KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
325 - Wang Zhao (4)


__ADS_3

Wang Zhao saat ini berjalan di salah satu aula Istana Teratai Hitam. Ada pilar-pilar besar yang berjejer di kedua sisinya. Dia memegang kuat pedangnya, berusaha untuk mengatur napas ketika dirinya mendengar suara derap langkah kaki.


Wang Zhao tersentak dan kemudian bergegas untuk bersembunyi di balik salah satu pilar besar. Jantungnya masih saja berdebar, apalagi ketika suara derap langkah kaki itu kian mendekat.


"Sialan! Siapa pun yang berani menyusup ke sekte ini benar-benar orang yang mencari mati."


Wang Zhao mendengar suara pria yang mengumpat. Dia tanpa sadar menahan napas dan memejamkan matanya. Suara dari detak jantungnya terasa bagaikan genderang perang, dirinya yakin tidak akan bisa menghadapi mereka semua di kondisi semacam ini.


"Para penyusup itu pasti datang untuk Kitab Pembunuh Matahari,"


"Hah, lihat saja apa yang akan mereka dapatkan-"


"Berhenti." seorang penjaga istana tiba-tiba menyela ucapan rekannya. Dia membuat para penjaga yang lain tersentak dan seketika waspada.


!!


Wang Zhao yang masih bersembunyi di balik salah satu pilar mendengar ucapan para penjaga itu dan menjadi tegang. Dia mengatupkan bibirnya, berusaha untuk menahan napas sekuat mungkin sambil memejamkan mata dengan erat. Dia kembali mendengar suara para penjaga istana.


"Ada apa? Apa yang kau lihat?"


"............" penjaga Istana Teratai Hitam itu mengulurkan tangan dan seakan sedang memberi isyarat agar teman-temannya berhenti bicara. Dia pun mulai menarik pedangnya dengan perlahan.


Penjaga istana itu mengedarkan pandangan ke sekeliling dan terlihat sangat serius. Dia pun mulai melirik ke arah para rekannya dan tanpa peringatan langsung melesatkan serangan ke salah satu pilar besar.


Rekan-rekannya yang lain melesat dengan cepat untuk menyerang siapa pun dari balik pilar itu. Suara ledakan tercipta dan pilar tersebut sampai bergetar.


"Bagaimana?" penjaga yang sebelumnya melesatkan serangan nampak bertanya pada teman-temannya.


Salah seorang kultivator menggeleng, "Tidak ada apa pun di sini."


!!


Penjaga tersebut tersentak, "Benarkah? Tapi aku yakin kita sedang diawasi."


"Mungkin orang itu sudah pergi,"


"Sial. Jika demikian, maka kita harus segera mencarinya. Temukan dia dan bunuh. Ayo!"


Para penjaga Istana Teratai Hitam itu bergegas untuk mencari penyusup yang masuk ke markas mereka. Tak berapa lama, punggung mereka makin menjauh dan tidak lagi terlihat.


Seseorang mulai menapak di lantai yang tidak lain adalah Wang Zhao. Pemuda itu menengadah ke atas dan menatap langit-langit ruangan ini. Karena desain atap batu yang mengagumkan itu dan beberapa celah di antaranya---dia bisa sembunyi tepat waktu.


Wang Zhao jelas menjauhi para kultivator yang menjadi penjaga Istana Teratai Hitam. Dia tidak ingin terlibat dalam pertarungan melawan mereka yang hanya mematuhi perintah Qiao Nuan.


Baginya, para penjaga itu bukanlah musuh. Dia yakin mereka pun tidak berdaya untuk bisa menantang perintah pemimpin sekte ini. Wang Zhao tidak mau melukai orang-orang yang sama sekali tidak bersalah.


"Aku harus cepat," Wang Zhao menelan ludah. "Aku mendengar suara ledakan yang saling bersahut-sahutan. Ada yang menyerang istana ini dengan ganas dan itu juga bukan hal yang baik, tempat ini bisa saja runtuh."


Wang Zhao berusaha mengatur napas dan berkata, "Tuan Xiao pun tidak tahu ada di mana sekarang ... Tapi semoga dia baik-baik saja."

__ADS_1


*


*


Suara keras yang didengar oleh Wang Zhao berasal dari serangan Chu Gu Xiang yang menggila. Wanita cantik itu tidak bisa dihentikan, bahkan meski penjaga istana bekerja sama menghadapinya.


"Dia kuat sekali ..." seorang penjaga memuntahkan darah. Dia menekan dadanya dan napasnya pun nampak tidak beraturan.


"Kita harus melakukan sesuatu pada selendang-selendang merah itu,"


"Kau benar. Selagi selendang itu ada, maka kita tidak bisa mendekat-"


"Awas!!"


!!!


