![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang memiliki karakter yang sulit ditebak. Dia bisa menjadi begitu baik dan akan berubah sikap dalam sekejap. Sifatnya yang seperti badai inilah yang membuatnya diwaspadai oleh orang-orang terdekatnya, namun orang asing seperti Chu Gu Xiang pasti akan sangat terkejut.
"Tu-tunggu dulu," Chu Gu Xiang bahkan tidak berani bergerak. Dia sebenarnya tidak terlalu takut pada bilah pedang, tapi entah kenapa rasanya berbeda saat Xiao Shuxiang yang memegang pedang itu. Rasanya seakan-akan bahwa pemuda ini mempunyai niat yang lebih dari sekadar akan menggorok lehernya.
Suara Chu Gu Xiang terdengar gemetar saat berkata, "Aku memang tidak tahu di mana kitab itu, ta-tapi mungkin saja kitab itu a-ada di singgasananya. Iya, mungkin di sana."
Chu Gu Xiang berkata, "Te-tempat yang jarang Qiao Nuan tinggalkan adalah singgasananya. Ja-jadi kitab itu ... Bisa saja ada di sana,"
"Tunjukkan jalannya,"
!!
Chu Gu Xiang terkejut, tapi berusaha untuk mengangguk pelan dan mulai menjadi penunjuk jalan bagi Xiao Shuxiang. Dia dalam hati bertanya-tanya tentang sifat sebenarnya dari pemuda menawan ini.
Sebuah cermin pemindah setinggi orang dewasa terbentuk di hadapan Chu Gu Xiang saat dia berbalik. Dirinya tersentak dengan kehadiran cermin ini, namun Xiao Shuxiang justru memaksanya untuk memasuki benda tersebut. Cermin itu pun menghilang secepat kehadirannya.
*
*
Kematian Qiao Nuan tentu saja tidak pernah diduga oleh siapa pun, termasuk para kultivator yang saat ini berada di Sekte Lembah Iblis, tepatnya di Alam Kultivasi Bawah.
Salah seorang yang terkejut adalah Tetua Ling Chu Zhen yang merupakan ayah dari Ling Lang Tian. Tetua dari Sekte Pagoda Langit itu datang sebagai bantuan dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Bocah Pengemis Gila mengalahkan sosok Qiao Nuan yang berubah menjadi seekor Phoenix Iblis.
Sejujurnya di Alam Kultivasi Bawah, phoenix merupakan makhluk suci yang paling langka. Apalagi bagi orang-orang di Benua Tengah. Tempat di mana Qi alam sangat sulit untuk diserap.
Melihat phoenix secara langsung dan merasakan sendiri bagaimana kekuatan hewan tersebut membuat para pendekar dari berbagai sekte, termasuk Ling Chu Zhen merasakan getaran pada di dalam dada mereka.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Ling Chu Zhen dan para kultivator lainnya merasa takut. Itu benar, mereka mempunyai rasa itu saat melihat bagaimana kekuatan yang diperlihatkan oleh phoenix ini.
Mereka sama sekali tidak menghadapi phoenix biasa, ini adalah phoenix iblis dengan kekuatan paling mengerikan. Bocah Pengemis Gila bahkan berusaha lebih dari yang seharusnya untuk bisa mengalahkan monster tersebut.
Phoenix iblis itu mampu menyemburkan api. Orang yang terkena api ini akan langsung menjadi abu. Buruknya, api ini bahkan mampu menghabisi nyawa kultivator setingkat Grandmaster.
Phoenix itu pernah menggila saat sedang bertarung. Dampak serangannya dapat dilihat dari betapa banyaknya kerusakan yang terjadi di tempat ini.
Tidak ada bangunan dan pohon yang berdiri kokoh, semuanya hancur menjadi puing-puing dan kepingan. Entah itu manusia dan mayat hidup ... Mereka semua menjadi abu dan hanya tersisa para pendekar yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari.
Ling Lang Tian dan Siu Yixin ada di antara orang-orang yang selamat, tapi mereka tidak mengatakan apa pun karena kondisi di sekitar mereka sudah terlalu mengguncang jiwa.
Di sisi lain, anggota Sekte Lembah Iblis yang tersisa tidak berani mengangkat pedang mereka. Bahkan kultivator yang paling kuat pun sampai menelan ludah dan membeku di tempatnya berdiri.
__ADS_1
Dampak serangan dari phoenix iblis tidak hanya menghabisi sebagian besar lawan, tetapi juga memusnahkan rekan sendiri yang jumlahnya pun tidak sedikit. Perang itu tidak membuat siapa pun menjadi pemenang, justru kerugian besar sedang menyelimuti mereka semua.
