![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Bocah Pengemis Gila, apa kau yakin ini tempat yang benar?" Yi Wen melihat-lihat ke sekeliling dan tempat ini benar-benar seperti bukan lokasi hunian manusia.
Dia dan Bocah Pengemis Gila berada di tengah hutan yang pepohonannya dipenuhi oleh akar merambat dan juga lumut. Tempat ini sangat lembab dan tidak sama seperti hutan yang biasa Yi Wen kunjungi.
"Aku .... Merasa bahwa ini hutan bekas rawa atau sejenisnya." Yi Wen bergidik ketika sepatunya menginjak lumut yang lengket. "AAH..! Aku tidak mau di sini..! Tempat ini sangat kotor!"
"Kau ini bisa diam tidak?" Bocah Pengemis Gila mengetuk kepala Yi Wen dengan tongkat bambunya dan membuat gadis itu merintih.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Ini adalah Hutan Gambut dan ini memang daerah rawa. Jadi berhentilah mengeluh,"
"Aduuh... Ssssh." Yi Wen mengusap-usap kepalanya dan nampak cemberut. Dia merutuk, "Apa kau tidak pernah diajari sopan santun? Kau ini menindas wanita, itu termasuk kejahatan tahu..!"
"Siapa? Siapa 'wanita' di sini? Aku hanya melihat ada iblis betina di depanku." Bocah Pengemis Gila tidak mau kalah. Dia membuat Yi Wen membeku sampai terperangah.
Tanpa peduli, Bocah Pengemis Gila berjalan lebih dulu dan meninggalkan Yi Wen yang masih masih terdiam. Gadis itu pun mulai mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal.
"Bocah Pengemis Gila..! Kau keterlaluan sekali..!" Yi Wen bersungut-sungut sambil mengikuti Bocah Pengemis Gila. Dia tidak terima dengan sikap pria menyebalkan ini.
"Apa matamu itu hanya pajangan? Bagaimana bisa kau tidak melihatku sebagai 'wanita'? Aku tidak terima---kyaa!" Yi Wen kaget karena ada katak yang melompati sepatunya. "Bocah Pengemis Gila..!"
"Kau ini berisik sekali--!!" Bocah Pengemis Gila baru akan membentak saat tiba-tiba punggungnya dipeluk dari belakang. Dia jelas sangat terkejut. "Yi Wen...!"
"Aku takut..!"
Dahi Bocah Pengemis Gila berdenyut dan dia pun melepaskan pelukan Yi Wen. Dia menatap gadis itu dan berkata, "Kau tidak takut membunuh manusia, tapi kau justru takut hanya karena masalah kecil?!"
"Memangnya tidak boleh seseorang punya rasa takut sendiri? Aku ini benci tempat yang kotor, jorok dan bau tahu..!"
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, "Tidak lagi berdebat denganmu. Aku menyerah, kau menyebalkan."
"Bocah Pengemis Gila, tunggu..!"
*
*
Semakin lama berjalan, Yi Wen mulai melihat beberapa rumah gubuk yang terlihat hampir roboh. Tempat ini bahkan lebih buru dari rumah-rumah tua di Jalan Para Pengemis, tempat tinggal Bocah Pengemis Gila sebelum mereka hidup di gunung.
"Sebenarnya kita ada di mana?" Yi Wen bertanya dengan nada suara yang pelan. Dia bertingkah normal kembali.
"Sekte Lembah Cahaya Surgawi," Bocah Pengemis Gila menjawab sambil melihat-lihat ke sekeliling dan mencari seseorang, siapa pun yang bisa disapa.
Yi Wen bergumam, "Sekte Lembah Cahaya Surgawi.... Namanya bagus sekali untuk tempat yang kumuh seperti rumahmu. Apa ini sektemu?"
"Bukan. Tapi aku pernah belajar di sini ...."
Yi Wen mengerutkan kening, "Bukannya kau ini sudah hidup sangat lama? Kenapa kau bisa mengenal sekte ini dan bahkan masih tahu lokasinya?"
"Haaah... Anak ini." Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan dan menoleh sejenak ke arah Yi Wen sebelum menjawab. "Aku ini memang sudah hidup lama, tapi tidak pikun. Dan lagi, setiap kali Alam Kultivasi Atas dibuka----aku sering mendapat undangan."
