KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
422 - Chi Yue An


__ADS_3

Xiao Shuxiang tidak menggunakan senjata apa pun saat melawan Dao Xiao Sheng. Bahkan dia merasa bukan pilihan yang tepat jika sampai mengeluarkan Seruling Giok Putihnya.


Roh yang mengendalikan tubuh Lan Guan Zhi ini akrab dengan seruling giok putih dan ada kemungkinan serangan dari seruling itu tidak akan mempan melawannya. Xiao Shuxiang tidak mau mengambil risiko apalagi membuat lawan berhasil merebut senjata itu.


Disisi lain, Dao Xiao Sheng mulai agak kesal sebab lawan yang dia hadapi bisa menghindari serangannya yang mematikan. Anehnya, lawan yang dia hadapi akan melesatkan kepalan tangan yang dialiri energi spiritual ketika dia menggunakan pola serangan sederhana.


Xiao Shuxiang sendiri tidak mengharapkan hal ini terjadi pada teman baiknya, dia ingin agar Lan Guan Zhi bisa sadar kembali. Dan jika boleh jujur, dia tidak terlalu terganggu dalam menghadapi roh Dao Xiao Sheng meskipun tenaganya banyak terkuras.


Ini adalah latihan ketangkasan. Xiao Shuxiang menganggapnya demikian. Meskipun situasi ini gawat, namun dia ingin mengambil sesuatu yang bisa berguna dan itu adalah berusaha mempelajari pola dan juga teknik serangan lawan.


Melihat bahwa Dao Xiao Sheng bukanlah musuh, melainkan rekan latihan membuat perkembangan tidak bisa muncul pada Xiao Shuxiang. Pemuda itu seakan mulai bisa memahami setiap gerakan Dao Xiao Sheng dan tentu saja ini sesuatu yang bagus.


Tetapi keadaan benar-benar selalu tidak berpihak pada Xiao Shuxiang. Di saat dirinya melancarkan serangan yang mirip dengan milik Dao Xiao Sheng---di saat itu juga roh yang dia hadapi berganti.


!!!


Angin kejut membuat Xiao Shuxiang yang tidak bisa menahannya langsung terdorong. Untung saja dia bisa menahan tubuhnya dengan memakai kaki.


"Dia... Kenapa bukan Shouxing?" Xiao Shuxiang mundur beberapa langkah dan kali ini kembali mengeluarkan pedang pusakanya. Dia sangat waspada jika roh yang dia lawan adalah Chi Yue An.


"Apa kau sangat tidak sukanya padaku sampai menjauh seperti itu?" suara dingin dan pandangan gelap dari Lan Guan Zhi membuat Xiao Shuxiang tegang sekaligus terkejut.


"Bersama Dao Xiao Sheng, kau bahkan saling bersentuhan dengannya. Tetapi mengapa saat itu aku... Kau justru menjauh."


Xiao Shuxiang terperangah. Apa yang barusan dia dengar? Apa itu adalah jenis kecemburuan dari semakhluk roh pusaka langit?!


"Aku selalu bertanya-tanya. Apa aku setampan itu hingga bahkan bisa membuat roh pusaka langit menyukaiku?" Xiao Shuxiang berkedip, "Yah.. Tidak heran sebenarnya. Aku tidak hanya tampan, tetapi juga menawan, mempesona, dan sangat luar biasa."


Tidak adanya jawaban dari sosok di depannya membuat Lan Guan Zhi mengepalkan kedua tangannya. Suara dingin dan lembutnya kembali terdengar, "Aku tidak menyerangmu karena tidak ingin kau terluka. Tetapi sepertinya itu satu-satunya cara agar kita menjadi dekat,"


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak. "Sebaiknya kau berhenti di sana dan dengarkan baik-baik,"


Xiao Shuxiang tetap menghunuskan pedang miliknya ketika membatin, "Bagaimana ini.. Apa aku harus memanggilnya 'Nona'? Dengan wajah setampan itu? Dia Lan Guan Zhi tahu!"


