KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
450 - EXTRA PART (1)


__ADS_3

"Jadi Mo Huai benar-benar adalah Qian Kun?!"


Bocah Pengemis Gila bertanya untuk yang kedua kalinya ketika mendengar pengakuan Xiao Shuxiang. Saat ini dia berada di pinggir sebuah sungai dan hanya berdua dengan pemuda menawan ini.


Xiao Shuxiang mengangguk pelan. Dia menghela napas sambil menatap gulungan kitab yang ditaruhnya di bebatuan kecil, tepat di hadapannya. Dia sendiri duduk bersila dan telah beberapa kali menghela napas.


Xiao Shuxiang tidak tidur. Setelah menemui sosok bertopeng rubah itu... Dia terus berdiri di pinggir tebing dan baru menemui Bocah Pengemis Gila ketika dini hari. Dia mengajak pria bertongkat bambu ini bicara berdua dan inilah lokasi yang dirinya pilih.


"Aku... mengikuti saranmu," Xiao Shuxiang buka suara dan membuat Bocah Pengemis Gila berkedip. Dia pun berkata, "Kau bilang bahwa aku mungkin saja bisa bicara baik-baik dengannya dan membujuknya... Jadi karena itulah kulakukan."


"Tapi bukankah kau bilang bahwa jika itu mustahil?" Bocah Pengemis Gila berkata, "Jelas-jelas saat itu kau berkata bahwa mengajak sosok seperti Qian Kun untuk bicara adalah hal yang sangat sulit. Benar, kan?"


"............. Bocah Pengemis Gila," Xiao Shuxiang menengadah sedikit dan menatap sosok yang berdiri di depannya. Dia berkata, "Sepertinya... aku benar-benar menjadi orang yang baik."


"Apa?!"


"Rasanya seakan-akan aku memiliki kemampuan untuk membujuk orang lain. Sungguh, ini pertama kali dalam hidupku... Aku menggunakan strategi lisan daripada langsung menghunuskan pedang. Ini membuatku takut.... seolah tidak ada yang tak bisa dilakukan Xiao Shuxiang. Bakatku yang baru terungkap ini... bukankah semakin membuatku sangat luar biasa?"


"Hah?" Bocah Pengemis Gila tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Xiao Shuxiang bicara serius sebelumnya, tetapi di akhir ucapan pemuda ini tidak jauh-jauh dari membanggakan diri sendiri. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan seorang Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia pun buka suara, "Lalu apa yang kau lakukan lagi padanya?"


"Aku memberikan gulung Kitab Pembunuh Matahari, tetapi dikembalikan lagi." Xiao Shuxiang bernapas pelan dan berkata, "Dia bahkan meminta agar aku sendiri yang pergi ke dunia itu dan memperbaiki keadaan di sana dengan kitab ini."


Bocah Pengemis Gila berkedip, dia menggeleng pelan dan berkata. "Jujur saja... Aku sama sekali tidak menyangka bahwa sosok seperti Qian Kun akan bisa melakukan ini. Bukankah itu artinya... Dia sebenarnya peduli padamu?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, Bocah Pengemis Gila tahu maksud tatapan mata itu dan kembali berkata. "Coba kau pikirkan... Dia itu sangat kuat. Dengan Gulung Kitab Pembunuh Matahari di tangannya... Dia bisa saja menganggap tindakanmu ceroboh dan memanfaatkan kebaikanmu itu untuk menghancurkan semuanya. Tetapi dia sama sekali tidak berbuat demikian, justru dia malah mengembalikan kitab pusaka itu."


"Waah..." Bocah Pengemis Gila berdecak, "Rasanya... Qian Kun itu lebih baik dari Wang Zhao, iya kan?"


"................"


