![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Kau ingin .... Aku mendisiplinkan beberapa orang?" Xiao Shuxiang berkedip dan terlihat tertarik, "Ini pertama kalinya kau memintaku melakukan hal semacam itu. Apa yang terjadi?"
Lan Guan Zhi sebenarnya juga tidak ingin meminta bantuan Xiao Shuxiang, tetapi kasus Jian Yang dan juga teman-teman pemuda itu sudah terlalu akut. Mereka telah dihukum berulang kali, namun masih tidak pernah jera membuat masalah. Para patriarch di sekte ini pun bahkan sudah dibuat menyerah.
Jian Yang dan teman-temannya harus dihentikan agar mereka tidak menimbulkan masalah selama Konferensi Aliansi Abadi berlangsung. Xiao Shuxiang jelas lebih cocok untuk tugas ini.
"Lan Zhi ...."
"Aku diminta mendisiplinkan mereka dengan cara yang kasar, tapi khawatir mereka menjadi cacat."
"Waah .... Ha ha, siapa orang yang kira-kira bisa membuat seorang Lan Guan Zhi bahkan tidak mampu menanganinya?" Xiao Shuxiang tersenyum, "Kau padahal bisa menangani pembuat onar sepertiku. Tsk, tsk, tsk .... Orang itu sangat luar biasa. Aku harus bertemu dengannya dan memberikan pujian yang layak, pffft."
Lan Guan Zhi menatap dingin ke arah teman baiknya, jelas sekali bahwa pemuda mempesona di sampingnya ini sedang meledeknya sekarang.
"Shuxiang,"
"Mm, apa?" Xiao Shuxiang masih tersenyum.
"Mereka membenciku, tidak sepertimu."
"Hei, awalnya aku juga tidak suka padamu. Sampai sekarang pun kadang aku masih sering kesal padamu,"
"Tapi kau tidak membenciku." Lan Guan Zhi serius saat mengatakannya. Dia membuat teman baiknya tertegun.
"..............." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya, "Aku memang tidak pernah benar-benar bisa membenci seseorang. Bahkan jika marah pun, palingan aku hanya membantai habis keluarga dan juga keturunannya---"
"Shuxiang,"
"Baiklah, tidak akan membicarakan itu lagi." Xiao Shuxiang tersenyum dan lantas mengembuskan napas, "Jadi .... Untuk mendisiplinkan yang kau maksud itu .... Apa aku bisa melakukannya dengan caraku?"
"Mn, asalkan tidak sampai membunuh mereka."
"Tenang saja, aku bisa mengaturnya." Xiao Shuxiang berdiri dan berkata, "Jadi di mana markas para berandalan itu? Aku dapat memulainya sekarang,"
Lan Guan Zhi bangun dari duduknya dan mendorong pelan punggung temannya, dia berujar pelan. "Bersihkan dirimu dulu,"
Xiao Shuxiang tersentak, "Kenapa aku harus melakukannya? Bersih-bersihnya nanti saja setelah aku selesai mendidik anak-anak yang membencimu---Tunggu, Lan'Er..!"
"Aku mau mandi,"
"Tapi kenapa kau juga menarikku?! He-Hei..!"
*
*
Setiap perguruan memang mempunyai beberapa murid yang suka membuat onar, tidak terkecuali Istana Seribu Pedang. Jian Yang adalah salah satu yang paling terkenal dalam membuat masalah.
__ADS_1
"Senior Jian! Senior Jian..!" seorang murid dengan pakaian putih nampak menapak pada dahan sebuah pohon.
Pemuda itu berseru, memanggil-manggil Jian Yang. Dia kembali menapak di salah satu dahan pohon sebelum akhirnya menapak dengan mantap di tanah.
"Senior Jian..!"
"Kenapa begitu ribut, ada apa?" Jian Yang terlihat duduk di sebuah batu yang mirip singgasana. Lokasinya berada sekarang adalah di dalam hutan bagian timur Istana Seribu Pedang.
