![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Di depan anak laki-laki ini, Ling Qing Zhu terlihat lebih dari dua puluh tahun. Dia menyaksikan reaksi Xiao Shuxiang kecil dan tahu bahwa subjek ini memang benar bisa melihatnya.
"Kau ... Siapa?" Xiao Shuxiang tertegun dan memperhatikan sosok di depannya dengan saksama. Jika subjek yang dia lihat adalah kultivator dari Aliran Hitam, maka bisa dipastikan dirinya akan memperlihatkan wajah yang masam.
Xiao Shuxiang terlihat berpikir sejenak sebelum mulai melangkah mendekat. Dia ingat lokasinya berada di hutan yang merupakan perbatasan dua aliran. Sosok yang ada di depannya ini kemungkinan besar tinggal di Wilayah Aliran Putih.
"Kau terlihat bukan kultivator. Apa kau tersesat?" Xiao Shuxiang bertanya.
Ling Qing Zhu berkedip, sedikit heran sebab subjek kecil di depannya telah menganggap dirinya bukan kultivator. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai dia tahu alasannya.
Xiao Shuxiang tidak melihat Ling Qing Zhu membawa pedang dan ada kemungkinan bagi anak-anak untuk menganggap pedang adalah identitas seorang pendekar khususnya kultivator. Selain itu, pakaian putih Ling Qing Zhu saat ini pun tidak mencerminkan identitas sekte mana pun.
"Hei, aku bertanya. Apa kau tersesat?" Xiao Shuxiang kembali buka suara dan kali ini dijawab anggukan oleh Ling Qing Zhu.
"Kau ini sudah besar. Bagaimana bisa tersesat?" Xiao Shuxiang menghela napas, "Sudahlah. Ikuti aku,"
"..............." Ling Qing Zhu tertegun. Dia menatap anak laki-laki ini sebelum mulai buka suara.
Ling Qing Zhu bertanya, "Ke mana?"
"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak sebelum mengerti maksud ucapan orang asing ini. Dia pun berkata, "Tentu saja keluar hutan. Kau tersesat, kan? Aku tidak selamanya akan sebaik ini pada orang asing. Jadi ikuti aku,"
Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa dan berjalan mengikuti langkah kecil dari Wali Pelindungnya. Dia merasa sedikit keheranan sebab baru beberapa saat yang lalu dia melihat anak ini melakukan tindakan kejahatan dengan memenggal kepala kedua orang tuanya, sekarang anak ini memperlakukannya begitu baik.
Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan berkata dengan nada yang ketus, "Lain kali. Kau jangan masuk hutan lagi bila tidak tahu jalan kembali. Tempat ini sangat berbahaya dan ada banyak Demonic Beast yang berkeliaran."
"Bagaimana denganmu?"
"Aku?" Xiao Shuxiang menatap sosok wanita berambut putih di sampingnya dan berkata, "Maksudmu kenapa aku bisa ada di sini?"
"Mn,"
"Hmph, tentu saja karena aku sudah terbiasa. Dan lagi, hutan ini dekat dengan tempat tinggalku."
"..............." Ling Qing Zhu mengangguk pelan, seolah mengerti. Dia pun kembali berjalan dan membuat anak kecil di sampingnya mengerutkan kening.
Xiao Shuxiang berkata, "Kau ini aneh. Siapa namamu?"
"Ling Qing Zhu,"
"Kau tinggal di mana?"
"Jauh dari sini,"
"Apa yang kau lakukan di hutan ini?"
"..............."
Xiao Shuxiang menunggu jawaban. Dia memperhatikan sosok bercadar tipis di sampingnya dari atas sampai bawah. Wanita ini terlihat sangat mencurigakan, tetapi entah bagaimana dia tidak merasa ada bahaya sama sekali.
"Dia bahkan tidak menanyakan namaku," Xiao Shuxiang memicingkan mata, "Dia ini orang yang aneh."
"Apa yang kau ... Lakukan di pinggiran air terjun?" Ling Qing Zhu mulai buka suara. Pertanyaannya membuat anak laki-laki di sampingnya tersentak dan langsung menoleh.
Xiao Shuxiang menatap sosok bernama Ling Qing Zhu ini dan kemudian langsung menurunkan pandangannya. Suaranya dingin, "Untuk apa aku memberitahumu?"
".......... Baiklah,"
Selama perjalanan itu, Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa pun lagi. Di sisi lain, Xiao Shuxiang kecil juga terdiam seribu bahasa. Mereka tidak ada yang saling bicara dalam waktu yang lumayan lama. Hanya suara dedaunan kering yang terdengar setiap kali keduanya melangkah.
