![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Tetua Xie Yanran berada di tempat sebelumnya dia membuat danau buatan. Dia berdiri tenang sambil memperhatikan seorang pemuda yang sudah melakukan banyak gerakan berpedang.
Wang Zhao, pemuda itu telah mahir dalam mengontrol gerakannya dan cukup memukau meski tingkat praktiknya tidaklah tinggi.
Tetua Xie Yanran berkedip. Dia menarik napas dan kemudian memfokuskan diri pada indera penglihatannya. Matanya terlihat berkilat hijau. Tidak butuh waktu lama sampai dia bisa melihat aura yang keluar dari tubuh Wang Zhao.
Pemuda yang memegang pedang kayu besar itu memiliki aura biru-kehitaman yang samar. Warna biru dari aura yang Tetua Xie Yanran lihat adalah perwujudan dari karakter Wang Zhao.
Pemuda tampan itu meski berasal dari Sekte Lembah Iblis, namun dia mempunyai pribadi yang senang membantu, perhatian, sosok yang spiritualis dan merupakan orang yang tabah.
Sementara aura hitam yang terlihat lebih samar itu adalah perwujudan dari sifat yang tidak kenal ampun. Walau sangat samar, namun Wang Zhao memang memilikinya.
Tetua Xie Yanran baru saja akan mengembuskan napas saat sebuah lengan seperti ditekan di kepalanya. Dia terkejut ketika menyadari kehadiran seorang pemuda yang tak lain adalah Xiao Shuxiang.
"Wang Zhao benar-benar hebat," Xiao Shuxiang berdecak kagum dan seakan tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan.
"..............." ekspresi wajah Tetua Xie Yanran menggelap. Dia menahan diri, namun tidak butuh waktu sampai dirinya membentak Xiao Shuxiang.
"Lepaskan tanganmu dari kepalaku..!"
Xiao Shuxiang spontan mengangkat tangannya dan tersenyum tanpa merasa bersalah. Dirinya memang menggunakan kepala Tetua Xie Yanran sebagai penyangga tangan sebelumnya.
Tetua Xie Yanran berujar ketus, "Benar-benar tidak sopan..! Apa begini caramu memperlakukan sesorang 'Tetua' hah?"
"Kenapa kau sangat marah? Aku hanya melakukan itu secara spontan karena kau sangat pendek--"
"Xiao Shuxiang!" Tetua Xie Yanran meledak, wajahnya nampak merah cerah. "Jika sekali lagi kau mengatakan itu, aku akan merobek mulutmu."
"Jangan lakukan, ketampananku bisa berkurang."
"Kau..!"
Xiao Shuxiang tertawa, "Baiklah. Baiklah. Aku hanya menggodamu, Tetua Xie. Kau jangan menganggapnya serius."
Tetua Xie Yanran mendengus. Dia pun menyilangkan tangan dan memandang ke depan. Dia memang sangat sensitif pada segala sesuatu yang berhubungan dengan tinggi badan, apalagi jika itu ditujukan kepadanya.
"Berapa lama Wang Zhao berlatih pedang?" Xiao Shuxiang memandang ke depan sambil bertanya. Di belakangnya nampak menyusul Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila.
Tetua Xie Yanran menyadari kehadiran orang lain, namun tidak bereaksi. Dia justru menjawab pertanyaan pemuda di sampingnya.
Tetua Xie Yanran berkata, "Wang Zhao sudah sangat lama berlatih. Pemuda itu mempunyai bakat alami, hanya saja kadang dia tidak percaya diri."
"..............." Xiao Shuxiang melihatnya dan memang gerakan berpedang Wang Zhao sekarang jauh lebih teratur. Dialah yang mengajarkan teknik berpedang pada pemuda itu, namun perlu diakui----itu adalah teknik berpedang yang liar.
Yi Wen yang melihat Wang Zhao pun nampak terpukau. Dia tersenyum dan tanpa sadar berkata, "Aku baru benar-benar memperhatikan pemuda itu. Dia ternyata mempunyai garis wajah yang mempesona~ terlihat sangat tampan."
Bocah Pengemis Gila mendengarnya. Dia pun menggeleng dan meledek Yi Wen, "Dasar perempuan. Tidak bisa melihat yang bening sedikit,"
"Kenapa? Kau cemburu?" Yi Wen memanyunkan bibirnya dan berkata kepada Bocah Pengemis Gila. "Tenang saja, meski pemuda itu tampan---tapi kau yang lebih indah di mataku."
Bocah Pengemis Gila nampak berwajah buruk, dia pun bertanya. "Aku lebih indah di matamu? Lalu bagaimana dengan Xiao Shuxiang-mu itu?"
