![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Hmph, ancamanmu tidak mempan untukku." Dao Fang An mendengus, dia pun menyilangkan tangannya dan kembali berkata. "Sekarang kalian semua perhatikan kemari...!"
Pandangan mata para pemuda itu langsung tertuju pada Dao Fang An. Pria tua tersebut menjelaskan tugas mereka di sekte ini dan itu tidak lain merupakan pekerjaan yang tak berhubungan dengan pelatihan kultivasi.
"Kalian akan mendapat tugas masing-masing. Tapi untuk satu orang itu, dia akan bertugas mencabuti rumput di sekte ini." Dao Fang An memakai tatapan matanya untuk menunjuk Xiao Shuxiang.
Dia pun kembali berkata, "Kalian jangan pernah ada yang membantunya. Biarkan dia sendiri,"
Para pemuda itu terkejut dan spontan menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Mereka berkedip dan seakan tidak menyangka bahwa sosok seperti Xiao Shuxiang akan menjadi bagian dari mereka yang lemah ini. Rasanya seperti mimpi.
Xiao Shuxiang sendiri mendengus ketika mendengar ucapan Dao Fang An, "Jadi karena ini seragamku sedikit berbeda dengan mereka dan tempat tinggalku juga dipisahkan, begitu?"
"Apa kau mau protes? Jika kau tidak terima, maka katakan saja. Aku bisa meminta Tuan Muda Gao untuk menendangmu keluar dari sekte ini."
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Kau tidak perlu mengancamku, Kakek. Aku sudah biasa dengan hal semacam ini, terserah kau saja. Jadi kapan aku mulai bekerja? Jika terus berdiri di sini, sinar matahari akan makin naik. Udara pasti akan menjadi panas, aku ini sangat peduli pada kondisi kulitku."
Mo Huai berkedip, ucapan pemuda di sampingnya terdengar serius. Ini adalah sisi lain dari Xiao Shuxiang yang baru dia ketahui. Selain dirinya, para pemuda di sampingnya juga tampak berekspresi sama.
Di sisi lain, meski terlihat saling meledek dan mencari pertengkaran satu sama lain----nyatanya Dao Fang An dan Xiao Shuxiang tidak saling membenci. Mereka juga tidak menyimpan rasa dendam di dalam hati.
*
*
*
"Aku sungguh melakukannya..." Xiao Shuxiang mencabut rumput dengan kedua tangannya dan meletakkannya pada sebuah anyaman bambu khusus untuk sampah.
Rambut panjangnya sedikit dilambai-lambaikan oleh angin. Terasa agak menganggu bagi Xiao Shuxiang, tetapi sangat indah jika dalam pandangan orang lain.
"Ini penurunan harga diri yang luar biasa..." Xiao Shuxiang mencabut segenggam rumput lagi. "Aku adalah seorang 'Kaisar', bahkan jika identitas itu tidak ada di dunia ini----paling tidak masih ada identitas lainku yang adalah seorang pangeran. Tapi kenapa aku harus berbuat hal setidak-wajar ini?"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Ya ampun... Kucing Putih, aku sampai seperti ini demi dirimu. Awas saja jika kau tidak belajar baik dan justru berani menduakan aku,"
Banyak kultivator yang sebenarnya berlalu-lalang di sekitar Xiao Shuxiang, namun pemuda itu sama sekali tidak mempedulikannya dan tetap fokus mencabut rumput.
Dia jujur sangat menarik perhatian. Tidak ada dari garis wajah maupun postur tubuh Xiao Shuxiang yang cocok disebut pelayan. Dia terlahir sebagai sosok yang paling kuat, berbakat dan memiliki takdir menjadi tirani. Wajahnya terlalu mempesona dan membuat sejuk siapa pun yang memandanginya.
"Aku suka padanya..."
"Kau ini bicara apa? Sssh... Pelankan suaramu,"
"Dia memiliki wajah yang polos dan baik hati. Aku yakin dia bahkan tidak pernah melukai siapa pun dengan pedangnya. Pemuda yang mempunyai pesona seperti itu sangat jarang ditemukan,"
"Ah... Kau benar. Dia memiliki wajah yang tidak bosan dilihat. Kepribadiannya juga menarik, dan coba lihat saat dia sedang menggelembungkan pipinya----itu sangat menggemaskan~"
"Aku ingin mendekatinya~"
__ADS_1
"Aah~ dia menatap kemari~"
Xiao Shuxiang berkedip. Ada enam gadis berpakaian merah yang berada tidak jauh darinya. Pembicaraan mereka terdengar heboh sejak tadi dan saat dia menoleh----para gadis cantik itu kian menjadi.
