![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Titik-titik air terbentuk di udara, tepat depan bangunan yang merupakan kamar tidur Xiao Shuxiang. Titik-titik air itu memadat dan lalu membentuk sebuah cermin setinggi orang dewasa.
Xiao Shuxiang melangkah keluar dari cermin. Aroma di tempat ini memang yang paling menyegarkan untuknya. Dia bahkan langsung disambut dengan banyak jenis tanaman bunga disertai kupu-kupu bersayap indah yang beterbangan.
Xiao Shuxiang tersenyum dan menarik napas. "Sekarang tempat ini benar-benar terlihat seperti namanya,"
Xiao Shuxiang berjalan, dia ingin menyapa ibunya terlebih dahulu sebelum pergi ke Sekte Pedang Langit untuk menemui Lan Guan Zhi. Hanya saja, rasanya aneh sebab dia tidak melihat satu pun murid sektenya yang berlalu-lalang.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan melihat ke langit. Dia ingat di waktu seperti ini, sebagian besar murid Sekte Kupu-Kupu akan ada di aula utama dan lainnya berada di halaman belakang. Dia pun memutuskan untuk pergi ke tempat di mana dia bisa melihat ibunya.
Wilayah Sekte Kupu-Kupu begitu luas dan merupakan perguruan yang paling indah. Tidak hanya tentang tanaman bunga, keindahan di tempat ini juga terlihat pada seragam murid Sekte Kupu-Kupu dan karakter mereka yang penuh daya tarik.
Tujuan Xiao Shuxiang adalah aula utama sekte ini. Di tempat itu, para saudara seperguruannya yang memiliki usia berbeda nampak sedang serius mendengarkan pelajaran dari seorang guru yang dibawa dari Istana Kaisar Matahari Tengah.
Hanya saja, jika diperhatikan dengan teliti. Murid-murid yang mendengarkan pengajaran guru ini dengan baik hanyalah barisan murid paling depan. Sementara semakin melihat ke belakang, sudah banyak gaya yang diperlihatkan oleh anak-anak ini.
Ada murid yang menopang dagunya dan mulai mengantuk, ada yang sudah beberapa kali menguap, ada yang bahkan bermain-main dengan kuas di hadapannya dan buruknya lagi, ada yang makan dengan diam-diam.
Di antara para murid itu, Jing Mi yang paling menonjol. Dia duduk paling belakang, dengan tubuh tinggi besar dan berotot. Dia mempunyai wajah yang garang dan terlihat sangat perkasa. Siapa pun akan merasa terintimidasi oleh sosoknya yang mengagumkan.
Hanya saja, bukan murid Sekte Kupu-Kupu jika tidak mempunyai karakter yang menarik. Jing Mi ini memang terlihat sangat hebat, namun di depan buku dan kuas---dia sudah berulang kali menggaruk kepalanya.
"Kenapa kita harus melakukan ini?" suara seorang pemuda membuat Jing Mi menoleh. Dia sebenarnya duduk bersama Hou Yong dan Hai Feng, tetapi karena auranya---kedua teman baiknya ini seakan tidak terlihat.
Hou Yong menengadah ke langit dan mendesah pelan, "Bokongku benar-benar pegal, Saudara Jing. Jika saja aku tahu bahwa kita akan terperangkap dalam situasi seperti ini, aku pasti tidak akan meminta dipulangkan oleh Saudara Xiao hari itu."
Hou Yong menggeleng, "Entah apa yang dilakukan Nie Shang saat ini. Aku juga memikirkan saudara Xiao, dia pasti sedang mengalami petualangan seru sekarang."
Jing Mi menghela napas, "Dibandingkan dengan bergelut dengan kertas---aku lebih baik pergi ke sarang monster atau membuat keributan di wilayah aliran hitam. Duduk seperti ini tanpa mayat sebagai kursiku ... Membuat bokong pegal,"
"Mm, aku setuju." Hou Yong mengangguk, "Aku lebih tertarik dengan darah dan daging daripada kuas dan tinta ini."
Hai Feng yang mendengar kedua temannya bicara nampak tersenyum pahit. Hanya dialah yang kemungkinan masih normal di antara Jing Mi dan Hou Yong.
