KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
191 - Tamu Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Xiao Shuxiang terlihat mengembuskan napas. Dia memijat-mijat pergelangan tangannya dan menggeleng, "Padahal saat memegang pedang sama sekali tidak lelah, tapi kenapa dengan kuas kecil ini saja tanganku sampai pegal-pegal?!"


Xiao Shuxiang mematahkan kuas di tangannya dan melemparkannya dengan asal. Dia mendengus, "Serius. Aku benar-benar tidak suka benda itu dipakai untuk menulis..! Aiih, menyebalkan sekali,"


"Aduh duh bokongku..." Xiao Shuxiang merasakan kram pada bokong dan kakinya. Dia mengembuskan napas pelan, "Luar biasa .... Jika setiap hari melakukan ini, aku benar-benar akan cepat tua. Entah bagaimana Lan Zhi dan Kucing Putih bisa tahan duduk seperti ini. Aiya..."


"....... Tuan?"


Xiao Shuxiang menoleh. Dia pun mulai memperhatikan hasil karya tulisnya dan berdecak kagum. "Aku ternyata memang bisa merombak salah satu bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. Kau bisa membayangkannya Teman Kecil, jika benda ini jatuh ke tangan orang lain-----berapa banyak kekacauan yang dapat kutimbulkan. Hmph, itu akan jadi pemandangan yang indah."


Xiao Shuxiang tersenyum, dia pun lantas menarik napas dan kembali menggeleng pelan, "Aku sangat ingin melakukannya, tapi tidak bisa. Haaah... Ini penyiksaan Teman Kecil. Aku terlahir tidak menjadi orang yang baik. Aaah... Sialan. Orang baik itu selalu berumur pendek, jadi aku tidak mau. Tapi ...."


"Penjahat pun juga tidak banyak yang berumur panjang. Anda jangan berpikir yang bukan-bukan. Pelajari saja itu dan ayo buat pelajaran pada Sekte Lembah Iblis,"


"Kau pemaksa, Kawan. Aku mengambil napas dulu. Kau kira berpikir itu tidak melelahkan? Ini lebih menguras tenaga dibandingkan apa pun, tahu!" Xiao Shuxiang berjalan dan langsung merebahkan dirinya ke tempat tidur.


Kupu-kupu bersayap putih itu terbang mengikutinya dan suara bagai anak kecil kembali terdengar.


"Tuan tidak boleh tidur,"


"Aku tahu. Aku hanya sedang rebahan sedikit. Tolonglah, Teman Kecil. Hanya beberapa menit saja,"


"Jangan menutup mata, Anda selalu bisa tidur jika melakukannya."


"Aku sedang berpikir tentang bagaimana cara mempelajari teknik yang kutulis tadi. Roh dan Kematian .... Roh dan Kematian .... Apa aku harus latihan di tempat yang banyak orang matinya? Atau ...."


Xiao Shuxiang bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya, tatapan matanya agak berbeda. Dia begitu serius saat berkata, "Apa kita culik beberapa orang dan jadikan sebagai kelinci percobaan? Karena ini di Alam Kultivasi Atas, target kita sebaiknya jangan orang dewasa. Mungkin 10 atau 15 anak kecil bisa dipakai, bagaimana menurutmu?"


"Di mana Anda akan mencari anak sebanyak itu?"


Xiao Shuxiang berkedip, dia lantas mendengus pelan dan menatap kupu-kupu bersayap putih yang terbang di depannya. Xiao Shuxiang meledek, "Apa kau tidak mau mencegahku? Aku baru saja merencanakan hal yang buruk,"


"Pengorbanan dibutuhkan untuk hal ini,"


"Ha ha ha, kau ternyata 'Iblis Kecil'. Tapi aku suka." Xiao Shuxiang menyeringai, "Kita akan menculik bocah-bocah malam ini--!!"


"Shuxiang?"


Xiao Shuxiang tersentak dan spontan menoleh. Dia mendengar suara orang yang memanggil namanya dan suara ketukan pintu. Dirinya pun berdecak, "Kenapa setiap kali aku memikirkan hal yang 'baik' selalu saja ada gangguan?!"


