KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
210 - Ling Qing Zhu (7)


__ADS_3

Selama perjalanan ke gubuk bambu Xiao Shuxiang, dia dan Ling Qing Zhu tidak saling bicara. Mereka seakan sedang fokus dalam pikiran masing-masing.


Xiao Shuxiang memikirkan tentang bagaimana caranya membuat Yīng xióng menjadi Senjata Spiritual.


Dia sebenarnya tidak pernah meragukan kemampuan diri sendiri. Jadi karena itu Xiao Shuxiang yakin bahwa butuh waktu yang lumayan panjang baginya untuk mempelajari Sutra Pengendalian Jiwa. Dia tidak bisa mempelajarinya dalam waktu singkat.


"..............."


Ling Qing Zhu melihat gubuk bambu dari Wali Pelindungnya. Tempat itu sangat sederhana dan gelap. Dia pun menuntun pemuda yang dirangkulnya dan kemudian mulai membuka pintu.


Xiao Shuxiang memang menderita cukup banyak luka goresan, namun semua itu tidak terlalu parah hingga dirinya harus meringis kesakitan. Dia sudah pulih sejak tadi.


"Hati-hati, Kucing Putih." Xiao Shuxiang berujar pelan, "Ada banyak benda di tempat ini. Kau harus hati-hati saat melangkah,"


"Mn," Ling Qing Zhu memang tidak melihat apa pun selain kegelapan. Tetapi dia cukup beruntung karena berhasil menemukan tempat tidur Xiao Shuxiang dan mendudukkan pemuda itu dengan baik.


Gadis bercadar tipis itu mencari lentera, hanya saja dia justru menemukan suluh. Meski bukan benda yang Ling Qing Zhu cari, namun ini masih termasuk alat penerangan.


Xiao Shuxiang memperhatikan saat Ling Qing Zhu mulai membuat gubuk bambu miliknya terang. Dia tersenyum dan lalu berkata, "Aku jadi membayangkan .... Mungkin suatu hari nanti kita bisa tinggal di sebuah rumah sederhana. Kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia,"


"..............." Ling Qing Zhu mendengarnya dan kemudian menoleh. Dia bicara tanpa nada, "Aku tidak mau diajak susah."


Xiao Shuxiang tertawa, "Aku juga tidak mau mengajak susah anak gadis orang lain. Kau tenang saja, aku bisa mencari uang untuk menghidupimu."


"......... Mn," Ling Qing Zhu berjalan ke arah Xiao Shuxiang dan kemudian bertanya. "Apa masih sakit?"


"Sudah tidak masalah. Tidak sakit lagi, tapi .... Apa aku bisa berpura-pura sakit agar kau tetap tinggal di sini?"


"Kenapa kau menanyakannya?"


"Karena aku tidak mau berbohong,"


"..............." Ling Qing Zhu terdiam cukup lama dan memandangi Xiao Shuxiang. Dia pun kemudian duduk di samping Wali Pelindungnya dan membuat pemuda itu terdiam.


Ling Qing Zhu, "......... Terima kasih,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Kenapa kau berterima kasih?"


"Karena kau tidak mau berbohong,"


"Kucing Putih-"


"Maaf,"


"Mn?"

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya ingin meminta maaf,"


Xiao Shuxiang memperhatikan gadis di sampingnya dan lantas berkata, "Apa aku boleh memelukmu?"


"Tidak,"


"Baiklah jika begitu," Xiao Shuxiang mengembuskan napas pelan. Dia menatap ke sekitaran dan cukup lama terdiam.


"Aku tidak akan pergi," Ling Qing Zhu berujar dan membuat Xiao Shuxiang menatapnya.


"Baiklah, itu bagus. Aku senang mendengarnya,"


"........... Mn,"


Xiao Shuxiang terdiam dan tidak ada yang berbicara selama lebih dari tiga menit. Ling Qing Zhu sendiri juga bukan orang yang tahu caranya memulai sebuah pembicaraan, jadi dia hanya diam dan menunggu Wali Pelindungnya buka suara.


Sebenarnya. Setiap kali duduk berdua dengan Xiao Shuxiang, Ling Qing Zhu selalu merasa gugup. Hanya saja rasa gugup itu tercermin dari semakin dingin pandangan matanya.


Ling Qing Zhu sejujurnya ingin bertanya sesuatu, tetapi dia tidak yakin akan mulai bicara dari mana. Dia jelas sangat ingin bertanya tentang bagaimana pemuda di sampingnya ini bisa sampai terluka.


"......... Rasanya menenangkan," Xiao Shuxiang akhirnya buka suara. Dia pun berujar pelan, "Aku tidak tahu bahwa suasana semacam ini lumayan membuat tenang juga. Biasanya .... Ekspresi pucat para saudara seperguruanmu yang bisa membuatku tenang, tapi kali ini benar-benar berbeda."