"Senior Jian, aku membawa berita. Tuan muda Lan sudah kembali, aku melihatnya sendiri."
Raut wajah Jian Yang memburuk saat mendengarnya, dia bangun dari tempat duduknya dan langsung melesat ke arah pemuda di hadapannya. Dia memberikan tendangan pada dada juniornya tanpa peringatan. Tindakan Jian Yang sangat mengejutkan, bahkan Li Huanshou yang juga ada di sana ikut kaget karenanya.
Murid Istana Seribu Pedang itu terbatuk dan nampak menekan dadanya, dia kaget karena mendapat serangan yang tiba-tiba dari seniornya. Apalagi serangan tersebut cukup kuat.
"Se-Senior...."
"Kau menyebutnya apa tadi? Tuan muda Lan? Siapa Tuan Mudamu?!" Jian Yang kembali memberi tendangan pada murid Istana Seribu Pedang yang merupakan juniornya sendiri.
Jian Yang menginjak dada pemuda di hadapannya dan bersuara dingin, "Sudah kukatakan. Dia hanya Lan Guan Zhi, tidak ada apa pun padanya yang membuat dia bisa disebut sebagai 'Tuan Muda'. Pria itu tidak tahu diri, kau mengerti?"
"Senior Jian, tahan emosimu." seorang pemuda menyadarkan seniornya agar tidak terlalu kasar pada anggota dari kelompok mereka.
Jian Yang mendengus dan melepaskan murid Istana Seribu Pedang. Emosinya selalu memuncak ketika mendengar nama 'Lan Guan Zhi'.
Salah seorang murid perempuan nampak menyilangkan tangan dan berkata, "Saat ini .... Perguruan sedang mempersiapkan berbagai hal untuk Konferensi. Empat perguruan lain akan datang, jadi kita tidak boleh sampai terlihat sedang mengalami perselisihan."
Murid perempuan dengan rambut panjang itu nampak mendengus, dia tersenyum sinis. "Aku sendiri akan membuat gadis bernama Zhi Shu itu cacat hingga tidak ada orang yang akan dekat dengannya,"
Jian Yang menatap murid perempuan itu, namun tidak mengatakan apa-apa. Dia dan 15 orang saudara seperguruannya yang lain adalah orang-orang yang telah mengatur rencana demi membalaskan dendam masing-masing.
Hanya saja tanpa diketahui siapa pun termasuk Jian Yang sendiri----ada dua orang di antara rekan-rekannya yang sebenarnya bukan termasuk murid Istana Seribu Pedang dan salah satunya tidak lain adalah pemuda yang Jian Yang tendang barusan.
Pemuda yang nampak berusia 22 Tahun itu bernama Xiao Han. Dia tidak lain adalah salah satu anggota dari Sekte Lembah Iblis, sosok yang ahli dalam melakukan penyamaran. Bahkan karena bakatnya, dia menipu banyak orang termasuk para tetua di perguruan ini.
Tentu saja hebat, pemuda itu tidak main-main dalam melakukan penyamaran. Dia sebelumnya menculik seorang murid Istana Seribu Pedang dan menguliti kulit wajah murid tersebut. Dia pun memakai kulit yang dia ambil sebagai topeng dan hasilnya sungguh luar biasa.
Xiao Han sendiri adalah nama dari murid yang wajahnya dia kuliti. Sangat kasihan karena murid tidak beruntung itu bahkan tidak dibiarkan hidup dan justru telah menjadi makanan. Tulang-tulangnya pun sampai tidak disisakan.
Keberadaan dari anggota Sekte Lembah Iblis yang menyusup masuk ke Istana Seribu Pedang tentu bukanlah berita baik. Apalagi, mereka justru memanfaatkan Jian Yang dan teman-teman pemuda itu yang sebelumnya sudah terkenal sebagai pembuat onar. Kekacauan yang entah akan sebesar apa, jelas tidak mungkin bisa dihindari.