Xiao Shuxiang terkadang menoleh untuk menatap wajah sosok ini dan Ling Qing Zhu sendiri akan bersikap setenang biasa meski sesekali dia menatap ke arah anak laki-laki berusia 7 Tahun tersebut.
"Aku melihatnya," Ling Qing Zhu pada akhirnya buka suara. Dia berkata, "Kau seperti mempunyai masalah."
Xiao Shuxiang tentu saja tersentak. Dia pun bertanya, "Apa maksudmu?"
"Kau terlihat sedih," Ling Qing Zhu bersuara tenang. Ucapannya membuat anak laki-laki di sampingnya berhenti melangkahkan kaki.
"..............." Xiao Shuxiang sama sekali tidak mengatakan apa pun. Tangannya terkepal dan raut wajahnya memburuk.
"Apa ada yang melukaimu?" Ling Qing Zhu bertanya kembali dan membuat anak di sampingnya terkejut.
Xiao Shuxiang menatap gadis berambut putih ini dan berkata, "Hmph. Sama sekali tidak. Memang siapa yang bisa melukai Xiao Shuxiang ini?"
__ADS_1
"Tapi kenapa kau begitu sedih?"
"Mana dari diriku yang terlihat begitu menyedihkan di matamu?" suara Xiao Shuxiang rendah dan kasar, "Kau jangan asal bicara."
Ling Qing Zhu bernapas pelan dan berkata, "Matamu ... Tidak bisa menyembunyikan apa pun. Kau terlihat sedih, apa aku salah?"
Xiao Shuxiang sejak awal tidak pernah suka berbohong. Jadi ketika dia tidak mau mengatakan sebuah kebenaran, dia akan menurunkan pandangan dan terdiam.
Tindakan ini kurang lebih bisa dipahami oleh Ling Qing Zhu dan gadis itu pun kembali buka suara. "Apa kau punya teman?"
"A-apa?" Xiao Shuxiang tidak pernah mendengar pertanyaan semacam ini ditujukan padanya, jadi dia cukup kaget. Ini adalah yang pertama kalinya ada orang yang menanyakan hal itu.
"Kau tidak punya?" Ling Qing Zhu berujar tanpa nada dan kebungkaman anak laki-laki ini telah menjadi jawaban atas pertanyaannya.
Sebagai anak kecil, Xiao Shuxiang sudah menahan banyak hal dan hatinya telah terdidik menjadi keras. Namun meski demikian, sorot matanya masih bisa menunjukkan kelemahan.
"Kenapa ..." Xiao Shuxiang mengigit bibirnya dan berkata, "Kenapa kau menanyakan itu?"
"Kau sendirian di sana. Kupikir, mungkin kau tidak punya teman. Seseorang yang bisa mendengarkan ceritamu,"
Xiao Shuxiang tertegun sebelum kemudian mengalihkan pandangan dan menelan ludah. Dia berusaha terlihat biasa-biasa saja, namun tidak butuh waktu lama sampai dirinya menoleh dan menatap Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang buka suara, "Lalu bagaimana denganmu? Kau juga terlihat sendirian. Kau bahkan tersesat. Apa yang kau lakukan di hutan ini?"
Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Aku juga tidak punya. Jadi aku datang ... Dan berharap bertemu seseorang,"
"Hmph," Xiao Shuxiang mendengus. "Di kota banyak orang. Kenapa memilih mencarinya di hutan seperti ini?"
"Teman yang baik sulit dicari," Ling Qing Zhu berujar, "Butuh waktu lama hanya untuk menemukan satu."
"Jadi kau sudah mendapatkannya?"
"Mn, jika dia bersedia berteman denganku."
Xiao Shuxiang kecil menyadari tatapan mata gadis berambut putih ini dan cukup mengerti maksudnya. Dia mendengus pelan dan berkata, "Sosok yang ingin kau ajak berteman bukanlah orang yang baik. Mungkin kau tidak tahu, tapi aku berasal dari Sekte Serigala Iblis."
Xiao Shuxiang berpikir bahwa dia akan bisa membuat gadis ini ketakutan dan pergi saat mendengar nama sektenya. Tapi jangankan ketakutan, gadis ini justru terlihat biasa-biasa saja.
"......... Aku tahu," Ling Qing Zhu berujar tanpa nada, "Tapi ada perguruan yang jauh lebih berbahaya lagi."
Xiao Shuxiang tersentak, "Itu tidak mungkin. Sekte Serigala Iblis sangat menyeramkan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kebrutalan mereka,"
"............ Dunia sangat luas. Tentu ada yang lebih menakutkan dari sektemu."