Ling Qing Zhu berkata, "Kau membuat banyak masalah di sekteku."


"Ayolah, Kucing Putih. Aku hanya ingin memberi kesan untuk para saudaramu,"


Xiao Shuxiang tersenyum. Tindakannya membuat Ling Qing Zhu menggeleng pelan dan menatapnya tanpa ekspresi.


"..............."


"Kucing Putih ..... Apa menurutmu aku bisa menjadi orang baik?" Xiao Shuxiang kali ini berujar dengan nada yang agak serius. Pertanyaan semacam ini terlontar begitu saja dari bibirnya.


Ling Qing Zhu berkata, "Mn. Aku melihat kau bukan orang yang jahat,"


Xiao Shuxiang mendengus pelan dan tersenyum getir. Dia menggeleng dan berkata, "Apa kau sudah melupakan hal yang kulakukan padamu? Apa yang kau lihat hingga aku nampak seperti orang baik di matamu?"


"........... Kau sudah menyelamatkan banyak orang dan kau menyelamatkan keluargaku. Kau juga sudah membantu aku. Itu tidak terlihat jahat sama sekali,"


"..............." Xiao Shuxiang menatap Ling Qing Zhu cukup lama dan mengulurkan tangan. Dia meraih tangan gadis cantik berambut putih di sampingnya. Tindakan tersebut membuat Ling Qing Zhu cukup tersentak.


Xiao Shuxiang berkata, "Apa kau suka padaku?"


!!


Ling Qing Zhu tidak tahu kenapa, tetapi saat Wali Pelindungnya menanyakan hal tersebut-----dia bisa merasakan denyut aneh di dadanya. Dia selalu lama untuk menjawab sesuatu semacam ini.

__ADS_1


"Shuxiang," Ling Qing Zhu bernapas pelan dan lalu bertanya. "Apa kau menyukaiku?"


Xiao Shuxiang yang tidak menyangka kali ini. Gadis di sampingnya tidak menjawab pertanyaannya, tetapi justru mengajukan pertanyaan sendiri kepadanya.


Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian berujar, "Aku tentu saja menyukaimu. Aku tidak perlu alasan membuktikannya,"


"..............." Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia sudah tahu jawabannya, tetapi dia masih ingin mendengarnya dari Wali Pelindungnya.


Xiao Shuxiang menepuk pelan punggung tangan Kucing Putihnya dan berkata, "Aku pernah bilang bahwa kita bisa berteman terlebih dahulu. Asalkan kau tidak selalu menghindariku, ini lebih dari cukup."


Xiao Shuxiang tersenyum dan kemudian menepuk pelan punggung gadis cantik di sampingnya. Dia pun berkata, "Mungkin kau tidak tahu ini. Tapi aku tipe orang yang menghormati gadis yang kusuka. Aku tidak mau membiarkanmu merasa tidak nyaman saat bersamaku,"


"..............."


Ling Qing Zhu mengakuinya.


Wali Pelindungnya sangatlah baik. Xiao Shuxiang mungkin masih bisa bertindak tidak tahu malu, namun pemuda ini selalu dapat menjaga batasannya.


Meski mereka sudah menikah, Xiao Shuxiang tidak pernah memaksakan kehendaknya. Dia merasa begitu dihargai.


"Boleh kukatakan sesuatu?" Ling Qing Zhu berujar pelan. Nada suaranya jernih dan terdengar bagai riak air.


Xiao Shuxiang mengangguk pelan sebagai respon.


Ling Qing Zhu menarik napas pelan dan kemudian mulai berkata. "Aku gugup,"


Xiao Shuxiang berkedip mendengarnya. Alisnya bertaut dan Ling Qing Zhu lantas berujar kembali.


"Aku gugup saat bersamamu,"


!!


Jika tidak di tempat yang hanya mereka berdua saja, mungkin Xiao Shuxiang akan merasa bahwa pendengarannya bermasalah lagi. Jujur, ini pertama kali baginya mendengarkan Kucing Putihnya bicara demikian.


"Aku selalu gugup saat bersamamu," Ling Qing Zhu berkata, "Rasanya tidak tahu apa yang harus kulakukan."


"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan gadis di sampingnya. Dia tidak mau merusak hal semacam ini dengan bicara beberapa kata.


Ling Qing Zhu, "Boleh aku jujur?"


"Mn," Xiao Shuxiang menggumam pelan sebagai respon. Dia masih meneliti sosok gadis yang duduk di sampingnya.


Ling Qing Zhu, "Kau memiliki senyuman yang indah. Itu terlihat cantik,"


!!

__ADS_1


Xiao Shuxiang tertegun. Jika suasana di tempatnya adalah siang hari----seseorang mungkin akan melihat dengan jelas ujung telinganya yang memerah. Ini pertama kalinya dia mendengar pujian langsung dari sosok Kucing Putihnya.


******


__ADS_2