![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Dua orang penjaga Istana Teratai Hitam terpental dan menabrak dinding. Mereka memuntahkan darah segar dan nampak menggeram. Baru saja akan mengumpat, mendadak sebuah tangan terulur dan langsung mencengkeram salah satu leher penjaga istana.
Ukh..!
Tubuh penjaga itu terangkat, kedua tangannya mencengkram kuat tangan yang memegang lehernya. Dia berusaha keras untuk melepaskan diri.
"Si-sialan," penjaga itu mengumpat. Urat di dahinya terbentuk dan menegang. Dia kesulitan untuk bernapas.
"Di mana pemimpinmu?"
Suara jernih itu terdengar. Sosok yang mencengkeram kuat leher salah satu penjaga Istana Teratai Hitam tidak lain adalah Xiao Shuxiang. Koki Alkemis itu menatap dingin pria di hadapannya.
"A-aku tidak akan me-mengatakannya padamu, sialan!"
"Berarti aku tidak membutuhkanmu," kuku jari Xiao Shuxiang memanjang dan langsung menancap ke leher penjaga di hadapannya. Tidak butuh waktu lama sampai terdengar bunyi tulang yang patah dan pemberontakan lawannya pun tiba-tiba berhenti.
Xiao Shuxiang mengayunkan pedang di tangannya yang lain dan menebas tubuh lawannya yang sudah tiada, dia bahkan melempar potongan tubuh terakhir ke arah penjaga yang lain. Tindakannya itu sangat mengerikan dan membuat lawan melototkan mata saking tidak percayanya.
Penjaga Istana Teratai Hitam sama sekali tidak menyangka bahwa pemuda yang memiliki wajah seperti laki-laki polos nan baik hati ini ternyata begitu menakutkan.
"Di mana pemimpinmu?"
Pertanyaan dari Xiao Shuxiang membuat penjaga Istana Teratai Hitam tersentak. Dia berusaha untuk bangun, tetapi kedua kakinya seakan terlalu lemas bergerak.
Hal itu mungkin saja terjadi sebab dia melihat pemuda berpakaian putih di depannya sudah membunuh lima rekannya dengan cara yang mengerikan hingga tersisa dirinya seorang.
"Masih tidak mau bicara?" suara Xiao Shuxiang rendah dan mempunyai pesona sendiri. Matanya berkilat merah ketika dia mulai menjilati darah yang ada di jari tangannya.
"Bukan masalah jika kau tidak ingin bicara, aku bisa mencari orang lain." Xiao Shuxiang tanpa peringatan langsung menerjang penjaga Istana Teratai Hitam dan menginjak dada lawannya.
Suara pekikan terdengar, tetapi Xiao Shuxiang sama sekali tidak peduli. Dia berkata, "Kau benar-benar tidak ingin bicara rupanya... Tidak berguna."
Tangan Xiao Shuxiang terulur dan dia menusuk leher lawannya dengan memakai Yīng xióng. Pedang pusakanya itu menghisap darah dan daging musuh hingga menyisakan tulang-belulang.
Yīng xióng sama sekali tidak mencegah Xiao Shuxiang membunuh para penjaga di tempat ini. Dia seakan membiarkan 'Pemiliknya' menggila dan tentu saja kesempatan langka ini tidak disia-siakan oleh Xiao Shuxiang.
Teman baik Lan Guan Zhi itu berjalan, menelusuri jalan yang di dalam Istana Teratai Hitam yang luas. Dia bertemu dengan beberapa penjaga dan kembali bertarung.
Lawan Xiao Shuxiang sebenarnya kuat, mereka berada di praktik kultivasi yang cukup untuk menghadapi seorang Tetua Besar sebuah sekte. Jika ada lima orang dan bekerja sama dengan baik, maka membuat kerugian tidak terhingga pada sebuah Sekte Besar bukanlah hal yang menyulitkan.
__ADS_1
Praktik kultivasi di alam atas tidak jauh berbeda dengan praktik di alam bawah. Namun yang menjadi pembeda adalah saat seorang kultivator alam atas berada di praktik Master Foundation tahap Emas Kuning, maka dia akan setara dengan kultivator alam bawah yang praktiknya ada di Master Foundation tahap Emas Hitam.
Perbandingan tiga kali lipat ini membuat kultivator dari Alam Kultivasi Bawah bukanlah apa-apa. Penjaga Istana Teratai Hitam ini jelas bukanlah kultivator biasa, mereka sangatlah kuat dan harusnya bisa menang dengan mudah.
Tetapi yang justru terjadi adalah ... Para penjaga ini tidak tahu sosok yang kini menjadi lawan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka meremehkan lawan yang nampak begitu lemah.
Xiao Shuxiang sendiri tidak merasa keberatan disebut lemah oleh orang lain, toh mereka semua akan segera tewas di dalam jangkauan bilah pedangnya.
!!
"Dia ... Ba-bagaimana bisa di-dia sekuat ini?"
"Tidak mungkin ..."
"Mustahil..!!"
Tentu saja para penjaga Istana Teratai Hitam terkejut karena begitu kesulitan menghadapi lawan yang benar-benar tidak terduga. Musuh mereka bukanlah Tetua Besar, bukan sosok berjanggut dan berkumis tebal dengan wajah keriput, tetapi laki-laki yang terlihat berusia dua puluh tahunan. Jelas saja mereka syok.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang tidak bertanya tentang lokasi pemimpin Sekte Lembah Iblis seperti sebelumnya. Dia begitu fokus menghadapi lawan, menebas tubuh dan melesatkan jarum beracun miliknya.
!!!
