![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERINGATAN!
Episode mengandung adegan kekerasan dan moralitas yang dipertanyakan. Selalu bijaklah dalam membaca dan terima kasih sudah mampir. ( ´ ▽ ` )ノ
*
*
*
Xiao Shuxiang sebenarnya sangat bersyukur di dalam hatinya sebab telah menyelesaikan apa yang pernah dia rencanakan bersama Xiao WeiWei. Bisa dibilang selain Hu Li, Zhi Shu, dan Ling Qing Zhu---semua warga termasuk para murid Sekte Kupu-Kupu adalah mayat hidup yang dia bangkitkan.
Wanita yang ada di sampingnya ini pun bukanlah ibunya dan sosok yang Ling Qing Zhu selamatkan juga bukanlah ayahnya. Itulah mengapa meski Kucing Putihnya berusaha keras mengobati Yang Hao, pria itu tidak bisa pulih sama sekali.
Xiao Shuxiang sendiri tidak memberitahukan ini semua pada teman-temannya, termasuk Ling Qing Zhu. Dia bukannya tidak percaya pada mereka, hanya saja untuk sebuah rencana besar----jauh lebih baik dirahasiakan.
"Sekte Tengkorak Darah, Istana Kaisar Matahari Tengah, tempat tinggal Shuai Niao, dan juga Kota Embun Bunga milik Tianqi Mao. Tempat-tempat ini yang sebutkan tadi setelah menghancurkan Kota Awan Dingin... Aku bisa memastikan kau tidak akan pernah menduga sosok yang menjadi pelindung mereka semua,"
!!
Wang Zhao menatap pemuda di hadapannya dan mengepalkan kedua tangannya. Ekspresi wajahnya tidak berubah, tetapi matanya jelas memperlihatkan ketidaksukaan pada apa yang baru saja dia dengar.
*
*
Sudah terlambat meskipun sekarang Wang Zhao tahu apa yang dimaksud oleh Xiao Shuxiang.
Lihat saja saat ini, tempat yang menjadi target dari penyerangan pasti sedang terjadi perubahan besar dan salah satunya adalah Istana Kaisar Matahari Tengah.
Itu benar.
Sekte Kabut Berdarah milik Wu Ji Zhen memang sedang memporak-porandakan Istana Kaisar Matahari Tengah. Dai Chen yang merupakan kaisar saat ini bahkan berjuang di baris terdepan untuk melindungi semua orang.
Pertarungan antara kultivator tidak bisa ikut melibatkan pendekar biasa ataupun manusia awam di dalamnya. Dai Chen menarik semua prajuritnya dan karena itulah pertarungan hanya dilakukan oleh dia sendiri beserta beberapa anggota Sekte Akar Teratai.
Pada awalnya kondisi masih memihak Dai Chen karena Wu Ji Zhen belum turun tangan, tetapi setelah pria itu masuk ke medan perang---situasi langsung berubah. Dai Chen kehilangan banyak saudara seperguruannya.
Xiao Lu sendiri ikut bertarung meski dalam kondisi yang hamil besar. Wanita itu sama sekali tidak takut menghadapi anggota Sekte Kabut Berdarah dan bahkan membuat lawannya terkejut.
Dia awalnya sangat diremehkan, tetapi semua lawannya langsung bungkam ketika dengan kedua tangannya sendiri---Xiao Lu menusuk dada seorang anggota Sekte Kabut Berdarah dan merobek perut pria itu.
Tidak hanya sampai di sana, kakak dari Xiao Shuxiang itu bahkan menarik organ dalam lawannya sambil menatap anggota Sekte Kabut Berdarah yang lain. Dia tidak perlu banyak bergerak karena mempunyai teknik serangan jarak jauh dengan jarum miliknya. Dan kalaupun lawan mendekat, Xiao Lu pun cukup tangguh untuk bertarung.
__ADS_1
Dai Chen sebenarnya sangat mengkhawatirkan istrinya yang keras kepala itu. Dia hampir tidak fokus ketika Xiao Lu dalam kondisi yang sulit, bahkan dia terkejut saat sebuah pedang terhunus di titik buta wanita itu.
Dai Chen berseru, namun keterkejutan nampak di wajahnya ketika pedang lawan sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh Xiao Lu. Bahkan ketika istrinya terkena serangan jarak jauh---wanita itu masih berdiri tanpa terluka sama sekali. Dia beberapa kali berkedip hanya untuk memastikan penglihatannya tidak salah.
Xiao Lu memang tidak pernah mengatakan ini pada Dai Chen. Dia sebenarnya mendapatkan hadiah yang tidak terbayangkan dari adiknya sendiri. Xiao Shuxiang sudah memberikan salah satu dari pusaka langit yang merupakan jubah pelindung dan Xiao Lu selalu memakainya untuk menghargai adiknya itu.
Meskipun mempunyai pusaka langit, tetapi kondisi tidak sepenuhnya bisa dikendalikan karena Xiao Lu memang hanya tahu satu kegunaan dari benda ini. Dia bahkan tidak mengetahui kemampuan sesungguhnya dari pusaka langit tersebut.
