KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
46 - Bujukan (2)


__ADS_3

Yun Qiao Yue meminta para kultivator untuk beristirahat sejenak sementara dirinya sendiri menghampiri Xiao Shuxiang.


Kedatangan gadis cantik itu dan para kultivator lainnya adalah di pagi hari, saat Mo Huai dan Nie Shang masih tertidur.


Xiao Shuxiang, Hu Li, Siu Yixin dan Ling Qing Zhu sendiri tetap terjaga selama empat hari belakangan ini, bahkan mungkin lebih lama dari yang terlihat.


"Tuan Xiao, kita akhirnya bertemu lagi." Yun Qiao Yue memberi hormat dan begitu sopan pada Xiao Shuxiang. Pemuda itu membalas sapaan hormat darinya.


"Nona Yun," Gao Shan menyatukan kedua tangan ketika memberi hormat, Wang Yu juga ikut melakukannya.


Yun Qiao Yue menyapa Xiao Shuxiang dan memuji ketangkasan pemuda itu. Meski praktik Xiao Shuxiang berada di Forging Qi tingkat 5, nyatanya pemuda ini sanggup mendaki gunung yang minim Qi bahkan sampai meninggalkan dirinya jauh di belakang.


"Tuan Xiao sangat mengagumkan. Qiao Yue merasa tersentuh dan penasaran dengan bagaimana pribadi Tuan Xiao,"


"Nona Yun," Gao Shan bersuara. "Maaf sebelumnya, tapi Tuan Xiao ini... Dia sudah---"


"Aku tentu merasa senang jika bisa menarik perhatian Nona Yun," Xiao Shuxiang memotong ucapan Gao Shan, dia tersenyum ramah pada gadis cantik di hadapannya.


Gao Shan sebenarnya memperhatikan Yun Qiao Yue dan merasa bahwa gadis ini memiliki pandangan yang berbeda ketika menatap Xiao Shuxiang. Dia merasa janggal dan baru ingin berkata bahwa Xiao Shuxiang sudah menikah----tetapi ucapannya justru dipotong begitu saja.


"♬♪ Yo, yo. Ini akan sangat seru. Aku mencium bau-bau perselingkuhan yo. ♬♪"


Ling Qing Zhu menyaksikan bagaimana Wali Pelindungnya bicara sangat sopan pada Yun Qiao Yue dan bahkan saat tersenyum saja begitu memperlihatkan wibawa. Wali Pelindungnya tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya, bahkan Wang Yu pun merasa keheranan.


"......."


"Nona Ling..." 


Suara Hu Li yang setengah berbisik didengar oleh Ling Qing Zhu. Dia pun menoleh dengan ekspresi yang tidak pernah berubah.

__ADS_1


Hu Li berbicara dengan hati-hati, "Anda tidak perlu cemas. Tuan Mudaku... Bukan orang yang seperti itu. Di hatinya hanya ada Anda, Nona Ling."


"......."


Ling Qing Zhu tidak menjawab, tetapi hanya mengangguk. Dia tahu maksud ucapan Hu Li, namun tidak pernah sekali pun dirinya meragukan Xiao Shuxiang.


Siu Yixin sendiri memperhatikan gadis berambut putih dan bercadar tipis itu. Dia merasa agak kecewa karena Ling Qing Zhu sama sekali tidak bereaksi pada kedekatakan antara Yun Qiao Yue dengan Xiao Shuxiang. Padahal dia sudah berharap akan ada perebutan pria yang meriah.


"Qiao Yue ingin tahu, kenapa Tuan Xiao sangat ingin ke Alam Kultivasi Atas?"


"Aku hanya penasaran dengan tempat Nona Yun tumbuh besar. Nona Yun begitu muda dan cantik, tapi sangat kuat. Tentu saja aku tertarik dengan kehidupan Nona Yun, jadi apa boleh?" Xiao Shuxiang tersenyum. Dia masih begitu baik sampai bersikap sehangat ini. Hanya saja jujur, pertahanannya sedikit demi sedikit mulai terkikis.


Xiao Shuxiang membujuk dengan cara yang halus, ramah dan bersahabat. Tapi bukan berarti dia akan selamanya begitu.


"Qiao Yue merasa senang jika Tuan Xiao ingin mengenal Qiao Yue lebih jauh. Tapi Qiao Yue minta maaf sebab wewenang memberi izin bukan ada pada Qiao Yue. Hanya saja, mungkin Qiao Yue dapat bicara dengan Shizun nanti. Bagaimana dengan itu?"


"Ah..." Xiao Shuxiang menatap Yun Qiao Yue sambil tersenyum tipis. "Gadis ini... Ucapan terakhirnya adalah bohong. Hah, ternyata makhluk dari Alam Kultivasi Atas itu masih memiliki sifat alami manusia."