"Dia adalah Mo Huai selama ini..." Bocah Pengemis Gila kembali bicara, "Dia selalu bersamamu di Alam Kultivasi Atas. Menurutku dia punya banyak kesempatan jika memang ingin melukaimu atau melukai orang lain, tetapi dia tidak melakukannya. Justru dia pun ikut membantu. Aku tidak tahu harus berkata apa dengan tipe penjahat seperti ini. Kurasa dia punya prinsip yang menarik,"


"Bocah Pengemis Gila, dia tidak ingin menghancurkan semuanya dengan tangannya sendiri. Itu bukan tujuannya. Dia ingin... Akulah yang menghabisi orang-orang yang kulindungi dengan tanganku sendiri. Aku ini... Terlahir sebagai bencana."


"Apa dia yang mengatakan itu padamu?" Bocah Pengemis Gila bertanya dan membuat Xiao Shuxiang mengangguk pelan.


"Dia mengatakan... Bahwa usahaku selama ini sia-sia," Xiao Shuxiang menarik napas dan berkata, "Apa pun yang aku lakukan... Sekeras apa pun berusaha... Aku tidak akan bisa menjadi pahlawan. Dan anehnya... Aku merasa bahwa ucapannya benar."


"Bocah Pengemis Gila, kau yang kupanggil kemari dan bukan A-Yuan atau Kucing Putih adalah karena kau yang lebih mengerti tentang ini. Kau sudah melihat dunia lebih banyak dari siapa pun, jadi kau pasti tahu... Apa yang bisa kulakukan."


Xiao Shuxiang menggeleng, "Aku benar-benar tidak tahu lagi harus apa. Rasanya setiap hari hidupku semakin rumit,"


Bocah Pengemis Gila menatap pemuda ini dan dengan serius berkata, "Jika aku memberikan saran padamu... Apa kau mau melakukannya?"


"Mn? Apa maksudmu..?"


"Xiao Shuxiang... Menjauhlah dari dunia para kultivator." Bocah Pengemis Gila buka suara dan membuat mata pemuda di depannya melebar.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Aku tidak mengabaikan ucapanmu dan dari yang kulihat... Perkataan Qian Kun memang tidak salah. Kau benar-benar terlahir sebagai bencana."


"Bocah Pengemis Gila..."


"Tetapi, semua itu tergantung pada dirimu sendiri." Bocah Pengemis Gila berkata, "Entah kau sadar atau tidak... Tetapi kau terlalu melindungi orang-orang Xiao Shuxiang."


"Apa...?"


"Yang terlihat mungkin terasa bahwa kau tidak peduli pada siapa pun, tetapi sebenarnya itu adalah sebaliknya." Bocah Pengemis Gila berkata, "Kau tidak mengabaikan siapa pun bahkan termasuk warga awam. Apa yang kau lakukan pada warga Kota Awan Dingin adalah contohnya. Kau tidak mengabaikan mereka,"


"Sebenarnya itu adalah hal yang baik," Bocah Pengemis Gila kembali bicara, "Jarang ada orang yang sepertimu di dunia ini. Tetapi karena kau terlalu peduli pada mereka, kau justru lupa memperhatikan dirimu sendiri."


"Xiao Shuxiang, menjadi kultivator tidak hanya tentang meningkatkan kekuatan, tetapi juga tentang pengendalian diri. Kau harus fokus pada kekuatanmu terlebih dahulu dan kali ini jangan terikat dengan segala hal tentang dunia kultivator."


"............... Kau ingin agar aku mengambil tindakan yang sama sepertimu?" Xiao Shuxiang menatap Bocah pengemis Gila dan berkata, "Kau mau aku... Bersembunyi dan memalsukan kematianku sendiri?"


"Bocah Pengemis Gila, aku tidak bisa melakukan itu. Bagaimana mungkin aku..."

__ADS_1


"Keputusan ada padamu." Bocah Pengemis Gila berkata, "Kita ingin mencapai sesuatu, juga harus siap kehilangan sesuatu. Aku sendiri yakin kau akan menemukan pilihan yang benar-benar tepat. Dan saat kau lakukan itu... Maka panggil saja aku."