"Saudara Xiao..! Apa kau di dalam?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening mendengar suara perempuan yang tidak asing di telinganya. Dia berjalan ke arah pintu dan kembali mendengar suara yang lain.


"Shuxiang? Buka pintunya,"


"Ini ...." Xiao Shuxiang langsung membuka pintu dan tersentak melihat ada tiga orang yang mengunjunginya. Dua di antara mereka sangat dia kenali.


"Saudara Xiao~" Yi Wen menggeser Bocah Pengemis Gila dan langsung menerjang Xiao Shuxiang untuk memeluk saudaranya tersebut.


!!


Dao Fang An terkejut, sementara Bocah Pengemis Gila syok berat dengan tingkah Yi Wen. Xiao Shuxiang sendiri tersentak dan masih tidak mengerti kondisi yang terjadi, dia bahkan tidak menolak pelukan erat Yi Wen.


"Saudara Xiao, aku sangat rindu padamu~"


"Yi Wen, dadaku sesak. Ayo beri ruang sedikit," Xiao Shuxiang meminta agar pelukan gadis cantik tersebut bisa sedikit dilonggarkan. Jika para pemuda tahu, mereka pasti akan menatap iri dan mungkin saja mengutuk Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila sendiri terlihat terperangah. Dia memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang bersikap begitu biasa, seolah Yi Wen bukanlah gadis yang mempunyai bentuk tubuh menggoda iman.

__ADS_1


"Shuxiang," Bocah Pengemis Gila berujar spontan. "Apa kau sadar siapa yang memelukmu barusan? Kau sama sekali tidak melihat bentukan Yi Wen itu? Kau ini pria 'normal', kan?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan mulai memperhatikan Yi Wen dari atas sampai bawah. Dia berkedip karena Yi Wen sudah tumbuh semakin dewasa dan 'besar' dari yang dia lihat terakhir kali.


Xiao Shuxiang lalu memperhatikan dengan saksama pakaian saudaranya. Dia mengangkat sedikit rok mengembang milik Yi Wen dan bertanya, "Jenis pakaian apa yang kau kenakan ini? Kau berjalan di tengah banyak orang dengan bagian bawah yang hanya sepertiga ini?"


Yi Wen tersentak, "Wali Kota Embun Bunga yang membuatkan ini untukku. Bagus, kan?"


"Ganti." Xiao Shuxiang berujar serius, "Coba kau perhatikan Kucing Putihku. Hanya telapak tangan, rambut dan matanya yang terlihat. Untuk apa kau mengumbar bagian tubuh seperti itu. Cepat ganti,"


"Saudara Xiao, aku kan biasa memakai pakaian seperti ini. Rasanya jauh lebih nyaman dan memudahkanku untuk bergerak,"


"Kalau begitu setidaknya pakai celanamu. Jenis celana apa yang memperlihatkan bentuk paha dan betis ayammu ini? Kau ganti sekarang atau kurobek,"


"Saudara Xiao~ tapi aku-"


"Wen'Er, satu-"


"Baik, baiklah. Tapi aku mau minta peluk lagi~"


"Tsk, gadis nakal."


!!


Bocah Pengemis Gila tercengang dan Dao Fang An sendiri membeku di tempat. Mereka melihat bagaimana Xiao Shuxiang memeluk Yi Wen sesuai permintaan gadis cantik itu. Jika orang lain melihat ini, mereka pasti akan mengira bahwa Xiao Shuxiang dan Yi Wen mempunyai hubungan romantis.


"Saudara Xiao, kupinjam celanamu. Oke?"


"Terserah kau saja. Cari di lemari sana-"


"Hei," Bocah Pengemis Gila menyela dan melihat Yi Wen berjalan ke arah lemari kayu. Dia menatap tidak percaya pada Xiao Shuxiang dan bertanya, "Kau dan Yi Wen..."