Bocah Pengemis Gila sendiri saat ini berada di pinggir sebuah sungai dan nampak membasuh wajahnya. Air menetes di ujung rambutnya dan terlihat pantulan wajah pemuda itu yang kini tidak lagi dipenuhi riasan aneh.
Ekspresi wajah Bocah Pengemis Gila tidak terlihat baik. Dia membasuh wajahnya kembali dan seakan ini adalah caranya untuk menghilangkan bayangan tentang pertarungan yang sudah dia jalani.
Ingatan tentang orang-orang yang mati akibat terkena semburan phoenix iblis yang sedang bertarung melawannya masih terbayang dengan sangat jelas.
Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan. Bukan dia yang membunuh orang-orang itu, tetapi karena dirinyalah mereka semua kehilangan nyawa. Dia mengusap wajahnya dan menghembuskan napas.
Perasaannya benar-benar tidak nyaman, bahkan dia melihat kedua tangannya sedikit gemetar. Bocah Pengemis Gila memejamkan mata sejenak sebelum mengusap wajahnya.
"Aku sudah menciptakan masalah," Bocah Pengemis Gila menggaruk tengkuknya dan menghela napas berat.
Dia menengadah ke langit. Dampak dari pertarungan ini bukan hanya kekalahan kedua belah pihak, tetapi juga pertanda bahwa dunia para pendekar di Benua Tengah akan mulai berubah.
Kupu-kupu bersayap putih milik Xiao Shuxiang tidak ada di samping Bocah Pengemis Gila sekarang. Serangga terbang itu menghilang bersamaan dengan kekalahan phoenix iblis.
Bocah Pengemis Gila menoleh, dia mengambil tongkat bambu miliknya dan kemudian melesat pergi. Ekspresi wajahnya sulit untuk digambarkan, tetapi yang jelas saat ini perasaannya sedang tidak baik.
Bocah Pengemis Gila memang sudah mengalahkan Qiao Nuan, namun bahkan tidak seorang pun dari para pendekar yang menjadi musuh Sekte Lembah Iblis senang karena kemenangan ini.
Xiao Shuxiang jelas tidak mengetahui apa yang sudah dialami oleh Bocah Pengemis Gila di Alam Kultivasi Bawah. Dia mempunyai hal yang lebih penting untuk dilakukan saat ini dan bahkan lebih penting daripada masuk kembali ke dalam medan perang.
Chu Gu Xiang baru dilepaskan saat dia dan Xiao Shuxiang berada di salah satu aula Istana Teratai Hitam. Dirinya pun menelan ludah sebelum berujar pelan. "I-ini tempatnya,"
"..............." Xiao Shuxiang melihat ke sekeliling. Tempat ini berbeda dari aula utama yang pernah dia lihat. Apalagi di lokasi ini berada di bagian terdalam Istana Teratai Hitam dan dipenuhi aroma daging busuk.
Xiao Shuxiang melangkah. Dia berjalan mendekati singgasana di hadapannya dan mulai mengedarkan pandangan. Ada beberapa tubuh anak kecil yang sudah membusuk dengan bagian perut serta dada yang berlubang.
Ini hanya pandangan Xiao Shuxiang, tapi dia merasa bahwa anak-anak itu sudah dijadikan makanan oleh Qiao Nuan. Ini dibuktikan dengan organ dalam anak-anak itu yang sudah tidak ada.
Saat semakin mendekat ke arah singgasana, tiba-tiba saja titik cahaya muncul di udara dan membentuk sebuah gulungan. Xiao Shuxiang terkejut, apalagi mengetahui benda itu adalah gulungan berisi tulisan tangannya yang pernah menyalin bagian dari Kitab Pembunuh Matahari.
!!
Chu Gu Xiang terkejut menyaksikan singgasana Qiao Nuan meledak begitu saja dan muncul beberapa kertas kuno yang tidak lain adalah bagian terbesar dari Kitab Pembunuh Matahari yang selama ini dicari.
Benda kuno itu langsung melesat dan menyatu dengan gulungan Xiao Shuxiang yang melayang di udara. Gulungan itu pun bahkan mengalami perubahan dan menjadi lebih tebal.
Xiao Shuxiang melihat gulungannya kini terbungkus dengan sebuah batangan besi berukiran kuno yang mempunyai warna hitam pekat. Saat benda itu melayang dan perlahan menuju tangan Xiao Shuxiang---warna langit di luar sana menjadi berubah.
__ADS_1
Suasana menjadi berbeda dan angin yang membawa perasaan gelisah muncul. Semua orang mengalami keterkejutan tiba-tiba, seolah mereka merasakan firasat bahwa sesuatu sudah terjadi.
