KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
47 - Tawaran


__ADS_3

PERHATIAN !


Episode ini mengandung moralitas (sopan santun) yang dipertanyakan. Jadi selalu Bijaklah dalam membaca. Terima kasih^^


*


*


*


Pria itu memiliki pakaian berwarna cokelat-kehitaman dengan sabuk pinggang sehitam malam. Rambutnya diikat dan kulit wajahnya sudah berkeriput karena termakan usia.


Namun meski demikian, tidak ada janggut dan kumis tebal di wajah tuanya. Dia adalah Kakek Tua biasa pada umumnya.


"Kehadiranmu mengagetkanku, menyebalkan. Lain kali hati-hati saat berjalan," Xiao Shuxiang meletakkan kembali kubis yang ditangkapnya di atas kereta, dia mendengus.


"Hei, Nak. Kau ini tidak sopan sekali pada orang tua. Aku hanya lewat, siapa yang suruh kau melamun? Menjauh."


"Astaga, kau--"


"Tuan Muda Xiao...!"


Xiao Shuxiang baru akan mengatai Kakek Tua di depannya saat Hu Li mendadak berseru. Pemuda berambut putih itu datang menghampirinya di waktu yang sangat tepat.


"Ada apa, Hu Li?"


"Tuan Muda Xiao, Saya tidak bisa membujuknya. Bahkan Nie Shang sudah menawarkan tubuhnya sebagai bahan sogokan, tapi Tuan Gao menolaknya tanpa berkedip."


"Aiya, kenapa penawaran seperti itu yang kau berikan padanya?" Xiao Shuxiang menggeleng pelan. "Harusnya kau yang melakukan itu, Hu Li. Kenapa harus Nie Shang, kau ini..."


"Saya juga sudah mencobanya Tuan Muda, dan itu memalukan sekali." Hu Li agak tertunduk, pipinya memerah sebab selama hidupnya----ini pertama kalinya dia harus menawarkan harga dirinya sendiri dan semua itu demi Tuannya.


Pandangan Hu Li mulai tertuju pada seorang pria tua. Keningnya mengerut ketika memperhatikan dengan baik manusia yang bersama Xiao Shuxiang.


"Anda ini... Siapa?" Hu Li penasaran, dia pun memperhatikan orang-orang yang berjalan menuju Tiān lù dan tidak ada manusia lain setua sosok di hadapannya, apalagi sambil mendorong gerobak.


"Tuan, apa Anda tersesat?" Hu Li bertanya pada pria tua itu.


"Aku sama sekali tidak tersesat. Bahan makanan ini untuk mereka semua yang dianggap tamu. Kau sebaiknya lebih menaruh perhatian pada temanmu ini, dia Bocah yang kurang ajar."


Xiao Shuxiang tersentak mendapat tatapan dari Tua Bangka di depannya. Dia pun berkata, "Memang apa yang sudah kulakukan padamu hingga kau berkata aku kurang ajar? Apa aku mencekik leher dan menendangmu, huh? Aku justru membantumu dengan kubis itu, Kakek Tua."


"Lihat, gaya bicaramu itu. Kau berani berkata kasar pada orang tua, kau Bocah yang kurang ajar." Kakek Tua tersebut menunjuk ke arah Xiao Shuxiang.


Hu Li yang sadar Tuan Mudanya sedang dalam suasana hati yang buruk mulai menyela sebelum Xiao Shuxiang benar-benar tidak bisa mengendalikan diri lagi. "Tuan, tolong jangan salah paham. Tuan Muda Saya tidak bermaksud bersikap demikian, tolong maafkan sikapnya."


"Apa yang kau lakukan, Hu Li? Kenapa kau harus meminta maaf padanya?" Xiao Shuxiang berekspresi masam, dia pun menoleh pada Kakek Tua di depannya.


Xiao Shuxiang, "Tua Bangka. Memang berapa usiamu hingga aku harus hormat padamu, huh? Kau menyebutku 'Bocah'? Kau tidak tahu siapa aku?"


"Memang kau masih Bocah. Jika kau pemuda dewasa, mana mungkin kau tidak tahu caranya menghormati orang yang lebih tua. Hmph, inilah tingkah anak-anak zaman sekarang. Memiliki tampilan yang menawan, tetapi bersikap sangat liar. Kau pikir dengan begitu ayah dan ibumu akan bangga, hah?"


"Kau-"


"Tuan Muda, tolong tenanglah..." Hu Li menahan Xiao Shuxiang, dia mengusap-usap punggung Tuan Mudanya dan bersuara lembut, "Tenangkan diri Anda... Ingatlah, Anda sedang belajar menjadi orang yang baik. Anda harus bersabar, tenanglah... Tolong tenanglah..."

__ADS_1


Xiao Shuxiang bernapas pelan-pelan, ini karena dia sadar situasinya sekarang. Hu Li pun mulai mengalihkan pandangan saat Tuan Mudanya menenangkan diri.


Dia pun dengan sopan berkata, "Bukan Tuan Muda Saya ingin bersikap kurang sopan pada Anda, tetapi suasananya memang tidak baik untuknya..."


Hu Li menjelaskan pada Kakek Tua itu bahwa Xiao Shuxiang harus naik ke Alam Kultivasi Atas demi istrinya. Dia berkata ini hal yang penting sebab pernikahan Tuan Mudanya masih berusia muda dan tidak baik berpisah jarak seperti ini.


"Tuan Muda Saya tidak tenang meninggalkan Nona Ling di Alam Kultivasi Atas. Anda pasti mengerti, sulit untuk sepasang suami-istri berpisah. Apalagi tidak ada tempat yang benar-benar aman di dunia ini. Alam Kultivasi Atas di huni orang-orang yang kuat, tidak menutup kemungkinan bahaya di tempat itu juga sama besarnya,"


Kakek Tua itu memperhatikan Xiao Shuxiang saat mendengar penjelasan Hu Li. Dia pun berkata, "Apa Tuan Mudamu ini dan istrinya saling mencintai?"


