![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Zhang Zifan dan Xiao Shuxiang sama-sama terdorong mundur. Hanya saja ekspresi wajah keduanya nampak sangat berbeda.
Zhang Zifan mengatur napas dan melihat dengan saksama lawannya. Dia tidak habis pikir bisa bertarung sesengit ini hanya karena melawan seorang pelayan. Para murid yang berdiri di luar arena dan menyaksikan pertarungan tersebut juga nampak tidak percaya.
"Siapa orang yang dilawan Zhang Zifan itu?"
"Tunggu. Apa hanya aku yang salah lihat atau memang praktik pemuda itu berada di Forging Qi tingkat 5?"
"Pemuda itu bukannya ...."
"Dia seorang pelayan! Lihat pakaiannya!"
!!
Xiao Shuxiang menoleh sejenak ketika mendengar sebuah seruan. Terlihat banyak murid Sekte Lautan Awan yang menyaksikan pertarungannya, bahkan beberapa di antara mereka ada yang baru saja sampai.
Zhao Lu Si adalah salah satunya. Gadis cantik itu penasaran ketika mendengar kabar pertarungan Zhang Zifan di arena, dia pun segera datang kemari dan kaget saat tahu bahwa lawan Zhang Zifan merupakan orang yang sangat dia kenal.
"Tuan Xiao...?"
"Itu Tuan Xiao Shuxiang!"
"Ya ampun, bagaimana Tuan Xiao bisa melawan Senior Zhang Zifan?!"
Rekan-rekan Zhao Lu Si juga tidak bisa menahan rasa terkejut mereka. Belum sempat berbicara kembali, suara benturan senjata terdengar lagi dan kali ini jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya.
Yan Tianhen sendiri tidak peduli dengan banyaknya murid yang mulai datang menyaksikan pertarungan Zhang Zifan melawan Xiao Shuxiang. Dia hanya fokus melihat ke arena sambil memperhatikan dengan saksama setiap gerakan kedua pemuda itu.
!!
Rekan-rekan Yan Tianhen tersentak kaget dan tidak jarang tatapan mata mereka mengandung rasa kekaguman. Mereka baru pertama kali melihat Zhang Zifan memperagakan berbagai jenis gerakan berpedang, padahal para murid yang lain mengetahui bahwa Zhang Zifan adalah sosok murid yang sulit dihadapi.
Benar. Siapa pun orang yang melawan Zhang Zifan, dia tidak akan bisa bertahan dari tiga gerakan berpedang pemuda itu. Meski tidak termasuk dalam pewaris Puncak Gunung Suci, namun tidak ada yang meragukan kemampuan Zhang Zifan.
"He-hebat ...."
"Aku tidak bisa lagi menghitung jumlah gerakan berpedang yang Senior Zhang lakukan. Dia sudah banyak melakukan gerakan berpedang,"
!!
Para murid yang berada di luar arena tersentak dan mengeluarkan suara yang begitu heboh ketika melihat Zhang Zifan kembali tersudutkan. Pandangan mereka terarah pada sosok yang dilawan oleh saudara seperguruan mereka.
"Dia luar biasa ...."
"Tidak hanya menandingi fisik Saudara Zhang, tapi kemampuan pemuda itu kurasa bisa melampauinya---!!"
Sebuah serangan nyasar datang ketika beberapa murid tengah membicarakan Xiao Shuxiang. Mereka pun dengan gesit melompat dan menghindari serangan itu. Suara ketika salah satu ujung dari pita merah yang menyentuh lantai arena bahkan lebih keras dari sambaran petir.
"Kuat sekali...!"
Beberapa orang berdecak kagum, bahkan salah satu rekan Yan Tianhen tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari sosok pemuda yang rambutnya terurai panjang dan dilambai-lambaikan oleh angin itu.
"Senior Yan .... Siapa sebenarnya Xiao Shuxiang?" seorang rekan yang berdiri di samping Yan Tianhen bertanya.
Seorang lagi ikut berkata, "Aku juga penasaran dengannya. Gerakan yang dia perlihatkan seperti bukan milik kultivator pemula. Dia gesit dan seakan mampu melihat semua gerakan berpedang Zhang Zifan,"
__ADS_1
"Bukan hanya itu," murid yang lain berujar. "Gerakannya dalam menghindar dan saat melakukan serangan balasan tak seperti milik Senior Zhang, milikmu atau aku. Itu adalah gerakan yang tidak dipelajari dari sebuah perguruan."
Yan Tianhen tersentak saat mendengar saudaranya bicara demikian, dia sampai menoleh dan memperlihatkan tatapan yang mengandung keterkejutan.
".........." Yan Tianhen ingin bersuara, tapi rasanya kata yang mau dia lontarkan tertahan tepat di tenggorokannya. Pantas saat pertama kali bertemu dengan Xiao Shuxiang, dia sudah merasakan firasat yang aneh. Pelayan yang tugasnya hanya mencabut rumput liar itu merupakan orang yang tidak pernah belajar teknik bertarung dalam sebuah perguruan.
