![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang berdiri di antara rerimbunan pepohonan, pakaian putih serta rambutnya dilambaikan pelan oleh angin. Dia memegang Yīng xióng di tangan dan kemudian mulai bisa mendengar suara beberapa orang yang kini semakin mendekat.
Wu Ji Zhen bersama empat orang kultivator dari Sekte Kabut Berdarah mulai menapak tidak jauh di tempat Xiao Shuxiang berada. Mereka mungkin berpikir sudah mengepung pemuda tersebut tanpa tahu siapa yang sebenarnya menjadi pemangsa di sini.
"Xiao Shuxiang, bukankah sudah cukup bermain-mainnya? Kau sebaiknya serahkan apa yang kuinginkan. Mungkin saja aku berbaik hati dan membiarkanmu tetap hidup," Wu Ji Zhen tersenyum, pedang di tangannya terlihat mulai dialiri oleh energi spiritual.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang yang mendengar ucapan dari sosok di hadapannya nampak menyeringai. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu pun tertawa dan ini membuat para kultivator di hadapannya tersentak.
"Kau..!" seorang kultivator membentak, namun dengan segera Xiao Shuxiang mengangkat tangan dan menghentikannya mengumpat.
Xiao Shuxiang melambaikan tangan dan berkata, "Maafkan aku. Yang Mulia Xiao Shuxiang ini bukannya ingin meledek kalian, namun rasanya lucu sekali mendengar bahwa seorang pemimpin Sekte Kabut Berdarah yang ternyata masih memiliki hati."
Senyuman Xiao Shuxiang seketika memudar dan diganti dengan ekspresi dingin serta mata yang tajam menatap ke arah lawannya. Dia pun berkata, "Aku jadi merasa iri. Akan Bagus jika aku pun dapat berbaik hati dan membiarkan kalian semua hidup, tapi sayangnya... Yang Mulia Xiao Shuxiang ini terlalu pemilih."
"Hmph, kau bicara seakan kau bisa saja menghabisi kami." Wu Ji Zhen melirik ke arah dua murid sektenya dan mereka langsung melesat.
Tepat saat kultivator dari Sekte Kabut Berdarah melesat, dua buah cermin pemindah seketika muncul dan bahkan mengeluarkan serangan yang tidak mereka duga. Hanya saja beruntung karena kultivator itu masih bisa menahan serangan yang tersebut.
Xiao Shuxiang, "Luar biasa. Aku cukup terkesan sebab ternyata kalian tidak terlalu lemah. Yah.. Aku juga tidak ingin pertarungan ini cepat berakhir,"
"Sialan," seorang murid Sekte Kabut Berdarah mengumpat dan kemudian mengayunkan pedang pusakanya. Dia melesat cepat dan di udara---tubuhnya seketika berubah menjadi kepulan asap.
Lesatan itu cepat, bahkan dalam waktu sekejap murid Sekte Kabut Berdarah itu seketika muncul tepat di hadapan Xiao Shuxiang dengan pedang yang berayun kuat.
Yīng xióng, pedang yang dipegang oleh Xiao Shuxiang langsung berbenturan keras dengan senjata milik lawannya. Pemuda menawan itu pun menendang dada lawan dan serangan dari murid Sekte Kabut Berdarah yang lain ikut menyusul.
Xiao Shuxiang menghindarinya dengan mengelak ke samping. Dia mementingkan tubuh dan kakinya pun menendang dagu lawan. Wu Ji Zhen dan dua kultivator Sekte Kabut Berdarah yang bersama pria itu tidak tinggal diam, mereka juga ikut menyerang.
Xiao Shuxiang harus menghadapi lima orang kultivator dengan tingkat praktik yang lumayan merepotkan. Empat orang murid Sekte Kabut Berdarah ini mempunyai praktik yang berada di GrandMaster tingkat Bumi, sementara Wu Ji Zhen sudah mencapai tahap Immortal tingkat Pertengahan.
Bila diperhatikan, kemampuan para murid itu dengan Xiao Shuxiang masih cukup seimbang. Ini karena baik Wu Ji Zhen maupun kultivator yang bersamanya belum menggunakan kekuatan asli mereka.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang terlihat lebih fokus dari biasanya. Dia seakan bermain-main, tapi yang sebenarnya adalah dirinya sedang sangat berhati-hati untuk melakukan serangan.