Bocah Pengemis Gila sampai tidak tahu harus berkata apa, dia berkedip beberapa kali dan bertanya. "Kau dan Yi Wen suka itu--"


Bocah Pengemis Gila tersenyum pahit, "Aku sungguh tidak tahu ada hal semacam itu di sektemu. Kalian .... Benar-benar beda dari yang lain,"


Xiao Shuxiang mengangkat bahunya, "Begitulah .... Aku terjebak di antara anak-anak yang hubungan persaudaraannya lebih kental dari darah. Berulang kali sudah kuberi tahu tentang 'privasi', tapi mereka selalu melanggarnya. Jadi yaah, kubiarkan saja. Lagipula bukan masalah,"


"Tapi tidak seharusnya seperti itu. Kalian sekarang sudah dewasa," Dao Fang An berkata, "Ada batasan antara laki-laki dengan perempuan. Apalagi yang belum menikah,"


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan mengangguk pelan, "Itu benar. Tapi aku sama sekali tidak risih karena mereka sepenuhnya tahu kapan harus bersikap liar dan kapan menjaga privasi masing-masing,"


"Daripada itu ...." Xiao Shuxiang lantas mengarahkan pandangan pada pria yang memegang tongkat bambu tersebut dan bertanya, "Bagaimana kau dan Yi Wen bisa naik ke Alam Kultivasi Atas?"


Bocah Pengemis Gila tersentak, dia agak gugup untuk menjawabnya. Kebetulan saja, Yi Wen sudah selesai mengganti pakaian bagian bawahnya dan sedang berjalan mendekat.


"Saudara Xiao~ aku datang karena diajak olehnya," Yi Wen memakai tatapan mata untuk menunjuk Bocah Pengemis Gila. Ucapannya membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening.


"Diajak? Begitu .... Saja?" Xiao Shuxiang seakan sedang meyakinkan sesuatu. Dan dia tersentak saat Yi Wen manggut-manggut membenarkan.


Xiao Shuxiang berkedip dan menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila. Dia nampak tersenyum dan berikutnya langsung menerjang Bocah Pengemis Gila hingga pemuda dengan tongkat bambu itu terjatuh. Yi Wen dan Dao Fang An kaget.


"Kau! Keterlaluan sekali..! Teman macam apa kau..!"


"Aduh! Aduuh..! Shuxiang-aduh!" Bocah Pengemis Gila merintih ketika Xiao Shuxiang duduk di perutnya dan mengguncang-guncangkannya.


"Shu-Shuxiang..! A-aku akan mati..! Aduh, le-lepaskan aku..! To-tolong..!"


"Aku benar-benar akan membunuhmu..! Kau pria menyebalkan..!" Xiao Shuxiang menjambak rambut Bocah Pengemis Gila dan bahkan meremas wajah pria yang ada di bawahnya.

__ADS_1


"Kau teman yang jahat..! Kenapa kau memperlakukanku seperti ini..?! Kau tahu caranya naik ke Alam Kultivasi Atas, kau bahkan bisa mengajak Yi Wen. Kenapa saat itu kau tidak mengajakku?! Karena kau! Aku bersusah payah agar bisa naik kemari dan bahkan sampai menerima pekerjaan menjadi tukang cabut rumput. Bocah Pengemis Gila, kau sangat sangat keterlaluan! Sialan!"


"Sungguh, aku benar-benar akan mati..! Le-lepaskan, tolong lepaskan aku..!" Bocah Pengemis Gila menepuk-nepuk tangan Xiao Shuxiang yang mencekik lehernya.


Bocah Pengemis Gila menjelaskan meski dengan keadaan yang sangat sulit, "Ji-jika kau ikut denganku. Ka-kau tidak akan bisa be-bertemu dengan istrimu. Ka-kau bahkan tidak bisa tinggal di se-sekte ini. A-apa kau mau itu terjadi?"


Xiao Shuxiang melepaskan cekikannya dan mencubit kasar dada pria yang dia duduki hingga sosok tersebut menjerit. Dia pun bangun dengan dengusan yang masih mengandung kekesalan.


"Harusnya kau katakan itu padaku sejak awal, tapi kau justru tidak mengatakan apa-apa. Teman jenis apa kau ini?!"


"Aduh... Kesucianku..." Bocah Pengemis Gila perlahan bangun. Dia menatap Xiao Shuxiang, pewarna merah pada pipinnya semakin terang. Dia menyilangkan satu tangannya di depan dada dan menatap horor teman baik dari Lan'Er Gege-nya ini.


