![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kota Bintang Biduk merupakan kota terbesar di wilayah Kekaisaran Matahari Tengah. Kota ini dekat dengan Sekte Pedang Langit dan bisa dibilang adalah bagian dari wilayah sekte tersebut.
Karena merupakan bagian dari Sekte Besar, maka kedamaian dalam Kota Bintang Biduk dikabarkan sangat terjaga. Para murid Sekte Pedang Langit bahkan tidak banyak menerima misi dari warga kota apalagi keluhan mereka tentang serangan hewan buas dan sebagainya.
Dan karena kedamaian ini, para murid Sekte Pedang Langit lebih banyak menerima misi dari tempat-tempat lain, bahkan tempat yang jauh. Bahkan misi tersulit pun berada di lokasi terluar wilayah kekaisaran. Tentu saja untuk misi seperti ini, Patriarch sendiri yang harus turun tangan.
Hanya saja sangat disayangkan bahwa kota yang terlihat tenang kini diganggu oleh kedatangan sekelompok asing yang jelas-jelas tidak datang sebagai teman.
Grrrrr
Suara geraman hewan buas terdengar. Sosok dengan cakar yang kuat dan gigi taring panjang terlihat berdiri kokoh, tidak jauh di gerbang Sekte Pedang Langit. Hewan itu setinggi 7 meter dengan bulu-bulu sehitam malam. Dia mempunyai mata hijau menyala dan di terlihat darah menetes pada sela-sela taringnya.
Makhluk itu tidak sendirian, dia bersama dua hewan sejenis dan bahkan dengan bentuk tubuh serupa. Ada empat orang pria dewasa yang berdiri di samping makhluk tersebut. Satu dari mereka merupakan pria besar berotot, satu orang yang terlihat kurus namun dengan tinggi nyaris 2 meter, dan sisanya terlihat seperti pemuda pada umumnya.
Di hadapan mereka terlihat ada dua orang pemuda berpakaian putih yang terbaring tidak bernyawa. Dari apa yang terlihat, pakaian kedua orang itu merupakan seragam dari Sekte Pedang Langit yang artinya---mereka adalah penjaga gerbang sekte ini yang sudah dibunuh secara mengerikan.
Pria berotot yang bernama Jade Liong terlihat mengusap kepala Demonic Beast Singa Petir miliknya nampak tersenyum tipis. Sorot matanya tajam saat melihat kilauan keperakan dari pelindung Sekte Pedang Langit di hadapannya.
"Jadi ini... Tempat pelarian gadis itu?" Jade Liong buka suara dan membuat salah satu rekannya mendengus.
Yi Jun Cheng, pria tinggi tersebut berkata. "Sepertinya ini sekte yang kuat. Apa kita tunggu sampai gadis itu yang keluar?"
"Hmph, membuang waktu. Tidak lihat Dan Fei-ku yang malang ini kelaparan?" Ying Tao tersenyum, "Ayo biarkan mereka menggila."
!!
Satu isyarat tangan dari Ying Tao dan salah satu Demonic Beast mengeluarkan suara geraman. Hewan itu berlari dan kilatan-kilatan petir mulai terlihat di tubuhnya. Tidak butuh waktu lama sampai Demonic Beast tersebut melesatkan serangan dari mulutnya yang langsung mengenai dinding Sekte Pedang Langit.
Suara menggelegar terdengar dan pelindung sekte yang harusnya sangat kuat itu bahkan sampai pecah. Ini membuktikan bahwa serangan dari Demonic Beast itu luar biasa dahsyat.
Para murid Sekte Pedang Langit mendengar suara keras itu, termasuk Patriarch Lan Xu Jian yang sedang bersama seorang murid senior. Mereka membicarakan sesuatu ketika segel pelindung sekte mendadak rusak.
!!