Yi Wen mendengus, "Jadi karena itu kau juga bisa mengajakku naik ke alam ini? Tapi--"
"Nanti juga kau akan tahu. Ayo,"
Yi Wen mempercepat langkahnya dan mengikuti Bocah Pengemis Gila. Dia melihat-lihat berbagai gubuk tua di sekitarnya dan penasaran ke mana penghuni setiap gubuk ini.
Baru saja akan bertanya, kening Yi Wen mengerut saat mencium bau yang tidak sedap dan terdengar suara yang asing.
Yi Wen mencarinya dan tersentak saat dia mendongak. Terlihat ada dua orang pria dengan pakaian tua penuh koyakan yang berjungkir balik di udara, tepat di atasnya. Dia sampai kaget karena hal itu.
!!
Bocah Pengemis Gila pun tersentak. Dia melihat ada dua pria yang menapak di tanah dan langsung menghunuskan tongkat bambu mereka. Wajah kedua pria itu kotor dan tubuh mereka penuh bau yang tidak sedap.
"Siapa kalian?!" salah satu pria berseru. Raut wajahnya terlihat tidak bersahabat.
Yi Wen meraih lengan Bocah Pengemis Gila dan memperlihatkan tatapan mata yang polos. Dengan suara yang dibuat gemetar, dia pun berkata. "Aku takut, Tuan-Tuan... Tolong jangan kasar~"
__ADS_1
"Kami tidak mengenalmu, sebutkan nama dan alasan kalian kemari..!"
"Cepat katakan atau kalian mati..!"
Yi Wen berkedip. Kedua pria di depannya sama sekali tidak memberinya perhatian apa-apa. Jangankan bertatapan mata dengannya, kedua orang itu bahkan hanya menghunuskan tongkat bambu ke arah Bocah Pengemis Gila.
"Apa-apaan mereka ini..." Yi Wen bergumam dan terlihat kesal. Dia baru akan bertindak saat pergelangan tangannya dipegang oleh Bocah Pengemis Gila.
"Tenang, kawan-kawan." Bocah Pengemis Gila tersenyum, "Sepertinya ada kesalah-pahaman di sini. Aku datang kemari karena mendapat undangan ini,"
??
Bocah Pengemis Gila mengambil sebuah gulungan yang dia simpan di balik pakaiannya. Salah seorang pria dengan tongkat bambu berjalan dan mengambil gulungan tersebut.
"..............."
"..............."
"Bagaimana...?" Bocah Pengemis Gila bertanya karena kedua pria di depannya hanya melihat isi gulungan itu dan saling berpandangan tanpa mengatakan apa-apa. Yi Wen pun bahkan menjadi tegang sendiri.
Salah seorang pria terbatuk, "Ahem. Ka-kalian harus tunggu di sini. Aku akan sampaikan ini terlebih dahulu pada pemimpin kami. Jangan bergerak,"
?!
Yi Wen tersentak ketika salah satu pria di depannya langsung melesat pergi dan satunya lagi menjaga mereka dengan tetap menghunuskan tongkat bambunya.
Yi Wen berbisik, "Bocah Pengemis Gila .... Bukankah di dalam gulungan itu sudah tertulis jelas isinya. Corak pada gulungan itu pun sudah menjadi bukti bahwah kau memberikan mereka gulungan yang asli. Kenapa .... Mereka harus melapor lagi?"
"Mana aku tahu, kau pikir aku ini cenayan? Sudah. Diam dan tunggu saja,"
Yi Wen mengurucutkan bibirnya. Dia pun menyilangkan tangan dan berujar, "Kau ini tidak bisa diajak kerja sama. Tidak ada manis-manisnya sama sekali,"
"Aku bukan gula,"
"Bocah Pengemis Gila...! Aku tidak suka padamu..!" Yi Wen benar-benar ingin sekali mengacak-ngacak wajah pria di sampingnya ini. Bocah Pengemis Gila tidak bisa diajak romantis, bahkan tidak bisa diajak bicara ketika dia sedang serius bertanya. Dia benar-benar tidak habis pikir pria di sampingnya ini bisa hidup sangat lama.