"................." Xiao Shuxiang menatap Bocah Pengemis Gila yang berjalan pergi. Dia hendak buka suara untuk mencegah pria bertongkat bambu itu, tetapi seketika mengurungkan niatnya.


Xiao Shuxiang menatap punggung Bocah pengemis Gila dan merasa bahwa dibanding dirinya---pria itu justru lebih dahulu mengalami masa-masa yang sulit. Dia bermaksud untuk mempertimbangkan baik-baik saran dari Bocah Pengemis Gila.


*


*


Perbaikan berlangsung selama hampir dua bulan. Nie Shang sudah tinggal cukup lama di Sekte Kupu-Kupu dan ngotot yakin bahwa dia tidak pernah melihat Mo Huai lagi semenjak kebersamaan mereka ketika menikmati buah semangka.


"Siu Yixin, apa kau melihat Mo Huai?" Nie Shang menghampiri Siu Yixin yang saat itu sedang bersama beberapa orang murid Sekte Kupu-Kupu.


Siu Yixin buka suara, "♪♩ Kau mencarinya, aku mencarinya. Kita tidak tahu di mana dia berada, yo! ♬♪"


Nie Shang melambaikan kipasnya dan menggeleng pelan mendengar jawaban Siu Yixin. Dia pun kembali menutup kipas hijau miliknya dan mengembuskan napas, "Terpaksa kucari di tempat lain..."


"Mungkin Senior Mo Huai sedang ada di Kota Awan Dingin," salah satu murid Sekte Kupu-Kupu buka suara. "Terakhir kali aku melihatnya sekitar lima hari yang lalu,"


"Ah.. Itu benar. Dia bersama seorang anak kecil," murid Sekte Kupu-Kupu yang lain ikut buka suara dan membuat Nie Shang segera bergegas.


"Kalai begitu aku pergi dulu, terima kasih."


"♬♩ Yo, yo! Sebenarnya kau mencarinya untuk apa, yo? ♪♬" Siu Yixin bertanya.


"Ada hal yang penting. Pokoknya akan kuberi tahu nanti, aku pergi dulu..!" Nie Shang berlari dan dia menyapa Xiao Shuxiang sebentar sebelum kembali bergegas.


?!


"Nie Shang?" Xiao Shuxiang berkedip. Dia tentu saja tersentak sebab Nie Shang pergi begitu terburu-buru. Dia pun disapa oleh para murid Sekte Kupu-Kupu yang bersama Siu Yixin.


"Nie Shang mau pergi ke mana? Dia terlihat tergesa-gesa?" Xiao Shuxiang bertanya dan dijawab gelengan pelan oleh murid Sekte Kupu-Kupu.


"Senior Nie Shang memang berlagak sibuk, tidak perlu dipikirkan. Oh, Kakak Lu Yang Cantik mengirimkan surat. Dia meminta agar Senior Besar Xiao pergi dan menemuinya,"


"Apa? Aku?" Xiao Shuxiang berkedip, "Kenapa memanggilku? Apa dia akan melahirkan?"


"Senior Besar sebaiknya pergi saja, kupikir itu hal yang penting."


Xiao Shuxiang menghela napas, "Aiya. Padahal aku baru akan mencari Kucing Putih dan ingin mengajaknya berkencan. Gadis Cerewet itu benar-benar menyebalkan,"


"Nona Ling Qing Zhu kebetulan ada di tempat tinggal Kakak Lu Yang Cantik. Senior Besar Xiao lebih baik ke sana saja,"


Xiao Shuxiang tersentak, dia tidak tahu bahwa Xiao Lu menculik istrinya. Dia berdecak dan mulai menggumam aneh sebelum sebuah cermin pemindah muncul, tepat di depannya.


Xiao Shuxiang melangkah memasuki cermin pemindah miliknya. Ada dua orang murid Sekte Kupu-Kupu yang ingin ikut dan kemudian mulai melangkah mengikuti Xiao Shuxiang. Cermin besar itu pun berubah menjadi tetesan air dan menghilang di udara.


