KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
416 - Wang Zhao (7)


__ADS_3

Lan Guan Zhi menahan rasa sakit yang dia terima. Lengan kanannya terluka dan bahkan darah terlihat mengucur membasahi bilah pedang pusakanya. Tenaganya benar-benar terkuras karena menggunakan kekuatan besar saat memakai Shǎndiàn.


Di samping itu, Lan Guan Zhi beberapa kali merasakan sakit pada matanya. Dia mengalami luka luar dan juga luka dalam, tetapi bukan saatnya untuk mengeluh apalagi menyerah. Dia sungguh sangat yakin bahwa lawannya ini tidak bisa dibiarkan.


Di sisi lain, Wang Zhao terlihat menyentuh sebuah batang pohon sebelum bersandar. Tangan kanannya pun ikut terluka dan ada darah yang mengalir pada bilah pedangnya. Wajahnya pucat dan nampak menahan rasa sakit saat tatapannya mengarah ke depan.


Suara Wang Zhao pelan saat berkata, "Tuan Muda Lan. Sebenarnya kenapa kau berbuat seperti ini? Aku... Aku terluka,"


"................."


"Hmph, tapi tentu saja ini menarik." Wang Zhao tersenyum, dia menghela napas saat berkata. "Sejujurnya aku kesal karena Tuan Muda Lan memiliki mata yang istimewa. Bukankah ini curang? Kau masih hidup karena mempunyai kemampuan yang bisa mengetahui gerakanku,"


Lan Guan Zhi tidak bicara, dia hanya menatap waspada ke arah pemuda di hadapannya dan tersentak saat melihat bagaimana darah mulai berhenti menetes pada bilah pedang Wang Zhao. Bahkan luka di tubuh pemuda itu kini perlahan pulih.


Lan Guan Zhi tidak menyangka bahwa Wang Zhao mempunyai regenerasi yang sedikit mirip dengan milik Xiao Shuxiang. Ini jelas adalah kabar yang buruk baginya.


"Ha ha ha," Wang Zhao tiba-tiba tertawa dan membuat lawannya tersentak. Dia tersenyum lembut sebelum ekspresi wajahnya berubah sedih. Dia berkata, "Aku minta maaf. Sungguh, aku tidak ingin Tuan Muda Lan mengetahui siapa aku dengan cepat. Ini di luar rencana.."


"Tuan Muda Lan, setiap orang memiliki masa-masa yang sulit. Tidakkah kau harusnya memberiku kesempatan untuk membuktikan diri?"


"Membuktikan diri bahwa kau membinasakan orang-orang di sektemu sendiri?" Lan Guan Zhi bersuara dingin. Di kesempatan ini dia sedang berusaha untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


"Aku tidak membunuh mereka, sama sekali tidak." Wang Zhao menurunkan pandangan dan lantas menelan ludah. Ekspresi wajahnya seperti sangat bersalah, apalagi ketika dia berkata. "Apa... Tuan Muda Lan tidak pernah memikirkan bagaimana aku bisa seperti ini?"


Wang Zhao menatap Lan Guan Zhi dan lantas mengulurkan tangan. Dia menyentuh dadanya sendiri dan dengan suara setengah parau berkata, "Tempat ini sangat sakit. Ada lubang yang besar dan semakin perih setiap harinya,"


"................."


"Seorang anak yang baru lahir dan hanya karena sebuah ramalan bahwa dia akan membawa kehancuran... Anak itu justru ingin dibunuh. Kenapa bisa begitu?"

__ADS_1


!


Lan Guan Zhi terkejut saat air membasahi pipi Wang Zhao. Pemuda itu memperlihatkan senyuman yang mengandung kesedihan. Dia sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa saat ini.


Wang Zhao menarik napas dan berkata, "Aku memang berterima kasih karena mereka tetap mau membesarkanku. Tapi apa Tuan Muda Lan tahu... Itu seperti aku dirawat karena rasa kasihan. Sama sekali tidak ada kasih sayang di dalamnya,"


"Kau punya kemampuan istimewa. Bukankah Tuan Muda Lan bisa melihat masa laluku? Aku berbuat seperti ini karena memang tidak ada lagi yang tersisa. Apa aku tidak boleh melampiaskan semuanya pada mereka?" Wang Zhao mengepalkan tangannya.


Ada kemarahan saat air mengalir di pipi Wang Zhao. Pemuda itu berusaha menahannya dan tidak bisa lagi. Dia terisak saat berkata, "Orang-orang itu... Menganggap bahwa para kultivator Aliran Hitam adalah monster dan layak dimusnahkan. Jalan kultivasi mungkin saja berbeda, tetapi kami juga tetap manusia! Dan aku... Karena identitasku pun yang tidak sama---mereka justru menganggap seolah aku adalah ancaman besar."


"Tuan Muda Lan, tidak ada anak yang mau dilahirkan dengan membawa takdir buruk. Sama sekali tidak.." Wang Zhao berujar sedih, "Kesalahan mereka adalah karena tidak percaya... Bahwa dengan didikan yang tepat---Iblis sekali pun bisa saja menjadi manusia,"


"................." Lan Guan Zhi memperhatikan dengan baik pemuda ini. Pandangan matanya turun dan memikirkan perkataan Wang Zhao barusan. Ekspresi wajahnya sulit digambarkan ketika sesuatu tiba-tiba saja terdengar.


