![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERINGATAN..!
CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK PANTAS DITIRU. SELALU BIJAKLAH DALAM MEMBACA.
*
*
*
Keadaan Chu Gu Xiang sekarang terlihat terdesak. Dia selama ini terus menjaga jarak dengan Tetua Wang Jing Li dan fokus pada penyerangan jarak jauh.
Masalahnya, Tetua Wang Jing Li terus saja berusaha untuk memperpendek jarak di antara mereka. Ini membuat Chu Gu Xiang yang lebih ahli dalam serangan jarak jauh menjadi kewalahan.
Gadis cantik yang berasal dari Sekte Lembah Iblis itu kembali mengayunkan pedang di tangannya dan lima buah serangan melesat ke arah Tetua Wang Jing Li.
Hanya saja, kelima serangan tersebut dengan mudah dipatahkan oleh Teknik Pernapasan Petir milik Ling Qing Zhu. Gadis bercadar tipis itu seakan sudah tahu setiap gerakan Chu Gu Xiang.
"Tsk, sialan." Chu Gu Xiang mengumpat dan melesatkan selendang ungu-gelap miliknya.
Ling Qing Zhu begitu tenang menghadapi setiap serangan selendang milik Chu Gu Xiang. Dia sangat pandai mengayunkan pedang pusakanya, Baiyi.
"..............."
Ling Qing Zhu tahu bahwa tekanan yang dia dan Tetua Wang Jing Li lakukan telah membuat lawan mereka panik hingga tidak akan mampu berpikir jernih. Jika ini terus berlangsung, maka keduanya bisa mengalahkan Chu Gu Xiang.
Di samping itu, Ling Qing Zhu pun tahu bahwa pedang di tangan lawannya tidak seperti pedang pusaka lainnya. Senjata itu sangat mematikan dan sejauh ini ia adalah pusaka terkuat milik Wali Pelindungnya.
"..............."
Beruntungnya, Chu Gu Xiang hanya tahu mengayunkan senjata tersebut dari jarak yang jauh dan tidak pernah berpikir untuk bertukar serangan secara langsung. Chu Gu Xiang pun bahkan berusaha untuk terus menjaga jarak dengan mereka, ini tentu saja adalah keuntungan yang tidak boleh disia-siakan.
"Kenapa?! Apa sekarang kau takut, hah?!" Tetua Wang Jing Li memprovokasi. Dia menyerang dengan kekuatan yang tidak main-main hingga membuat Chu Gu Xiang terdesak.
"Sialan! Apa gunanya melakukan serangan dengan bantuan orang lain?! Kau benar-benar payah!" Chu Gu Xiang meledek dan dalam hati menjerit marah sebab serangan dari selendangnya yang bisa melukai Tetua Wang Jing Li justru selalu ditangkis oleh Ling Qing Zhu.
Chu Gu Xiang menggertakkan giginya, "Gadis itu tidak lengah sama sekali. Dia sangat mengesalkan!"
Chu Gu Xiang melesatkan sebuah senjata rahasia. Itu merupakan jenis belati yang nyaris mengenai dada Ling Qing Zhu andai tidak ditangkis oleh pedang besar Tetua Wang Jing Li.
"Kau pikir bisa melakukan tindakan selicik itu dan tepat di depan mataku?!" Tetua Wang Jing Li meradang. Semburan Qi mengalir pada bilah pedangnya, "Meski kau wanita. Aku tidak akan segan padamu..!!"
Serangan besar melesat dan membuat Chu Gu Xiang kesulitan menahannya. Dia pun terlempar jauh dengan rasa terbakar di seluruh tubuhnya. Ling Qing Zhu bisa mendengar teriakan kesakitan dari lawan yang begitu memilukan.
Jauh di tempat lain, kondisi yang hampir sama kini dialami oleh Tetua Jiao Feng, Zhang Xiao Lian dan Liu Wei Lin. Mereka bertiga sebelumnya sangat kewalahan menghadapi anggota Sekte Lembah Iblis yang cukup banyak, tetapi kini semuanya berubah semenjak bantuan datang dari Tetua Xie Yanran, Jing Shang Yu dan Lan Guan Zhi.
Pertarungan itu terlihat menegangkan dan dampaknya begitu besar. Apalagi Liu Wei Lin dan para tetua sedikit mempunyai kendala dalam bekerja sama.
Kemungkinan hanya teknik berpedang Lan Guan Zhi saja yang cepat membaur dengan para kultivator itu. Dia menutupi celah dari rekan-rekannya dan karena tindakannya ini-----kerja sama antara para tetua dengan murid mereka bisa sinkron kembali.
