![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang memutuskan melayang di udara ketika para kultivator bertarung habis-habisan di bawah sana. Mereka saling membunuh satu sama lain hingga yang tersisa hanya satu orang kultivator dengan gulungan Kitab Pembunuh Matahari di tangannya.
Hanya saja keadaan kultivator itu terlihat mengalami luka yang sangat parah. Namun sepertinya bahkan luka itu tidak membuatnya peduli selama dia mendapatkan keinginannya.
Kultivator itu memuntahkan darah segar dan kemudian menyeringai, "Ki-Kitab ini akhirnya menjadi milikku."
"Kau senang sekarang?"
!!
Suara asing itu membuat kultivator tersebut nampak terkejut. Dia segera berbalik dan langsung mengayunkan pedang di tangannya. Bilah pedang itu pun berbenturan keras dengan lengan kanan Xiao Shuxiang hingga darah terlihat darah yang bercampur dengan air hujan mulai jatuh ke tanah.
Kultivator itu menggeram, dia memuntahkan darah kembali saat menyebut nama Xiao Shuxiang. Wajahnya terlihat sangat pucat dan jelas ini bukanlah kondisi yang baik. Dia baru ingin menyerang pemuda di hadapannya saat pandangannya semakin memburam dan detik itu juga---tubuhnya pun ambruk begitu saja.
Xiao Shuxiang memperlihatkan ekspresi wajah yang datar, sama sekali tidak merasa kasihan pada seorang pria yang terbaring di tanah. Dia berujar tanpa nada, "Di antara banyaknya orang yang memperebutkan gulungan itu ... Kau satu-satunya yang berhasil. Tapi rasanya aku lebih ingin mengucapkan bela sungkawa daripada memberimu ucapan selamat,"
Xiao Shuxiang perlahan membungkukkan tubuhnya dan kemudian merebut gulungan di tangan kultivator itu. Dia berkata, "Rasanya sedikit menyebalkan saat kalian bertarung tanpa melibatkanku. Seakan bahwa di mata kalian hanya ada benda ini."
!!
Xiao Shuxiang tanpa ragu menusuk punggung kultivator itu dengan memakai tangannya. Dia mematahkan tulang punggung pria itu dan membuat lawannya itu mengerang pilu.
Jeritan kesakitan dari kultivator itu teredam oleh derasnya air hujan. Meski demikian, orang lain masih bisa mendengarnya bila berada di sekitaran lokasi tersebut.
Xiao Shuxiang mengambil sebuah gumpalan daging. Dia menatapnya sejenak sebelum melempar gumpalan itu sebelum mulai membuka gulungan di tangannya.
__ADS_1
Xiao Shuxiang mendengus, senyuman terlihat di wajahnya saat dia berhasil mengerjai para kultivator ini. Dia berujar "Tidak kusangka bahwa gulungan yang membahas aturan Sekte Pedang Langit begitu berharga. Kalian sampai mati-matian untuk mendapatkannya,"
Tidak mungkin Xiao Shuxiang akan melempar gulungan Kitab Pembunuh Matahari yang asli kepada para pendekar ini. Mereka bahkan tidak berhak melihat sedikit pun dari gulungan itu. Tidak ada yang berhak selain dirinya sendiri dan orang-orang yang dia inginkan.
Xiao Shuxiang baru akan bicara kembali saat mendengar suara seperti pedang yang jatuh. Dia tersentak dan langsung berbalik. Seketika itu juga matanya bertemu pandang dengan seorang pria berpakaian serba putih yang amat dia kenali.
"Lan Zhi ...?"
".................."
Seseorang yang ada di harapan Xiao Shuxiang saat ini memang benar adalah Lan Guan Zhi, teman baiknya. Lan Guan Zhi sendiri ada di tempat Liu Wei Lin sebelumnya, namun saat Wang Zhao berhasil menghentikan perang dengan cara yang tidak biasa---dia pun menjadi ingat pada Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi sebenarnya cukup lama mencari Xiao Shuxiang hingga akhirnya dia tiba di sini. Hanya saja pemandangan yang dilihatnya saat ini teramat sangat mengejutkan.
Ada banyak mayat kultivator dan keadaan pun terlihat rusak parah. Air yang menggenang dan bercampur dengan darah itu menjadi bukti betapa brutalnya pertarungan di tempat ini.