Pria yang berpakaian compang-camping itu sebenarnya penasaran dengan sosok asing di depannya. Ini pertama kalinya dia melihat ada pria yang berani keluar rumah dengan riasan aneh menempel di wajahnya. Satu hal yang pasti---sosok ini adalah orang yang tidak waras.
"..............."
Cukup lama Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila menunggu sampai terlihat dua orang pria yang melayang dan lalu menapak lembut di hadapan mereka. Salah satu pria itu nampak berusia sekitar 50 Tahun dan memakai pakaian yang lebih bersih meski di tangannya juga terdapat sebuah tongkat bambu dan satu-satunya yang berwarna merah gelap.
"Long'Er...!?"
"Tetua Shang,"
Yi Wen kaget karena tiba-tiba pria tua yang dia lihat saling menyahut dengan Bocah Pengemis Gila. Dia terperangah, apalagi saat Bocah Pengemis Gila dan tua bangka itu berpelukan, saling menyapa dan seperti merupakan teman lama yang baru saja bertemu.
Anehnya, tua bangka itu sama sekali tidak risih dengan riasan di wajah Bocah Pengemis Gila dan bahkan mengenali pria tersebut dengan sangat baik.
"Ini .... Sebenarnya ada apa?" Yi Wen mengerutkan keningnya. Dia sungguh tidak tahu apa-apa.
"Kenapa kau baru datang? Aku sudah mengirimimu banyak undangan dan juga surat, tetapi kau sama sekali tidak pernah membalasnya,"
"Maafkan aku, Tetua Shang. Aku pernah berjanji tidak akan naik ke Alam Kultivasi Atas lagi jika tidak ada hal penting dan aku dalam misi sekarang ini,"
"Long'Er. Kenapa kau membuat janji yang seperti itu, kau ini.." Tetua Shang memukul pelan dada Bocah Pengemis Gila dan kemudian merangkul pria itu.
Dia mengusap-usap punggung Bocah Pengemis Gila dan memperlakukannya seperti cucu sendiri. Tetua Shan adalah orang yang sama dengan pria tua yang pernah ditemui Xiao Shuxiang----Shang Quan Yi, Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi.
"Hmm? Siapa Nona Cantik ini? Apa dia istrimu?" Tetua Besar Shang baru melihat bahwa ternyata ada gadis cantik di sini. Pertanyaannya membuat terkejut.
Yi Wen berkedip dan merasa agak gugup. Dia menyatukan tangan dan kemudian memberi hormat. Penampilan sopannya membuat Bocah Pengemis Gila berkedip.
Pria dengan riasan mirip hantu gantung itu menggaruk hidungnya yang tidak gatal dan memperkenalkan Yi Wen. Dia berkata, "Saat ini kami hanya berteman. Dia biasa dipanggil Yi Wen,"
Bocah Pengemis Gila lantas merangkul lengan Tetua Besar Shang dan langsung mengalihkan pembicaraan. "Tetua Shang, aku lama menunggumu~ Kakiku lemas berjalan. Kau punya makanan, kan? Aku sangat lapar~"
__ADS_1
"Haaah... Kau ini. Nona Wen, ayo kemari." Tetua Besar Shang memanggil Yi Wen agar gadis itu ikut berjalan bersamanya. Dia pun berujar pada Bocah Pengemis Gila, "Aku sekarang bukan 'Tetua Shang' lagi, tapi 'Tetua Besar Shang'. Kau harus bisa bedakan itu,"
"Waah~ jadi sekarang Anda sudah menjadi Tetua Besar? Tapi aku tidak mau memperbaiki sikapku. Jadi tolong ya~" Bocah Pengemis Gila tersenyum dan merangkul erat lengan Tetua Besar Shang. Tindakannya memang tidak sopan dan sebenarnya memancing pandangan aneh dua pria bertongkat yang berjalan di belakang mereka.
Untuk Tetua Besar Shang sendiri, dia sama sekali tidak protes atau pun merasa terganggu dengan tingkah pria ini. Dia bahkan tersenyum dan lalu bertanya, "Sudah berapa lama kita tidak bertemu. Kau sama sekali tidak berubah,"
"Mm... 10 Tahun kurasa,"
"Berapa usiamu sekarang?"
"34 Tahun, itu seingatku. Bagaimana menurut Tetua?"
Yi Wen tersentak mendengar ucapan Bocah Pengemis Gila mengenai usianya. Dia mendengus, "Pembohong."
