KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
28 - Lan Guan Zhi (1)


__ADS_3

WARNING !


Jangan salah mengartikan hubungan beberapa tokoh. Adegan ini kental hubungan persahabatan. Tolong untuk tidak mengganggu.


*


*


Hu Li menyusul Xiao Shuxiang, aroma menyegarkan dari kayu cendana begitu sejuk dan jernih. Rasanya selalu tenang, namun di saat yang sama juga membuat nyaman. Hu Li pun mendengar Tuan Muda Xiao-nya beraksi.


Xiao Shuxiang. "Lan'Er, apa ini lukisan bunga Haitang sebagai bentuk lamaran untuk Patriarch Lan itu?"


Hu Li tersentak, dia berkedip beberapa kali karena tidak tahu bahwa Lan Xu Jian akan segera menikah. Tapi setahunya Patriarch Sekte Pedang Langit tersebut tidak pernah dekat dengan wanita mana pun.


Lan Guan Zhi melangkah, dia berdiri di samping Xiao Shuxiang saat pemuda itu memperhatikan lukisan bunga haitang di hadapannya. Suaranya tenang, "Kau dengar dari mana?"


"Mn..? Patriarch Lan sendiri yang pernah mengatakannya padaku." Xiao Shuxiang memperhatikan goresan tinta pada lukisan di hadapannya yang terasa tidak asing. Perasaan itu pun terjawab ketika teman baiknya kembali bersuara.


Lan Guan Zhi, "Lukisan ini buatan Patriarch Zhou. Diberikan kepada Xiongzhang sebagai hadiah."


"Hadiah? Apa kau berulang tahun?"


"Mn, hadiah untuk kita."


"LanLan..!" Xiao Shuxiang memukul lengan teman baiknya, "Seriuslah sedikit. Untuk apa Patriarch Lan memberikan hadiah semacam ini?"


Lan Guan Zhi menurunkan pandangan dan dengan lembut berkata, "Aku juga tidak tahu. Niat Xiongzhang itu adalah hadiah untuk kita,"


Xiao Shuxiang meniup kasar rambut poni depannya dan lalu menggeleng pelan, "Patriarch pelit sekali. Kenapa harus lukisan dan itu pun justru dibagi dua. Apa dia pikir aku ini tinggal di kamarmu? Haiih.. Xiao Shuxiang yang malang ini,"


Hu Li mengikuti Tuan Muda Xiao-nya yang mulai berjalan mengambil tempat duduk Lan Guan Zhi dan memperhatikan lembaran kertas di atas meja duduk yang tidak lain merupakan struktur dari sebuah segel.


Hu Li duduk di samping Xiao Shuxiang, sedikit memiliki jarak dari Tuan Mudanya dan memperhatikan Lan Guan Zhi yang mengambil sebuah kotak giok kecil pada salah satu rak lemari.


"Lan'Er, kau ini sedang mengerjakan segel apa?" Xiao Shuxiang mulai lagi, dia mengobrak-abrik kertas orang lain yang mungkin sebelumnya telah disusun sedemikian rupa.


Hu Li, "Tuan Muda Xiao. Kalau Anda tidak tahu, jangan menyentuh sembarang. Ayo letakkan,"


"Aku hanya memegangnya, Hu Li. Tidak merobeknya, jadi tenanglah."


"Tuan Muda.."


Lan Guan Zhi memperhatikan kedua pemuda itu yang benar-benar bisa membuat suasana ruangannya tidak setenang yang tadi. Dia pun berjalan dan lalu duduk di samping Xiao Shuxiang. 

__ADS_1


Kotak giok yang dibawanya dia letakkan di atas meja duduk dan kemudian mengambil kertas di tangan teman baiknya. Dia pun berkata, "Aku sedang memperbaiki segel pelindung sekte ini."


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Memangnya ada yang rusak? Aku juga melihat beberapa goresan ini bukan kau yang buat, kan?"


"Mn, benar. Aku memperbaikinya. Segel sekte ini harus bisa mendeteksi Cermin Pemindah milik Wali Kota Embun Bunga."


Hu Li berkedip dan lalu menatap Xiao Shuxiang yang kebetulan juga menoleh ke arahnya. Mereka berdua sama-sama terlihat keheranan.


"Lan'Er..." Xiao Shuxiang bersuara pelan, "Apa hubungan Cermin Pemindah milik Tianqi Mao dengan segel sektemu yang sedang kau perbaiki?"


Lan Guan Zhi berkata, "Segel biasa tidak bisa mencegah atau pun mendeteksi orang yang datang kemari dengan memakai Cermin Pemindah. Para tetua dan murid yang lain gelisah bila ternyata ada serangan secara tidak terduga lagi."


Hu Li memikirkannya dan mulai teringat kejadian di mana Sekte Pedang Langit diserang oleh penyusup dari Scarlet Bayangan. Belum lagi saat itu musuh juga memanfaatkan Sekte Pagoda Langit.


Dengan hati-hati, Hu Li pun bersuara. "Cermin Pemindah milik tuan muda Tianqi memang bisa menembus penghalang apa pun, meski tentang ini... Penggunanya harus punya bakat tertentu."


Saat berucap demikian, Hu Li menoleh ke arah Tuan Muda Xiao-nya dan ini juga membuat Lan Guan Zhi mengarahkan pandangan pada pemuda di sampingnya. 


Xiao Shuxiang yang sadar sedang ditatap nampak tersentak dan memandang kedua temannya. "Apa? Aku melakukan sesuatu yang salah lagi?"


