KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
61 - Sosok Yang Tidak Bisa Ditindas


__ADS_3

Kejadian itu berlangsung sepersekian detik dan dampaknya seperti sambaran petir di dalam dada untuk pelayan muda tersebut.


Dia amat terkejut ketika tangan kanannya yang memegang kuat belati ditahan oleh sosok yang harusnya menjadi target serangannya.


"Apa yang kau lakukan? Mungkinkah panas matahari membuatmu gila atau ada efek samping dari udara di dalam hutan ini? Hah, atau mungkin karena ucapan bijakku yang tidak bisa kau terima?"


!!


Suara yang dia dengar jelas adalah milik Xiao Shuxiang. Pemuda itu memegang pergelangan tangannya dengan kuat dan nampak berbicara tenang. Ini membuat dirinya semakin takut karena tindakannya yang telah disadari.


Xiao Shuxiang jujur saja kaget dengan serangan kejutan yang dialamatkan padanya. Dia memperhatikan dan melihat raut wajah pelayan muda ini yang sangat ketakutan.


"Aku jadi tidak tega memukulmu," Xiao Shuxiang merebut belati pelayan itu dan melepaskan cengkeraman tangannya.


Hanya saja, saat pelayan itu terlepas dari Xiao Shuxiang----dia kembali menyerang. Kali ini dia menggunakan kepalan tangan dan tendangan. Pertukaran serangan itu berlangsung sangat singkat, bahkan Xiao Shuxiang hanya butuh dua gerakan untuk meringkus lawannya.


"Kau serius ingin menyerangku?" Xiao Shuxiang menekan pelayan muda itu di tanah. Belum sempat dia bersuara ketika sebuah kilatan cahaya merah yang tajam menebas udara dengan keras bagai petir yang menyambar.


!!


Xiao Shuxiang spontan bereaksi. Dia menarik pelayan muda yang ditekan ke tanah untuk menghindari sambaran dari kilatan cahaya itu. Andai tidak cepat menghindar, kemungkinan besar tubuh Xiao Shuxiang langsung terbelah dua.


Pelayan muda itu juga sama terkejutnya. Jika saja dirinya tidak ditarik oleh Xiao Shuxiang----entah apa jadinya.


"Maafkan aku..." lirihan pelayan itu terdengar. Dia meminta maaf pada Xiao Shuxiang karena sudah menyakitinya.


"Seorang pelayan sepertiku harus mengikuti perintah. Aku sungguh tidak ingin melakukannya,"


Xiao Shuxiang menatap pemuda yang sedang dia rangkul. Dirinya tidak berkata apa-apa dan hanya fokus memandang ke depan. Sebuah kilatan cahaya merah kembali menebas udara dan mengarah padanya.


!!


Xiao Shuxiang kembali menghindar dan kali ini dengan menggendong pelayan muda di sampingnya itu. Dia menapak di sebuah dahan pohon dan mulai melihat ada tiga wanita berpakaian merah yang sedang berjalan tenang.


"Mereka yang memberimu perintah, kan?" Xiao Shuxiang akhirnya bertanya. Nada suaranya rendah.


Pelayan muda mengangguk pelan. Dia sebenarnya terkejut bukan main ketika digendong seperti ini oleh Xiao Shuxiang. Tapi dirinya memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghindari serangan itu.


"Hebat sekali. Hanya seorang pelayan yang berada di Forging Qi tingkat 5, tapi sudah bisa menghindar dari serangan cambukku. Aku memujimu,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang memperhatikan wanita berpakaian merah itu. Dia pun melompat turun dan menapak dengan mulus di tanah. Suaranya setengah berbisik, "Kau segeralah pergi dari tempat ini."


Pelayan muda tersebut mulai diturunkan. Dia menatap Xiao Shuxiang dan lantas berlari pergi. Dia tahu bahwa tetap di sini hanya akan menjadi beban.


Salah satu wanita berpakaian merah yang melihatnya tidak membiarkan pelayan muda itu pergi. Dia menarik pedangnya dan melesatkan sebuah serangan yang besar.


Xiao Shuxiang mengumpulkan Qi di ujung jari tangan kirinya dan hanya sentilan ringan sampai sebuah lesatan segera menangkis serangan wanita itu hingga tidak mengenai pelayan muda tersebut.


!!


Apa yang Xiao Shuxiang lakukan sangat mengejutkan. Dia langsung menarik perhatian ketiga wanita berpakaian merah di hadapannya.


Xiao Shuxiang bersuara serius, "Kenapa kau ingin menyerang orang yang sudah mengikuti perintahmu? Tidak suka jika ada saksi mata, huh?"


"Dia tidak berguna, itu saja."


Xiao Shuxiang tidak mengenal ketiga wanita ini, tapi sudah jelas mereka datang untuk mencari masalah.


Xiao Shuxiang. "Jika kuingat-ingat lagi, aku tidak pernah menyinggung Nona-Nona yang cantik ini. Lantas apa yang membuat kalian begitu inginnya menindasku?"


"Aku tidak butuh kata manismu, Xiao Shuxiang. Kedatangan kami kemari untuk mengajarimu bagaimana caranya bersikap di depan para murid Sekte Lautan Awan utamanya dengan para murid senior,"


Tidak ada basa-basi. Pertarungan sengit langsung terjadi bahkan tanpa waktu yang lama. Xiao Shuxiang sendiri fokus menghindari serangan yang dialamatkan padanya. Dia hanya sesekali menangkis serangan jika tidak sempat menghindar.