"Kau terlihat lebih muda dari usiamu. Kau sama sekali tidak memiliki perubahan. Kau masih terlihat berusia 23 Tahun di mataku,"
"Benarkah? Tetua Shang juga terlihat tidak berubah sama sekali. Buktinya aku langsung bisa langsung mengenali Tetua,"
"Sudah kubilang panggil 'Tetua Besar', kan?"
"Ha ha ha, maaf. Aku belum terbiasa~"
"..............." Yi Wen hanya terdiam dan memperhatikan kelakuan Bocah Pengemis Gila. Dia merasa diabaikan, apalagi kedua pria di belakangnya sama sekali tidak mau memandang ke arahnya.
"Ya ampun .... Apa mereka impoten?" Yi Wen menyilangkan tangan dan merutuki orang-orang ini di dalam hati. "Kalian pria yang memalukan! Kalian sudah berdosa karena mengabaikan gadis cantik seperti ini..! Aaah! Aku membencinya! Kapan ini segera berakhir?! Mengesalkan sekali..."
Yi Wen terus berjalan mengikuti Tetua Besar Shang dan Bocah Pengemis Gila. Dia kaget karena di tempat yang kumuh semacam ini ada bangunan besar dan pemukiman yang begitu bersih. Jauh sekali dengan tempatnya datang tadi.
Bukan hanya itu, bahkan Yi Wen sampai terperangah ketika dia berjalan pada sebuah jembatan kayu yang di kedua sisinya adalah kolam ikan dengan air yang jernih. Udara di tempat ini pun sangat segar dan begitu menenangkan.
Yi Wen kaget karena saat mengedarkan pandangan ke sekeliling----dia melihat ada sebuah gerbang utama yang berdiri kokoh. Dahinya berdenyut saat merasa sudah ditipu oleh Bocah Pengemis Gila.
"Padahal ada jalan yang lebih baik dan dia malah mengajakku melewati tempat yang kotor dan bau. Apa dia sedang balas dendam atas apa yang kulakukan tadi?!" Yi Wen berusaha menahan diri untuk tidak menarik dan menjambak rambut pria di depannya ini.
"Tetua Besar Shang..!"
"Tetua Besar...!"
Yi Wen tersentak saat melihat beberapa pemuda yang juga masing-masing dari mereka membawa tongkat bambu dan nampak berjalan ke arahnya dan Tetua Besar Shang.
Bocah Pengemis Gila tersenyum dengan sambutan itu. Dia merasa bahwa Tetua Besar Shan telah menjadi pemimpin yang baik. Hanya saja, senyuman yang terlukis di wajah Bocah Pengemis Gila langsung memudar ketika memperhatikan salah seorang murid Tetua Besar Shang.
Tanpa peringatan, Bocah Pengemis Gila langsung menerjang salah satu murid dan membuat semua orang terkejut bukan main.
!!!
Pria yang menjadi target Bocah Pengemis Gila bahkan sangat kaget dan tidak bisa memberikan perlawanan. Dia terdorong mundur dengan leher yang dicengkeram kuat dan baru berhenti saat punggungnya membentur sebuah tiang kayu.
Uukh..!
"Long'Er? Apa yang kau--"
Suara erangan kesakitan disertai bunyi tulang yang patang dan debaman keras membuat ucapan Tetua Besar Shang terhenti. Yi Wen bahkan melotot ketika melihat Bocah Pengemis Gila membunuh pria yang lehernya dia cengkeram tadi.
!!
Tubuh pria itu meledak dan menjadi kepulan asap hitam. Yi Wen tanpa sadar menutup mulutnya dengan tangan sebab tidak menyangka Bocah Pengemis Gila akan melakukan tindakan seperti ini.
"Kedatanganku rupanya tepat waktu ..." Bocah Pengemis Gila berbalik dan menatap ke arah Tetua Besar Shang. Dia berujar serius, "Panggil semua muridmu. Aku harus melihat mereka semua,"
Tetua Besar Shang tersentak kaget, "Long'Er... Ada apa sebenarnya?"
"Yang tadi adalah 'orang mati', Tetua Besar Shang. Sektemu dimasuki penyusup yang aku yakini adalah anggota Sekte Lembah Iblis."
!!!
******
__ADS_1