"Tidak mungkin," Xiao Shuxiang berkata. "Aku tidak pernah mendengarnya. Jika ada, apa nama sekte itu?"
"Sekte Kupu-Kupu,"
Xiao Shuxiang tertawa, dia membuat Ling Qing Zhu tersentak dan gadis itu pun menatap ke arahnya.
"Aiya, kau sedang bercanda? Sekte macam apa itu? Kenapa namanya menggelikan sekali?"
Ling Qing Zhu berkedip, menatap dengan saksama anak laki-laki berusia 7 Tahun ini. Xiao Shuxiang mempunyai gigi yang putih dan dia terlihat manis saat tertawa.
Sungguh sebuah pemandangan yang indah. Benar-benar tidak bisa dipercaya bahwa punggung kecil ini sudah mampu mengambil nyawa orang lain.
Ling Qing Zhu bernapas pelan dan lalu berujar tenang, "Bukankah baik jika kau bisa seperti ini?"
"Mn?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan menatap ke arah gadis dewasa di sampingnya. Nada suaranya polos, "Apa maksudmu?"
"Kau sebelumnya terlihat sedih," Ling Qing Zhu bersuara tanpa nada. Dia tidak punya pengalaman membujuk anak kecil, namun meski demikian dia berharap bisa mendapat kepercayaan subjek ini.
Xiao Shuxiang menarik napas dalam dan kemudian mengangguk pelan, "Aku tidak tahu bahwa itu akan terlihat jelas."
"Mata memang sulit menyembunyikan luka di hati,"
"Ah ..." Xiao Shuxiang menurunkan pandangannya sebelum menarik napas dan menengadah. Dia pun tersenyum dan kemudian berkata, "Apa aku .... Seperti menyembunyikan luka di hati?"
Melihat gadis di sampingnya hanya terdiam dan menatap ke arahnya membuat Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia pun mengembuskan napas dan berkata, "Yang kau lihat bukanlah sebuah penyembunyian atas luka di hati. Ini karena aku merasa sudah bebas dari sesuatu yang mengikatku selama ini,"
"Shuxiang ..."
"Sekte Serigala Iblis itu tempat yang buruk, bahkan rumah pun sama sekali tidak nyaman. Rasanya sulit bernapas dan bergerak bebas di dalam sana. Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi sekarang ... Aku benar-benar merasa lega."
__ADS_1
"Lalu kenapa kau menangis?"
Xiao Shuxiang tersentak, dia mengusap pipinya dan berkedip saat melihat jari-jari tangannya basah. Ling Qing Zhu yang menyaksikan hal tersebut merasa bahwa anak laki-laki ini tidak menyadari sudah menangis.
"Ini ... Sepertinya mataku berair," Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya. Dia pun bersuara tenang, "Kau ini seorang kultivator?"
Ling Qing Zhu tahu Wali Pelindungnya berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia pun menarik napas dan mengangguk pelan.
Xiao Shuxiang bertanya, "Kau kultivator. Apa nama sektemu?"
"Sekte Pagoda Langit,"
"Oh ..." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya. Dia belum pernah turun gunung lagi hingga tidak tahu tentang sekte yang ada di luar dari Wilayah Aliran Hitam.
Xiao Shuxiang berkata, "Lain kali kau tidak boleh sembarangan menyebutkan nama sektemu di tempat semacam ini. Itu bukan hal yang baik,"
Xiao Shuxiang berujar, "Kau sudah besar. Pasti tahu tentang perselisihan kultivator kedua aliran. Kau akan terlibat masalah bila ada orang lain yang mendengarnya,"
"Tidak masalah. Hanya kau yang ada di tempat ini,"
"Hei, aku memperingatkanmu." Xiao Shuxiang berkata, "Kau jangan mudah percaya pada anak kecil. Bisa saja aku ini justru lebih berbahaya daripada orang dewasa sepertimu,"
".......... Mn. Aku tahu,"
"Hah?" Xiao Shuxiang berkedip. "Kau tahu apa?"
"Kau memang menakutkan, apalagi saat bertarung. Kau bahkan membunuh pamanku. Tidak bisa digambarkan,"
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, tapi juga tersentak secara bersamaan. Dia sama sekali tidak mengerti ucapan dari gadis ini.
Xiao Shuxiang bertanya dengan nada yang hati-hati. "Aku ... Membunuh pamanmu? Siapa pamanmu? Da-dan kapan aku melakukannya?"
Bagi seseorang yang masih berusia 7 Tahun, Xiao Shuxiang memang sudah beberapa kali mengambil nyawa orang lain. Tidak terhitung jumlahnya untuk nyawa anak-anak, tetapi jika orang dewasa---dia hanya menebas tubuh seorang tua bangka yang menjadi wasit di Arena Hidup dan Mati. Lainnya adalah kedua orang tuanya sendiri.