"Tentu saja Saudara Xiao-ku yang lebih indah di hatiku. Dia tidak akan terganti~"
Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan, "Kau memang tidak tahu malu. Kau suka Xiao Shuxiang, kau menyukai Lan'Er Gege, kau bahkan mulai tertarik dengan pemuda itu dan kau masih mengejarku?! Hmph, keterlaluan."
Yi Wen berkata, "Aku harus mencari calon suami yang baik. Jadi tentu saja banyak yang perlu diurus, salah satunya adalah menemukan banyak pilihan."
"Hah, aku yakin mereka sama sekali tidak tertarik padamu. Kau terlalu percaya diri,"
"Jika tidak ada yang suka, masih ada kau."
"Aku juga belum tentu mau..!" Bocah Pengemis Gila dengan tegas menolak meski rona merah terlihat di pipinya.
Yi Wen memanyunkan bibirnya karena menyadari hal itu. Dia tidak akan meledek pria di sampingnya karena sudah cukup memastikan sifat sebenarnya dari Bocah Pengemis Gila.
__ADS_1
Xiao Shuxiang sendiri nampak menoleh ke belakang dan melihat kedua temannya yang begitu ribut ini. Dia menggeleng pelan dan tidak akan ikut campur dengan pasangan aneh tersebut.
"Apa kau ingin berdiam diri saja?" Tetua Xie Yanran buka suara dan membuat Xiao Shuxiang menatapnya. Dia pun berkata, "Aku ingin kau juga mulai ikut dan coba kau lawan pemuda itu,"
?!
Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia menatap ke arah pandangan mata Tetua Xie Yanran tertuju. Dirinya pun bertanya, "Kau ingin aku melawan Wang Zhao?"
"Memang siapa lagi?" Tetua Xie Yanran berujar, "Kau hadapi dia dan tetap hati-hati dengan daun bambu yang jatuh berguguran. Jangan biarkan satu helai daun pun menyentuh pakaianmu,"
Tetua Xie Yanran kemudian mengambil tusuk bambu yang sebelumnya sudah dia siapkan dan lalu memberikannya pada Xiao Shuxiang. Dia bisa melihat ekspresi keheranan pemuda mempesona ini.
Tetua Xie Yanran berkata, "Gunakan itu sebagai pengganti pedang meskipun aku tidak yakin kau bisa melakukannya,"
Xiao Shuxiang tersentak, dia tersenyum dan kemudian mendengus. "Kau baru saja meremehkanku,"
Xiao Shuxiang memperhatikan tusuk bambu yang lumayan dipakai untuk menusuk ikan. Dia pun menatap ke arah Wang Zhao yang begitu serius berlatih pedang, sebelum mulai melesat.
Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen nampak tersentak, begitu pula dengan Wang Zhao yang tiba-tiba saja mendapat serangan. Untunglah dia sigap menahan serangan itu dengan pedang kayu miliknya.
Benturan saat senjata Xiao Shuxiang dengan Wang Zhao berhasil menciptakan ledakan yang membuat air di danau tersembur ke atas. Itu menghasilkan semburan air yang nampak bagai hujan.
"Tuan Xiao--!!" Wang Zhao kaget. Dia baru akan bertanya saat Xiao Shuxiang tiba-tiba bergerak memberikannya sebuah tendangan keras.
Wang Zhao berhasil mengelak. Dia pun melompat ke belakang, tetapi dengan cepat Xiao Shuxiang menyusulnya. Mereka pun berakhir dengan saling adu senjata dan teknik berpedang.
"Tuan Xiao..! Apa yang Anda lakukan?!" Wang Zhao berusaha bertanya disela-sela pertarungannya melawan Xiao Shuxiang. Dia menahan serangan dari sosok ini dan benar-benar dalam kondisi yang tidak bisa melakukan serangan balasan.
!!
Wang Zhao sedikit meringis ketika lengannya terkena helaian daun bambu yang membuat darah segar menodai pakaiannya. Dia sebelumnya sangat berkonsentrasi, tetapi kehadiran Xiao Shuxiang bagai benturan keras dalam ketenangan gerakannya.
"Fokus Wang Zhao..! Aku tidak datang melihat orang yang kuajari menjadi lemah seperti ini," Xiao Shuxiang tidak main-main. Saat sedang serius, dia sungguh sangat berbahaya.
!!
Tetua Xie Yanran menyaksikannya dan sampai tidak berkedip. Dia bisa melihat hasrat yang begitu kuat setiap kali Xiao Shuxiang mengayunkan senjatanya.