"Shuxiang, kenapa mainmu kasar sekali? Kau.." Bocah Pengemis Gila bergidik. Dia benar-benar dalam tampilan yang sangat berantakan, apalagi rambutnya.


Bocah Pengemis Gila mulai berdiri dan kemudian menatap Dao Fang An serta Yi Wen secara bergantian. Dia merajuk, "Kalian berdua bahkan tidak menolong dan hanya melihat saja. Kalian sangat keterlaluan,"


Yi Wen, "Aku tidak mau ikut-ikutan. Ini kan urusanmu dengan Saudara Xiao-ku,"


Dao Fang An, "Aku sendiri juga tidak mau terlibat. Kalian sepertinya berhubungan sangat baik,"


"Baik dari mananya?" Xiao Shuxiang protes, "Dia ini teman yang jahat sekali."


Xiao Shuxiang mendengus dan menatap Bocah Pengemis Gila. Dengan nada yang tidak senang, dia pun berkata. "Sudahlah. Aku tidak mau bicara lagi. Aku sungguh kesal padamu,"


Yi Wen tersentak saat Xiao Shuxiang menariknya keluar dan saudaranya itu sendiri justru masuk ke dalam kamar dan menutup pintu begitu saja. Dao Fang An dan Bocah Pengemis Gila sampai tertegun beberapa saat.


"Eh? Shuxiang..! Buka pintunya..!" Bocah Pengemis Gila tentu saja syok. Dia tidak menyangka akan mendapat perlakuan semacam ini, apalagi yang mengejutkan---pintu di hadapannya langsung sulit dibuka.


"Saudara Xiao..!" Yi Wen menggedor-gedor pintu. Dia memanggil-manggil Xiao Shuxiang, namun tidak ada jawaban.


"Ya ampun..! Apa dia benar-benar kesal sampai merajuk?!" Yi Wen mengetuk pelan pintu di depannya, "Saudara Xiao~"


"Shuxiang..! Ayo buka pintunya. Kita perlu bicara," Bocah Pengemis Gila berujar.


"Tidak mau..! Jangan ganggu aku dan pergi sana..!"


"Bocah Berandalan," Dao Fang An angkat suara, "Kau buka pintunya atau aku yang akan memaksa masuk."


"Kakek Tua. Kau usir mereka. Aku sedang tidak mau diganggu,"


Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas dan menoleh ke arah Dao Fang An. Dia berujar pelan, "Junior. Apa kau bisa meninggalkan kami sendiri? Aku harus bicara secara pribadi dengan anak itu."


"Senior ...."


"Aku pasti akan menemuimu," Bocah Pengemis Gila tersenyum dan menepuk pelan bahu Dao Fang An, "Kau pasti punya banyak pertanyaan. Kita akan bicara nanti,"


Dao Fang An menarik napas dan lalu mengangguk pelan. Lagipula dia sudah melihat kondisi Xiao Shuxiang yang baik-baik saja. Dirinya pun tersenyum dan lalu berkata, "Jika ada sesuatu yang Senior inginkan. Senior bisa langsung menyampaikannya padaku."


"Aku pasti akan melakukannya, terima kasih."


Yi Wen menyatukan tangannya dan memberi hormat pada Dao Fang An. Pria tua itu mengangguk dan mulai berjalan pergi.


Bocah Pengemis Gila sendiri kembali memanggil Xiao Shuxiang saat tidak lagi melihat Dao Fang An. Dia membujuk agar Xiao Shuxiang mau membuka pintu kamarnya.


"Shuxiang..!"


"Pergilah...! Saat ini aku tidak mau bicara lagi dengan kalian...!"


"Tidak ada waktu untuk bersikap seperti ini, kau harus mendengarkanku." Bocah Pengemis Gila menendang pintu di depannya dan langsung memecah segel yang dipasang oleh Xiao Shuxiang. Dia bahkan merusak pintu tersebut.

__ADS_1


Xiao Shuxiang yang berada di dalam kamar langsung melempar meja kayu di depannya yang spontan dipukul oleh Bocah Pengemis Gila dengan memakai tongkat bambunya. Yi Wen sampai kaget karena kejadian itu.


******


__ADS_2