Xiao Shuxiang ingin menjambak rambutnya sendiri. Dia menggigit bibir dan mulai buka suara, "Aku sebelumnya berterima kasih karena kau sudah su-suka padaku. Ya ampun, aku bisa gila. Ta-tapi bisakah kau tidak melakukan hal yang aneh dengan memakai tubuh temanku? Aku merinding ngeri, sumpah. Lebih baik aku bertemu hantu sekalian daripada menghadapi manusia jadi-jadian seperti ini,"


"Kau memberikan syarat padaku, tetapi kenapa pada Xiao Sheng tidak?"


Ekspresi Xiao Shuxiang pucat, "Dia ini... Yang seperti itu bahkan diperhitungkan?!"


"Kau menjaga jarak saat aku menyerangmu, kau menjaga jarak saat aku tidak serang. Tapi kau justru tanpa ragu dekat dengan Xiao Sheng dan bahkan memegang tangannya. Apa aku tidak cukup baik untukmu?"


"Bukan masalah itu, sialan. Tolong sadarlah!" Xiao Shuxiang berteriak dalam hati, "Tentu saja aku menjaga jarak. Pertarungan jarak dekat denganmu membahayakan keselamatan tubuhku, tahu! Kau tidak menyerang, tetapi melecehkan dan kau menggunakan tubuh Lan Guan Zhi..!"


Xiao Shuxiang sudah menahannya sejak tadi. Telinganya memanas saat dia kembali mengeluh, "Aku akan dengan senang hati membiarkanmu menyentuh jika saja kau adalah wujudmu yang perempuan. Tapi apa-apaan ini..! Dan apanya yang berpegangan tangan dengan roh lain. Di mana kau menaruh matamu, hah?!"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia pun memejamkan mata sejenak sebelum buka suara. Dia membujuk, "Mari tenanglah dulu. Kau baik dan bisa diajak bicara, ja-jadi kupikir.."


"Kenapa kau menjauh?"


"Karena kau berjalan mendekat!" Xiao Shuxiang menahan untuk tidak berteriak. Dia tersenyum meski itu jelas adalah senyuman yang sangat dipaksakan. Dia berkata, "Kau roh yang baik jadi mari bicara dengan tenang, oke?"


"Baiklah,"

__ADS_1


"Tapi bisakah kau tidak melangkah maju?"


"Kenapa kau tidak ingin aku mendekatimu? Kau justru begitu dekat dengan roh yang lain." Lan Guan Zhi mengepalkan tangannya dan tersenyum kejam, "Hal yang tidak kulakukan adalah aku tidak memaksa. Jadi karena itu... Kau menaruh jarak seperti ini,"


"Siapa yang dekat dengan mereka, sialan?! Matamu pasti sudah rabun hingga tidak melihat dengan baik! Oh, Xiao Shuxiang. Kebaikan apa yang kau lakukan di masa lalu hingga bisa berada dalam situasi seperti ini?"


"Aku hanya ingin dekat denganmu, tetapi..." bulu mata Lan Guan Zhi terkulai sebentar sebelum mulai mengangkat kelopak matanya dan berkata dengan dingin, "Sepertinya kau lebih menyukai kekerasan. Buktinya kau tidak pernah menjauh dari mereka,"


"Bukan seperti itu--!!" Xiao Shuxiang terkejut dan menggeram dalam hati, "Menyebalkan. Lan Guan Zhi, sadarlah!"


*


*


"LanLan, ada apa?" Immortal Zhou Yuan yang saat ini sedang berada di depan sebuah bangunan nampak menoleh. Meskipun dia tidak melihat, namun dia masih menyadari pemuda di sampingnya berhenti melangkah.


Lan Guan Zhi merasakan firasat yang tidak nyaman. Dia buka suara, "Entah kenapa rasanya jadi merinding."


"Itu pasti karena kau takut,"


"Tapi aku memikirkan Shuxiang," Lan Guan Zhi menatap Zhou Yuan dan berkata. "Senior, apa para roh itu tidak melakukan hal yang aneh pada tubuhku?"