"..............." Tetua Xie Yanran mengerutkan kening. Dia melihat ada aura ungu yang seakan keluar dari tubuh Xiao Shuxiang.
Pemuda menyebalkan itu justru memiliki pribadi yang bijaksana, mandiri, idealis, cerdas, berwibawa dan ekstrover dilihat dari warna ungu pada auranya.
Tetua Xie Yanran juga melihat aura lain berwarna merah yang mempunyai arti memiliki kekuatan hidup yang sangat kuat. Benar-benar tidak ada aura hitam yang seperti milik Wang Zhao.
"..............." Tetua Xie Yanran berkedip. Dia jadi ragu dengan kemampuannya melihat warna kepribadian seseorang, atau bisa dibilang----dia ragu pada warna aura yang terlihat di tubuh seorang Xiao Shuxiang.
Setiap orang mempunyai beberapa warna aura yang bisa dijadikan penilaian dari kepribadiannya. Namun warna yang paling menonjol dari sosok Xiao Shuxiang bukanlah warna hitam yang negatif, sama sekali bukan.
Ini sungguh hal yang membingungkan. Jika tidak ada aura negatif, tentu saja Xiao Shuxiang tidak akan terkendala menghapalkan Sutra Pengendalian Jiwa.
Bocah Pengemis Gila sendiri baru saja akan buka suara saat dia mendengar suara keras. Senjata Xiao Shuxiang dan pedang Wang Zhao kembali berbenturan.
!!
Yi Wen melihat betapa kesulitannya Wang Zhao dalam menangani setiap serangan Xiao Shuxiang. Bahkan hanya butuh waktu sebentar sampai Wang Zhao terpental keluar dari danau.
!!!
Wang Zhao memejamkan mata dengan kuat. Dia mendengar suara sambaran petir dan membuat jantungnya bagai diruntuhkan. Dirinya baru membuka mata saat merasakan bahwa dia sama sekali tidak merasakan sakitnya terluka parah.
Wang Zhao melihat rimbunan pohon bambu dan kemudian menoleh ke samping saat merasakan telinga kanannya agak panas.
Dia terkejut bukan main ketika sebuah tusuk bambu menancap dalam pada tanah di sampingnya, tidak jauh dari telinganya.
Bocah Pengemis Gila tanpa sadar membuka mulutnya dan terbelalak. Dia melihat tanah retak akibat tusuk bambu yang ditancapkan Xiao Shuxiang.
__ADS_1
Yi Wen juga melihatnya. Retakan itu cukup besar dan bahkan membuat beberapa pohon bambu terbakar.
Wang Zhao tersengal-sengal. Dia kesulitan menelan ludah bahkan untuk mengatur napas. Dirinya yakin hanya bertukar beberapa serangan dengan Xiao Shuxiang dan kondisinya justru berakhir seperti ini.
Bukan hanya itu, dia sebenarnya sama sekali tidak mampu bisa memberikan perlawanan apa pun. Dia kesulitan untuk melakukannya. Yang dirinya lakukan hanya fokus pada posisi bertahan.
"Ya ampun ...." Wang Zhao mencoba mengatur napas. Tenggorokannya sakit saat menelan ludah, "Tuan Xiao itu .... Rasanya seperti ingin membunuhku."
Xiao Shuxiang menapak di tanah dan secara bersamaan, daun-daun bambu yang melayang di sekitarnya tertebas begitu saja dan langsung jatuh dengan posisi menancap di tanah. Beberapa ada yang jatuh ke air hingga menciptakan riak yang memukau.
Xiao Shuxiang bernapas pelan dan menatap ke arah Tetua Xie Yanran. Dia pun berujar tanpa nada, "Apa begini cara melakukan teknik berpedang yang benar?"
"..............." Tetua Xie Yanran untuk sesaat merasa terpukau melihat Xiao Shuxiang, namun dengan cepat dia berdeham pelan dan lalu berkata. "Gerakanmu liar, masih tanpa bentuk."
"Siapa yang peduli? Aku melakukan sesuai yang kau inginkan. Tidak ada helaian bambu milikmu yang menyentuh pakaian apalagi melukaiku. Dan kubuat Wang Zhao kesulitan memberi serangan balasan, bukankah ini lebih dari cukup?"
"Kuakui, emosimu kali ini stabil. Tapi kau masih mempunyai beberapa celah dan satu-satunya yang bisa membuktikan hal ini adalah kau sendiri."
Melihat Xiao Shuxiang tersentak membuat Tetua Xie Yanran kembali berkata, "Kau baru bisa diakui saat kekuatanmu yang tersegel berhasil kau taklukkan. Apa .... Kau bisa membukanya sedikit?"
