KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
69 - Malam Yang Panjang


__ADS_3

"Kau dari mana saja?" Dao Fang An bertanya saat Xiao Shuxiang berjalan mendekat padanya. "Apa kau sedang mencoba memberontak dari tugasmu, hah?"


"Kakek, biarkan aku membersihkan diri dahulu kemudian kita bicara."


"Kau tidak kuiizinkan masuk sebelum menjawab pertanyaanku," Dao Fang An menghalangi jalan Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu menggeleng pelan.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Aku sedang tidak ingin mencari gara-gara denganmu, Kakek. Semua ini karena Wang Zhao, dia memintaku melatihnya cara bertarung. Dia bilang ingin menjadi pendekar sepertiku, yaah... Aku bisa apa jika ada yang begitu mengagumiku."


Dao Fang An berkedip sambil memikirkan ucapan Xiao Shuxiang barusan. Memang, selain pemuda di hadapannya----Dia juga tidak melihat Wang Zhao seharian ini.


Xiao Shuxiang tanpa ragu merutuki Dao Fang An. "Jujur saja padaku, Kakek. Kau ini Shizun-nya kan? Tapi kenapa muridmu itu lemah sekali? Kau sebenarnya melatih Wang Zhao menjadi seorang petarung atau pemuda penghibur seperti di tempat bordil, hah? Dia itu selembut tahu,"


Xiao Shuxiang tidak menyadari bahwa ucapannya baru saja membuat kepala Dao Fang An terasa berdenyut. Dia pun kembali melanjutkan rutukannya, "Kau ini sebenarnya niat melatih anak itu atau tidak? Pernapasannya saja berantakan, apa lagi kekuatan otot-ototnya. Haiih... Aku sampai tidak tahu lagi harus berkata apa, kau lebih parah dari Kakekku."


"Bocah..." ekspresi Dao Fang An terlihat gelap, "Dia memang memiliki kekurangan, Wang Zhao tidak mempunyai bakat. Kau memberinya pelatihan seperti apa pun... Itu hanya akan berakhir sia-sia."


Xiao Shuxiang tersentak, "Hah. Aku sangat terkejut, kau rupanya tidak seperti yang kuduga selama ini..."


"Apa maksudmu?" Dao Fang An merasa nada suara Xiao Shuxiang terdengar bagai ledekan untuknya.


"Dengan gamblangnya kau menyebut dia tidak punya bakat, bahkan mengatakan memberi pelatihan apa pun padanya hanya akan berakhir sia-sia. Apa kau ini sungguhan bisa disebut 'Shizun'?"


Xiao Shuxiang menyilangkan kedua tangannya dan kembali berkata, "Aku tidak tahu apa benar bakat itu ada sejak lahir, tapi yang kutahu pasti adalah bakat itu ada karena terus dilatih. Aku hanya sangat menyayangkan kau menyerah padanya. Wang Zhao bukannya tidak mempunyai bakat, dia hanya orang yang lambat belajar. Jika kau sudah menyerah padanya----kau sungguh tidak pantas disebut 'Shizun'."


"........."


Dao Fang An yang mendapat ceramahan dari seorang Bocah Nakal sama sekali tidak membantah apa pun. Hanya saja ekspresi wajahnya tetap tidak berubah.


Dao Fang An berkata, "Mendengarmu bisa berkata sebijak ini membuatku merasa bahwa kau sepertinya tahu benar mengenai pribadi anak itu."


Xiao Shuxiang sepertinya tidak sadar akan sesuatu dan justru berujar, "Wang Zhao sama sepertiku. Aku juga orang yang lambat belajar. Keahlian yang dapat dikuasai selama tiga bulan berlatih----aku baru bisa menguasainya dalam waktu lima bulan atau bahkan lebih lama. Tapi tetap saja, jika sudah banyak kegagalan dan justru menyerah mencoba lagi.... Bukankah itu baru mendapat hasil yang sia-sia? Aku memang mengatakan punya kemiripan dengannya, tapi aku tidak tahu apa Wang Zhao juga sosok yang pantang menyerah sepertiku atau tidak. Aku ingin melihatnya sendiri, apa dia orang yang memiliki keteguhan hati atau... Justru sosok yang akan menjadi beban."


Xiao Shuxiang meminta Dao Fang An untuk tidak menghalangi jalannya, "Jika tidak ada lagi yang mau dibahas----ada baiknya kau pergi. Aku masih harus bersih-bersih dan menemui Kucing Putihku."


Sebuah garis senyum terlukis pada wajah Dao Fang An, "Kau ternyata melampaui eksprektasiku."


Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia heran melihat pria tua ini yang justru malah tersenyum, padahal ucapannya tadi bisa dibilang agak keterlaluan.


"Tuan Bangka, apa maksudmu?"


"Xiao Shuxiang... Kau rupanya anak yang baik,"


"Mn?"


"Sudahlah, pergi dan bersihkan dirimu. Besok pagi kau harus mulai bekerja. Meski kau melatih Wang Zhao, tapi kau tidak boleh mengabaikan tugasmu."


!

__ADS_1


Xiao Shuxiang berkedip, dia tidak percaya Dao Fang An berjalan pergi begitu saja. Dia pun memperhatikan punggung Tua Bangka tersebut yang perlahan-lahan semakin menjauh.


