KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
146 - Yīng xióng


__ADS_3

Xiao Shuxiang berusaha mengendalikan gemuruh di dalam dadanya saat melihat betapa sengitnya pertarungan yang dilakukan para peserta konferensi.


Hasrat membunuh di dalam diri Xiao Shuxiang memberontak. Dia sangat ingin bergabung dalam pertarungan dahsyat tersebut. Tangannya sampai gemetar saat semakin riuhnya suara benturan senjata yang terdengar.


Sulit sebenarnya bagi orang seperti Xiao Shuxiang untuk berubah apalagi sampai menghilangkan hasrat membunuh dalam dirinya. Menyentuh organ dalam makhluk hidup saja----sama seperti bernapas baginya dan itu merupakan sebuah keharusan.


Jika Xiao Shuxiang tidak mengambil nyawa atau menguliti seseorang selama sehari saja, maka tangannya akan terasa aneh. Dan jika dia menahan diri selama seminggu, dadanya akan terasa sesak dan benar-benar seperti orang yang sulit bernapas. Jadi bisa dibayangkan betapa beratnya hari-hari yang dijalani oleh Xiao Shuxiang tanpa membunuh siapa pun selama beberapa bulan ini.


Dia mungkin terlihat baik-baik saja dan seakan tidak ada perubahan aneh pada tingkahnya di hadapan semua orang. Tapi yang sebenarnya adalah, keadaan Xiao Shuxiang sedang buruk. Hanya saja, tidak seorang pun selain Hu Li yang tahu mengenai hal ini.


Dan bisa saja karena menahan diri itulah hingga Iblis Mimpi dapat mempengaruhi alam bawah sadar Xiao Shuxiang hingga dirinya sering mengalami mimpi yang aneh dan bahkan tidak bisa dikendalikan.


Xiao Shuxiang sungguh telah berusaha keras, dia sampai menyakiti diri sendiri untuk bisa menjadi manusia yang sebenar-benarnya. Bahkan saat ini pun, meski binar pada matanya begitu jelas dan hasrat membunuhnya memuncak----dia masih berusaha untuk menjernihkan pikirannya.


".......... Tidak ada Mo Huai, Wang Zhao dan Lan'Er di sini. Berarti mereka ada di tempat lain," Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekitar namun teman-temannya tidak dia temukan.


"Aku sebaiknya mencari anak-anak itu, tapi ...." Xiao Shuxiang menahan napas. "Apa aku membunuh beberapa orang dulu baru setelahnya pergi?"


Seulas senyum samar terukir pada wajah Xiao Shuxiang, "Baiklah. Lan'Er dan yang lainnya tidak ada di sini, kurasa aku bisa sedikit bermain-main."


*


*


"Khh..! Kuat sekali...!" seorang kultivator menggeram, wajahnya terlihat buruk. "Sebenarnya jenis Demonic Beast apa yang sedang kuhadapi ini?!"


Kultivator muda itu berusaha menangkis serangan lawannya. Dia melihat sosok yang sedang dihadapinya merupakan Demonic Beast berkaki empat, namun yang sebenarnya adalah-----dia sedang bertukar serangan dengan kultivator dari sekte lain.


"Serangan cakar dari Demonic Beast ini kuat dan tajam. Aku harus melakukan sesuatu," kultivator itu baru saja akan kembali melesat----namun dia tiba-tiba saja mendapat serangan dari belakang.


!!

__ADS_1


Mata kultivator itu terbelalak dan darah keluar dari mulutnya. Dia menundukkan kepala dengan pelan dan melihat ada tangan yang menembus dadanya.


Aakh!


Sosok yang menyerang kultivator itu dari belakang mulai menarik pelan tangannya, dia mengobrak-abrik organ dalam lawan dan bahkan mematahkan tulang rusuk dari kultivator tersebut.


Gerakan tangan sosok itu lambat dan luar biasa menyakitkan. Kultivator yang nyawanya sudah berada di ujung kepala itu pun bahkan tanpa ragu dilempar hingga menubruk beberapa orang murid.


Pelaku penyerangan ini jelas adalah Xiao Shuxiang. Dia sama sekali tidak merasa berdosa telah mengambil nyawa orang yang bahkan tidak punya masalah apa pun dengannya. Bahkan senyuman tipis terlihat di wajah mempesona itu dan ekspresi di matanya nampak seperti pembunuh.


Tidak ada Lan Guan Zhi di tempat ini, apalagi Wang Zhao dan Mo Huai. Itu berarti dia bebas melakukan apa pun dan teman-temannya tidak akan tahu.


"Ayo jadikan ini pemanasan yang sangat menyenangkan..." Xiao Shuxiang kembali melesat. Dia jelas tidak akan peduli pada nyawa orang asing. Lagipula para murid ini pun sudah banyak mengalami luka, Xiao Shuxiang jelas hanya berbaik hati membantu mereka untuk mati dengan rasa sakit yang tidak terelakkan.


Selain itu, para kultivator ini kebanyakan memiliki aroma kebohongan yang pekat dan mereka sudah banyak mengambil nyawa orang lain sebelumnya. Xiao Shuxiang paling tidak sungkan menarik keluar setiap tulang manusia yang aroma kebohongannya begitu pekat.