Yan Tianhen kembali memandang ke depan. Kedua tangannya terkepal saat memperhatikan Xiao Shuxiang yang berhasil melukai punggung Zhang Zifan dengan memakai pita merahnya. Suara keras diiringi erangan kesakitan mampu membuat para murid senior terperanjat.
Zhang Zifan menatap nyalang ke arah Xiao Shuxiang dan mengalirkan energi spiritual pada pedangnya. Meskipun dia kuat, tetapi ada hal yang tetap menahan Zhang Zifan untuk tidak mengerahkan seluruh kekuatannya.
Zhang Zifan tinggal di sekte. Yang mana pertarungan melawan orang-orang di sekte ini tidak boleh sampai membunuh. Meskipun terlihat suka menindas, tetapi Zhang Zifan tetap memiliki hati yang penuh rasa kemanusiaan dan keadilan. Dia mustahil untuk mengambil nyawa saudara seperguruannya sendiri, apalagi mengambil nyawa seorang pelayan.
Xiao Shuxiang mendengus karena tahu lawannya ternyata orang yang berhati lembut. Zhang Zifan masih terlalu muda. Dia dan orang-orang yang tinggal nyaman dalam sebuah sekte tidak akan pernah bisa mengalahkan orang seperti dirinya yang sejak lahir sudah siap membunuh dan dibunuh.
"Masih terlalu muda ...." Xiao Shuxiang bergumam pelan sebelum mengambil kesempatan untuk melompat dan masuk dalam area pertahanan lawan dengan memakai gerakan yang sama seperti milik Zhang Zifan.
Para murid junior yang menyaksikan hal itu dan masih tidak tahu apa-apa terlihat terkejut dengan mata yang penuh rasa tak percaya. Sementara murid yang tahu bahwa Xiao Shuxiang meniru gerakan Zhang Zifan langsung merasakan guntur di dalam dada mereka.
Jari-jari tangan kiri Xiao Shuxiang dengan lembutnya meraih tangan kiri Zhang Zifan. Rasanya seakan Xiao Shuxiang menggenggam tangan pria itu dengan membuat jari-jari mereka saling menyatu.
Zhang Zifan yang sempat merasakan betapa lembut dan hangatnya jari-jari itu bahkan terkejut bukan main. Dia nyaris berpikiran yang aneh saat tiba-tiba saja rasa sakit yang tidak terbantahkan menjalar dari tangan kirinya.
!!
Hanya Zhang Zifan dan Xiao Shuxiang yang tahu. Hanya mereka berdua yang mendengar suara retakan tulang itu. Mereka terlihat saling menggenggam, tetapi Xiao Shuxiang-lah yang membuat jari-jari tangan Zhang Zifan terpelintir ke belakang. Bahkan saat melakukannya, ekspresi wajahnya sama sekali tidak berubah.
Xiao Shuxiang mengambil jarak saat mendengar ujung pedang lawannya tertancap di tanah. Dia melihat Zhang Zifan menahan erangan kesakitan, tapi tidak bisa. Keempat jari tangan pemuda itu benar-benar terlihat buruk sekarang.
Tanpa ekspresi, tangan kanan Xiao Shuxiang yang memegang pita merahnya bergerak dan sambaran langsung terarah pada punggung Zhang Zifan hingga membuat pemuda itu terpental dan menghantam lantai arena.
!!
Yan Tianhen dan para rekan-rekannya, termasuk Xiao Shuxiang sendiri nampak terkejut. Sejak awal pertarungan mereka, tidak ada yang namanya 'wasit'. Lantas mengapa sekarang ada? Apalagi sosok yang berdiri itu tidak lain adalah Tetua Puncak Bai, Jiao Feng.
Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan seperti baru sadar bahwa sudah lebih banyak orang yang menyaksikannya bertarung. Di antara orang-orang itu bahkan ada Kucing Putihnya, termasuk wanita pemabuk yang pernah dikatakan Mo Huai adalah Tetua Puncak Jin Cheng.
Xiao Shuxiang berkedip, dia juga melihat Mo Huai, Wang Zhao dan Dao Fang An di antara para murid. Seluruh mata benar-benar tertuju pada arena dan kepadanya.
Pikiran tidak waras Xiao Shuxiang segera mengambil alih. Dia seketika memuntahkan darah segar dan pekat hingga membuat semua orang termasuk Yan Tianhen terkejut.
"Ap-Apa yang terjadi dengannya?!"
"He-Hei...!! Dia akan---"
Jiao Feng spontan bergerak dan menahan tubuh Xiao Shuxiang yang nyaris ambruk. Dia merasakan napas terputus-putus dari pelayan muda ini dan terbelalak saat melihat betapa pucat wajahnya.
"Tuan Xiao...?!" Zhao Lu Si tanpa sadar menutup mulutnya. Dia pikir bahwa Xiao Shuxiang terlihat baik-baik saja, tetapi justru sebaliknya.
