![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Pelayan yang sebelumnya mengantar Tetua Meng Hao Niang ke lantai dua kedai ini terlihat kembali dengan Arak Buah Persik di tangannya dan sebuah kendi berbentuk labu.
Dia tersenyum dan meletakkan kendi labu itu serta kendi arak berukuran sedang tersebut, "Maaf menunggu lama, Nyonya. Ini adalah arak terbaik kedai kami dan saya menyiapkan kacang sebagai teman minum arak. Apa ada lagi yang Nyonya, Tuan, dan Nona inginkan?"
"Bawa kemari makanan terbaikmu," Tetua Meng Hao Niang menyimpan kendi labu miliknya sambil menatap ke arah Xiao Shuxiang, "Aku tidak ingin ada kabar tidak benar bahwa aku sudah menindas dua orang Bocah."
Meski pelayan muda itu tidak mengerti maksud ucapan terakhir wanita yang penampilannya agak berantakan ini, tapi dia tetap menanggapi dengan senyuman yang sangat ramah. "Tentu, Nyonya~ Akan segera saya bawakan,"
Zhi Shu memperhatikan pelayan itu yang mulai pergi, sementara Xiao Shuxiang sendiri nampak tersenyum karena Tetua Meng Hao Niang rupanya cukup bijak dengan mentraktir mereka makan.
Xiao Shuxiang, "Tetua Meng? Kau tidak akan membiarkan kami membayar makanan yang kau pesan, kan? Aku tidak ingin memuji kebaikanmu jika ini hanya siasatmu lagi,"
Tetua Meng Hao Niang membuka kain yang menjadi pembungkus dari kendi Arak Buah Persik di hadapannya. Aroma khas dan sangat menggoda itu langsung memenuhi penciumannya, dia seakan tidak peduli dengan ucapan pemuda di hadapannya ini.
Xiao Shuxiang juga mulai tidak tertarik merutuk lagi, dia kini lebih penasaran dengan rasa arak yang mulai dicicipi Tetua Meng Hao Niang.
Zhi Shu menelan ludah, dia melihat wajah Tetua Meng Hao Niang yang lebih hidup setelah meminum Arak Buah Persik. Raut wajah wanita ini bahkan sangat berbeda daripada sebelumnya.
"Apa seenak itu?" Xiao Shuxiang berkedip dan tanpa sadar bertanya.
Tetua Meng Hao Niang menyipitkan matanya, "Berapa usiamu?"
"Usiaku sudah sangat bisa minum arak,"
Tetua Meng Hao Niang memberikan satu cawan keramik pada Xiao Shuxiang dan seakan memberi isyarat bahwa dirinya mengizinkan pemuda ini menemaninya untuk minum.
Zhi Shu sebenarnya juga ikut ditawari. Sayangnya dia hanya mampu mengatasi sekitar dua tenggak dan setelahnya tidak lagi. Arak Buah Persik memang sangat kuat dan mampu membuat orang mabuk berat karenanya.
"Luar biasa..." Xiao Shuxiang berdecak kagum. Dia tidak ragu memuji arak yang saat ini tengah dinikmatinya. Arak Buah Persik di kedai ini memang lebih enak dibandingkan dengan Arak Anak Linglung miliknya. Ucapan Zhi Shu tidak salah.
"Kau sepertinya kuat minum," Tetua Meng Hao Niang menunjuk pemuda menawan di depannya dengan memakai cawan yang dia pegang.
Xiao Shuxiang mendengus pelan, dia pun tersenyum. "Aku memang penggemar berat arak. Sekendi saja belum cukup untuk membuatku mabuk,"
Zhi Shu berkedip. Dia merasakan akan ada aura persaingan di antara kedua orang ini dan benar saja----Tetua Meng Hao Niang mengajak Saudara Xiao-nya untuk bertaruh.
__ADS_1
Xiao Shuxiang tentu saja dengan senang hati menerima taruhan tersebut. Pemuda itu tidak mengetahui ada seseorang yang sedang menunggunya.
*
*
Wang Zhao nampak tersengal-sengal, dia berusaha mengatur napas dan kemudian menatap seorang gadis berambut putih yang duduk tenang di sebuah kursi yang ada di dalam kamar miliknya.
"Nona Ling, aku minta maaf. Tuan Xiao tidak ada di mana pun. Sebelumnya dia bersama nona Zhi Shu di atap, tapi entah ke mana perginya mereka."
Wang Zhao sebenarnya sudah mencari Xiao Shuxiang di sekitar tempat ini dan bahkan mencarinya sampai ke kamar Lan Guan Zhi, tapi pemuda menawan itu sama sekali tidak ditemukan. Padahal, Ling Qing Zhu sudah cukup lama berada di sini untuk menemui Xiao Shuxiang.
"..............." Ling Qing Zhu mengambil sebuah keranjang bambu yang dia bawa dan kemudian berdiri. Ekspresinya tidak pernah berubah, bahkan tatapannya masih dingin seperti yang biasa.
Wang Zhao sendiri merasa tidak enak, dialah yang meminta Ling Qing Zhu menunggu Xiao Shuxiang karena berpikir pemuda itu tidak akan pergi jauh dari tempat ini.
"Nona Ling---"
"Untukmu," Ling Qing Zhu menyela dan segera menyerahkan keranjang anyaman bambunya pada Wang Zhao. Dia datang agak terlambat karena memasak makan malam untuk Wali Pelindungnya, tetapi seperti yang terlihat----pemuda itu bahkan tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali.