Mengetahui bahwa ini adalah jenis serangan membuat Patriarch Lan Xu Jian dan murid Sekte Pedang Langit yang bersamanya bergegas ke arah gerbang. Hanya saja mereka tidak sempat karena sebuah serangan melesat dan langsung menerjang Bangunan Empat Arah, tempat di mana para murid mengambil misi mereka.
Tiga ekor Demonic Beast milik Jade Liong menggeram kuat dan kembali melesatkan serangan. Beberapa murid Sekte Pedang Langit mengeluarkan energi spiritual mereka dan menahan serangan tersebut.
__ADS_1
Tidak ada waktu untuk berpikir, apalagi bicara atau mempertanyakan mengapa ini terjadi. Suasana sudah berubah tegang dan kondisi menjadi penuh keriuhan. Para murid Sekte Pedang Langit yang masih junior bahkan berusaha dilindungi oleh murid lainnya.
Kemampuan para murid Sekte Pedang Langit itu sebenarnya hebat, tetapi lawan mereka jauh lebih ahli dalam bertarung. Apalagi mereka menggerakan tiga ekor Demonic Beast yang begitu haus darah.
Patriarch Lan Xu Jian yang melesat terlihat mulai menarik pedang pusakanya dan tanpa aba-aba melakukan serangan. Dia hampir saja mengenai seekor Demonic Beast andai Ying Tao tidak segera melesat dan menerima serangan itu dengan memakai senjatanya.
"Siapa kalian ini?" suara Patriarch Lan Xu Jian dingin saat pedangnya berbenturan dengan keras dengan pedang Ying Tao. Dia tidak tahu dan sama sekali tidak mengenal orang-orang yang berani mencari masalah di sektenya.
Ying Tao mendengus, "Katakan saja di mana gadis itu. Semakin cepat kau menyerahkannya, maka semakin sedikit kerusakan yang kubuat di sektemu."
"Ini bukan tempat yang bisa kau rusak seenaknya," Patriarch Lan Xu Jian dengan kuat mengayunkan pedang miliknya. Dia bertukar serangan dengan pemuda ini dan sejujurnya terkejut karena kekuatan lawannya tidak main-main.
Demonic Beast Singa Petir yang merupakan milik musuh nampak menggeram, terlihat menghadapi para murid Sekte Pedang Langit dan bahkan melompat ke arah mereka. Hewan ganas itu tanpa ragu mencengkeram bahu dan langsung mengigit kepala lawannya.
Seekor Demonic Beast Singa Petir merupakan makhluk yang langka dan luar biasa kuat, tapi di saat seperti ini---justru yang datang adalah tiga ekor dengan keganasan yang sama. Lan Xu Jian bahkan tidak bisa menolong para muridnya yang kesulitan karena dia sendiri harus menghadapi musuh yang kuat.
"Sebenarnya siapa yang kalian cari..!" Patriarch Lan Xu Jian berhasil menghindari serangan lawan, tetapi buruknya serangan itu justru meledakkan sisi bangunan murid dan efeknya adalah kerusakan yang besar.
Ying Tao berkata, "Aku berasal dari Kekaisaran Matahari Tenggelam. Gadis yang kami cari... Harusnya kau sudah tahu siapa dia."
"Dari tatapan matamu sepertinya kami memang datang ke tempat yang tepat. Sekarang serahkan saja gadis itu selama aku masih menahan diri,"
"Gadis yang kau cari tidak ada di tempat ini."
"Hmph, kau tidak bisa menipuku."
"Gadis itu memang tidak ada di sini,
"Kalau begitu akan kuratakan tempat ini untuk membuktikan ucapanmu,"
!!!
Jelas sekali bahwa musuh tidak datang untuk tawar-menawar dengan mereka. Ada tidaknya target orang-orang asing ini, Sekte Pedang Langit tetap terancam.
Patriarch Lan Xu Jian melihat sebuah cahaya melesat dan kembang api meledak. Ini adalah tanda meminta bantuan yang dilesatkan oleh seorang murid Sekte Pedang Langit.