"Memang apa yang bisa mereka lakukan?" Zhou Yuan berujar, "Tenanglah. Aku bisa mengatakan mereka mungkin akan memakai tubuhmu untuk mengambil nyawa banyak orang atau sekadar berbuat kerusakan, tetapi selama Xiao Shuxiang ada---mereka tidak akan bisa membunuh satu orang pun. Percaya saja,"


"................." Lan Guan Zhi memejamkan mata sejenak sebelum mengembuskan napas. Dia pun mulai fokus pada apa yang menunggu di depannya.


"Ayo masuk," Zhou Yuan melesat dan diikuti oleh Lan Guan Zhi. Tempat ini tidak bisa dia manipulasi seperti sebelumnya sebab ini adalah wilayah dari roh pusaka langit.


"Senior, di sana." Lan Guan Zhi bisa merasakan kehadiran roh pusaka langit dan melompat naik ke salah satu lantai. Dia pun melesat dengan diikuti oleh Immortal Zhou Yuan sampai ke sebuah ruangan paling gelap.


"Berhenti," Zhou Yuan memberi perintah. Dia mengerutkan kening. Tidak jauh di hadapannya ada sebuah pintu besar dengan aura ungu, merah, dan hitam secara bersamaan.


Zhou Yuan berkata, "Ini saatnya kau kembali menggunakan mata milikmu. Sekarang lakukan pada sesuatu di depan sana,"


Lan Guan Zhi sebenarnya tersentak karena di hadapannya hanya ada pintu besar, tetapi dia tidak mempertanyakan ucapan Zhou Tuan dan langsung mengeluarkan mata cermin bintang sesuai permintaan.


"Aku melihat segel penghalang dengan pola yang baru pertama kulihat," Lan Guan Zhi memperhatikan dengan saksama sebelum melanjutkan ucapannya, "Tetapi Senior. Rasanya aku memahami segel ini,"


"Kalau begitu coba kau lepaskan,"


"Mn,"


Zhou Yuan merasakan Lan Guan Zhi berjalan maju dan tidak butuh waktu lama sampai dia mendengar suara yang keras. Suara lain kembali lagi dan kali ini Zhou Yuan yakin itu pintu yang telah dibuka dengan kasar.


!!!


Angin dengan aura gelap menyeruak. Zhou Yuan bergerak cepat dan langsung menahan aura tersebut. Dia dan Lan Guan Zhi masuk ke dalam ruangan. Mereka pun disambut dengan pemandangan yang seperti di dalam sebuah gua.


"Senior..." Lan Guan Zhi memperhatikan sekelilingnya. Tempat ini di penuhi oleh dinding batu dan ada tiga buah telur setinggi orang dewasa di hadapannya.


"Apa yang kau lihat?" Zhou Yuan bertanya.


"Tiga telur besar dan dipenuhi cahaya keemasan,"

__ADS_1


Zhou Yuan tersentak mendengarnya, tetapi kemudian bernapas lega. "Bagus sekali, kita datang di waktu yang benar-benar tepat."


Lan Guan Zhi mengerutkan keningnya. Dia menatap Zhou Yuan dan bertanya, "Apa maksud Senior?"


"Benda yang kau lihat merupakan wujud lain dari tiga roh pusaka langit. Ini adalah bentuk ketika mereka mengumpulkan kekuatan. Kau hanya perlu menyerapnya, memisahkan energi gelap dari benda di hadapanmu ini dan semua akan baik-baik saja."


"Bukankah Senior bilang aku perlu bertarung dulu dengan mereka?"


"Tiga roh pusaka langit tidak memperhitungkan dirimu. Sepertinya mereka berpikir bahwa tubuhmu sekarang adalah cangkang kosong dan mereka berusaha mengambilnya,"


"............. Itu tidak mungkin,"


"Kau pikir ketiga roh itu baik?" Zhou Yuan menghela napas sebelum mulai menggeleng pelan, "Dengar. Meski mereka membantumu, namun tidak berarti kau bisa mempercayai mereka sepenuhnya. Ketiga roh itu... Memiliki sejarah kelam masing-masing, bahkan sebelum bertemu Xiao Shuxiang ataupun dirimu."