"Bukan." Ling Qing Zhu kembali menyela, "Itu milikmu. Makanlah dan istirahat. Tutup rapat jendela dan pintu. Tidak perlu menunggunya,"
Wang Zhao tertegun bahkan nyaris tidak berkedip saat menyaksikan bagaimana Ling Qing Zhu melenggang pergi dengan tatapan mata yang jauh lebih dingin. Dia yakin gadis cantik bercadar tipis tersebut sedang kesal saat ini. Buktinya, makanan yang harusnya ditujukan untuk Xiao Shuxiang malah diberikan kepadanya.
Wang Zhao mulai duduk di salah satu kursi dan cukup lama memandangi keranjang anyaman bambu di depannya.
Batin Wang Zhao sedang gejolak saat ini. Apa dia harus menunggu Xiao Shuxiang dan memberikan anyaman bambu itu padanya, atau menuruti ucapan Ling Qing Zhu dengan memakan masakan buatan gadis cantik tersebut.
Wang Zhao mengembuskan napas. Dia menyakinkan diri untuk melihat masakan buatan Ling Qing Zhu terlebih dahulu sebelum membuat keputusan. Wang Zhao terkesan saat tahu bahwa isi dari keranjang anyaman bambu itu adalah pangsit dengan bau yang enak.
"Meski terlihat sederhana, namun karena nona Ling yang membuatnya-----aku jadi penasaran dengan bagaimana rasanya." Wang Zhao menelan ludah, dia terlebih dahulu mengedarkan pandangan ke sekeliling sebelum kembali menatap makanan di depannya.
"Ini .... Bahkan sudah disediakan sumpit," Wang Zhao merasa berdebar-debar. "Apa kumakan saja? Nona Ling telah memberi persetujuannya, aku sama sekali tidak merebut jatah tuan Xiao."
Jelas sekali bahwa Wang Zhao ini polos. Apalagi, tidak banyak orang tahu bahwa makanan kesukaannya adalah pangsit. Jadi tentu saja godaan di hadapannya ini terlalu sulit untuk ditolak.
__ADS_1
Wang Zhao begitu serius menimbang-nimbang demi membuat keputusan pada sesuatu yang sebenarnya cukup sepele. Lebih dari 30 menit berlalu dan Xiao Shuxiang bahkan sudah kembali dari Kota Yixuan.
!!
Wang Zhao terkejut ketika mendengar pintu kamarnya diketuk-ketuk dan ada suara wanita yang memanggilnya.
"Saudara Wang..! Apa kau sudah tidur? Aduh.."
Wang Zhao bergegas membuka pintu dan tersentak melihat Zhi Shu yang sedang memapah seorang pemuda yang tak lain adalah Xiao Shuxiang.
"Nona Zhi?!"
"Bantu aku, cepat..!" Zhi Shu hampir tidak kuat menopang tubuh Xiao Shuxiang, dia bahkan sudah menjatuhkan saudaranya sebanyak tiga kali hingga akhirnya dapat tiba di tempat ini.
"Tuan Xiao sebenarnya kenapa?!" Wang Zhao menggantikan Zhi Shu. Dia tanpa kesulitan mengangkat Xiao Shuxiang dan menggendong pemuda itu ke salah satu tempat tidur.
Zhi Shu akhirnya bisa mengatur napas, "Saudara Xiao-ku bertaruh minum arak dengan Tetua Meng. Dia menang, tapi kondisinya malah begini. Untung saja dia tidak punya kebiasaan mengoceh tidak jelas ketika mabuk berat, berbeda dengan Tetua Meng."
"Tetua Meng?! Tuan Xiao minum arak dengan Beliau?!"
"Yah, memangnya kenapa?" Zhi Shu agak keheranan karena Wang Zhao terlihat terkejut saat dirinya menyebut nama 'Tetua Meng'.
Wang Zhao bernapas pelan, "Tetua Meng sangat ahli meminum arak. Bagaimana bisa Tuan Xiao bertaruh dengannya? Apa dia sudah tidak sayang nyawa?! Minum arak berlebihan bisa sangat berbahaya."
"Saudara Xiao-ku itu orang yang hebat. Dia mengalahkan Tetua Meng. Namun mereka berdua sama-sama merepotkan aku," Zhi Shu menghela napas berat. "Aku harus mengantar keduanya kemari dan jujur mereka sangat berat. Tetua Meng bahkan bertingkah layaknya anak kecil di sepanjang jalan,"
Zhi Shu berjalan dan duduk di sebuah kursi, "Aku benar-benar lelah. Rasanya tenagaku terkuras habis... Haah..."
Wang Zhao mengembuskan napas dan baru akan bicara saat matanya terbelalak melihat Zhi Shu yang dengan santainya memakan pangsit di dalam anyaman bambu. Dirinya sampai terperangah saking tidak percayanya.
"Saudara Xiao dan tetua Meng membuatku sangat kewalahan," Zhi Shu kembali makan dan melanjutkan ucapannya. "Kau tahu? mereka berdua menghabiskan nyaris 7 kendi Arak Buah Persik berukuran sedang. Meja kami bahkan sampai tiga kali dibersihkan,"
Wang Zhao, "..............."
Xiao Shuxiang memang terlihat seperti sedang tertidur nyenyak. Namun yang sebenarnya adalah dia tengah mengalami mimpi yang aneh dan mampu membuat jantung berdenyut ngeri.
__ADS_1
******