Dirinya bernapas pelan dan berkata, "Aku tahu kalian tidak suka. Tapi apa kalian ingat ucapan bibi WeiWei? Tidak akan ada misi sampai kita memahami pelajaran etika bangsawan."
Jing Mi menghela napas, "Aku adalah pendekar. Kenapa harus melakukan ini?"
"Kenapa kau tidak protes pada bibi WeiWei saat itu?" Hai Feng bertanya.
Jing Mi, "Karena aku sangat menyukai bibi WeiWei. Tidak mungkin aku menolak apa pun permintaannya--aduh! Siapa yang melempar itu?!"
Jing Mi merintih dan langsung berbalik untuk melihat siapa yang berani menimpukinya. Dia membuat saudara-saudara seperguruannya langsung menoleh ke belakang. Kejadian ini pun bahkan membuat guru yang menjelaskan pelajaran menjadi terganggu.
"Apa yang terjadi di bagian belakang itu?"
"Guru, Senior Jing membuat ulah lagi..!"
"Senior Jing sangat berisik,"
Jing Mi tidak peduli pada protes yang dilayangkan oleh para kurcaci ini. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari tahu siapa yang berani mencari masalah dengannya.
!!!
Angin yang berhembus tiba-tiba menebarkan aura dingin yang menekan. Para murid Sekte Kupu-Kupu bereaksi dan langsung mengambil posisi seakan siap bertarung. Jing Mi berbalik dan menatap tajam ke depan. Energi spiritual mulai keluar dari ujung jari-jari tangannya.
Seseorang terlihat, dengan jubah putih yang berkibar. Ada dua batu kecil di tangan kanan pemuda itu dan nampak dimain-mainkan. Kehadirannya langsung membuat para murid Sekte Kupu-Kupu itu terperangah dan dengan mata yang terbuka lebar saking terkejutnya.
"Kau harusnya mencari gadis lain, Saudara Jing. Jangan terus manja pada ibuku,"
!!!
__ADS_1
Suara itu jernih dan sangat akrab di telinga para murid Sekte Kupu-Kupu, termasuk Jing Mi. Mereka melihat sosok itu tersenyum dan detik itu juga keriuhan terjadi.
"Saudara Xiao?!"
"Saudaraku!"
"Senior Besar Xiao! Itu Senior Besar Xiao..!!"
"Senior Besar Xiao!"
!!
Xiao Shuxiang tersentak, dia langsung dikerumuni dan mulai dipeluk oleh para murid Sekte Kupu-Kupu. Anak-anak ini begitu senang dengan kehadirannya.
"Saudaraku..!" Jing Mi berseru. Para saudara juniornya langsung menyingkir karena tidak ingin ditabrak atau diinjak oleh pemuda yang penuh otot ini.
Xiao Shuxiang tidak sempat bereaksi dan langsung dipeluk oleh saudaranya. Tubuh Jing Mi benar-benar besar dan pelukan temannya ini luar biasa.
"Ukh, Saudara Jing. Kau ini sebenarnya makan apa?" tangan Xiao Shuxiang bahkan tidak sampai karena punggung Jing Mi terlalu besar dan lebar.
"Aku sangat merindukanmu, Saudaraku." Jing Mi terlihat gembira. Meskipun orang asing takut karena wajah dan postur tubuhnya, tapi di depan orang-orang yang mengenalnya---Jing Mi ini sangat polos dan baik hati.
"Kau benar-benar sangat sehat, Saudara Jing." Xiao Shuxiang menepuk dan mengusap-usap lengan saudaranya. Dia pun dihampiri oleh Hou Yong dan Hai Feng yang juga langsung memeluknya.
Kehadiran Xiao Shuxiang membuat gempar Sekte Kupu-Kupu. Para murid yang berada di halaman belakang pun berbondong-bondong ke aula utama untuk bisa melibat Senior Besar mereka secara langsung.
Ada beberapa murid junior yang hanya melihat Xiao Shuxiang dari lukisannya, karena itulah mereka pun juga sangat antusias untuk melihat seperti apa sosok nyata dari keindahan lukisan yang selalu mereka saksikan.