Hu Li, "Tuan Muda. Selama Anda masih bebas keluar--masuk sekte ini dengan memakai Cermin Pemindah, para tetua dan murid lainnya akan tetap gelisah. Segel yang sedang diperbaiki Tuan Muda Lan adalah untuk mencegah Anda masuk ke dalam sekte ini secara sembarangan."


Lan Guan Zhi melihat teman baiknya terkejut dan kemudian berujar pelan, "Sebenarnya segel ini diperbaiki untuk mendeteksi orang yang masuk dengan Cermin Pemindah. Jika bisa dicegah memasuki sekte, itu akan lebih baik lagi."


Jawaban teman baiknya sama sekali tidak membuat Xiao Shuxiang tenang. Dia cemberut, "Jadi aku tidak bisa bebas masuk ke sini lagi, begitu..?"


Koki Alkemis itu pun mengembuskan napas, ekspresi cemberutnya berubah ketika pandangannya tertuju pada kotak giok yang ada di meja. Sebelumnya, Lan Guan Zhi memang yang telah meletakkan kotak tersebut.


"Apa ini?" Xiao Shuxiang bertanya sambil mengambil kotak tersebut tanpa permisi.


"......" 


Lan Guan Zhi tidak menjawab karena teman baiknya sudah membuka lebih dulu kotak giok miliknya. Dia melihat ekpresi Xiao Shuxiang yang seperti terkesan.


"Lan'Er. Ini kan..."


"Benda yang kau inginkan. Untukmu,"


"Waah, jadi ini Cincin Spasial yang kumau itu? Ho ho ho, padahal aku hanya memintamu mencarikan orang yang bisa membuatnya. Tidak kusangka kau justru memilikinya. Luar biasa,"


Hu Li memperhatikan Tuan Muda Xiao-nya yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya sekarang. Seakan ekspresi cemberut Tuannya beberapa waktu lalu tidak pernah ada.


Xiao Shuxiang, "Baiklah. Pakaikan,"

__ADS_1


Hu Li berkedip saat Xiao Shuxiang spontan meminta Lan Guan Zhi untuk memakaikan Cincin Spasial ke jari tangannya.


Nyaris saja Hu Li melihat adegan ambigu di antara kedua pemuda itu. Beruntungnya Lan Guan Zhi cepat sadar sedang dijahili Xiao Shuxiang dan spontan menyentil keras dahi teman baiknya.


"Lan'Er..!" Xiao Shuxiang merintih sambil mengusap dahinya yang memerah.


Lan Guan Zhi, "Memalukan. Pakai sendiri,"


"Kau menyebalkan. Tidak bisa diajak kerja sama sedikit, sssh.. aduh. Hu Li, pakaikan."


Tuan Muda Xiao-nya sekarang jadi seperti orang yang suka memerintah. Hanya pangeran yang harusnya memiliki pelayanan semacam ini, namun jika Hu Li ingat-ingat lagi... Tuan Mudanya memang punya identitas seorang pangeran.


Hu Li mengembuskan napas, dia tidak bisa protes. Dia pun memakaikan Cincin Spasial yang berwarna perak tersebut di jari manis tangan kiri Tuannya. Di saat yang sama, Lan Guan Zhi sendiri mulai penasaran dengan bentuk rambut teman baiknya.


"Rambutmu... Bagaimana bisa keriting?"


Xiao Shuxiang mendengar pertanyaan yang dilontarkan teman baiknya. Dia pun menatap Lan Guan Zhi. "Bergelombang Lan'Er, bukan keriting. Kau harus bedakan keduanya. Ini adalah model baru. Kekasih gelapmu yang melakukannya. Aku hanya bisa pasrah,"


"Mn? Siapa?"


"Memang kau punya berapa kekasih gelap?"


"Apakah tidak ada?"


"Kenapa kau bertanya padaku? Dasar! memang aku tahu kau punya berapa kekasih gelap, huh?!"


Xiao Shuxiang berdecak. Entah bagaimana dia tidak bisa membalas ucapan Lan Guan Zhi. Teman baiknya ini seakan punya banyak cara untuk mengacaukannya.


Lan Guan Zhi menahan senyum, dia tahu Xiao Shuxiang sedang memiliki banyak pikiran. cincin yang dibutuhkan oleh temannya ini pun menjadi bukti bahwa sosok ini sedang mempersiapkan rencana untuk menghadapi sebuah masalah. Dia hanya ingin sedikit menghibur pemuda ini.


"Lantas siapa kekasih gelap yang kau maksud?" Lan Guan Zhi bergeser sedikit. Dia tidak mau lengannya ditampar lagi.


Meskipun tidak sakit, tapi rasa ingin membalas perlakukan yang diterimanya itulah yang berusaha dia hindari.


Xiao Shuxiang, "Tentu saja Ling Qing Qi. Bukankah dia teman dekatmu yang baru, huh?"


"Nona Qi gadis yang baik."


"Tsk, kau selalu seperti itu. Definisi gadis di matamu tidak pernah berubah. Jika terus begini, aku tidak bisa tahu tipe gadis yang kau suka. Bagaimana aku dapat mencarikan pasangan untukmu?"


"Mn, tidak perlu dipikirkan."


"Oh, ya ampun. Lan'Er, tentu saja harus. Xiao Shuxiang ini sudah menikah, tidak mungkin teman baiknya tetap bujangan. Aku tidak sanggup melihatmu menjalani hidup seperti Tetua Tiga. Akan kucarikan seorang gadis untukmu. Katakan, seperti apa tipe gadis yang kau suka?"

__ADS_1


Hu Li menggeleng pelan melihat Tuan Muda Xiao-nya yang sekarang bertindak seperti seorang ayah yang berusaha mencari pasangan untuk anaknya.


******


__ADS_2