"Mereka itu kenapa? Jangan bilang yang sedang disinggung tadi adalah aku?" Xiao Shuxiang memperhatikan para gadis itu dan kemudian tersenyum tipis sambil menunduk pelan seakan memberi isyarat penghormatan.
!!
"AAAH!~ Senyumannya sangat tampan!~"
"Dia tersenyum padaku!~"
"Ya ampun!~ dia baru saja tersenyum!~"
"Astaga!~ Aku panas dingin, dia benar-benar mempesona!"
Berikutnya gadis-gadis itu semakin heboh hingga membuat Xiao Shuxiang sangat kaget, "Gila...! Aku hanya mengujinya dan ternyata memang benar tingkah mereka karena aku. Ini..."
Xiao Shuxiang memang memiliki wajah yang tampan dan mempesona. Dalam kehidupan terdahulunya, banyak gadis yang menyukainya dan tidak jarang dia mendapat lamaran secara langsung.
Tapi, tidak butuh waktu lama sampai para gadis itu takut karena melihat cara membunuh Xiao Shuxiang yang begitu kejam. Mereka pun tidak ada lagi yang berani mendekat.
Kemudian dalam kehidupan ini, para gadis menjauhinya karena rumor bahwa dia menjalin hubungan terlarang dengan sosok Lan Guan Zhi. Tidak ada gadis selain dari Sekte Kupu-Kupu yang berani mendekati Xiao Shuxiang.
Tetapi kini, di Alam Kultivasi Atas----Sekte Lautan Awan, Xiao Shuxiang tidak punya rumor apa pun yang bisa menghindarkan dirinya dengan para gadis itu. Tidak ada teman baiknya, Lan Guan Zhi yang akan menolongnya.
"Aku harus mencari Kucing Putih setelah ini..." Xiao Shuxiang kembali kepada pekerjaannya. Dia mengambil anyaman bambu berisi rumput yang sudah dicabut dan pergi ke tempat lain.
"Dia pemalu~"
"Sudah kubilang dia pemuda yang polos,"
"Melihatnya seperti itu membuatku ingin mengajarinya hal-hal dewasa~"
"Kau ini jangan seperti itu. Kau mau kuadukan pada Shizun?"
Xiao Shuxiang yang kini berada di tempat yang jauh dari para gadis itu masih bisa merasakan tengkuknya dingin. Rasanya seperti dia masih sedang dibicarakan. Tidak ingin memikirkannya lagi, dia pun kembali mencabut rumput.
Tempat yang Xiao Shuxiang pilih adalah di bawah sebuah pohon, tidak jauh dari sebuah arena pelatihan di mana banyak kultivator berpakaian putih yang sedang duduk sambil mendengarkan penjelasan seorang kultivator tua.
?!
Salah seorang kultivator yang duduk di barisan kedua dan satu-satunya orang yang memiliki rambut berwarna putih adalah Ling Qing Zhu.
Xiao Shuxiang juga memastikan itu benar-benar Kucing Putihnya karena gadis tersebut memakai cadar tipis dan aroma yang dia cium sendiri merupakan bunga wisteria. Ling Qing Zhu selalu beraroma bunga ini hingga Xiao Shuxiang tidak pernah ragu mengenalinya.
Benar bahwa kultivator yang dilihat oleh pemuda itu adalah Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis tersebut nampak fokus mendengarkan penjelasan seorang guru di hadapannya yang membahas tentang tiap lokasi di Sekte Lautan Awan.
__ADS_1
Pelajaran pertama mereka memang sebatas pengenalan tempat tinggal dan kemudian berlanjut pada lokasi-lokasi yang bisa dikunjungi dan juga terlarang.
Xiao Shuxiang memperhatikan dari jauh betapa seriusnya Ling Qing Zhu dalam memahami setiap penjelasan kultivator itu. Dalam hati dia bersyukur karena tak harus duduk seperti layaknya murid.