Sambaran dari kain merah Chu Gu Xiang nyaris mengenai penjaga istana yang sempat berbicara itu. Kekuatan wanita tersebut luar biasa gila, bahkan halaman Istana Teratai Hitam sampai nyaris tidak bisa dikenali karena ulahnya.


"Qiao Nuan!" Chu Gu Xiang berteriak, "Aku tidak akan berhenti selama kau masih belum keluar! Cepat datang dan hadapi aku!"


Mata Chu Gu Xiang berkilat saat dia berseru, "Biānzi...! Dua ribu sambaran!"


!!!


Suara saat kain-kain merah Chu Gu Xiang seakan memiliki nyawa sendiri. Mereka menyambar dengan brutal dan bahkan membuat beberapa pohon meledak sampai serpihannya terpental jauh.


Urat menegang di dahi dan leher Chu Gu Xiang, wanita itu melayang di udara dan mengendalikan kain-kain miliknya. Dia seakan melampiaskan kemarahannya dan kembali menyerukan nama Qiao Nuan.


Tiba di sebuah belokan, langkah Wang Zhao seketika berhenti. Dia menjadi tegang saat secara tiba-tiba merasakan hawa dingin dan menusuk. Perasaan yang sama seperti di masa lalu.


Wang Zhao menghunuskan pedangnya, dia bahkan tidak sempat untuk mencari tempat bersembunyi karena melihat sebuah selendang ungu meliuk di udara dan berputar di sebuah titik, tepat di hadapannya.


Napas Wang Zhao memberat, apalagi saat dia melihat seseorang muncul dari selendang itu. Sosok berpakaian yang cukup terbuka dengan lukisan ular kelajengking di paha sebelah kanannya.


Sosok tersebut mempunyai mata dengan warna berbeda dan sebuah bekas luka parut di pipi sebelah kirinya. Wang Zhao tidak bisa berpura-pura tak mengetahui identitas sosok ini. Wanita di depannya tidak lain adalah Qiao Nuan.


!!!


Tangan Wang Zhao gemetar, tanpa sadar dia mengambil satu langkah mundur. Detak jantungnya berhenti beberapa saat sebelum berpacu dengan kencang. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu sosok Qiao Nuan di situasi seperti ini.


"Apa yang harus kukatakan ... Apa kabar? Atau selamat pulang ke rumah?" suara Qiao Nuan tenang, dia tersenyum tipis namun auranya luar biasa menakutkan.


"Wang Xuan Zhao ... Bagaimana aku harus menyambutmu? Ah-" Qiao Nuan mendengar suara keras dan kemudian menggeleng pelan. Dia berkata, "Kurasa ada pesta di luar sana. Mungkin .... Perayaan atas kepulanganmu?"


"............." Wang Zhao tidak bicara. Dia bukannya tidak bisa, tetapi bibirnya tiba-tiba saja menjadi kelu. Yang dia rasakan saat ini adalah bahwa keringat dingin mengucur di punggungnya.


!!


Wang Zhao terkejut ketika tawa sosok di depannya pecah. Qiao Nuan menyeringai dan kemudian berkata, "Kau datang kemari apa tanpa persiapan, Wang Zhao? Ha ha ha, kenapa orang-orang yang kau bawa kemari bodoh sekali ..."

__ADS_1


Qiao Nuan mengusap pelan bekas luka di pipinya dan berujar, "Wilayah Sekte Lembah Iblis ini dipenuhi oleh tumbuhan beracun. Aku jadi penasaran dengan berapa lama orang-orangmu akan bisa bertahan menghirup udara mematikan di wilayah ini. Rasanya ... Pasti sangat menyenangkan jika melihat mereka semua sekarat hingga mati,"


"A-aku tidak datang u-untuk mendengar ucapanmu!" Wang Zhao berusaha buka suara meski nadanya terdengar gemetar. Dia tidak bisa membaca praktik Qiao Nuan dan kejadian ini semakin membuat dirinya frustrasi.


Qiao Nuan berjalan mendekat di mana Wang Zhao tersentak dan langsung mengambil langkah mundur. Wang Zhao berusaha agar terus menjaga jarak dari langkah Qiao Nuan. Dia tidak bisa percaya bahwa wanita ini tidak akan menyerangnya.


!!


Hanya dengan sebuah tatapan mata, sebuah kabut merah menyebar dan melintasi udara. Wang Zhao tidak berpikir, tetapi tubuhnya secara spontan melompat untuk menghindari kabut itu.


Qiao Nuan mendengus, "Aku terkesan. Kau mempunyai refleks yang bagus,"


Pujian dari lawannya sama sekali tidak membuat Wang Zhao senang, justru pemuda itu semakin tegang.