__ADS_1
Cermin Pemindah miliknya tidak bisa terus dia keluarkan, ini bukan karena dia mempunyai batas---tetapi karena yang dilawannya adalah pemimpin serta kultivator terbaik dari Sekte Kabut Berdarah.
Segel 12 Bintang yang ada di tubuh Xiao Shuxiang memang sudah tidak ada lagi. Segel Pengekang Jiwa sendiri juga pernah terputus, tetapi karena segel itu terikat dengan teknik Segel Sembilan Gerbang Dunia---maka segel ini masih ada di dalam tubuhnya.
Praktik Xiao Shuxiang saat ini berada di Tingkat GrandMaster Tahap Langit. Dan jika diukur dari banyaknya teknik berpedang yang dia miliki---sebenarnya praktik kultivasinya jauh labih tinggi lagi. Hanya saja hambatan tersebut ada karena segel di dalam tubuhnya.
Teknik terhebat yang bisa digunakan oleh Xiao tentu saja adalah Teknik Pengendalian Darah, dia bisa menyelesaikan pertarungan ini dalam sekejap andai musuhnya tidak berasal dari seratus tahun yang lalu.
Selama ini, Xiao Shuxiang memang selalu berhati-hati pada setiap lawan yang dia hadapi. Tetapi baru kali ini ekspresi wajahnya begitu berbeda, seolah jika dalam pertarungan ini dia lengah sedikit---maka kekalahan akan otomatis mengarah padanya.
Wu Ji Zhen, nama ini melekat dalam ingatan Xiao Shuxiang sebagai seseorang yang paling dia waspadai. Pemimpin dari Sekte Kabut Berdarah ini mempunyai kemampuan yang paling menyebalkan dan sangat tidak ingin Xiao Shuxiang hadapi. Semakin dia ingat, maka semakin kesal dirinya.
!!!
Xiao Shuxiang terkejut dan spontan melompat menghindar. Ada tiga orang bersama Wu Ji Zhen yang melesatkan serangan paling dia kenali sampai saking kesalnya---urat langsung menegang di dahinya. Sementara masih di udara, satu murid Sekte Kabut Berdarah datang menyerang dengan teknik yang sama.
Xiao Shuxiang berhasil menghindar meski dia terkena serangan di lengannya. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu berdecak dan menatap tajam ke arah Wu Ji Zhen serta para kultivator Sekte Kabut Berdarah yang lain.
Wu Ji Zhen mempunyai bakat untuk mencuri teknik lawan. Ini seperti teknik peniru, hanya saja dengan kepintarannya---dia menerapkan teknik lawan sesuai gayanya sendiri sehingga teknik yang dimiliki lawan terasa mempunyai kekurangan.
Buruknya, meski ini bakat alami---namun entah bagaimana para murid Sekte Kabut Berdarah juga memiliki bakat serupa. Xiao Shuxiang sungguh harus berhati-hati pada setiap serangan yang dilakukan lawan-lawannya.
Dia tidak bisa mengeluarkan Cermin Pemindah sesering yang biasa sebab khawatir jika baik Wu Ji Zhen maupun lawannya yang lain akan dapat meniru teknik tersebut. Dan ini juga adalah bukti kuat bahwa Xiao Shuxiang tidak boleh menggunakan Teknik Pengendalian Darah secara sembarang. Musuhnya mungkin saja akan tahu rahasia dari teknik terkuatnya ini.
"Setelah lama tidak bertemu, kekuatannya semakin bertambah besar. Dia benar-benar lawan yang tangguh," Xiao Shuxiang dalam hati berusaha untuk melakukan tindakan di mana dia paling tidak harus dapat menghabisi satu orang di antara musuhnya sebagai permulaan.
Xiao Shuxiang menarik napas dan bersamaan dengan hal itu, pedang di tangannya bergetar. Yīng xióng seakan mempunyai pemikiran yang sama dengan pemiliknya.
Dalam waktu sekedipan mata, Xiao Shuxiang melesat cepat dan mulai mengeluarkan Teknik Pernapasan Air. Serangan dengan gelombang dahsyat itu menciptakan tekanan yang kuat dan bahkan membuat bekas tebasan di batang pepohonan.