"Tuan Xiao...!" Wang Zhao berseru dan berlari masuk ke arena.
Dao Fang An ikut berlari, namun dia lebih memilih melihat kondisi Zhang Zifan. Dia tidak terlalu khawatir pada Xiao Shuxiang karena Jiao Feng bersama pemuda itu.
Yan Tianhen dan rekan-rekannya juga ikut berlari masuk untuk melihat kondisi Zhang Zifan.
"Tuan Muda Xiao...!" Mo Huai terlihat panik, dia menyusul Wang Zhao.
__ADS_1
Xiao Shuxiang kembali memuntahkan darah dan terbatuk, dia kembali membuat kaget Jiao Feng, Wang Zhao dan Mo Huai. Ling Qing Zhu dan teman-temannya ikut masuk ke dalam arena juga nampak kaget saat mengetahui kondisi Xiao Shuxiang.
"Nak, kau baik-baik saja?" Jiao Feng menepuk pelan pipi Xiao Shuxiang dan tetap menahan tubuh pemuda itu.
"Se-sebaiknya kita bawa Tuan Muda Xiao untuk diobati. Kurasa... Dia mengalami luka parah," suara Mo Huai terdengar gemetar.
Wang Zhao mengangguk, "Kau benar. Tetua, kami akan membawanya untuk diobati. Saudara Mo, tolong bantu aku memapah Tuan Xiao,"
"Baik--"
"Tunggu," suara Xiao Shuxiang lemah. Dia menggeleng pelan sebelum berkata, "Biar Kucing Putih .... Yang lakukan."
Jiao Feng dan yang lainnya tersentak saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang. Mereka keheranan dengan siapa yang dimaksud 'Kucing Putih' oleh pemuda ini. Sementara itu, Mo Huai dan Wang Zhao yang mengetahuinya nampak berkedip.
"Biar aku yang bawa," Ling Qing Zhu akhirnya buka suara dan kembali membuat terkejut semua orang.
Dengan ekspresi yang masih sama, dia memapah Xiao Shuxiang dan dengan hati-hati menuntunnya berjalan. Mo Huai dan Wang Zhao mengikuti mereka.
"Apa dia terluka parah?"
Samar-samar terdengar suara rekan Yan Tianhen. Mereka nampak mengerumuni Zhang Zifan.
"Aku melihatnya memuntahkan darah dan wajahnya juga sangat pucat. Saudara Zhang, apa kau memberinya luka dalam?"
"Pasti luka dalam. Itu terlihat parah,"
Yan Tianhen tidak memberi tanggapan apa pun pada rekan-rekannya. Dia masih memperhatikan tangan Zhang Zifan yang terlihat mengerikan akibat ulah Xiao Shuxiang. Hanya saja perkataan seorang murid berikutnya membuat dia tersentak.
"Tapi aku melihat Xiao Shuxiang sama sekali tidak terkena serangan apa pun. Dia berhasil menghindari setiap serangan milik Saudara Zhang, lantas bagaimana dia bisa mengalami luka dalam yang parah?"
Yan Tianhen spontan menyentuh bahu Zhang Zifan. Dia bertanya, "Apa kau memberinya luka dalam?"
Zhang Zifan yang masih mengerang berusaha menjawab. Nada suaranya terdengar kesal, "Tidak! Aku tidak pernah melukainya. Kalian pikir aku memakai senjata rahasia?! Dia yang menyerangku dari belakang! Caranya bertarung seperti bandit liar saja! Aakh!"
Yan Tianhen mengepalkan tangannya dan segera berdiri. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Xiao Shuxiang. Di saat seperti ini, mana mungkin Zhang Zifan berbohong. Jika temannya ngotot yakin tidak memberi luka dalam pada Xiao Shuxiang, maka itu artinya...
!!
Yan Tianhen tersentak. Dia melihat Xiao Shuxiang sedang dipapah oleh Ling Qing Zhu dan diikuti beberapa orang keluar arena. Mereka menuju ke arah di mana balai pengobatan berada.
Yan Tianhen lantas bertemu pandang dengan Xiao Shuxiang dan melihat senyuman samar terlukis pada wajah pemuda itu. Dia merasakan denyut di kepala dan dadanya.
Yan Tianhen mengepalkan tangan dan menggeram. Giginya terkatup saat berkata, "Dia... Licik sekali."
Xiao Shuxiang melihat ekspresi Yan Tianhen yang penuh amarah, binar pada matanya nampak cerah. Dia berusaha menahan diri agar senyumannya tidak disadari siapa pun.
Xiao Shuxiang terbatuk dan lalu berkata, "Kucing Putih .... Jalan pelan-pelan,"
"Ini sudah pelan," Ling Qing Zhu berujar sambil mengeratkan rangkulannya pada pinggang Wali Pelindungnya.
Ling Qing Zhu, "Kau mau kugendong?"
"Aku berat .... Kau rangkul aku saja. Peluk pinggangku erat-erat. Aku takut jatuh,"
"Ini sudah kupeluk,"
__ADS_1
******