Xiao Shuxiang tidak lagi terkejut jika Tetua Xie Yanran menyadari tentang segel yang membelenggu kekuatannya. Dia hanya memandang wanita itu sebelum mengarahkan pandangan pada Bocah Pengemis Gila.
"..............." Pria dengan tongkat bambu itu menatap Xiao Shuxiang sebelum mulai mengangguk pelan. Dia seakan memberi isyarat agar Xiao Shuxiang bisa mencoba membuka sedikit segel kekuatannya, dan kalaupun terjadi masalah----dia akan langsung memberikan bantuan.
Tentu saja, mendapat persetujuan semacam itu dari sosok seperti Bocah Pengemis Gila sedikit meringankan beban Xiao Shuxiang. Dia pun mulai berkonsentrasi dan terlihat----segel berbentuk teratai di dahinya.
Segel di dahi Xiao Shuxiang tidak sama seperti segel 12 Bintang yang dilakukan oleh para tetua Alam Kultivasi Bawah kepadanya. Segel ini bisa dia lepaskan, namun tergantung juga dengan seberapa mampu dirinya.
!!
Xiao Shuxiang membuka segel di dahinya dan benar-benar hanya sedikit saja, tapi rasanya sungguh menyakitkan. Kedua tangannya sampai mengepal kuat dan terlihat urat-urat hitam tipis terbentuk di punggung tangan serta lehernya.
Tetua Xie Yanran menyadari perubahan itu dan segera bergegas untuk menapak perut Xiao Shuxiang. Dia mengalirkan Qi yang hanya mengelilingi tubuh pemuda itu, namun efektif dalam menghilangkan urat hitam tipis di punggung tangan dan leher Xiao Shuxiang.
"Lima belas persen, apa hanya ini yang bisa kau tahan?" Tetua Xie Yanran bertanya dan diberi gumaman pelan oleh Xiao Shuxiang.
"Aku memang hanya bisa menahannya sebanyak itu. Jika terlalu dipaksakan, aku .... Seperti akan meledak,"
"..............." Tetua Xie Yanran menarik napas dan kemudian menyilangkan tangannya. Dia pun berkata, "Aku mulai memahami kendala yang kau alami. Kau .... Belum bisa berlatih denganku,"
Xiao Shuxiang tersentak dan mengerutkan kening, "Apa maksudmu?"
"Kau harus temui tetua Wang Jing Li terlebih dahulu. Dia akan membantu mengendalikan kekuatan dari segel di dahimu itu. Dia juga bisa membuka satu rantai dari Segel 12 Bintang di tubuhmu,"
"Benarkah?!" Xiao Shuxiang tidak menyangka akan mendengar ucapan Tetua Xie Yanran. Dia merasa bahwa ini adalah peluang yang baik. Dia harus menemui Tetua Wang Jing Li sesegera mungkin.
Yi Wen juga mendengarnya dan merasa senang. Dia menghampiri Xiao Shuxiang dan dengan semangat akan menemani pemuda itu untuk pergi menemui Tetua Wang Jing Li.
Bocah Pengemis Gila pun juga akan ikut. Xiao Shuxiang sama sekali tidak peduli jika teman-temannya bertingkah seperti ini. Dia bergerak setelah membantu Wang Zhao berdiri.
Tetua Xie Yanran menyuruh Wang Zhao agar tetap tinggal. Xiao Shuxiang pun terpaksa harus menyetujuinya dan mulai berjalan pergi bersama Yi Wen serta Bocah Pengemis Gila.
Punggung Xiao Shuxiang dan kedua teman baiknya semakin terlihat mengecil ketika mereka kian menjauh dari tempat ini. Dan entah di saudari atau tidak .... Ada seseorang yang sudah menguping dan menyaksikan sendiri apa yang sedang Xiao Shuxiang alami.
"..............."
Itu bukanlah orang biasa, melainkan anak perempuan yang berpakaian layaknya murid Sekte Lautan Awan. Dia mempunyai wajah dan seperti anak baik-baik, namun tidak apa apa yang disembunyikan dalam tatapan matanya.
Anak perempuan itu tidak lain adalah Hei Lian, sosok yang merupakan rekan dari Fu Tou dan Chu Guxiang.
Benar. Dia adalah anggota dari Sekte Lembah Iblis yang saat ini menyamar menjadi bagian dari Sekte Lautan Awan.
Hawa dari keberadaannya bahkan tidak disadari oleh indera penciuman Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang sendiri.
******
__ADS_1