![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Hei Lian sudah menyusup ke dalam Sekte Lautan Awan saat pertama kali Chu Gu Xiang datang. Dia adalah anggota Sekte Lembah Iblis yang pandai menyamar menggunakan topeng dari kulit manusia.
Meskipun masih berusia 15 Tahun dan merupakan anak perempuan, namun kekuatan Hei Lian sebenarnya satu tingkat di atas Chu Gu Xiang.
Dia bisa saja membantu Chu Gu Xiang saat gadis cantik itu dalam keadaan yang terdesak. Hei Lian mampu memperparah kondisi Sekte Lautan Awan jika dia bergerak, namun justru anak perempuan itu tidak melakukan apa-apa.
Walaupun selama ini Hei Lian seakan menjadi ekor dari Chu Gu Xiang dan nampak bagai anak polos yang penurut, tetapi bukan berarti dia tidak memiliki pikiran yang licik sendiri.
Hei Lian tidak menyukai Chu Gu Xiang sejak lama. Dia ingin menggantikan gadis itu dan menjadi saudara dari Qiao Nuan, Sang Iblis Mimpi. Dirinya menginginkan julukan dari Dua Keputus-asaan dan karena itulah dia sudah menahan diri sejak lama.
Dia menahan diri dan mengikuti Chu Gu Xiang selayaknya anak anjing yang patuh. Wajahnya yang polos tidak hanya menipu musuh, tetapi juga rekannya sendiri. Dia benar-benar anak iblis yang licik.
"..............."
Hei Lian sudah cukup lama mengawasi Sekte Lautan Awan dan ini adalah kabar terbaru yang bisa dia temukan. Dia tetap di tempat dirinya berdiri meski Tetua Xie Yanran, Xiao Shuxiang dan yang lainnya sudah tidak terlihat lagi.
"..............." Hei Lian tersenyum tipis. Dia tidak menyangka bahwa saat ini Sekte Lautan Awan sedang memulai persiapan untuk menyerang Sekte Lembah Iblis miliknya. Bahkan, mereka meminta bantuan dari sosok pemuda yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.
Hei Lian cekikikan, "Nuan JieJie pasti senang mendengar kabar ini. Lihat saja, apa yang akan kulakukan pada kalian semua."
*
*
Xiao Shuxiang, Bocah Pengemis Gila, Wang Zhao dan Yi Wen mendatangi Tetua Wang Jing Li yang saat ini sedang bersama Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan beberapa murid Sekte Lautan Awan.
Tetua Wang Jing Li terlihat mengawasi latihan berpedang para murid. Sosoknya yang tinggi lagi besar itu nampak sangat mengagumkan. Dia memberi arahan bagi para muridnya ketika mereka melakukan gerakan berpedang.
Para murid Sekte Lautan Awan berseru setiap kali mereka melangkah membuat gerakan. Hanya Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu yang tidak mengatakan apa-apa, namun mereka tetap mengikuti gerakan berpedang para murid.
"Tetua Wang...!"
?!
Tetua Wang Jing Li mendengar seruan seorang pemuda dan langsung berbalik. Dia pun melihat Xiao Shuxiang dan teman-teman pemuda itu yang nampak berlari ke arahnya.
Para murid Sekte Lautan Awan tersentak mendengar seruan itu. Mereka bahkan berhenti berlatih hanya untuk melihat siapa yang begitu berani memanggil Tetua Wang sambil berseru. Sungguh tidak sopan.
Salah satu murid Sekte Lautan Awan adalah Zhao Lu Si. Gadis itu berkedip saat mengetahui pemuda yang datang kemari. Dirinya tidak menyangka akan melihat sosok yang sebelumnya telah mengurung diri di kamar.
"Tuan Muda Xiao...?" Zhao Lu Si berujar pelan. Suaranya lembut dan dari yang bisa dilihat, dia jelas nampak merona malu.
Zhao Lu Si tertunduk dan mengambil satu langkah untuk bersembunyi di belakang punggung temannya. Dia gugup dan berusaha merapikan pakaiannya.
"Lan'Er Gege~" Bocah Pengemis Gila berkedip, dia tidak menyangka akan bertemu Lan Guan Zhi di sini.