Salah satu wanita bernama Ye Qin Jiu. Dia merupakan murid yang akrab dengan Yan Tianhen bahkan mengagumi pria itu. Jadi saat tahu bahwa sosok yang begitu dikaguminya dipermalukan oleh seorang pelayan----tentu saja dia tidak tinggal diam.


"Kau tidak akan bisa terus menghindari serangan ini...!"


"Siapa yang akan menghindarinya?" Xiao Shuxiang tahu lawan menyerangnya dengan serius. Dia pun tidak main-main dalam setiap langkah kakinya.


Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Angin dan memakai dedaunan yang beterbangan sebagai senjata. Dia melesatkan beberapa hingga membuat ketiga wanita berpakaian merah itu kerepotan.


Praktik lawan yang tidak bisa dibaca membuat Xiao Shuxiang sangat berhati-hati dengan serangan yang datang. Dia tahu jika bagian tubuhnya terkena satu serangan saja----itu akan mengakibatkan luka yang parah. Apalagi dalam hal ini, regenerasi tubuhnya sangatlah lambat.


Xiao Shuxiang memancing lawan dengan berkata, "Apa ini ada hubungannya dengan orang bernama Yan Tianhe itu? Aku ingat hanya dia satu-satunya murid yang mencari masalah denganku,"


"Beraninya pelayan sepertimu menyebut namanya tanpa rasa hormat. Dia adalah murid senior di tempat ini...!"


Xiao Shuxiang mendengus. "Yan Tianhen seniormu, bukan seniorku. Aku tidak pernah memberi hormat pada sembarangan orang,"

__ADS_1


"Xiao Shuxiang...!!"


Ye Qin Jiu dan dua rekannya meradang. Mereka melesatkan serangan yang begitu besar seolah ingin mencincang habis pemuda yang menjadi lawan mereka.


Xiao Shuxiang tidak memakai senjata apa pun selain dedaunan yang diterbangkan oleh angin. Daun-daun itu bergerak cepat dan sangat tajam, bahkan mampu mengikis batang pepohonan dengan cukup dalam.


Qi di tempat ini sangatlah padat dan Xiao Shuxiang merupakan kultivator yang bisa memakai Qi secara langsung di alam tanpa perlu mengumpulkannya terlebih dahulu di dalam dantian miliknya.


Meski saat ini kekuatannya disegel dan membuat praktiknya turun hingga Forging Qi tingkat 5, namun Xiao Shuxiang sama sekali tidak kewalahan menghadapi lawan seperti Ye Qin Jiu. Hanya saja memang tetap ada batasan dari yang bisa dia lakukan.


!!


"Sialan," ekspresi keterkejutan nampak di wajah Ye Qin Jiu, "Itu bukanlah gerakan dari kultivator pemula."


"Dia seperti orang yang sudah sering melakukan pertarungan," rekan Ye Qin Jiu meludahkan darah saat serangan yang harusnya mengenai lawan justru dibuat berbalik menyerangnya.


"Ini bahkan lebih buruk lagi," wanita yang lain ikut berujar, "Caranya menangkis seranganku membuktikan bahwa dia seorang petarung."


Ye Qin Jiu mendengus, "Padahal dilihat dari penampilannya----Dia seperti 'Tuan Muda Yang Manja'. Hmph, ternyata dia memang memiliki kemampuan,"


Meskipun bertukar pendapat dengan dua rekannya, namun konsentrasi Ye Qin Jiu tidak pernah berkurang. Ketiga wanita itu memakai kemampuan terbaiknya dalam serangan yang berikutnya.


Xiao Shuxiang membalas serangan tersebut dengan sekuat tenaga yang justru membuat dirinya sendiri terkejut bukan main. Ye Qin Jiu dan kedua rekannya terpental sangat jauh bahkan batang pohon yang mereka hantam satu persatu tumbang, itu pun belum cukup menahan tubuh ketiganya.


!!


Xiao Shuxiang menapak di tanah dan tanpa sadar menahan napas. Mulutnya terbuka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lakukan.


"Praktikku jelas-jelas ada di Forging Qi tingkat 5. Bagaimana bisa aku... Apa aku sungguh sekuat itu?" Xiao Shuxiang kesulitan menelan ludah.


Xiao Shuxiang terlihat pucat, "Ga-gawat jika sampai mereka bertiga tewas. Aku pasti akan dalam masalah besar,"


Mempertimbangkan hal itu membuatnya panik. Xiao Shuxiang segera melesat secepat mungkin untuk memeriksa kondisi ketiga wanita tersebut, namun pikiran jernihnya tiba-tiba kembali.


Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya, "Tunggu. Kenapa aku harus sepanik ini? Merekalah yang mencari masalah denganku duluan. Mereka yang memulainya lebih dahulu, aku hanya membela diri. Jika aku tidak sekuat tenaga melawan, justru aku yang akan mati."


Xiao Shuxiang tahu bahwa pertarungan tadi serta serangan terakhir itu dapat memancing perhatian. "Beberapa orang dari Sekte Lautan Awan kemungkinan besar dalam perjalanan kemari. Jika ada yang melihatku... Justru itu akan menjadi masalah,"


Tanpa membuang banyak waktu, Xiao Shuxiang berbalik dan melangkah pergi. Ekspresi wajahnya seperti tidak punya penyesalan sama sekali, "Akan bagus jika ketiga orang itu kehilangan nyawa, aku tentu tidak akan disalahkan. Dan walau mereka hidup sekali pun, aku masih bisa mengatasinya. Anggap saja hari ini aku sedang tidak berselera untuk mengotori tanganku dengan darah,"

__ADS_1


******


__ADS_2