"Biarkan hidup paling tidak dua orang, kita akan menginterogasi mereka." Tetua Jiao Feng berujar. Dia mengayunkan pedangnya dan kembali menyerang.
Tetua Jing Shang Yu dan Liu Wei Lin yang mendengarnya pun mengangguk pelan. Mereka sebenarnya juga berencana untuk menyisakan anggota Sekte Lembah Iblis yang nantinya akan ditanyai.
"Kalian pikir, kalian bisa..!? Kami lebih baik mati daripada membiarkan kalian mengetahui apa pun!" seorang anggota Sekte Lembah Iblis berseru.
__ADS_1
!!!
Zhang Xiao Lian dan Lan Guan Zhi terkejut ketika lawan yang mereka hadapi tiba-tiba mengangkat pedang dan menggorok leher sendiri.
!!!
Tetua Xie Yanran juga sangat terkejut. Dia berusaha menghentikan lawannya, tetapi terlambat. Setiap anggota Sekte Lembah Iblis itu telah memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.
Kejadian mengerikan itu merupakan pukulan terbesar bagi siapa pun yang menyaksikannya. Zhang Xiao Lian bahkan sampai menahan napas dan Tetua Xie Yanran berekspresi amat buruk.
"Me-mereka ...." suara Tetua Xie Yanran bergetar dan dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Tetua Xie Yanran tidak pernah menyangka bahwa lawan yang mereka hadapi akan menggunakan tindakan senekat ini.
*
*
Aaaakh..!!
"Langit malam terlihat indah di atas sana, tapi sepertinya ini terakhir kalinya kau bisa menyaksikan keindahan itu..."
Suara menawan tersebut terdengar dan diikuti oleh teriakan pilu yang berat. Tidak diketahui apa yang sebenarnya terjadi sebab suasana yang begitu gelap. Hanya saja, suara itu jelas merupakan milik Xiao Shuxiang.
"Lepaskan aku, sialan---aaakh..!"
Teriakan berat itu kembali dan kali ini disertai dengan umpatan. Sebuah tangan besar terlihat memegang kuat lengan yang sedang mengapit lehernya.
Napas Xiao Shuxiang tersengal-sengal, tetapi dia terdengar tertawa. Kilat merah di matanya terlihat ketika dia bicara.
Aaaakh...!
Teriakan berat itu berasal dari Fu Tou. Pria tersebut dalam posisi berlutut di tanah dengan wajah yang dibuat menegadah.
Tangan kiri Fu Tou mencengkeram lengan pria yang mengapit lehernya, sementara tangan kanannya berada di tanah dan telah lepas dari tubuhnya.
"Kau sialan! Ka-kau pasti akan menerima akibatnya..!"
"Ha ha ha, aku takut sekali..." Xiao Shuxiang menyeringai, "Kalau begitu aku harus memperlihatkannya padamu .... Tentang betapa buruknya jika berurusan denganku."
Tanpa ekspresi, tangan kiri Xiao Shuxiang mencengkeram kulit yang membungkus tulang rusuk lawannya. Dia mematahkan tulang tersebut dari luar dan membuat Fu Tou mengerang kesakitan.
Xiao Shuxiang bersuara dingin, "Yang perlu kau lakukan sekarang adalah memohon agar aku tidak mengebirimu seperti yang kumau. Bukan malah menguji kesabaranku,"
AAAAAAKH..!!
Tubuh Fu Tou memang besar dan jujur saja dia lebih kuat dari Xiao Shuxiang. Namun karena pertarungannya dengan dua tetua yang kemudian dibantu oleh Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang----tenaganya pun semakin berkurang.
Bukan hanya itu. Sebenarnya pedang Xiao Shuxiang yang menggores lengan Fu Tou sebelumnya benar mengandung racun dan karena praktik Fu Tou, racun itu justru menjadi racun yang bereaksi lambat.
Fu Tou memang mempunyai aura hitam yang berasal dari Qi Iblis, namun itu masih belum sanggup menghilangkan racun dari goresan yang ditinggalkan oleh bilah pedang Xiao Shuxiang.
"Kau bilang 'Iblis' adalah makhluk abadi, kan?" Xiao Shuxiang bersuara pelan di samping telinga Fu Tou, dia tersenyum. "Itu berarti .... Kau tidak akan bisa mati meski aku merobek perutmu."
"Ji-jika kau---AAAKHH..!" Fu Tou berteriak keras untuk yang kesekian kalinya. Dia merasakan seperti ada cakaran hewan buas yang menancap di sisi kanan perutnya dan mengoyaknya sampai ke sisi yang lain.
__ADS_1
"Kau pasti tidak akan mati, kan?" Xiao Shuxiang bertanya kembali.