Di mata para kultivator sendiri. Mereka melihat Xiao Shuxiang seperti Demonic Beast yang sangat buas dan begitu sulit dikalahkan. Jika mereka salah sedikit saja dalam mengambil tindakan, maka nyawa--lah yang akan jadi taruhannya.


"..............."


Xiao Shuxiang baru mengambil tiga nyawa. Pergerakannya lambat, tetapi sangat mengerikan. Dia menikmati setiap detik waktunya untuk memanjakan kedua tangannya.


Lengan pakaian Xiao Shuxiang yang sebelumnya berwarna putih bersih pun kini berubah kotor karena darah. Dirinya pun kembali melesat, namun kali ini saat akan menyerang seorang murid----Xiao Shuxiang terkejut karena tiba-tiba saja dihentikan oleh pedangnya sendiri.


?!


Yīng xióng melayang di udara tanpa siapa pun yang mengendalikannya. Dia dengan gesit menyerang pemiliknya sendiri dan seolah-olah sedang melindungi kultivator yang masih tidak tahu bahwa mereka sedang dalam kendali ilusi milik Yi Shisi.


"Yīng xióng..!" Xiao Shuxiang menapak di tanah dan membentak, "Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku, huh?!"


Yīng xióng lagi dan lagi menyerang Xiao Shuxiang sampai pemuda ini benar-benar mengerti kesalahannya. Dua orang murid dari sekte yang berbeda ikut melesat dan menyerang dengan pemahaman bahwa yang mereka hadapi adalah Demonic Beast berlevel tinggi.

__ADS_1


Xiao Shuxiang menghindari serangan Yīng xióng, tetapi dia dengan berani melukai kultivator yang mengayunkan senjata ke arahnya. Bahkan hanya sekali kibasan tangan dan kultivator tersebut terpental cukup jauh hingga menubruk batang pepohonan.


"Yīng xióng..!" Xiao Shuxiang berseru yang justru terdengar bagai geraman hewan buas dalam pendengaran para kultivator itu.


Jika ingin dilihat lebih saksama, warna mata kultivator itu sepenuhnya berwarna putih tanpa adanya pupil. Ini merupakan ciri-ciri dari orang yang terkena jurus ilusi. Xiao Shuxiang yang bertarung bahkan tidak terlalu memperhatikannya karena dia sedang dalam masalah sekarang.


Yīng xióng tidak main-main dalam menyerang. Dia seakan mengatakan bahwa meski teman-teman Xiao Shuxiang tidak ada di sini----bukan berarti pemuda ini bisa bertindak seenaknya, apalagi sampai mengambil nyawa orang yang tidak bersalah.


!!


Xiao Shuxiang tersentak. Saat dia hendak membalas serangan dari murid lainnya----Yīng xióng dengan cepat menangkis serangannya dan pedang itu justru melukai murid hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


"Yīng xióng..." mata Xiao Shuxiang terbelalak. Pedang pusakanya memakai racun untuk membuat para murid itu tidak sadarkan diri. Hebatnya, tidak ada seorang pun dari murid-murid tersebut yang menjadi gumpalan daging.


Xiao Shuxiang tahu benar bahwa Yīng xióng memiliki racun yang sangat mematikan. Bahkan Demonic Beast berusia tua dan mempunyai usia yang panjang pun-----dapat menjadi gumpalan daging di ujung bilah pedangnya.


Anehnya, entah sejak kapan Yīng xióng mempunyai kemampuan yang bisa membuat lawan hanya tidak sadarkan diri. Padahal selama ini, mereka yang menjadi target serangan pedangnya selalu berakhir menjadi tulang--belulang atau gumpalan daging busuk.


"Yīng xióng, hentikan. Kau tidak boleh membuat mereka pingsan," decakan Xiao Shuxiang terdengar jelas. Dia kembali berujar, "Bagaimana aku bisa menghabisi mereka jika kau melakukan ini?"


Yīng xióng telah selesai dan berhasil membuat kultivator yang tersisa menjadi tidak sadarkan diri. Dia pun bergerak dan menulis sesuatu di tanah, Xiao Shuxiang mendekat untuk membacanya.


"Bukan mereka yang harusnya menjadi targetmu. Tinggalkan mereka dan cari musuh yang sebenarnya,"


"Yīng xióng, tapi aku lebih suka menguliti manusia bila dibandingkan makhluk yang lainnya. Tidak bisakah kau membiarkan aku kali ini? Aku juga butuh liburan,"


Xiao Shuxiang menarik napas dan mulai berkata, "Yīng xióng. Aku sudah menjadi orang baik selama ini. Aku belajar giat dalam hal pengendalian diri. Jadi tidak masalah, kan jika aku mengambil libur sebagai anak baik sehari saja?"


Xiao Shuxiang menginginkan izin resmi dari Yīng xióng. Dia sebelumnya sudah salah perhitungan. Xiao Shuxiang lupa bahwa dia mempunyai pedang pusaka yang selalu mencegahnya melakukan hal menyenangkan.


******

__ADS_1


__ADS_2