"Pfft--ha ha ha," Wang Zhao tertawa senang dan itu membuat terkejut lawannya. Dia pun menggeleng dan berkata, "Astaga... Kau begitu lucu. Polos sekali..."


"Wang Zhao..."


Wang Zhao mengusap air matanya dan berkata, "Ini sederhana saja. Jika ada orang yang tidak terima dengan identitasku, aku hanya perlu membunuh mereka. Ibu, ayah, atau yang lainnya. Aku sama sekali tidak peduli,"


"Kau..." Lan Guan Zhi untuk pertama kalinya merasa sangat kesal pada seseorang. Dia tidak pernah menduga akan bertemu sosok yang bahkan lebih buruk dari apa pun.


"Kau bahkan... Tidak menghargai kedua orang tuamu." Lan Guan Zhi memegang kuat pedang miliknya, bahkan sampai darah mengalir di sela-sela jarinya.


Wang Zhao menaikkan sebelah alisnya dan mendengus, "Orang tua... Tsk. Mereka hanya alat. Tugasnya hanya melahirkan dan membesarkanku sampai bisa berjalan. Setelah itu mereka tidak penting lagi,"


"Tuan Muda Lan," Wang Zhao berkata, "Ini pertama kalinya aku bisa melihat jelas kau sedang marah. Sejujurnya kau begitu menakutkan. Tolong jangan seperti itu, aku tidak bisa bergerak saking takutnya padamu. Ha ha ha,"


"Sebenarnya... Kau terbuat dari apa?" aliran energi spiritual yang membentuk petir nampak mengelilingi bilah pedang Lan Guan Zhi. Dia menatap tajam pada sosok di hadapannya.

__ADS_1


Selama ini Xiao Shuxiang dianggap sebagai iblis dan kultivator yang paling kejam. Pemuda itu juga pernah menghabisi ayah dan ibunya di masa lalu, tetapi Xiao Shuxiang tidak pernah memiliki dua muka apalagi yang begitu tebal seperti Wang Zhao ini.


Wang Zhao sendiri tertegun mendengar pertanyaan barusan. Dia menatap Lan Guan Zhi dan mulai melangkah, "Ini pertama kalinya ada yang bertanya seperti itu. Aku sedikit kebingungan harus memberimu jawaban apa,"


Wang Zhao memperhatikan bilah pedangnya dan berkata, "Tuan Muda Lan bisa menganggap bahwa aku terbuat dari kebencian dan juga keserakahan manusia selama ini."


Wang Zhao berujar, "Keserakahan manusia dan sifat mereka yang mudah membenci sesama telah menciptakan sosok sepertiku. Aku membuat mereka yang serakah menjadi semakin serakah dan membuat kekacauan dengan memanfaatkan kebencian mereka. Kekuatanku tidak akan pernah berkurang dan kau pun tidak bisa membunuhku selama sifat buruk manusia tetap ada,"


!!


Lan Guan Zhi menyaksikan warna mata Wang Zhao berubah hitam sepenuhnya. Saat itu dia pun kembali memiliki penglihatan yang tidak akan pernah ada dalam bayangannya. Sosok di depannya... Bukanlah manusia apalagi monster biasa.


Wang Zhao mengayunkan pedangnya dan energi spiritual berwarna sehitam malam datang dengan kecepatan tinggi ke arah Lan Guan Zhi. Wang Zhao berkata, "Itu adalah serangan yang tidak pernah kuperlihatkan pada lawan-lawanku selama ini. Tuan Muda Lan pasti akan merasa terhormat karena bisa mati dengan seranganku ini,"


!!!


Lan Guan Zhi tentu saja tidak akan terima. Hanya saja serangan tersebut membuat dia tidak bisa lari dan terpaksa menahannya dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


Terlalu kuat dan serangan ini pun bahkan memberi tekanan yang amat dahsyat. Petir bergejolak dan getaran pada tanah semakin menjadi. Suara ledakan besar tercipta dan Wang Zhao bahkan tidak tinggal diam, pemuda itu kembali melesatkan serangan bahkan ketika Lan Guan Zhi sangat kesulitan menghadapi serangan sebelumnya.


Wang Zhao menyeringai. Dia berpikir serangan itu sudah membuat Lan Guan Zhi tewas, tetapi tiba-tiba saja sebuah lintasan cahaya merah datang dan menghantam serangan yang saat ini sedang ditahan oleh Lan Guan Zhi.


Suara ledakan besar terdengar. Seseorang berpikir itu mungkin akan membuat tanah terbelah---namun yang terjadi justru ledakan itu hanya bersuara tanpa menimbulkan efek kerusakan.


Tidak sampai di sana, bahkan ledakan itu terlihat menghilang begitu saja dan membuat Wang Zhao serta Lan Guan Zhi terkejut.


Di saat debu perlahan menipis, Wang Zhao mengerutkan keningnya kala menyaksikan ada seseorang yang berdiri di dekat Lan Guan Zhi, seolah-olah menjadi pelindung.


Baru setelah debu benar-benar tidak lagi menghalangi pandangan... Wang Zhao langsung terbelalak saat tahu siapa yang sudah menghentikan serangannya. Sosok di samping Lan Guan Zhi tidak lain adalah Xiao Shuxiang.

__ADS_1


!!!


******


__ADS_2