KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
230 - Hei Lian (3)


__ADS_3

Hei Lian merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia terbatuk darah dan baru akan bangun saat Wang Zhao sudah berada di depannya dengan ujung pedang yang terayun kuat.


Wang Zhao sendiri hampir menghabisi Hei Lian dengan senjatanya saat dia melihat wajah gadis kecil ini. Dirinya seketika membeku dan serangannya berhenti di udara.


!!


Hei Lian mempunyai wajah yang seperti anak kecil dan ini membuat lawannya menjadi sangat ragu untuk melakukan serangan mematikan. Dia memanfaatkan wajah polosnya dengan begitu baik.


Hei Lian menggunakan keraguan Wang Zhao untuk melakukan serangan, tetapi sebelum itu terjadi-----lehernya tiba-tiba saja dicengkeram kuat dan membuat punggungnya menghantam tanah lagi.


"............. Aku mengakui kau kuat, tapi kau benar-benar mempunyai hati selembut tahu. Kau bahkan ragu menyakitinya,"


Wang Zhao tersentak mendengar suara itu. Dia berkedip saat tahu bahwa sosok yang mencengkeram leher Hei Lian dan sambil bicara padanya tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


Tetua Jing Shang Yu juga telah ada di tempat Wang Zhao sekarang, dialah yang sudah membawa Xiao Shuxiang kemari mengingat jarak Sekte Lautan Awan dengan Pulau Shī shān cukup jauh.


Xiao Shuxiang untuk sekarang memang tidak memiliki kekuatan yang mampu membuatnya melesat secepat biasanya. Apalagi sejak pertarungan dengan Hei Lian, tenaganya banyak terkuras habis. Beruntung, Tetua Jing Shang Yu bisa sangat diandalkan.


Hei Lian berusaha memberontak. Dia menendang-nendang kakinya dan sampai mencengkeram kuat tangan Xiao Shuxiang. Dirinya sampai melukai tangan pemuda ini untuk bisa melepaskan diri.


"Sialan! Be-beraninya kau--"


"Apa menurutmu dengan wajah polos ini, aku tidak akan berani memukulmu?" Xiao Shuxiang bernada mengancam, "Percaya atau tidak. Aku bisa menarik tulang pipimu sekarang dan menusukkannya ke matamu jika kau masih tidak berhenti memberontak,"


"Bu-bunuh saja aku..!" Hei Lian berusaha bicara. Dia menggeram, "A-aku lebih baik mati da-daripada menjadi tahananmu..!"


"Hmph, mati? Kematian adalah hukuman ringan pada orang sepertimu. Aku punya yang lebih baik dari itu," tatapan mata Xiao Shuxiang berbeda dari biasanya.


Hei Lian terbelalak saat pemuda yang sudah lama bertarung dengannya itu mulai membuka paksa mulutnya. Dia diberi sesuatu yang membuatnya yakin untuk tidak boleh sampai menelannya.


Xiao Shuxiang tidak menyerah. Dia terus mendesak gadis kecil ini agar meminum ramuan yang sejak tadi ingin dicobanya. Inilah waktu yang tepat untuk menguji seberapa efektif ramuan yang dia bawa.


Hei Lian merasakan kepalanya pusing. Tenggorokannya tercekat sampai-sampai membuatnya kesulitan bernapas, apalagi bicara.

__ADS_1


Bahkan secara bertahap, kekuatan pada cengkeraman Xiao Shuxiang di lehernya semakin mengencang. Rasanya bahwa pemuda ini ingin membuatnya tewas dengan tenggorokan yang hancur.


Hei Lian berusaha sekuat tenaga untuk tidak sampai meminum apa pun yang didesakkan masuk oleh Xiao Shuxiang ke mulutnya. Hanya saja pemuda ini tidak akan berhenti dan semakin memaksa.


Xiao Shuxiang menggunakan tangannya untuk menutup mulut Hei Lian agar gadis kecil itu tidak memuntahkan apa yang dia berikan barusan. Sekarang hanya perlu menunggu reaksi dari ramuan itu.


!!


Hei Lian terkejut ketika menelan ramuan aneh yang diberikan Xiao Shuxiang. Dia mencium aroma persik dan bercampur dengan rempah-rempah. Hanya saja dia tidak yakin ini bukanlah racun.


Belum lagi, Hei Lian juga merasakan bahwa dia seakan telah menelan darahnya sendiri. Dia benar-benar kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Tanda di pelipis kanan Wang Zhao telah menghilang dan bahkan pakaiannya ikut berubah. Bisa dibilang, Wang Zhao kini kembali seperti dirinya yang biasa. Di sisi lain, Tetua Jing Shang Yu pun nampak menarik napas pelan.


Wang Zhao menelan ludah saat dia mulai bertanya, "Tu-Tuan Xiao. Apa yang kau minumkan padanya?!"