*
__ADS_1
*
Lan Xiao sedang bermain di hutan bambu saat mendengar suara keras yang semakin lama, kian bertambah. Dia tersentak saat tiba-tiba saja mendengar ledakan di langit yang rupanya adalah kembang api permintaan bantuan.
Lan Xiao mengerutkan kening, dia terlalu banyak bermain hingga lupa diri. Bahkan saking serunya mengambil tanaman teratai bersama teman-temannya hingga dia tidak menyadari udara di sekelilingnya berubah.
"A-Xiao? Ada apa?" seorang murid laki-laki turun dari perahu dan menghampiri temannya tersebut. Dia nampak keheranan.
"Apa kau tidak lihat tanda itu?" Lan Xiao menengadah ke langit dan membuat teman di sampingnya ikut menengadah. Anak laki-laki berusia 6 Tahun itu tersenyum, "Itu kembang api yang indah."
"*Dasal bodoh. Itu **peltanda bahaya. Kalian tetap di sini, jangan ke mana-mana."
^^^*Dasar, **pertanda^^^
Lan Xiao langsung berubah menjadi wujudnya yang merupakan Harimau Bulan dan tanpa peringatan melesat meninggalkan teman-temannya. Jarak lokasinya dengan titik kerusuhan yang sedang terjadi lumayan jauh, tetapi dia bisa melesat sangat cepat.
Ketiga Demonic Beast Singa Petir yang sedang mendesak lawan-lawan mereka seketika diterjang oleh Lan Xiao. Harimau Bulan itu menyundul seekor Singa yang nyaris memakan kepala seorang murid.
!!!
Kedatangan Harimau Bulan langka dan begitu besar membuat terkejut Jade Liong beserta rekan-rekannya. Hanya tidak demikian dengan ketiga Demonic Beast peliharaan mereka yang sepertinya sangat marah.
Demonic Beast Singa Petir itu melesatkan serangan dari mulutnya yang juga dibalas dengan serangan serupa dari Harimau Bulan. Pertarungan antara Lan Xiao melawan tiga Demonic Beast membuat kerusakan parah di Sekte Pedang Langit.
Lan Xiao mengeluarkan suara geraman kuat dan melesatkan serangan yang luar biasa dahsyat dari mulutnya. Hanya saja meski serangannya mengenai seekor Singa Petir, tapi tidak butuh waktu lama sampai dirinya sendiri pun ikut terkena serangan Singa Petir yang lain.
Lan Xiao meski kuat, namun bukan berarti dia bisa menghadapi tiga ekor Demonic Beast secara langsung. Dia tentunya kewalahan, belum lagi lawannya justru bekerja sama dengan baik untuk menyerangnya. Tidak hanya itu, serangan lawannya benar-benar brutal dan selalu menargetkan untuk memisahkan kepala dengan tubuhnya.
"Lan Xiao..!" seorang murid Sekte Pedang Langit berseru saat menyaksikan Harimau Bulan terkena dua serangan dari arah berlawanan secara sekaligus.
Beberapa murid yang lain melesat dan membantu Lan Xiao, hanya saja ketiga Demonic Beast itu terus menyerang Harimau Bulan dengan sangat ganas. Salah satu di antara mereka bahkan menggigit kaki Harimau Bulan tersebut dengan keras.
Bantuan baru datang beberapa saat dan itu rupanya adalah Patriarch Pertama Sekte Pedang Langit, Patriarch Yu Chang Hai. Pria yang tinggal di Bukit Salju Tanpa Musim itu langsung menyerang Demonic Beast Singa Petir sama seperti serangan kasar mereka pada Lan Xiao.
Sebenarnya ada sesuatu yang buruk tentang hal ini. Patriarch Ming Mei dan Patriarch Bai Wu Dang sedang tidak ada di kediaman mereka, begitu pun dengan Tetua Besar sekte ini yang ternyata sedang pergi bersama Patriarch Zhao Yan dan entah kapan akan pulang kembali.
******
__ADS_1