"Baiklah, Nona Yun. Kau bisa menemui Shizun-mu terlebih dahulu. Tapi tolong kau sampaikan yang baik-baik tentangku yaah..." Xiao Shuxiang tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


Tindakannya membuat teman-temannya tersentak dan Ling Qing Zhu sendiri nampak menggelengkan kepala pelan. Satu dipikiran mereka adalah bahwa Xiao Shuxiang memang Tidak Punya Malu.


Yun Qiao Yue tertawa ringan, suara tawanya sangat lembut dan halus. Dia menyentuh hati siapa pun termasuk membuat Ling Qing Zhu kagum. Namun sayang, nilainya di mata Xiao Shuxiang tidak lagi setinggi sebelumnya.


Gao Shan dan Wang Yu berpikir Xiao Shuxiang sudah berhenti menargetkan mereka setelah mendengar ucapan dari Yun Qiao Yue, tetapi ketika para kultivator dipersilahkan menaiki tangga satu per satu----pemuda mempesona tersebut tetap mendekati mereka.


"Ada lebih dari lima ratus anak tangga..." Yun Qiao Yue menjelaskan sambil melayang, di belakangnya mengikut para kultivator dari berbagai sekte. "Tuan-Tuan dan Nona-Nona bisa beristirahat jika lelah. Namun yang harus kalian tahu bahwa semakin jauh kalian melangkah, rasanya akan makin berat. Tiān lù berarti 'meninggalkan semua penyesalan di dunia dan menapaki jalan langit'."


Ketika mendengar bahwa ada lebih dari 500 anak tangga, para kultivator yang mengikuti Yun Qiao Yue terkejut. Tidak sedikit di antara mereka yang merasakan denyut di dadanya. Jelas sekali bahwa mana mungkin mereka sanggup berjalan sejauh itu.

__ADS_1


"Baru lima belas anak tangga dan aku sudah menyesal..."


"Ini sungguhan bisa beristirahat, kan?"


"Nona Yun!" seseorang berseru, "Aku membawa Spirit Stone. Apa aku bisa menyerap Qi-nya dulu baru setelah itu lanjut berjalan lagi?"


Yun Qiao Yue berhenti dan menoleh ke arah kultivator berpakaian hijau muda tersebut. Dia tersenyum, "Tentu saja. Kalian bisa menggunakannya. Qiao Yue tidak pernah melarang, bukan?"


Yun Qiao Yue terus mendampingi para kultivator itu, sementara Wang Yu menjadi pendamping bagi para manusia yang seperti Mo Huai. Gao Shan sendiri bertugas sebagai orang yang memeriksa undangan yang dibawa tiap-tiap orang.


Nie Shang terlihat melambaikan tangan dan berseru kepada Mo Huai untuk tidak merasa takut. Dia terus memberi semangat sampai punggung Mo Huai sudah semakin jauh dan tidak lagi terlihat.


"Tuan Gao, kau yakin tidak mau memberi aku kesempatan?" Xiao Shuxiang masih membujuk. Dia berdiri di samping Gao Shan sambil sesekali memperhatikan satu persatu kultivator yang menapaki anak tangga tersebut.


"Tuan Xiao, aku sudah mengatakannya berulang kali. Aku tidak bisa,"


"Aku juga sudah membujukmu berulang kali. Lihat, bahkan aku lupa memeluk istriku dan mengucapkan kata-kata perpisahan padanya."


"Haah... Harusnya Anda tidak melakukan itu. Apa benar kalian pasangan suami-istri?"


"Tentu saja, tapi usia pernikahan kami masih sangat muda. Bagaimana kau bisa tega memisahkan suami-istri seperti ini..." Xiao Shuxiang membujuk, "Ayolah Tuan Gao... Sekali saja. Izinkan aku naik, oke? Aku akan mengingat kebaikanmu, yah?"


"Tunggu Nona Yun bicara dengan Shizun, aku yakin tidak akan lama lagi."


Persetan denganmu! Itu lebih dari 500 anak tangga, sialan! Kau menyuruh aku menunggu?! Xiao Shuxiang mengumpat di dalam hati. Dia menarik napas dalam dan berusaha agar tidak meledak. Dirinya pun melirik Hu Li dan Nie Shang hingga keduanya tersadar bahwa mereka juga harus membantu membujuk Gao Shan.


Xiao Shuxiang memberi kesempatan pada teman-temannya untuk mendekati Gao Shan, dia berdiri agak jauh sambil bersilang tangan. Kesabarannya hampir menghilang, benar-benar sudah di ujung tanduk ketika suatu kejadian membuat dirinya tersentak.


Suara roda gerobak menabrak batu dan sebuah kubis terjatuh. Xiao Shuxiang spontan menangkapnya, namun matanya terbelalak ketika tersadar ada gerobak yang lewat di depannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini, Tua Bangka?!" sama seperti tindakan Xiao Shuxiang yang spontan menangkap kubis, dia juga spontan membentak Kakek Tua tersebut.


******


__ADS_2