"Sungguh, sudah cukup aku belajar di Sekte Pedang Langit. Aku tidak mau lagi. Biarkan Kucing Putih yang mendapat banyak siraman kalbu hingga dia bisa menjadi istri yang baik, itu jauh lebih bagus."
Karena berada di jarak yang jauh, kehadiran Xiao Shuxiang tidak terlalu menarik perhatian Ling Qing Zhu dan para kultivator di sampingnya. Dia sendiri tidak mencoba untuk mendekat apalagi memanggil gadis itu.
Bimbingan yang diberikan kepada Ling Qing Zhu dan para kultivator terus berlanjut hingga seorang kultivator senior datang. Mereka pun diberi bimbingan dari kultivator itu yang kali ini adalah tentang praktik kultivasi.
Kultivator senior itu mengajak Ling Qing Zhu dan yang lainnya untuk pindah ke tempat lain. Mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore hari, bahkan tidak ada jeda untuk beristirahat.
Xiao Shuxiang di sisi lain tidak bisa menyelesaikan tugasnya karena hanya dialah yang disuruh untuk mencabuti rumput seorang diri. Dia tidak diragukan lagi mendapat omelan dari Dao Fang An.
Dao Fang An terlihat memegang sapu, "Aku memperhatikanmu. Kau hanya bermalas-malasan tanpa menggerakkan tangan sedikit pun,"
"Tapi aku baru melihatmu,"
"Itu karena kau terus saja melihat ke arah sana. Memang siapa yang sedang kau pandangi, hah?"
"Apa kau lupa tujuanku datang kemari?" Xiao Shuxiang menengadah sejenak dan menatap Dao Fang An, "Aku tentu saja memperhatikan istriku."
"Mn? Memang siapa istrimu?"
"Dia adalah gadis yang paling cantik di dunia ini."
"Mm... Apa itu nona bercadar tipis yang bermarga 'Ling'?"
Xiao Shuxiang tersentak, dia berkedip. "Dari mana kau tahu?"
"Karena dia gadis yang paling cantik di tempat ini," Dao Fang An tersenyum. "Banyak gadis yang sebenarnya cantik, tapi tidak ada yang menyamai kecantikan nona Ling. Apa sungguh dia istrimu?"
"Tentu saja, aku sama sekali tidak berbohong." Xiao Shuxiang berdiri dan lalu mengembuskan napas, "Aku juga pemuda yang tampan dan mempesona, kami benar-benar pasangan yang serasi."
"Hmph, kurasa hanya perasaanmu." Dao Fang An meledek, namun dia tahu bahwa Xiao Shuxiang tidaklah berbohong.
Pemuda ini merupakan orang yang sama sekali tidak menderita luka saat menapak di Tiān lù. Selain membuat para kultivator mengingat hal paling di sesalinya----Tiān lù juga berfungsi untuk memberi balasan sesuai dengan aroma kebohongan orang yang menapakkan kaki di atasnya. Xiao Shuxiang jelas adalah satu-satunya yang bisa lolos tanpa lecet sedikit pun.
Xiao Shuxiang, "Kakek Tua, apa aku bisa menghentikan pekerjaanku untuk hari ini? Kau keterlaluan karena memisahkanku dari Mo Huai, padahal hanya dia orang yang bisa membantuku mencabuti rumput-rumput ini."
"Temanmu sibuk dengan dapur. Dia menyiapkan hidangan makanan bagi para kultivator itu. Jika kau lelah, kau bisa istirahat. Aku tidak ingin dianggap sudah menindasmu,"
Xiao Shuxiang langsung bersemangat, "Begitu kan lebih enak, Kakek. Aku jadi merasa kau orang yang baik. Nah, jika sudah diberi izin begini----aku tentu tidak akan menundanya lagi,"
Xiao Shuxiang tersenyum dan lantas berpamitan. "Aku ingin menemui Kucing Putih dan tidak akan membuat masalah. Aku pergi dulu,"
"Apa--" Dao Fang An tersentak ketika Xiao Shuxiang pergi begitu saja. Dia lantas menggeleng dan mengembuskan napas pelan. "Haaah... Anak itu. Dia memang sangat menarik,"
__ADS_1
******