Aaaakh..!
"Akan sangat membosankan jika kau mati hanya dengan begini saja,"
"Hentikan---AAAKKH..!"
"Aku memuji otot perutmu. Ini sangat bagus. Tolong jangan mati sebelum aku yang memintanya, hmm? Ha ha ha."
Fu Tou menggeram dan berusaha untuk memberontak, tetapi jepitan pada lehernya begitu kuat dan membuatnya sesak. Urat menegang di leher dan dahinya. Air matanya sampai mengalir karena rasa sakit yang dia alami.
Luka akibat tebasan pada lengan kanannya masih belum pulih dan racun yang ada di dalam dirinya membuat regenerasi tubuhnya terhambat. Belum lagi, itu semakin diperparah dengan sakit pada perutnya yang kemungkinan besar telah terkoyak.
"Jantungku berdebar sangat kencang. Apa kau mendengarnya?" Xiao Shuxiang mengajak Fu Tou berbicara, hanya saja pria berotot tersebut hanya mengerang kesakitan sebagai respon.
"Jangan memberontak atau kau akan merasa semakin kesakitan," Xiao Shuxiang menggertakkan giginya dan dengan kuat mengeratkan apitan lengannya pada leher lawan.
Bola mata Fu Tou seperti terbalik, raut wajahnya yang sebelumnya pucat kini semakin menjadi. Dia sangat kesulitan untuk bernapas dan seperti akan benar-benar mati.
Xiao Shuxiang baru melepaskan apitan lengannya saat merasa napas lawannya hampir terhenti. Dia membuat Fu Tou terbaring di tanah dan pria itu terlihat tersengal-sengal sampai terbatuk.
Xiao Shuxiang mendekat dan kemudian mengangkat kaki kanannya. Dia dengan pelan meletakkan kakinya di dada Fu Tou dan bersuara dingin, "Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Jika kau tidak membunuhku, maka kaulah yang akan tiada."
Tatapan mata Xiao Shuxiang tiba-tiba saja menjadi tajam. Dia berkata, "Jika kuingat-ingat lagi .... Aku ini sebenarnya bukan orang yang baik. Aku tidak suka pada orang yang berani menginjakku. Dan kau sudah melakukannya..!"
AAAAKH..!!
"Ini bayaran karena kau berani membuat seorang Xiao Shuxiang menghantam dinding...!" Xiao Shuxiang menginjak keras dada lawannya.
AAAAKH..!
"Akan kubuat kau membayar setiap luka yang kualami..!"
AAAAKH..!
"Kau pikir, kau bisa mengalahkanku dan bertindak sesukamu karena aku lemah, hah?! Seribu tahun pun masih belum cukup bagimu dan Sekte Lembah Iblis-mu untuk sejajar dengan Xiao Shuxiang ini. Kau mengerti?!"
Xiao Shuxiang menghentikan injakan kakinya ketika tidak lagi mendengar suara erangan kesakitan. Dadanya kembang kempis dan dia baru tersadar.
Kaki Xiao Shuxiang perlahan terangkat.
"..............."
Karena suasana yang begitu gelap, tubuh dari lawan Xiao Shuxiang tidak terlihat jelas. Namun satu hal yang pasti, itu adalah sesuatu yang tidak sedap di pandang mata.
Kedua tangan Xiao Shuxiang terkepal kuat. Tatapan matanya jelas menjadi bukti bahwa dia tidak merelakan lawan yang begitu sulit dihadapi bisa tewas semudah ini.
"Belum .... Harusnya kau tidak boleh mati. Kau masih berhutang padaku. Kau pun belum membayar hutangmu pada para murid sekte ini. Kau harusnya tidak boleh mati..!" Xiao Shuxiang menginjak tubuh lawannya kembali hingga terdengar bunyi tulang yang patah.
Samar-sama terlihat, pemuda menawan itu tidak menginjak dada Fu Tou seperti sebelumnya. Dia menginjak kepala Fu Tou dan kejadian tersebut menampakkan hal mengerikan lainnya.
"Apa yang kulakukan padamu hari ini bahkan belum seberapa dengan apa yang sudah kalian lakukan pada para murid Sekte Lautan Awan. Kekejaman ini pun masih termasuk hukuman paling ringan yang pernah kulakukan..." Xiao Shuxiang menginjak bola mata yang sebelumnya menggelinding ke arah sepatunya.
"Jangan salahkan aku, tetapi salahkan dirimu sendiri. Kaulah yang memulai ini, maka kau pasti sudah tahu risiko yang harus kau dan rekan-rekanmu hadapi."
__ADS_1
*******