!!!
Wu Ji Zhen dan para muridnya bisa dengan cepat menghindar, hanya saja dari yang terlihat---raut wajah pria itu mengandung keterkejutan. Dia lantas menatap ke arah pemuda di hadapannya dengan perasaan yang seakan tidak percaya.
__ADS_1
"Teknik serangan yang barusan itu..." Wu Ji Zhen sudah hidup lama dan dari semua kultivator yang pernah bertukar serangan dengannya--dia bisa mengenali satu orang seperti mengenal telapak tangannya sendiri.
"Putaran pusaran air ini..." mata Wu Ji Zhen memperhatikan dengan baik penampilan sosok berpakaian serba putih di hadapannya. Keningnya terlihat mengerut.
Xiao Shuxiang sendiri masih bertarung dan juga terlihat keheranan sebab Wu Ji Zhen tiba-tiba saja menarik diri dan tidak ikut dalam pertarungan ini. Dia merasa curiga bahwa mungkin pemimpin Sekte Kabut Berdarah itu merencanakan sesuatu.
"Dia... Memperhatikanku," Xiao Shuxiang menghindari sebuah serangan dan tindakan tersebut membuat salah satu kultivator menggeram marah. Lawannya yang lain kembali menyerang dan semakin lama, kian kuat.
Kerjasama ini membuat Xiao Shuxiang sedikit kewalahan. Dia pun lantas melesatkan serangan yang membuat debu beterbangan hingga penglihatan lawan terganggu.
Memanfaatkan kesempatan yang sedikit itu, Xiao Shuxiang melesat dan menggunakan pepohonan sebagai perisainya. Seorang kultivator yang tidak terpengaruh dengan serangan Xiao Shuxiang yang tadi kini langsung melesat maju dengan pedang yang dialiri energi spiritual.
Kultivator itu menggunakan serangan yang tajam dan lurus, suara desisan terdengar ketika dia menghunuskan pedangnya. Berikutnya, saat ujung senjata itu menyentuh sebuah batang pohon---detik itu juga pohon tersebut langsung meledak. Seakan-akan ada petir dari bawah tanah yang langsung menghantam pepohonan itu.
!!!
Ledakannya dahsyat dan bahkan berhasil menciptakan getaran di tanah. Kultivator itu berpikir bahwa Xiao Shuxiang pasti terluka parah karena tidak bisa menghindari serangan kejutan tersebut. Hanya saja sepertinya dia harus kecewa.
Tepat saat kultivator itu menganggap diri sendiri sudah menang, di detik itu juga muncul sebuah cermin pemindah tepat di depannya dan pedang seseorang langsung menusuk dadanya.
Subjek yang sudah menyerang dari arah depan itu tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Wu Ji Zhen dan kultivator Sekte Kabut Berdarah yang lain seketika memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat.
!!!
Di sisi lain, kultivator yang terkena serangan itu pun terlihat tidak menyangka dengan situasi ini. Darah mengalir dari mulutnya ketika dia menggeram dengan tatapan tajam ke arah sosok di hadapannya.
Xiao Shuxiang sendiri berekspresi serius. Dia tidak membiarkan lawannya mengucapkan kata-kata terakhir dan ini sepertinya sangat dipahami oleh Yīng xióng. Pedang pusaka Xiao Shuxiang itu langsung menghisap darah dan daging subjek kultivator yang ditusuknya.
Dalam sekejap tubuh kultivator itu berubah menjadi tulang-belulang. Kejadian yang berlangsung begitu cepat ini membuat Wu Ji Zhen dan kultivator yang bersamanya tidak bisa memikirkan hal lain. Mereka bahkan terlambat merespon.
Hanya saja jelas terlihat bahwa Wu Ji Zhen dan para murid Sekte Kabut Berdarah itu tanpa sadar menahan napas mereka. Tindakan lawan benar-benar diluar akal sehat. Itu adalah sejenis kejadian brutal yang tidak seharusnya dimiliki oleh seseorang yang berasal dari Aliran Putih ataupun Aliran Netral.
"Berikutnya akan kubuat dia menjadi gumpalan daging," suara Xiao Shuxiang dingin, namun pelan. Hanya saja karena ucapan ini, rasa terkejut dari lawannya menjadi bertambah.
__ADS_1
******