Bocah Pengemis Gila pun baru akan ke tempat Lan Guan Zhi saat mendengar suara Xiao Shuxiang. Pemuda itu seakan tidak peduli pada kondisi di sekitarnya.
"Tetua Wang, aku perlu bicara denganmu." Xiao Shuxiang tanpa basa-basi berkata, "Bantu aku mengendalikan kekuatanku. Tetua Xie berkata, kau bisa menolongku."
Tetua Wang Jing Li berkedip, ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia mempunyai wajah yang tegas dan nampak serius dalam memperhatikan Xiao Shuxiang.
Tetua Wang Jing Li berkata, "Apa begini caramu menyapa seorang 'Tetua'?"
Xiao Shuxiang langsung menyatukan kedua tangannya dan menyapa, "Salam untuk Tetua Wang. Aku Xiao Shuxiang, tolong bimbingannya."
Bocah Pengemis Gila tersentak karena Xiao Shuxiang bisa dengan mudah melakukan salam sesopan itu. Dia bahkan tidak percaya teman baik dari Lan'Er Gege-nya itu bisa membungkuk dan memberi hormat pada Tetua Wang Jing Li.
Yi Wen pun sampai tertegun. Dia tahu benar bagaimana karakter Saudara Xiao-nya. Sosok Xiao Shuxiang yang dia kenal pasti akan protes bila disuruh untuk memberi hormat pada orang lain, bahkan jika orang tersebut berusia puluhan tahun.
Alasannya tentu saja karena Saudara Xiao-nya lebih pantas dihormati. Usia Xiao Shuxiang saja sudah lebih dari seratus tahun, jadi sangat tidak pantas bila saudaranya itu bersikap lebih hormat pada seorang tetua yang usianya beberapa puluh tahun.
"..............." Ling Qing Zhu sendiri nampak memperhatikan Wali Pelindungnya. Dia mendengar beberapa murid Sekte Lautan Awan yang berbisik-bisik dan membahas Wali Pelindungnya itu.
Sebenarnya, Ling Qing Zhu mengira bahwa Xiao Shuxiang sedang berlatih dengan Tetua Xie Yanran, tetapi sepertinya ada sebuah kejadian yang membuat pemuda itu kini berada di tempat ini.
"Apa dia yang menyelamatkan sekte ini dari serangan Sekte Lembah Iblis..?" seorang murid laki-laki berujar pelan kepada teman di sampingnya.
"Benar, dia orangnya. Kudengar, dialah yang mengalahkan anggota Sekte Lembah Iblis yang berotot itu."
"Mengagumkan, padahal praktiknya begitu rendah."
"..............." Lan Guan Zhi mendengar ada beberapa orang yang bicara tentang Xiao Shuxiang di sekitarnya. Dia pun bahkan mendengar suara beberapa gadis.
Salah satu murid perempuan berujar pelan, "Saudara Lu Si .... Bukankah orang itu yang sudah menusuk perutmu?"
"Itu ....."
__ADS_1
"Kenapa kau justru terlihat senang? Xiao Shuxiang sudah melukaimu, harusnya kau benci padanya."
"Tapi aku ...." Zhao Lu Si begitu gugup dan tertunduk semakin dalam. Pipinya agak merona merah.
Zhao Lu Si bersuara pelan, "Aku yakin Tuan Muda Xiao tidak sengaja. Dialah yang sudah menyelamatkanku,"
"Astaga anak ini .... Kau benar-benar suka padanya yah...?"
"Aku ...."
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia memegang kuat pedang di tangannya dan memperhatikan Tetua Wang Jing Li yang sedang bicara dengan teman baiknya.
Tetua Wang Jing Li sendiri tahu bahwa Xiao Shuxiang sedang berlatih untuk nantinya akan membantu mereka dalam menyerang Sekte Lembah Iblis. Tetapi dia tidak mengetahui kedatangan Shen Long yang merupakan putra angkat dari Tetua Shang Quan Yi.
Bocah Pengemis Gila sendiri menyapa Tetua Wang Jing Li dengan begitu sopan. Dia pun memperkenalkan Yi Wen Sebagai rekannya sekaligus saudara seperguruan Xiao Shuxiang.