Dai Chen sendiri meski berusaha melindungi semua orang, namun tetap saja banyak dari warganya yang terluka. Wu Ji Zhen bahkan membunuh lima orang hanya dengan sekali ayunan pedang dan tidak ada yang bisa menahan serangan miliknya itu.
Wu Ji Zhen memang menyerang manusia biasa dan juga pendekar yang lemah, tetapi tetap saja dia menghilangkan nyawa orang lain dan ini tidak dibenarkan. Dai Chen yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk melindungi semua orang hampir dalam kondisi terpuruk andai bantuan tidak segera datang.
Para murid Sekte Kupu-Kupu yang sebenarnya saat ini menyebar di setiap tempat yang ada di Kekaisaran Matahari Tengah. Mereka diberikan misi rahasia oleh Xiao WeiWei dan Yang Hao.
Semua orang tahu karakter dari murid Sekte Kupu-Kupu. Walau dari kalangan dan usia yang berbeda-beda... Para murid ini sangat suka berkompetisi. Jika diberikan misi rahasia secara berkelompok---para murid ini tidak akan membiarkan saudaranya yang lain tahu. Dan karena ini jugalah hingga Xiao Shuxiang bisa menggunakan kesempatan untuk menjalankan aksinya.
Xiao WeiWei menggunakan kesempatan yang ada untuk mengisi dua kelompok murid yang terdiri dari enam orang. Mereka ditugaskan keluar secara diam-diam dari sekte tanpa mengetahui bahwa saat para murid itu pergi---Xiao Shuxiang telah membuat mayat hidup yang mirip dengan wajah mereka untuk menjadi pengganti di dalam Sekte Kupu-Kupu.
Xiao Shuxiang melakukannya beberapa kali dan dia juga membuat hal serupa dengan para warga Kota Awan Dingin. Tentu saja untuk yang satu ini... Tugas membawa pergi warga kota secara diam-diam dilakukan oleh Yang Hao.
Misi para murid Sekte Kupu-Kupu adalah menjaga setiap tempat yang sudah ditentukan dan Istana Kekaisaran Matahari Tengah adalah salah satunya. Xiao Lu dan Dai Chen yang mendapatkan bantuan di saat yang tepat benar-benar berterima kasih dengan Xiao WeiWei yang sudah mengirim murid-murid ini.
Kedatangan para murid Sekte Kupu-Kupu sungguh telah mengubah keadaan menjadi berbalik dan menguntungkan mereka. Tidak hanya di tempat Dai Chen, bahkan di kediaman Tianqi Mao dan Shuai Niao pun begitu.
Walau kebanyakan para murid sekte ini adalah anak-anak, tetapi kegilaan mereka mustahil bisa ditiru oleh orang dewasa. Dai Chen dan Xiao Lu sampai terlihat merinding ngeri kala menyaksikan betapa brutal dan liarnya para anak-anak itu bertarung.
Dai Chen pun sampai kehabisan kata. Bukankah para murid ini sudah mendapat didikan yang benar dari Sekte Pedang Langit dan Istana Kekaisaran Matahari Tengah?
Dia bahkan telah memberikan guru terbaik untuk memperbaiki teknik bertarung para murid sekte itu, mereka pun telah mempraktekkan dengan baik dan sempurna---tetapi mengapa sekarang berbeda?! Rasanya seakan semua pembelajaran selama ini tidak pernah ada.
Tidak hanya Dai Chen yang kehabisan kata, bahkan Tianqi Mao, Shuai Niao, dan Tetua Lai Kuan Ye yang berada di tempat masing-masing pun ikut terkejut. Para murid Sekte Kupu-Kupu lebih cocok disebut sebagai kawanan serigala haus darah bila melihat tindakan mereka.
Pakaian yang indah dengan corak sayap kupu-kupu dan mempunyai warna-warna cerah, serta wajah mereka yang begitu polos dan lugu sama sekali berbeda dengan cara mereka bertarung. Mengerikannya lagi, anak-anak ini hanya sedikit meringis saat tangan atau kaki mereka terkena tebasan.
Benar. Para murid Sekte Kupu-Kupu sama sekali tidak berteriak kesakitan ketika tangan dan kaki mereka tertebas. Bahkan ada di antara para murid itu yang justru terlihat menyeringai dan membuat lawan mereka menjadi tegang.
"Anak-anak ini..." Lai Kuan Ye yang dalam kondisi terluka dan memegang dadanya terlihat lebih pucat. Keadaan sektenya sedang tidak baik ketika bantuan datang.
Mereka sebelumya diserang oleh anggota Sekte Kabut Berdarah dan ada seorang pria berpakaian hitam yang menyerang Lai Kuan Ye hingga terluka separah ini. Hanya saja pria itu tiba-tiba pergi seolah kedatangannya memang untuk membuat Lai Kuan Ye tidak berdaya.