Siu Yixin dan murid Sekte Kupu-Kupu yang bersamanya nampak menggeleng sebelum kembali membicarakan persiapan mereka terkait perbaikan sekte ini.


*


*


"Adik Yue..!"


Sebuah seruan membuat Pangeran Pan Yue menoleh. Dia saat ini sedang berlatih pedang sambil disaksikan ayah kaisarnya dan seruan itu berasal dari seorang anak laki-laki yang memiliki corak pakaian seperti sayap kupu-kupu.


"Kalian..." pangeran kecil itu tersenyum. Dia sudah terbiasa dengan cermin besar yang tiba-tiba muncul di halaman istana, apalagi dengan keluarnya manusia dalam cermin tersebut.


Pangeran kecil itu menatap ke arah pria besar yang menjadi guru latihannya hari ini. Dan seolah tahu keinginan anak laki-laki di depannya, pria itu pun mengizinkan Pangeran Pan Yue untuk mengambil waktu istirahat.


Xiao Shuxiang melihat dua murid Sekte Kupu-Kupu yang datang bersamanya begitu akrab bahkan sampai mengajak Pan Yue bermain. Dia pun menyilangkan tangan dan mengembuskan napas sambil berjalan ke arah Dai Chen yang duduk dengan tenang di sebuah kursi sederhana.


"Kulihat semuanya masih hidup, baguslah." Xiao Shuxiang buka suara dan duduk di kursi lain. Dia tanpa permisi mengambil sebuah kue kering di atas meja dan memakannya.


Dai Chen yang baru akan menyeruput teh miliknya nampak menatap Xiao Shuxiang sebelum dengan ketus berkata. "Tidak tahu malu. Kue itu dibuatkan untukku. Aku bahkan belum memakannya, tetapi kau justru langsung mengambilnya begitu saja. Tsk, tsk, tsk."

__ADS_1


"Ini sudah di mulutku, Chen'Er. Kau mau? Aku akan meludahkannya kalau begitu.."


"Menjijikkan, dasar!" Dai Chen melihat Xiao Shuxiang menertawainya dan benar-benar kesal. Jika ada orang ini, bawaannya dia selalu ingin marah.


Dai Chen menarik napas dan menggumam, "Setelah perbaikan di istana ini selesai.. Akan kuminta pada patriarch Sekte Pedang Langit untuk membuatkan segel penghalang agar kau tidak bisa lagi keluar-masuk tempat ini."


"Kakak Ipar, kau jangan begitu.." Xiao Shuxiang berkata, "Semua orang ingin agar Yang Mulia ini datang ke rumah mereka tetapi kau justru berniat menutup pintu kediamanmu untukku? Kau ini tega sekali..."


"Tsk, sebenarnya apa yang membawamu kemari?!" Dai Chen berseru. Dia pun berkata, "Kau tahu tidak... Melihatmu membuat kepalaku sakit."


Xiao Shixiang berkedip. Dia cemberut beberapa saat sebelum buka suara, "Gadis Cerewet yang memanggilku dan asal kau tahu yah. Istrimu itu menculik Kucing Putihku. Entah di mana mereka sekarang..."


"Ada di halaman belakang. Kau pergilah dan temui mereka," Dai Chen mulai menatap ke depan dan meminum teh miliknya.


Xiao Shuxiang memperhatikan pemuda di sampingnya ini dengan saksama sebelum kembali buka suara. Dia bertanya, "Chen'Er. Kau memiliki dua istri... Bagaimana caramu memperlakukan mereka dengan adil?"


"Uhuk!" Dai Chen terbatuk. Dia kaget dengan pertanyaan tiba-tiba dari pemuda menawan di sampingnya ini.


Memperhatikan betapa penasarannya Xiao Shuxiang membuat Dai Chen mendengus. Dia tersenyum samar dan buka suara, "Kenapa? Kau punya masalah dengan istrimu..?"