Zhou Yuan berkata, "Jangan mudah percaya pada makhluk sejenis roh pusaka. Mereka bisa menarikmu masuk ke dalam kegelapan dan memanfaatkanmu. Buktinya sekarang tubuhmu sedang diperebutkan, bukan?"


"................."


"Sebelum ketiga roh itu menyadarinya, kau harus mulai memurnikan kekuatan mereka sekarang. Pisahkan energi gelap dan energi yang bisa kau ambil. Aku akan mengarahkan dari sini,"


"Baik," Lan Guan Zhi berjalan mendekati salah satu telur yang berselimut cahaya emas di hadapannya.


Zhou Yuan mengarahkan, "Letakkan tanganmu di permukaannya dan alirkan energi spiritual milikmu. Kau akan bisa merasakan ada energi lain yang menarikmu dan hal yang perlu kau lakukan adalah membalas tarikan itu,"


"Jangan sampai kau kalah," Immortal Zhou Yuan melesatkan energi spiritual miliknya ke arah tubuh Lan Guan Zhi dan membantu pemuda itu.


"Senior, ini terlalu kuat."


"Gunakan Mata Cermin Bintang sekarang!"


"Mn, baik." Lan Guan Zhi mengikuti setiap arahan dari Immortal Zhou Yuan. Dia bisa melihat energi spiritual seperti gulungan angin di dalam telur yang ada di hadapannya.


Energi spiritual yang dilihatnya berwarna putih-keemasan dan lainnya berwarna hitam. Miliknya sendiri berwarna biru muda dan saat ini Lan Guan Zhi fokus memisahkan kedua energi itu. Dia merasa kesulitan pada awalnya, tetapi kemudian terasa lebih mudah sebab Mata Cermin Bintang dan energi spiritual dari Immortal Zhou Yuan.


"Senior,"


"Kau jangan menyerah, Nak. Ini baru satu roh,"


"Tidak Senior, bukan itu. Aku rasa... Aku bisa melakukannya dengan cepat,"


Zhou Yuan tersentak, tetapi kemudian mulai mengerti saat dia merasakan energi spiritual dari pemuda di hadapannya. Senyuman terlihat di wajahnya ketika dia membatin, "Ketiga roh pusaka langit adalah monster. Kupikir tidak akan ada yang bisa menghadapi mereka selain Xiao Shuxiang, tetapi pemuda ini rupanya juga sama."


"Bakatnya ini... Dia sosok yang diberkahi langit," Immortal Zhou Yuan selama ini memang lebih sering melihat masa lalu Lan Guan Zhi daripada masa depan pemuda itu. Karenanya dia sangat tidak menduga bahwa pemuda ini akan memiliki kemampuan yang tidak terduga.


Lan Guan Zhi harusnya kesulitan dan proses saling tarik-menarik energi spiritual ini akan berlangsung lama, tetapi yang tidak disangka adalah dia benar-benar bisa menaklukkan salah satu roh, bahkan tanpa kesalahan sama sekali.


Hanya butuh dua hari dan ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Tentunya selain karena berbakat, bantuan Immortal Zhou Yuan dan Xiao Shuxiang yang berada di tempat lain juga ikut andil dalam keberhasilan ini.


Masalahnya, ketika Lan Guan Zhi berhasil---dia langsung merasakan pandangan matanya menghitam dan seluruh tubuhnya seperti disiram sesuatu yang dingin. Tidak hanya itu, tubuhnya mulai diselimuti cahaya putih dan rasanya seperti dia akan segera kembali ke tubuhnya.


Lan Guan Zhi sebenarnya terkejut, dia bahkan tidak sempat berbicara kepada Immortal Zhou Yuan ataupun berterima kasih padanya. Dia sudah lebih dulu tersadar dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah bulu mata lembab milik seseorang.


******

__ADS_1


__ADS_2