Chu Gu Xiang begitu sangat terkejut. Dia tanpa sadar membelalakkan matanya dan bahkan menahan napas. Saat ini, di depannya sekarang merupakan Kitab Pembunuh Matahari yang lengkap.
"Kau ... Berhasil melengkapinya?" Chu Gu Xiang menelan ludah. Selama ini Sekte Lembah Iblis mengumpulkan lembaran Kitab Pembunuh Matahari dan berhasil mendapatkan separuh dari bagian kitab itu, sisanya yang lain belum diketahui dan ada kemungkinan sulit untuk ditemukan.
Chu Gu Xiang tidak pernah menyangka bahwa bagian lain dari Kitab Pembunuh Matahari berada di tangan pemuda seperti Xiao Shuxiang. Itu bukan lagi separuh, tetapi kitab yang sudah lengkap! Jika dia mendapatkannya, maka dirinya akan menjadi tidak terkalahkan.
"Lumayan," Xiao Shuxiang menimang benda di tangannya sebelum berbalik. Dia memperhatikan Chu Gu Xiang yang nampak diam, namun dengan tatapan mata yang mengarah pada benda di tangannya.
"Kau jangan melamun seperti itu. Hmph, apa yang sedang kau pikirkan?" Xiao Shuxiang menyadarkan Chu Gu Xiang dengan sedikit menggores pipi gadis ini memakai pedang di tangannya.
"Kau!" Chu Gu Xiang tersentak dan langsung menyentuh pipinya. Itu hanya goresan kecil, namun dia kesal karena pemuda ini sudah membuat wajahnya lecet.
"Ini benda berbahaya, tidak untuk dipelajari oleh kultivator biasa. Jadi jangan berharap bisa mendapatkannya,"
"Si-siapa juga yang memikirkan hal itu?" Chu Gu Xiang cemberut dan kemudian mengikuti Xiao Shuxiang yang berjalan mendahuluinya. Dia pun buka suara, "Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Xiao Shuxiang berhenti berjalan, ekspresi wajahnya kembali normal bahkan nada suaranya pun sudah tidak dingin lagi. Dia berkata, "Tidak tahu. Tapi yang jelas aku tidak akan mengatakannya padamu,"
"Hmph," Chu Gu Xiang mendengus dan nampak menyilangkan tangan. Dia baru akan merutuk saat mendengar suara dari pemuda ini.
Xiao Shuxiang berujar pelan, "Aku ingin berterima kasih untuk segalanya. Kau sudah banyak membantuku dan teman-temanku yang lain,"
"Ti-tidak perlu mengatakan itu," Chu Gu Xiang tersentak dan menjadi gugup. Dia pun berkata, "Aku juga tidak pernah membantumu dan teman-temanmu selama ini. Aku hanya melakukan itu untuk diriku sendiri,"
Chu Gu Xiang berkata, "Lagipula daripada itu ... Bukankah saat ini nyawamu akan berada dalam bahaya. Kau sekarang sedang memegang Kitab Pembunuh Matahari, dunia pasti akan mengincarmu demi kitab itu."
"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya," Xiao Shuxiang tersenyum tipis saat menoleh menatap Chu Gu Xiang dan berkata, "Sebaliknya kau harus khawatir pada nyawamu sekarang."
"Apa maksud--!!" Chu Gu Xiang kaget karena tiba-tiba suaranya tercekat di tenggorokan. Dia merasakan sakit pada dada dan lehernya. Bahkan rasa terbakar seketika muncul di dalam organnya yang lain.
!!!
Chu Gu Xiang tersungkur di lantai. Kedua tangannya gemetar saat dia melihat warna punggung tangannya berubah warna menjadi biru lebam. Dia dengan perasan terkejut mulai menatap ke arah Xiao Shuxiang dan berusaha untuk menyerukan nama pemuda itu.
Suara Chu Gu Xiang tidak bisa keluar, justru wanita itu mengerang kesakitan hingga dan sampai meneteskan air mata karena rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Xiao Shuxiang memperhatikan wanita cantik ini yang begitu tersiksa. Tanpa nada, dia pun berkata. "Apa aku pernah mengatakan bahwa aku ini merupakan orang yang tidak suka memberikan maaf begitu saja pada orang lain?"
Melihat menyedihkannya Chu Gu Xiang membuat Xiao Shuxiang sama sekali tidak bergeming. Dia bahkan tanpa nada berkata, "Aku menghargai kebaikanmu. Tapi ... Tidak boleh ada saksi. Kau ... Bersyukurlah karena kuberikan kematian yang paling mudah."
__ADS_1
!!!
******