Di saat perkenalan pada Yi Wen, para murid Sekte Lautan Awan yang ada di sana semakin heboh. Bahkan terdengar suara keras yang seperti menelan ludah dan beberapa yang tersedak sampai terbatuk-batuk.
Reaksi para murid itu kebanyakan dari para pemuda. Mereka seakan salah tingkah ketika memperhatikan Yi Wen dengan saksama. Tidak sedikit yang sampai tertegun dengan mulut yang secara tidak sadar terbuka.
"Aku bisa saja membantumu," Tetua Wang Jing Li angkat bicara. Dia menatap serius ke arah Xiao Shuxiang tanpa peduli pada reaksi para muridnya.
Tetua Wang Jing Li kembali berkata, "Membuka segel di tubuhmu itu adalah perkara yang mudah, aku dapat langsung melakukannya. Hanya saja, kesulitannya ada pada dirimu sendiri yang tidak bisa mengendalikannya."
Xiao Shuxiang menelan ludah, dia tahu hal itu. Dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya jika segel tersebut dibuka. Tetapi sangat tidak menyenangkan menjadi lemah dalam kondisi di mana lawan-lawannya adalah orang yang kuat.
Bila di Alam Kultivasi Bawah, dia sama sekali tidak mempermasalahkan tentang segel kekuatannya. Dia tidak akan pernah protes sebab itu pun demi hubungannya dengan Kucing Putihnya, tetapi saat ini benar-benar berbeda.
"Karena kau kemari mencariku dan langsung pada intinya, maka aku pun tidak akan membuang waktu." Tetua Wang Jing Li berkata, "Ambil tempatmu di barisan para murid dan kita mulai latihannya,"
!!
Xiao Shuxiang tersentak dan mulai mengarahkan pandang kepada para murid Sekte Lautan Awan. Dia melihat ada sekitar lima belas orang beserta Lan Guan Zhi dan Kucing Putihnya.
Sambil menyilangkan tangan, Tetua Wang Jing Li berujar. "Tetua Xie Yanran mengatakannya padaku kemarin, dia berkata bahwa kau payah dalam teknik dasar berpedang. Aku juga menyaksikan sendiri betapa liar dan kacaunya gerakan berpedangmu."
Tetua Wang Jing Li memberi penjelasan, "Rasanya seakan-akan kau tidak peduli pada teknik berpedang seperti apa yang kau lakukan. Kau merasa bahwa asalkan lawanmu tewas, maka itu sudah cukup."
Xiao Shuxiang berkedip. Memang itu selalu menjadi isi pikirannya ketika akan mengayunkan pedang. Dirinya pun mulai mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Aku ingin belajar. Tetapi jika dimulai dari teknik dasar berpedang, bukankah waktuku tidak banyak?"
"Itu akan cukup, jika kau memang berbakat." Tetua Wang Jing Li menatap Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu sebelum kembali mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang.
"Hei, aku memang bukan pemuda yang berbakat dan tidak bisa menguasai teknik berpedang dengan cepat. Namun aku ini orang yang pantang menyerah,"
Xiao Shuxiang menarik napas sebelum bersuara kembali. Kali ini dia menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila, "Kau juga ikut berlatih denganku."
?!
Bocah Pengemis Gila kaget, dia dengan cepat menggeleng pelan dan tersenyum pahit. "Aku .... Kurasa aku tidak bisa---"
"Itu bagus juga," Tetua Wang Jing Li menyela. Dia menatap pemuda yang memegang tongkat bambu itu dan lalu berkata, "Kau Shen Long, kan? Kau juga ikut mengambil tempat. Begitu pun dengan gadis dan pemuda itu,"
"Sa-Saya?!" Wang Zhao gugup dan terlihat menunjuk dirinya sendiri. Dia pun menelan ludah dan merasa agak buruk sebab pandangan para murid Sekte Lautan Awan sangat menyesakkan baginya.
Yi Wen juga sebenarnya ingin menolak, tetapi daripada hanya menyaksikan Xiao Shuxiang berlatih tanpa bisa merangkul saudaranya itu----dirinya pun terpaksa ikut. Dia pun mengambil tempat di dekat Ling Qing Zhu dan menggeser beberapa murid perempuan.
"Baiklah, kalian mulai gerakannya dari awal." Tetua Wang Jing Li, "Bersiap..!"
"Baik!"