"Pergi ... Kita harus melarikan diri dari sini ..!!" penjaga istana yang lain berseru, namun Xiao Shuxiang tidak membiarkan mereka pergi. Dia melesat dan bahkan mengeluarkan cermin pemindah miliknya untuk melakukan serangan.
Xiao Shuxiang tidak pernah menghitung sudah berapa banyak penjaga yang dia habisi. Namun dia tahu bahwa hanya ada tiga orang yang tubuhnya dia biarkan utuh, sisanya benar-benar dalam kondisi yang tidak patut untuk dilihat.
Keributan yang ada di Istana Teratai Hitam saat ini masih cukup standar karena Xiao Shuxiang menghabisi mereka sebelum ada yang melapor. Dia pun menggunakan jarum beracun hingga tidak membutuhkan gerakan berpedang yang berlebihan.
Bahkan ada kondisi di mana Xiao Shuxiang tidak membiarkan lawannya melakukan satu serangan pun. Dia seakan-akan datang hanya untuk membantai siapa pun yang dilihatnya.
*
*
Xiao Shuxiang tidak pernah menaruh rasa simpati pada lawan yang dia hadapi. Baginya, siapa pun yang datang dengan niatan membunuh, maka tidak ada alasan baginya untuk memberikan pengampunan.
Di sisi lain, keadaan justru berbeda di tempat teman-temannya berada. Lan Guan Zhi dan Hu Li yang saat ini sedang menghadapi penjaga Istana Teratai Hitam dengan sangat sengit.
Liu Wei Lin sendiri juga nampak sedang bertarung sambil melindungi Chu Gu Xiang. Dia sedikit kesal sebab Wang Zhao sebelumnya pergi dan ternyata tidak membawa serta Chu Gu Xiang, alhasil wanita ini menjadi beban baginya.
__ADS_1
Mereka terus bertarung tanpa menyadari bahwa salah satu mayat penjaga istana ditarik oleh sebuah bayangan hitam.
Mayat itu diseret ke arah semak-semak belukar. Bayangan hitam itu pun mulai memasuki tubuh mayat penjaga istana dan secara bersamaan---titik cahaya muncul di langit, tepatnya di arah selatan Istana Teratai Hitam.
Cahaya itu sangat kecil, namun perlahan mulai semakin banyak dan seakan sedang mendekat. Rakyat Sekte Lembah Iblis yang ada di wilayah perbatasan tidak mengetahui serangan di istana, tapi mereka masih bisa melihat titik cahaya yang aneh itu.
!!
Jelas sekali itu bukanlah sinar matahari karena wilayah Sekte Lembah Iblis sudah lama tidak diterangi cahaya matahari dan titik-titik yang mereka lihat pun memiliki wujud.
Kultivator Sekte Lembah Iblis yang berjaga di perbatasan wilayah nampak terbelalak saat mulai memperhatikan baik-baik apa yang sedang dilihatnya.
Dia pun dengan lantas buka suara dan meneriakkan kedatangan musuh yang memang benar-benar terjadi. Dia sudah membuat warga yang mendengarnya menjadi panik.
Itu bukanlah titik cahaya, tetapi para pendekar dari Aliran Putih yang terdiri dari berbagai sekte. Mereka merupakan sekte-sekte yang dekat dengan wilayah Sekte Lembah Iblis, karenanya mereka bisa sampai ke tempat ini dengan cepat.
Itu adalah serbuan yang luar biasa, tapi yang mengejutkan adalah bahwa para penjaga perbatasan wilayah seakan sudah mempersiapkan diri menyambut serangan ini.
Salah satu penjaga melayang, auranya menekan dan bahkan lebih kuat dari para penjaga yang sedang dihadapi Lan Guan Zhi. Penjaga yang satu ini bernama Shen Gu dan mempunyai teknik berpedang yang luar biasa.
Jarak antara Lan Guan Zhi dengan perbatasan wilayah Sekte Lembah Iblis begitu jauh, jadi tentu saja kabar bahwa ada penyusup di istana belum sampai ke telinga Shen Gu dan yang lainnya.
Mereka tidak tahu bahwa saat ini Istana Teratai Hitam sedang menunggu masa kehancurannya. Entah itu disebabkan oleh Xiao Shuxiang dan teman-temannya atau karena menjadi target serangan dari kultivator sekte yang lain.
Shen Gu menarik napas dan kemudian berkata, "Kirim kelompok pertama untuk mengatasi orang-orang itu. Kita buat mereka menyesal karena sudah berani menampakkan dirinya di Sekte Lembah Iblis ini."
"Mereka benar-benar tidak waras? Hmph, menyerang sekte ini sama saja dengan mengantarkan nyawa. Kita beri mereka pelajaran!"
"Mn, ayo pergi..!"
Shen Gu menyaksikan teman-temannya bergerak sesuai arahan. Mereka semua pergi menghadapi pasukan dari sekte Aliran Putih yang masih berada cukup jauh dari gerbang perbatasan.
Aura karena para pasukan itu sudah membawa angin yang berbeda dan ini bisa dirasakan oleh Qiao Nuan. Wanita dengan bekas luka di pipi kirinya itu nampak berekspresi tajam.
Bibir tipis Qiao Nuan tertarik membentuk segaris senyuman. Dia pun bersuara tanpa nada, "Jadi sekarang waktunya?"
Senyuman Qiao Nuan berubah seiring dengan perubahan pada suaranya. Dia menyeringai dan mulai tertawa. Ini bukanlah pertarungan Wang Zhao yang lemah itu untuk meraih posisi pemimpin sekte, tetapi ini adalah pertarungannya menghadapi seluruh kultivator Aliran Putih.
******
__ADS_1