Xiao Shuxiang mendengar pertanyaan itu dan kemudian menoleh. Dia melihat ekspresi Wang Zhao yang mengandung perasaan khawatir, hanya saja itu ditujukan pada Hei Lian.


"Tuan Xiao?"


"Aku melihat kau begitu peduli pada anak


ini," Xiao Shuxiang berujar. "Apa kau sekarang melupakan apa yang sudah dia lakukan? Ini bahkan belum sehari berlalu,"


"..............." Tetua Jing Shang Yu tidak ikut dalam pembicaraan kedua pemuda ini, tapi dia bisa merasakan ada ketegangan antara Xiao Shuxiang dengan Wang Zhao.


"Tuan Xiao .... Bu-bukan seperti itu..." Wang Zhao merasa gugup karena untuk pertama kalinya, tatapan tajam pemuda ini membuatnya agak tidak nyaman.


Wang Zhao tertunduk, dia tidak tahu harus memberikan penjelasan apa pada Xiao Shuxiang. Dia setuju jika Hei Lian dihukum karena perbuatannya, tetapi entah kenapa dia merasa bahwa gadis kecil ini hanya dimanfaatkan.


"..............."


Belum lagi, Tetua Jing Shang Yu masih ada di sini. Wang Zhao ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan karena tidak ingin hal ini diketahui oleh orang lain. Utamanya pada Tetua Gunung Puncak Xuyang ini.

__ADS_1


Xiao Shuxiang mulai melonggarkan cengkeramannya pada leher Hei Lian. Anak perempuan ini sudah diam sejak tadi dan seakan telah kehabisan tenaga untuk memberontak.


Xiao Shuxiang berdiri, dia bernapas pelan dan kemudian berkata. "Wang Zhao. Aku akan memberimu satu peringatan dan sebaiknya kau ingat ini dengan baik. Tanamkan di dalam kepala dan hati kecil mungilmu itu, kau harus bisa memilah orang-orang yang patut dikasihani dan mereka yang layak dihabisi."


Xiao Shuxiang berujar tanpa nada, "Kau sudah kuat. Tapi kelembutan hatimu bisa membuat kau kehilangan nyawa suatu hari nanti. Seseorang sebaik dirimu .... Tidak akan bisa hidup lebih lama,"


"..............." Wang Zhao tanpa sadar menahan napas. Dia tidak memiliki hal yang bisa membalas ucapan pemuda di hadapannya. Dia hanya bisa memandang Xiao Shuxiang dengan hati-hati, sebelum mengarahkan pandangan kepada sosok Hei Lian yang entah sejak kapan sudah tidak sadarkan diri.


Tetua Jing Shang Yu berjalan dan lalu memeriksa kondisi Hei Lian. Gadis kecil tersebut masih hidup, meski terdapat bekas cengkeraman pada lehernya.


Tetua Jing Shang Yu bernapas pelan, "Aku yang akan membawanya. Kalian berdua beristirahatlah sebentar,"


"Tidak Tetua." Xiao Shuxiang menatap Hei Lian yang terbaring tidak sadarkan diri dan kemudian tersenyum, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi pada anak ini. Aku memberinya ramuan buatan nona Zhang Xiao Lian,"


Tetua Jing Shang Yun berkedip, ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia pun berujar tanpa nada, "Apa itu ramuan cinta?"


"Oh, Anda tahu?" Xiao Shuxiang berkedip. Wang Zhao yang mendengarnya nampak tersentak dan berjalan mendekat.


Tetua Jing Shang Yu berkata, "Itu tidak akan berhasil. Ramuan ini hanya akan berfungsi jika pemakainya mempunyai rasa suka pada siapa pun yang dia lihat pertama kali. Andai anak ini sadar dan melihat kalian, efek ramuannya tidak akan bekerja."


Wang Zhao sedikit tahu tentang ramuan cinta buatan Zhang Xiao Lian, tetapi dia memang tidak pernah melihat wujud dari ramuan ini yang sebenarnya. Dia pun tak menyangka Xiao Shuxiang mempunyai ramuan racikan Zhang Xiao Lian ini.


"Tetua Jing," Wang Zhao bertanya. "Jika ramuannya tidak bekerja saat Hei Lian sadarkan diri .... Apa itu artinya dia akan kembali menyerang kita?"


"Hal itu kemungkinan besar akan terjadi," Tetua Jing Shang Yun berujar, "Kita akan ikat dia dengan Tali Pengikat Abadi, kau bantu aku."


"Baik--"


"Aku sebenarnya memberikan ramuan yang sedikit berbeda kepada anak ini," Xiao Shuxiang menyela dan membuat Wang Zhao serta Tetua Jing Shang Yu menatapnya.


Xiao Shuxiang berkata, "Ramuan buatan Zhang Xiao Lian sedikit kuperbaiki meski belum sempurna. Tetua Jing tidak perlu menggunakan tali pengikat abadi itu."


******

__ADS_1


__ADS_2