Rasanya seakan pria berpakaian hitam itu membiarkannya hidup hanya agar dia bisa melihat sektenya dihancurkan tepat di depan mata sendiri. Lai Kuan Ye benar-benar tidak bisa melakukan apa pun. Serangan fatal yang diberikan padanya telah membuat dantiannya terluka.
Di saat hampir kehilangan harapan, Lai Kuan Ye menyaksikan lawannya diserang oleh sekelompok anak yang datang. Tidak sulit untuk mengenali siapa mereka karena pakaian anak-anak ini sudah terkenal, bahkan sampai di tiga kekaisaran.
__ADS_1
"Te-Tetua! Anda melihatnya?!" seorang murid Sekte Tengkorak Darah berseru. Dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana lengan murid Sekte Kupu-Kupu yang sebelumnya tertebas kini tumbuh lagi.
"Tetua, mereka bukan manusia! Mereka monster!"
"Re-regenerasi tubuh macam apa itu?! Gila..!"
Lai Kuan Ye tahu murid-muridnya terkejut bukan main, dia pun juga sama. Meski sudah tahu bahwa murid Sekte Kupu-Kupu tidak pernah kekurangan sumber daya termasuk dalam hal pil berkualitas---tetapi ini masih saja sulit dipercaya.
"Mungkinkah itu yang dinamakan Pil Napas Naga?" seorang murid Sekte Tengkorak Darah berujar dan membuat teman-temannya tersentak kaget.
"Benar. Itu dia!"
"Pil yang sangat luar biasa bahkan tidak bisa dimiliki oleh Asosiasi Bangau Merak. Hanya Sekte Kupu-Kupu yang mempunyai pil ini,"
"Oh! Aku beruntung bisa melihatnya sekarang,"
"Kalian tidak apa-apa, kan?" seseorang kini menapak di depan para murid Sekte Tengkorak Darah. Jubah dengan corak sayap kupu-kupu berwarna kuning cerah itu nampak dilambaikan angin.
Anak laki-laki berusia 14 Tahun ini mempunyai senyuman yang manis. Hanya saja para murid Sekte Tengkorak Darah menahan napas saat melihat ada percikan darah pada pipi dan leher anak di hadapan mereka. Dan bukan hanya itu.
"Paman-Paman tidak perlu takut, semuanya akan baik-baik saja sekarang. Aku sendiri akan mengobati kalian," anak laki-laki itu tersenyum dan hendak mengulurkan tangan saat melihat reaksi dari kultivator yang terluka di depannya.
Para kultivator ini mengarahkan pandangan pada tangan kirinya dan murid Sekte Kupu-Kupu itu pun tersentak. Dia berkedip dan berkata, "Ah... Maafkan aku. Ini adalah jantung dan aku hanya membawanya,"
Dengan santainya, anak laki-laki itu tersenyum dan memperlihatkan gumpalan daging yang dipegangnya. Dia berkata, "Adikku yang meminta agar aku memegangnya sebentar. Katanya dia ingin menjadikan ini sebagai bahan untuk mainan masak-masakannya. Paman tidak perlu khawatir,"
!!!
Para murid Sekte Tengkorak Darah yang mendengar hal itu merasakan nyawa mereka seperti mengambang. Saat ini, mereka pun mulai mendengar beberapa keributan di antara murid Sekte Kupu-Kupu yang sama sekali tidak terduga.
Lai Kuan Ye menyaksikan bagaimana murid Sekte Kupu-Kupu memperebutkan bagian dalam dan organ tubuh lawan yang mereka kalahkan. Bahkan ada seorang murid yang nampak berusia 18 Tahun dan saat ini sedang membantu murid yang berusia muda untuk mengumpulkan mata dari mayat yang sudah tidak berbentuk di tanah.
Buruknya, murid berusia 18 Tahun itu dan anak kecil yang bersamanya nampak tersenyum satu sama lain seakan-akan yang mereka kumpulkan adalah kelopak bunga.
"Te-Tetua..." wajah salah seorang murid Sekte Tengkorak Darah pucat pasi. Tubuhnya gemetar saat berujar pelan, "Aku sangat takut, Tetua.."
"Mereka ini... Apa benar datang menyelamatkan kita? Ra-rasanya seperti kita bebas dari mulut buaya, tetapi malah ditarik masuk ke sarang serigala."
"Sekte Kupu-Kupu itu... Bukankah termasuk perguruan Aliran Netral? Ba-bagaimana bisa tindakan mereka melebihi Aliran Hitam?"
"Aduh... Ssh... Sekarang aku jadi bersyukur karena menjadi murid Sekte Tengkorak Darah. Meskipun disebut sebagai Aliran Hitam, tetapi pendidikan di tempat ini tidak sampai sebrutal itu."
"Padahal mereka anak-anak yang manis, tetapi mengapa sifatnya semengerikan itu? Entah bagaimana jika mereka dewasa nantinya, aiih..."
__ADS_1
Lai Kuan Ye juga terlihat pucat. Dia sampai menahan napas ketika membatin, "Xiao Shuxiang. Apa yang sudah kau lakukan pada anak-anak ini? Bagaimana kau mendidik para saudara seperguruanmu?"
******