Para murid Sekte Lautan Awan berseru secara serentak dan kembali memulai gerakan berpedang. Xiao Shuxiang nampak memakai Yīng xióng, sementara Wang Zhao menggunakan pedang kayu miliknya.
Zhao Lu Si merasa canggung, tetapi dia berusaha untuk menyembunyikannya. Dia tidak ingin ditegur oleh Tetua Wang Jing Li dan membuat Xiao Shuxiang menyadari keberadaannya.
Latihan itu berlangsung cukup lama dan memang merupakan hal baru bagi Xiao Shuxiang. Sementara untuk Yi Wen, dia pernah berlatih bersama-sama seperti ini saat belajar di Sekte Pedang Langit.
Bocah Pengemis Gila sudah sangat lama tidak melakukannya. Menjadi salah satu murid yang berlatih di bawah bimbingan seorang guru membuatnya mengenang beberapa kejadian di masa lalu, hanya saja ingatannya sedikit kabur.
Untuk Wang Zhao, dia sendiri merasa bernostalgia. Di sektenya dahulu----dia dan para saudaranya pun berlatih pedang dengan cara semacam ini.
Tetua Wang Jing Li berjalan tenang sambil memberikan beberapa arahan. Dia memperhatikan setiap muridnya dan memperbaiki posisi anggota badan mereka jika tidak sesuai.
"Xiao Shuxiang, perhatikan langkahmu. Kau salah," Tetua Wang Jing Li menegur pemuda mempesona itu dan membantu memperbaiki posisi kakinya.
"Bahkan murid junior di sekte ini lebih pandai darimu," Tetua Wang Jing Li memegang lengan Xiao Shuxiang sambil meledeknya, "Lurus. Pegang pedangmu yang kuat,"
"Tetua Wang, ini sangat susah. Apa tidak ada cara yang lain?"
__ADS_1
"Ini cara yang paling mudah dan kau masih mengeluhkannya," Tetua Wang Jing Li memperbaiki posisi badan Xiao Shuxiang dan berkata, "Jika saja kau adalah murid langsung-ku, maka aku akan memberimu nilai Dīng."
^^^甲 [Jiǎ] \= nilai A, 乙 [Yǐ] \= B, 丙 [Bǐng] \= C, 丁 [Dīng] \= Jika mendapat nilai ini, maka kau tidak pantas menjadi kultivator.^^^
"Tetua Wang, Anda jangan kelewatan." Xiao Shuxiang cemberut, dia mendongak saat berbicara dengan Tetua Wang Jing Li karena memang postur tubuh dari Tetua Puncak Sheng ini tinggi dan berotot.
Bahkan, jika dilihat dari belakang. Posisi dari tubuh Tetua Wang Jing Li mampu menyembunyikan tubuh Xiao Shuxiang yang bagai pemuda berusia 23 Tahun itu.
"Pedangmu ini bahkan bukan Pusaka Spiritual, kau harus berusaha lebih keras lagi." Tetua Wang Jing Li menepuk bahu Xiao Shuxiang dan kini memperbaiki posisi tubuh muridnya yang lain.
"Tetua Wang, apa pedangku bisa menjadi Pusaka Spiritual?" Xiao Shuxiang bertanya dan itu didengar oleh beberapa murid termasuk Bocah Pengemis Gila.
Tetua Wang Jing Li mendengus pelan dan lalu menjawab, "Itu semua tergantung dari seberapa mampu-nya dirimu dalam mengendalikan kekuatan yang kau miliki,"
Tetua Wang Jing Li berseru, "Baik. Lanjutkan..!"
Para murid itu kembali berlatih pedang hingga matahari semakin tinggi. Mereka mengulang 25 gerakan dan membuat kaki Yi Wen mati rasa.
Para murid itu diberi waktu beristirahat oleh Tetua Wang Jing Li, tetapi tidak dengan Xiao Shuxiang. Bocah Pengemis Gila yang mengeluhkan rasa lelahnya berlatih nampak agak kasihan dengan Xiao Shuxiang.
Zhao Lu Si pun juga terlihat khawatir, dia mendengar beberapa murid laki-laki di sekitarnya yang sedang membicarakan Xiao Shuxiang.