"Apa kau sedang meledekku?" Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan membuat Dai Chen membeku.


Kakak Ipar dari Xiao Shuxiang itu mengambil satu potong kue dan tiba-tiba memasukkannya ke dalam mulut pemuda di sampingnya. Tindakan tersebut mengejutkan dan membuat Xiao Shuxiang sendiri terpaksa memakannya.


"Jangan bertingkah menggemaskan seperti perjaka tingting," Dai Chen berkata. "Biar aku memberitahumu beberapa kiat-kiat.."


"Oh, ini dia." mata Xiao Shuxiang berbinar. Dia memperhatikan pria di sampingnya dengan sungguh-sungguh.


Dai Chen berkata, "Aku selalu membagi waktu dengan kedua istriku dengan beberapa aturan."


"Peraturan?"


"Jika berada di luar kamar, kami seperti rekan. Aku menjaga jarak sebatas teman dengan Xiao Lu ataupun dengan Li Qian Xie. Sama sekali tidak ada yang diistimewakan,"


"Oh.. Lalu?"


"Aku memperlakukan mereka dengan penuh perhatian saat salah satunya tidak ada. Aku bersikap romantis pada Xiao Lu ketika Li Qian Xie tidak ada, begitu pun sebaliknya. Ini untuk menghindari rasa iri di hati mereka. Kau tahu kan, gadis manapun pasti tidak akan suka jika kekasihnya perhatian pada wanita lain."


"Waah... Kau luar biasa," Xiao Shuxiang berdecak. "Bagaimana kau bisa melakukan itu selama ini? Apa mereka tidak pernah bertengkar?"


Dai Chen menggeleng, "Sebenarnya aku sangat bersyukur... Meskipun Xiao Lu tipe gadis yang tidak mau mengalah dan agak kekanakan, tetapi dia tidak pernah bertengkar dengan Li Qian Xie untuk memperebutkanku. Sejujurnya, aku berterima kasih pada mereka berdua. Mereka adalah gadis-gadis yang hebat dan sangat pengertian,"


"Manisnya..."


"Menurutmu karena siapa aku ada di posisi yang sekarang?" Dai Chen melirik Xiao Shuxiang dan pemuda menawan itu hanya tersenyum ke arahnya.


Xiao Shuxiang berkata, "Kau jangan seperti itu Kakak Ipar. Ini adalah takdir. Jika bukan kehendak langit... Kau tidak akan mungkin menjadi kaisar. Lihatlah dirimu sekarang, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?"


"Xiao Shuxiang, bisakah aku memukulmu? Serius. Aku benar-benar ingin menghajarmu,"


"Tolong jangan, *Dìdì ini masih perawan."


^^^*Dìdì [弟弟] \= Adik laki-laki^^^


"Xiao Shuxiang...!"


"Ha ha ha," Xiao Shuxiang tertawa saat sebuah seruan terdengar. Dia dan Dai Chen pun menoleh ke asal suara itu yang tak lain adalah milik Xiao Lu.


"Xiao'Er..! Kau ini... Cepat kemari..!"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia disenggol oleh Dai Chen dan diberi isyarat untuk menghampiri Xiao Lu.


"Sebenarnya ada apa?" Xiao Shuxiang bertanya, entah kenapa firasatnya sedikit kurang nyaman.


"Pergilah. Itu baik untuk masa depanmu. Sana," Dai Chen menggunakan tangannya dan mengusir adik iparnya tersebut.


"............. Mencurigakan sekali," Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan berjalan menghampiri Xiao Lu. Dia tidak tahu bahwa jauh di tempat lain, Kucing Putihnya sedang terjebak di dalam bak mandi karena Li Qian Xie dan beberapa pelayan istana.

__ADS_1


Ling Qing Zhu dipaksa berendam di dalam sebuah kolam kayu buatan yang secara sengaja ditaburi banyak bunga. Para pelayan istana terlihat tersenyum dan tanpa berhenti memberinya pujian.


******


__ADS_2