Ling Qing Zhu tahu kebingungan anak kecil ini dan berkata, "Di masa depan ... Kau akan membunuh pamanku."
"Di-di masa depan?" Xiao Shuxiang jelas saja syok. Dia bertemu orang asing dan sosok ini mengatakan sesuatu tentang masa depannya dengan ekspresi yang serius, berkata bahwa ia akan kembali mengambil nyawa orang lain lagi. Siapa yang tidak terkejut mendengar ini?
Xiao Shuxiang merasa berat untuk melangkahkan kakinya dan dia pun berhenti berjalan. Tangannya terulur dan menyentuh dada, kepalanya terasa kaku.
"Kau ... Pasti bercanda, kan?" Xiao Shuxiang mencoba mencari kebohongan pada sosok yang dia tatap ini. Namun yang dia lihat justru tatapan mata dingin dengan gelengan kepala pelan.
Ling Qing Zhu berkata, "Aku tidak tahu cara membujuk. Tapi aku bisa katakan bahwa kau memang akan membunuh pamanku."
"Aku tidak ..." suara Xiao Shuxiang bergetar, dia menggeleng. "Aku tidak mungkin melakukannya ..."
"Apa aku ..." Xiao Shuxiang menahan air di pelupuk matanya dan bertanya, "Apa aku ... Akan menjadi orang jahat ... Seperti ayahku?"
Ling Qing Zhu terkejut, tidak menyangka akan melihat reaksi semacam ini. Xiao Shuxiang kecil nampak sangat polos dan seakan percaya dengan apa yang dia katakan. Tubuh anak laki-laki ini bahkan terlihat gemetar dengan air jatuh dari pelupuk matanya, Wali Pelindungnya menangis. Dia membuat Xiao Shuxiang menangis!
"Aku tidak mau ..." Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak mau seperti ayah. Dia orang yang jahat. Dia sangat jahat!"
"Ayah membuatku sendirian. Dia menyakiti siapa pun yang dekat denganku, mengatakan bahwa mereka akan membuatku lemah dan bahwa mereka akan menjadi kelemahanku."
"Ayah bahkan tidak memperlakukanku dengan baik. Padahal aku menghormati dan menyayanginya. Kenapa dia begitu?" Xiao Shuxiang menatap ke arah gadis dewasa di sampingnya, tatapan matanya mengandung sedikit kekejaman.
Dia berkata, "Aku tahu itu tidak benar. Aku tahu seorang anak akan berdosa bila menentang orang tuanya. Aku tahu langit akan marah. Tapi apa yang bisa kulakukan? Apa aku harus diam? Terus tersenyum ketika seharusnya aku menunjukkan rasa sakit?"
"Katakan padaku apa yang harus kulakukan? Aku bahkan harus memakan makanan beracun hampir setiap hari, mendengar jeritan orang yang dibawa ke depan kamarku hanya untuk dikuliti. Apa itu ayah yang dimiliki anak-anak lainnya?"
"Bahkan sosok ibu pun tidak jauh berbeda," Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya dan menggigit bibir bawahnya sebelum berkata, "Apa aku salah karena membunuh mereka? Apa ketika orang tua melakukan kesalahan pada anaknya bukanlah dosa? Apa itu tidak pantas dihukum? Aku memikirkannya begitu lama dan akhirnya mengerti sekarang,"
"Demonic Beast jauh lebih baik dari manusia, bahkan ular pun tidak pernah memberikan racun untuk anaknya. Tapi apa yang dilakukan manusia yang aku panggil ayah dan ibu itu?"
"Mereka membesarkanku dan aku tahu itu hal yang sulit. Tapi mengapa mereka tidak memperlakukanku dengan baik? Apa aku berbuat kesalahan? Apa menurutmu ... Hidupku ini adalah sebuah kesalahan?"
Xiao Shuxiang memalingkan wajahnya dan mengusap air yang membasahi pipinya. Dia sebelumnya tidak pernah memperlihatkan kelemahan semacam ini pada siapa pun, karena itulah dia cukup tersentak.
Dia tidak mengerti mengapa bisa sangat berterus-terang pada orang asing. Dia bahkan melampiaskan semua yang memberatkan dadanya selama ini.
Ling Qing Zhu membungkuk, dia berlutut di tanah dan kemudian mengulurkan tangan untuk memeluk Wali Pelindung kecilnya ini. Tindakan yang dia lakukan mengejutkan bagi Xiao Shuxiang.
******
__ADS_1