"Dia lebih banyak ditegur oleh Tetua Wang Jing Li, tekniknya sangat pemula sekali..."
"Padahal kupikir dia hebat,"
"Ketegasan dalam ayunan pedangnya kuat, tetapi teknik dasarnya payah. Bisa kukatakan bahwa dia bertarung tanpa peduli dengan risiko. Padahal bertarung itu tidak hanya asal tebas saja,"
"Ulangi..!" Tetua Wang Jing Li memberi perintah. Ini kesekian kalinya dia berseru kepada Xiao Shuxiang.
"..............."
Ling Qing Zhu sendiri memperhatikan Wali Pelindungnya. Ekspresi wajahnya tenang meski dia sempat menoleh ke arah Zhao Lu Si yang bersama beberapa murid perempuan. Dia mendengar mereka berbicara tentang Wali Pelindungnya.
"Nona Ling," Yi Wen menghampiri Ling Qing Zhu dan duduk di sampingnya. Dia sempat mengeluhkan kakinya sebelum kembali bersuara, "Kau tidak datang ke kamarmu tadi malam. Kau tidur di mana?"
Ling Qing Zhu menatap Yi Wen dan terdiam beberapa saat sebelum menjawab dengan tenang, "......... Di luar."
Yi Wen berkedip, "Apa kau marah padaku?"
"........... Tidak,"
"Perkataanku waktu itu sangat kasar. Aku .... Ingin meminta maaf," Yi Wen bersuara pelan. "Kau memaafkanku, kan?"
"........... Mn," Ling Qing Zhu mengangguk pelan sebagai jawaban.
Yi Wen bernapas pelan. Dia benar-benar harus bersabar jika berhadapan dengan gadis yang hebat bicara seperti Ling Qing Zhu. Dia pun memperhatikan Xiao Shuxiang yang masih dilatih dan lalu buka suara kembali.
Yi Wen berkata, "Aku ingin menanyakan sesuatu dan sebenarnya ini sangat pribadi. Apa boleh?"
"..............." Ling Qing Zhu memandang ke depan dan lantas menggumam, "Mn. Katakan,"
Yi Wen setengah berbisik, "Nona Ling .... Apa kau mencium Saudara Xiao-ku?"
Ling Qing Zhu menoleh, dia menatap gadis di sampingnya dan sama sekali tidak memperlihatkan wajah kaget atau merona malu. Ekspresi wajahnya yang tertutup kain cadar itu benar-benar setenang air.
Ling Qing Zhu memperhatikan Yi Wen dan lalu bertanya, "Apa Nona Wen menyukai Shuxiang?"
Yi Wen tersentak saat gadis yang duduk di sampingnya ini bertanya secara tiba-tiba. Dia pun berkedip beberapa kali dan sedikit gugup saat menjawab, "Te-Tentu saja. Aku sangat menyukai Saudara Xiao-ku. Me-memangnya kenapa?"
"..............."
Kebungkaman Ling Qing Zhu membuat Yi Wen tanpa sadar menahan napas. Dia memperhatikan gadis berambut putih ini yang mulai memandang ke depan.
"..............." Ling Qing Zhu bernapas pelan dan dengan tenang berkata, "Meski Nona Wen sangat menyukainya .... Tapi kalian tidak akan bisa bersama,"
"Apa? Kau-"
"Shuxiang sudah menikah,"
Yi Wen tersentak. Dia berkedip sebelum mendengus. Dia tersenyum meledek dan berkata, "Aku tahu bahwa Saudara Xiao-ku sudah menikah. Tapi kau sama sekali tidak memperlakukannya sebagaimana mestinya. Pernikahannya denganmu begitu suram,"
Yi Wen sebelumnya sudah meminta maaf, tetapi nampaknya memang sudah kebiasaan gadis ini untuk mencari masalah. Dia kembali mengatakan kata-kata seperti itu kepada Ling Qing Zhu.
"Jika itu denganku, aku pasti akan membahagiakan Saudara Xiao-ku." Yi Wen berujar, "Akan kubuat dia menjadi pemuda yang paling bahagia--"
"Itu tidak mungkin," Ling Qing Zhu menyela dan membuat Yi Wen spontan menatapnya. Dia pun berkata, "Shuxiang menyukaiku."
__ADS_1
!!
******