferensi yang sadar dengan kehadiran Lan Guan Zhi langsung menyatukan tangan dan memberi hormat pada pemuda itu, mereka bahkan dengan sopan menyapanya.


Lan Guan Zhi membalas hormat dari para peserta konferensi. Dia juga memberi hormat pada Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei sebelum mulai berbalik ke arah teman baiknya.


Liu Wei Lin terlihat masih memegang tangan Xiao Shuxiang, dia sedikit menarik teman barunya dan lantas bersuara pelan. "Saudara Xiao... Bagaimana ini? Sekarang semakin banyak orang. Aku khawatir jika mereka semua terpengaruh pada sandiwara wanita itu dan malah menyudutkan kita?"


"Ini semua kan salahmu?" Xiao Shuxiang ikut berbisik, "Kita tidak mungkin bisa terperangkap dalam situasi ini jika kau tidak menghentikanku menghabisinya---!"


Xiao Shuxiang tersentak saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Lan Guan Zhi. Liu Wei Lin bahkan kaget dengan tindakan yang tidak disangka-sangka ini.


"Lan-Lan Zhi...?" Xiao Shuxiang berkedip.


"Kau mengotori tangan orang lain,"


"Ap---Lan'Er?!"


Liu Wei Lin terperangah dan berkedip beberapa kali. Dia menyaksikan saat Xiao Shuxiang justru ditarik dan dibawa ke arah Tetua Chen Duan Shan oleh Lan Guan Zhi.


"..............." Liu Wei Lin mengeluarkan kipas miliknya dan mulai melambai-lambaikannya.


"Lan Zhi...?" Xiao Shuxiang memegang lengan teman baiknya karena tangannya yang lain dipegang begitu kuat, "Kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah kuminta agar kau terus bersama Tetua Wang?"


"Mn, bukan masalah."


Maksud dari ucapan Lan Guan Zhi adalah agar teman baiknya tidak perlu khawatir, Tetua Wang Jing Li sudah mengatur segalanya.


"........... Lan Zhi, kawan? Bagaimana keadaan Mo Huai? Kau jelas sudah meninggalkannya sendiri. Dia tidak bisa tanpa orang sepertimu,"


"Jangan pikirkan. Tetua Wang akan menjaganya,"


"Ya ampun----" Xiao Shuxiang baru saja akan bicara pada teman baiknya saat seorang murid hendak melepaskan tali yang mengikat tangan Yi Shisi. Dia pun spontan menghentikannya.


"Jangan lakukan itu..! Dia monster. Kau dan kalian semua akan binasa jika sampai membebaskannya,"


"Tapi Nona Yi tidak kuat dengan rasa sakitnya," murid laki-laki itu merasa sangat kasihan, "Tali ini mampu mengunci meridian dan Nona Yi mengalami luka yang parah. Melakukan ini justru sangat menyiksanya,"


"Sudah kukatakan sebelumnya, gadis ini hanya bersandiwara. Kau akan tewas jika sampai melepaskan ikatannya," Xiao Shuxiang memperingatkan.


"Dengarkan dia," Lan Guan Zhi ikut menambahkan. "Shuxiang tidak pernah berbohong,"


?!


Murid laki-laki itu berkedip, termasuk Fang Yimin. Mereka mengerutkan kening dan menatap Lan Guan Zhi. Peserta konferensi lainnya pun juga ikut melakukan hal yang sama. Mereka tidak tahu bagaimana harus merespon ucapan dari pemuda berpakaian putih ini.


"..............." Xiao Shuxiang menyadarinya dan mulai memikirkan sesuatu. Dia pun menatap Yi Shisi yang terlihat berpura-pura lemas itu. Dirinya pun menatap Lan Guan Zhi yang disadari oleh teman baiknya itu.


Lan Guan Zhi mengerti dan melepaskan pegangan tangannya. Dia menatap Xiao Shuxiang yang berjalan menghampiri Yi Shisi dengan ekspresi serius.


"..............." Xiao Shuxiang menatap Yi Shisi yang begitu pandai bersikap sebagai sosok yang tertindas. Dia pun berkata, "Kau ingin berpura-pura lemah untuk menarik perhatian mereka dan kau bahkan tidak mau menjawab pertanyaanku..."


Xiao Shuxiang, "Buruknya... Kau bahkan ingin menjebakku dengan Saudara Liu. Aku benar-benar sudah mentolerirmu cukup banyak,"


"..............." Yi Shisi sama sekali tidak berkata apa-apa. Dia masih sadar, namun berpura-pura lemah. Hanya saja ketika pemuda di hadapannya melakukan tindakan yang tidak disangka-sangka.... Dirinya spontan menjerit.


!!!


Semua orang termasuk Tetua Chen Duan Shan, Tetua Huan Gui Fei dan Liu Wei Lin begitu terkejut. Mereka tidak bisa menahan rasa terkejut itu dan langsung mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang.


*******

__ADS_1


__ADS_2