*
*
"Jadi mereka yang harus kudisiplinkan?" Xiao Shuxiang sekarang berdiri di sebuah dahan pohon, dia berada cukup jauh dari tempat targetnya. Lan Guan Zhi berdiri di sampingnya.
"Mn,"
__ADS_1
Kehadiran Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi tidak disadari siapa pun. Kedua pemuda itu tidak hanya berada di jarak yang aman, tapi juga menipiskan hawa keberadaan mereka.
"Kau tunggu di sini,"
"Shuxiang, jangan membunuh."
"Berdarah tidak masalah, kan?"
"......... Mn,"
Xiao Shuxiang menapak dengan lembut di tanah. Pakaian putihnya berkibar dan saat dia menatap dedaunan di pohon----beberapa helaian daun yang masih hijau terlepas dari tangkainya.
Angin meniup dedaunan tersebut dan melayang di hadapan Xiao Shuxiang sebelum terbang seperti pisau, beberapa batang pepohonan tergores karenanya.
"..............."
Lan Guan Zhi melihat bagaimana teman baiknya begitu santainya berjalan dan bahkan dedaunan itulah yang lebih dulu membuat kejutan. Ini bisa didengar dari teriakan tragis beberapa murid Istana Seribu Pedang.
Lan Guan Zhi bukanlah orang yang melesatkan dedaunan itu, jelas ini perbuatan Xiao Shuxiang. Teman baiknya itu memasukkan energi spiritual pada dedaunan dan mengendalikannya. Jika energi spiritual terlalu kuat, maka daun hanya akan terbelah. Tetapi temannya sanggup melakukan hal yang sebenarnya sulit tersebut.
Di sisi lain, Jian Yang masih mampu memberi respon dengan menarik pedangnya. Dia menangkis serangan yang entah datang dari mana walau jujur dirinya cukup terkejut.
Li Huanshou pun demikian meski dirinya sedikit lambat bereaksi. Wajahnya tegang dan satu tangannya menyentuh lengan yang berdarah. Dia mendengar geraman dari rekan-rekannya.
"Sialan! Siapa yang melempar pisau itu?! Benar-benar cari mati..!" seorang pemuda menggertakkan giginya.
"Senior? Kau baik-baik saja?" Xiao Han pura-pura peduli pada rekan Jian Yang, tetapi dalam hati----dia juga cukup terkejut pada serangan yang tiba-tiba ini.
Salah seorang gadis berdecak kesal, "Sebelumnya tidak ada yang berani melangkahkan kaki ke hutan bagian timur perguruan---"
"Dia mencari mati," Li Huanshou menyela. Dia mengeluarkan sebuah belati dan melesatkannya tanpa peringatan.
Belati itu menembus sebuah batang pohon hingga berlubang dan bahkan membuatnya terbakar. Namun tidak berlangsung lama sampai sesuatu melesat kembali dan kali ini membuat pohon tersebut meledak.
Mata Jian Yang terbelalak dan segera melompat menghindar. Singgasana yang terbuat dari batu miliknya meledak karena terkena lesatan yang tidak lain adalah belati Li Huanshou.
Semua orang kaget. Apalagi bilah pada belati yang menancap itu langsung berubah menjadi debu setelah berhasil meledakkan singgasana Jian Yang. Murid-murid Istana Seribu Pedang itu bahkan tanpa sadar menahan napas.
"Sepertinya aku terlalu kelewatan,"
Jian Yang dan para saudaranya terkejut mendengar suara asing. Mereka segera menoleh dan menatap lurus ke depan. Wajah mereka nampak tegang dan sangat waspada. Suara asing itu kembali terdengar.
"Ah, harusnya aku tidak mengatakan itu. Harusnya kukatakan, 'kau tidak boleh menghindarinya.' Belati itu sangat tajam, kau bisa mati tanpa merasakan sakit. Itu bagus untuk jantungmu,"
!!!
*******
__ADS_1