Xiao Shuxiang bersuara pelan, "Orang itu sangat aneh. Padahal seharusnya dia marah karena aku menyebutnya tidak pantas menjadi 'Shizun', tapi bukannya membentak ataupun emosi padaku----dia justru menyebutku orang yang baik."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Ya ampun... Baru saja mengucapkan beberapa kata bijak----aku sudah dicap sebagai anak baik. Dia benar-benar tidak tahu... Cara menilai seseorang,"


*


*


*


Ling Qing Zhu saat ini berjalan menuju kamar miliknya. Dia terlihat bersama dua orang wanita berpakaian putih sama sepertinya. Mereka berasal dari sekte yang berbeda, namun sama-sama tinggal di Alam Kultivasi Bawah.


Bagi dua wanita itu----merupakan sebuah kehormatan besar jika dapat berjalan beriringan dengan seorang Ling Qing Zhu. Namun bagi gadis berambut putih ini----dia justru sangat gugup.


Ling Qing Zhu tidak tahu harus bicara apa, dia sangat kaku dalam memulai sebuah pembicaraan. Saat menjawab pun, dirinya hanya menggumam pelan dan menjawab sangat singkat.


"Nona Ling, apa kami besok bisa berjalan bersamamu lagi?" salah seorang wanita bertanya ketika akhirnya mereka tiba di depan kamar Ling Qing Zhu.


"Mn,"


"Baiklah, kalau begitu beristirahatlah. Selamat malam~"


Ling Qing Zhu mengangguk pelan dan melihat kedua kultivator wanita itu yang mulai berjalan menjauh. Dia terus berdiri di depan pintu kamarnya dengan tatapan mata yang terus memperhatikan kedua wanita berpakaian putih tersebut.


Ling Qing Zhu sangat sulit akrab dengan orang lain. Jangankan bicara dengan orang asing----bahkan kepada anggota keluarganya pun dia sulit melakukan itu.


"Kau sedang melihat apa?"


Sebuah suara yang lembut dan sangat dekat terdengar tepat di telinga Ling Qing Zhu hingga membuatnya spontan menoleh.


Dia terkejut, begitu pun dengan orang yang bicara tadi. Nyaris saja Ling Qing Zhu terjatuh andai tubuhnya tidak ditahan oleh sebuah tangan.


"Kau baik-baik saja?"


!!


"Shu-Shuxiang," Ling Qing Zhu dengan cepat memperbaiki posisi berdirinya dan menepis tangan yang merangkulnya itu. Dia menatap dingin pada pemuda yang tak lain adalah Xiao Shuxiang dan berujar ketus.


"Tidak tahu malu."


Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian mendengus, "Aku hanya menolongmu. Kau bisa jatuh jika tidak ditahan olehku, apanya yang memalukan dengan itu?"


"........."


"Apa-apaan dengan tatapan mata yang seakan menyalahkanku itu?"

__ADS_1


"Memang salahmu,"


"Hei, biasanya aku datang lewat jendela. Tapi karena malam ini aku mau bersikap sopan, makanya sekarang lewat pintu. Apa kau tidak mendengar suara langkah kakiku?"


"........."


Ling Qing Zhu tidak mengatakan apa-apa dan langsung membuka pintu kamarnya. Dia tidak menunggu dan mempersilahkan Wali Pelindungnya masuk, bisa dibilang dia sengaja menutup pintu kembali dan mengunci pemuda itu di luar.


Xiao Shuxiang tertegun dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dia baru saja selesai membersihkan diri dan bergegas kemari untuk melihat Kucing Putihnya, tapi gadis itu malah memperlakukannya dengan sangat keterlaluan.


"Apa dia sedang datang bulan...?" Xiao Shuxiang berpikir perubahan sikap Ling Qing Zhu memang karena tamu istimewa gadis itu sedang datang, dia pun berjalan pergi dan kali ini masuk ke dalam kamar Kucing Putihnya lewat jendela seperti biasa.


"Kucing Putih? Apa kau marah padaku?" Xiao Shuxiang menghampiri Ling Qing Zhu yang sedang berada di depan meja duduk sambil membaca sebuah buku.


"Mn,"


"Gumamanmu itu artinya 'iya' atau 'tidak'?"


"Tidak,"


"Ooh..." Xiao Shuxiang mengambil tempat duduk di samping Kucing Putihnya dan kembali bertanya, "Jadi kenapa menutup pintunya dan mengunciku di luar?"


"Kau bisa masuk lewat jendela,"


"Kau ini benar-benar marah ya?"


"Tidak,"


"Kau gugup?"


"Tidak mungkin,"


"Kau membacanya secara terbalik,"


!!


Ling Qing Zhu tersentak dan spontan menoleh. Di saat yang bersamaan tawa Xiao Shuxiang ikut pecah. Ekspresi wajah di balik cadarnya begitu suram seakan langit telah berhutang lautan emas dan perak padanya.


Kedua tangannya terkepal, ini adalah yang pertama kalinya dia melakukan kecerobohan hingga begitu jelas. Benar-benar memalukan, apalagi sampai disaksikan oleh sosok menyebalkan ini.


Ling Qing Zhu berdiri dan berkata dengan dingin, "Pergilah jika tidak ada hal yang kau inginkan di sini."


"........ Tapi aku menginginkanmu,"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2