"Lan'Er," Xiao Shuxiang berjalan mendekat dan mendadak terkejut ketika mendapat respon yang tidak terduga. Sosok pemuda berpita dahi di hadapannya justru mengambil satu langkah mundur. Seketika itu juga Xiao Shuxiang sadar dengan apa yang sudah dia perbuat.
"Lan Zhi, i-ini semua tidak seperti yang kau lihat. A-aku ..."
".................."
Apa yang dirasakan oleh Lan Guan Zhi saat ini mungkin tidak terlihat jelas pada ekspresi wajahnya, namun tatapan matanya berbeda. Pemuda berpita dahi itu terkejut, sangat tidak menyangka dengan apa yang dia lihat, dan bahwa sosok yang berdiri di depannya sekarang ini merupakan orang yang sangat dia kenali.
Lan Guan Zhi pikir bahwa Xiao Shuxiang sudah berubah. Bahwa teman baiknya tidak akan lagi melakukan sesuatu yang mengerikan seperti ini. Bahwa Xiao Shuxiang sudah membentuk identitas baru, melupakan tentang karakter yang dianggap sebagai tirani itu. Namun yang dilihatnya saat ini benar-benar berbeda.
__ADS_1
"Lan Zhi," perasaan Xiao Shuxiang menjadi sangat tidak nyaman. Apalagi tatapan mata Lan Guan Zhi seolah mengandung kemarahan dan entah mungkin dia salah lihat, tetapi ada lapisan kesedihan yang tertahan di mata itu.
"Lan'Er, aku-"
"Pada dasarnya kau memang kurang. Tidak bisa diperbaiki."
!!!
Xiao Shuxiang terkejut, rasanya seperti mendengar ledakan dan gemuruh petir di dalam dadanya saat mendengar kata-kata itu. Seolah batu besar menghantam dadanya dan menciptakan suara yang dahsyat.
"Mengecewakan," Lan Guan Zhi tanpa ekspresi berbalik dan kemudian berjalan pergi. Dia bahkan tidak lagi mengambil pedang pusakanya yang sebelumnya telah dirinya jatuhkan.
Xiao Shuxiang membeku. Dia terdiam selama beberapa saat sebelum detakan jantungnya bergemuruh. Lan Guan Zhi tidak pernah berbicara sekasar itu sebelumnya, jadi tentu saja dia sangat syok kala mengetahui bahwa teman baiknya pun bisa bersikap berbeda.
"Tidak baik ..." Xiao Shuxiang menggeleng. Dia mengedarkan pandangan dan melihat apa yang sudah terjadi di sekelilingnya. Lan Guan Zhi mungkin sudah salah memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Xiao Shuxiang terkejut. Jika dia berada di posisi Lan Guan Zhi, dia pun pasti akan melakukan hal yang sama. Tentu saja dia akan pergi, sama seperti yang dilakukan temannya ini.
"Lan'Er ...!" Xiao Shuxiang berusaha mengejar teman baiknya itu. Dia harus menjelaskan semuanya sebelum keadaan menjadi semakin runyam dan waktu tidak akan memihaknya.
Berbeda dengan Xiao Shuxiang yang sedang panik karena Lan Guan Zhi---para kultivator dari Sekte Lembah Iblis satu demi satu terlihat berlutut dengan pedang yang diletakkan di depan mereka.
Pandangan para kultivator itu langsung menunduk dan tindakan ini jelas membuat lawan merasa keheranan. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai para kultivator itu mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
Seorang pemuda yang tidak lain adalah Wang Zhao nampak berjalan sambil membawa kepala manusia di tangannya. Orang-orang yang mengenali kepala itu langsung berlutut sebagai tanda penyerahan diri mereka atas kekalahan ini.
__ADS_1
Liu Wei Lin mengikuti Wang Zhao dari belakang. Pemuda ini membawa kepala dari pemimpin Sekte Lembah Iblis ke tempat di mana banyak terjadi pertarungan. Dengan kehadiran Wang Zhao, orang-orang itu pun satu per satu menghentikan pertarungan mereka. Tidak butuh waktu lama sampai perang itu berakhir dengan kekalahan Sekte Lembah Iblis.
******