"Aku jadi ingat ..." Qiao Nuan berujar pelan, "Aku ingin melihat kau sangat tersiksa saat menyaksikan orang-orang di sekitarmu mati satu per satu. Jadi ... Baiklah. Aku hanya akan menangkapmu saja,"


Ketika Qiao Nuan selesai bicara---entah bagaimana secara misterius tubuh Wang Zhao kaku dan pemuda itu sulit untuk bergerak. Ini bukanlah sesuatu yang baik, meski dilihat dari sudut manapun. Qiao Nuan ... Wanita ini benar-benar bukan lawan yang mudah diatasi.


!!


"Ga-gawat. Aku sama sekali tidak bisa bergerak, ba-bagaimana ini?!" Wang Zhao menelan ludah. Dia berusaha keras untuk menggerakkan kakinya, tetapi tidak bisa. Rasanya seakan-akan kakinya di paku ke lantai.


Qiao Nuan berjalan tenang, tatapan matanya tertuju pada pemuda di depannya. Dia mengusap bekas luka di pipinya dan hampir semakin dekat dengan Wang Zhao ketika sebuah lesatan cahaya melintas, nyaris mengenainya.


Itu bukanlah serangan dari orang lain, tetapi berasal dari Wang Zhao. Qiao Nuan memang melakukan sesuatu agar pemuda tersebut tidak dapat bergerak, tetapi Wang Zhao masih bisa merasakan energi spiritual sehingga tetap mampu melakukan perlawanan.


Qiao Nuan mendengus, "Aku memang sudah lama tidak melihat Serangan Tebasan Sunyi dari Teknik Pernapasan Iblis milikmu. Tetapi ... Kenapa sekarang begitu lemah, hm? Tidak seperti yang pernah kulihat,"


Wang Zhao berusaha mengatur napas dan kemudian mulai buka suara, "Qiao Nuan. Apa yang kau lakukan ini tidak benar. Kau hanya akan tiada jika terus menuruti perintah orang itu,"


Sejujurnya Wang Zhao tidak ingin ada pertumpahan darah. Dia hanya memiliki masalah dengan orang yang sudah menghabisi ayahnya dan merebut kepemimpinan sekte ini dengannya. Sementara Qiao Nuan ... Wanita ini kemungkinan besar hanya diperalat.


"Kau masih bisa berubah," ekspresi Wang Zhao tidak seperti orang yang sedang marah, tetapi dia seakan mengasihani sosok di hadapannya ini. Dirinya berujar pelan, "Dia sama sekali tidak menjanjikan keabadian padamu. Yang dia lakukan justru menyeretmu menuju kematian bersamanya,"


"Lalu apa yang bisa kau janjikan padaku?" Qiao Nuan buka suara, "Kitab Pembunuh Matahari yang dimiliki sekte ini hampir lengkap dan saat semuanya terkumpul---maka keabadian akan bisa kudapatkan dengan mudah. Lantas bagaimana denganmu? Apa yang bisa kau tawarkan agar aku berpihak padamu?"


".............."


"Melihat bahwa kau tidak bisa menjawab itu membuatku ingin berkata bahwa di antara kau dan Tetua Agung---Kaulah yang jelas-jelas akan menjanjikan kematian padaku,"


Qiao Nuan mengepalkan tangan dan masih berekspresi tenang meski tatapan matanya tajam. Dia berkata, "Jika aku mengikutimu---aku hanya akan mati di tangan orang itu, dan bahkan tidak ada jaminan di mana kau tidak akan mengambil nyawaku."


"A-aku bukan orang yang seperti itu!" Wang Zhao syok mendengarnya. Dia berusaha membujuk agar Qiao Nuan bisa menjadi rekannya, tetapi wanita ini sangat sulit untuk diajak.


Qiao Nuan mendengus, dia tersenyum melihat ekspresi Wang Zhao dan lantas berkata, "Siapa yang coba kau tipu dengan wajah polos bak tanpa dosamu itu? Di sini tidak ada orang lain, Wang Zhao. Tidakkah kau ingin menghentikan sandiwaramu yang seperti pemuda berhati selembut tahu ini?"


"Apa?!" Wang Zhao terkejut, keningnya mengerut dan dia memperhatikan Qiao Nuan. Sama sekali tidak mengerti maksud dari wanita ini.


Dia berusaha untuk tidak terprovokasi oleh lawan. Jelas sekali bahwa ini disengaja agar Wang Zhao bisa merasa bersalah atas semua tindakan yang bahkan tidak dia lakukan.

__ADS_1


"Aku harus mencari cara untuk bisa lolos dari situasi ini. Dia adalah lawan yang sulit di hadapi. Dia bisa langsung menghabisiku, tetapi menahan diri karena yakin aku tidak bisa berbuat apa-apa." Wang Zhao menelan ludah dan membatin, "Kesempatan ini harus bisa kugunakan untuk mencari celah. Aku tidak bisa menunggu pertolongan dari orang lain, keajaiban semacam itu tidak mungkin ada."


******


__ADS_2