"Coba lihat, putramu datang." Yang Hao yang merupakan ayah dari Xiao Shuxiang nampak tersenyum. Dia berada di lantai tiga aula utama bersama istrinya dan juga beberapa tetua dari sekte lain, termasuk Kaisar Matahari Tengah yang tidak lain adalah Dai Chen.
Xiao WeiWei melihat ke bawah, dia tersenyum tipis dan menggeleng pelan. "Aku rasa Xiao'Er akan lama untuk naik kemari,"
"Hmph, pembawa masalah sekarang datang." Dai Chen menyilangkan tangan dan berkata, "Pelindung sekte ini butuh diperkuat. Setidaknya harus seperti segel pelindung Sekte Pedang Langit agar pembuat onar itu tidak bisa masuk sembarang,"
"Aku tidak marah," Dai Chen tersenyum, tetapi saat ingat sesuatu ... Dia pun berdecak pelan, "Haah... Kenapa Shuxiang datang di waktu seperti ini. Dia akan menjadi pengaruh buruk untuk anakku,"
"Sayang ... Shuxiang sudah menikah. Aku yakin dia berubah menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa. Kau jangan khawatir, hm?"
"Entahlah, Lu'Er. Hati kecilku selalu berkata agar aku tidak boleh percaya padanya,"
"Kau ini.."
Salah satu tetua yang menyaksikan tingkah Xiao Lu dan Dai Chen adalah tetua dari Sekte Tengkorak Darah, Lai Kuan Ye. Dia merupakan kultivator sekte Aliran Hitam yang mempunyai hubungan dekat dengan Xiao Shuxiang.
Terlalu banyak kerumunan di bawah sana, jadi para tetua termasuk Xiao WeiWei lebih memilih untuk menunggu Xiao Shuxiang selesai dan mengunjungi mereka sendiri.
Xiao Shuxiang sebenarnya sangat kewalahan, tetapi untunglah dia mendapatkan bantuan dari Jing Mi, Hou Yong dan temannya yang lain hingga para murid Sekte Kupu-Kupu bisa memberinya ruang untuk bernapas.
"Luar biasa .." Xiao Shuxiang menggeleng pelan dan nampak mengatur napasnya. "Apa jadinya dunia jika kalian terus seperti ini saat bertemu... Hah ... Denganku,"
"Maaf, Senior Besar. Kami terlalu senang bisa bertemu denganmu,"
"Aku juga!"
"Ba-baiklah," Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Aku juga senang bisa melihat kalian semua dalam keadaan yang baik. Kalian sudah menjaga diri dan sekte ini... Rasanya jadi ingin berterima kasih,"
Xiao Shuxiang mengusap salah satu kepala murid Sekte Kupu-Kupu sebelum mulai mengarahkan pandangannya ke lantai bangunan megah di hadapannya. Dia bisa melihat orang-orang terdekatnya berkumpul di sana.
"Kita akan bicara lagi, aku ingin menyapa Tetua Sekte dulu." Xiao Shuxiang menepuk bahu murid Sekte Kupu-Kupu yang lain dan mulai berjalan pergi. Namun seruan salah satu saudaranya membuat langkah Xiao Shuxiang terhenti.
"Itu Tuan Muda Lan..!"
__ADS_1
!!!
Xiao Shuxiang tersentak. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat mendengar nama teman baiknya diserukan. Dia memang ingin menyelesaikan masalahnya dengan Lan Guan Zhi, tetapi di waktu yang lebih tepat.
Semua orang memandang ke arah Lan Guan Zhi, begitu pun dengan Jing Mi. Mereka melihat pemuda tampan itu berjalan, namun dengan tatapan mata yang diturunkan.
Entah karena apa, para murid Sekte Kupu-Kupu seakan tanpa sadar menepi---membentuk jalan di tengah yang langsung mengarah pada Xiao Shuxiang. Mereka tidak tahu, tetapi suasana ini seakan memberi isyarat agar mereka tidak boleh mengganggu.
Xiao Shuxiang menarik napas, sudah terlambat baginya sekarang. Lagipula, jika dipikirkan baik-baik ... Sejak Lan Guan Zhi mengurung diri di kamar dan tidak mau menemuinya---ini pertama kalinya teman baiknya itu mengambil inisiatif lebih dulu.
Xiao Shuxiang memutuskan akan menghadapinya, jadi dia pun berbalik. Hanya saja tepat saat dia membalikkan tubuhnya---dia langsung mendapat terjangan berupa pelukan yang sangat mengejutkan.
!!!
Semua orang syok dan ekspresi Hou Yong serta Jing Mi saat menggambarkan kejadian ini jelas mewakili reaksi semua orang. Mereka tidak pernah menduga bahwa Lan Guan Zhi akan melakukan hal semacam ini.
"Lan Zhi..?" Shuxiang berkedip. Ada perasaan yang aneh karena tidak menyadari kehadiran Lan Guan Zhi sebelumnya. Padahal biasanya, dia selalu akan mencium aroma kayu cendana lembut yang menandakan akan kedatangan teman baiknya ini.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia baru akan bertanya saat pelukan padanya mulai dilonggarkan. Sekarang dia bisa melihat wajah teman baiknya dan tatapan mata biru yang penuh kelembutan itu.
Namun sedetik berikutnya, Xiao Shuxiang tersentak kala menyadari sesuatu dan sebelum dia bicara---sosok di hadapannya menunduk dan melakukan sesuatu yang membuat ledakan dahsyat dan mengguncang batinnya.
!!!
Dai Chen dan Xiao Lu yang berada di lantai tiga bahkan sampai berdiri saking syoknya. Bukan hanya mereka, tetapi Lai Kuan Ye, Xiao WeiWei, Yang Hao dan para tetua sekte lain pun terlihat berdiri.
"Oh!!"
"Astaga..!!"
"Ya Tuhan!"
Jing Mi dan Hou Yong tidak bisa mendengar suara jantung mereka. Keduanya melihat dengan jelas bagaimana kejutan yang diberikan oleh Lan Guan Zhi. Jing Mi bahkan merasa bahwa dia mungkin sudah bermimpi.
"Tunggu--!!" Xiao Shuxiang mencoba untuk mendorong, tetapi pergelangan tangannya di pegang dan dia didorong hingga terjatuh.
Berat orang ini mengingatkan Xiao Shuxiang pada makhluk yang dahulu selalu melompat menerjangnya. Dia yakin Lan Guan Zhi yang ini adalah Lan Xiao yang menyamar!
Lan Guan Zhi teman baiknya tidak mungkin memiliki niat seperti itu padanya, jadi ini pasti ulah Lan Xiao. Memang siapa lagi yang selama ini selalu menerjang dan menjilati wajahnya jika bukan Harimau Bulan tersebut? Tapi kenapa Lan Xiao mengambil wujud pria dewasa dan bukan sosok sembarangan, tetapi Lan Guan Zhi?!
!!!
Kejadian ini mengejutkan dan sampai membuat orang-orang membeku. Sosok yang baru saja tiba dari halaman belakang Sekte Kupu-Kupu adalah Ling Qjng Zhu dan gadis berambut putih itu terkejut.
"Shuxiang ..." Ling Qing Zhu tidak tahu bagaimana ini terjadi. Wali Pelindungnya sekarang sedang ditindih, di hadapan banyak orang dan pelakunya adalah insan yang tidak terduga.
Sebuah lesatan angin datang dari arah samping Ling Qing Zhu, tepat ketika gadis itu masih mencerna situasi. Dia tentu saja sangat syok, apalagi melihat pipi Wali Pelindungnya mendapat pelecehan.
Seseorang menyentuh punggung pemuda yang menindih Xiao Shuxiang dan membuat wujud asli sosok itu terlihat. Harimau seukuran anak kucing kini berhasil ditangkap oleh seseorang yang tidak lain adalah Lan Guan Zhi yang asli.
!!!
"Tu-tunggu! Ada apa ini?!" Hou Yong dan beberapa saudara seperguruannya saling melempar pandangan antara Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi, kemudian pada harimau kecil itu.
"Sebenarnya ada apa ini?"
"Tuan Muda Lan ... Saudara Xiao.."
"Kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi hanya melihat pada Xiao Shuxiang. Dia mengulurkan tangan kepada teman baiknya.
".................." Xiao Shuxiang masih syok, tetapi menerima uluran tangan teman baiknya itu. Dia pun berdiri dan menatap siapa yang saat ini sedang ada di hadapannya.
__ADS_1
******