Hu Li dan Xiao Shuxiang tersentak. Keduanya saling berpandangan sejenak sebelum Xiao Shuxiang menoleh ke arah Tua Bangka di hadapannya.


Xiao Shuxiang, "Kakek... Pertanyaan macam apa itu? Jika kami tidak saling suka, apa kau pikir kami akan menikah?"


"Mm..." pria tua itu mengusap-usap dagunya dan memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. "Ada yang menikah karena desakan keluarga, karena ingin membalaskan dendam, saling menguntungkan dan banyak alasan lain selain cinta. Apa kau tidak tahu itu?"


"Kau mempertanyakan pernikahanku?" Xiao Shuxiang mulai kesal, "Hubunganku dan Kucing Putih tidak seperti itu. Kau ini benar-benar menyebalkan sebagai orang tua, yah."


Xiao Shuxiang berespresi buruk, dia menoleh ke arah Hu Li. "Kenapa kau harus memberi penjelasan seperti itu pada Tua Bangka ini? Dia juga tidak bisa membantu apa pun, kau menyebalkan Hu Li."


"Tu-Tuan Muda Xiao..." Hu Li tersentak ketika Xiao Shuxiang hendak melangkah pergi. Jelas sekali bahwa Tuan Mudanya sudah menahan diri sangat lama, dia sekarang jadi merasa bersalah.


"Jika kukatakan aku bisa membantumu, apa kau akan mendengarku?"


!!


Hu Li terkejut, sementara Xiao Shuxiang menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang. Pria Tua itu baru saja bicara dan nampak berwajah serius karenanya.


Hu Li, "Tuan? Apa maksud Anda?"


Xiao Shuxiang tidak mencium aroma kebohongan. Justru Tua Bangka itu sangat serius mengatakannya, dia pun berjalan mendekat dan berdiri di samping Hu Li. Dirinya kemudian berkata, "Kau yakin bisa melakukannya?"


Sadar bahwa nada suara Xiao Shuxiang bisa berubah tenang membuat pria tua itu kembali mengusap-usap dagunya dan mengangguk-angguk pelan.


Pria tua itu bertanya, "Siapa namamu?"


"Xiao Shuxiang,"


"Mm... Aku memiliki tugas sebagai salah satu kepala pelayan di Alam Kultivasi Atas. Manusia dengan praktik yang lemah dibawa untuk membantuku mengurusi keperluan para tamu undangan ini. Jadi jika mengajak satu orang lagi, aku bisa melakukannya. Tapi kau harus bekerja. Aku membutuhkan tukang cabut rumput."


!!


Mata Hu Li membulat saking terkejutnya, sementara Xiao Shuxiang tanpa sadar membuka mulut. Keduanya tidak salah dengar! Pria tua ini mengatakannya begitu jelas.


Xiao Shuxiang mendengus, "Ka-Kau... Ma-maksudmu kau ingin aku menjadi pelayan yang mencabuti rumput, begitu?! Oh, Ya Ampun."


"Aku tidak mendesakmu, kau sendiri yang memutuskan. Aku sebenarnya bisa cari orang lain. Tidak masalah,"


"Tunggu dulu," Hu Li tidak membiarkan pria tua itu pergi. Baginya ini adalah kesempatan untuk Xiao Shuxiang.


"Tuan Muda Xiao..." Hu Li menatap Tuannya.


Pria tua itu juga memandang ke arah Xiao Shuxiang. Dia ingin tahu apa pemuda ini bisa menurunkan harga diri dan keangkuhannya untuk menjadi seorang pelayan atau tidak.


Kedua tangan Xiao Shuxiang sendiri terlihat terkepal kuat. Dia jelas berat menerimanya, "Tidak mungkin. Aku? Yang Mulia Xiao Shuxiang ini... Aku? Ha-harus menjadi pe-pelayan?! Aku?!"

__ADS_1


Tentu saja tidak! Harusnya teman-teman Xiao Shuxiang-lah yang berkorban. Itu kewajiban mereka, bukan dirinya!


Tidak bisa. Ini tidak bisa dibayangkan! Seorang Xiao Shuxiang, yang merupakan Sang Bintang Penghancur. Sosok yang kini dikagumi sebagai pahlawan di Benua Timur. Kultivator dengan kemampuan alkemis, seorang pangeran di Benua Utara dan bahkan merupakan Kaisar di Dunia Elf----bagaimana bisa menjadi pelayan?!


Xiao Shuxiang menggeleng, dia tidak mungkin melakukan pengorbanan sebesar itu. Dia akan kehilangan muka. Tidak mungkin harga dirinya direndahkan seperti ini.


Xiao Shuxiang memijat keningnya, "Langit, terima kasih atas masalahnya. Kau pasti menganggap Xiao Shuxiang sangat luar biasa, haiih... Kau terlalu perhatian padaku,"


Pria tua itu melihat betapa pucatnya wajah Xiao Shuxiang. Dia tahu bahwa orang seperti pemuda tidak akan mau merendahkan diri hingga menjadi pelayan. Haah... Sangat disayangkan.


Pria tua itu pun mendorong kembali gerobaknya dan berniat pergi ketika sebuah tangan terulur dan menahan pinggirian gerobak tersebut. Dia tersentak dan segera menoleh.


"Kau... Ji-jika aku..." Xiao Shuxiang berat mengatakannya, "... Me-menjadi pelayan. Kau yakin bisa menjamin aku naik ke Alam Kultivasi Atas, kan?"


Pria tua itu tertegun karena tidak menyangka Xiao Shuxiang akan menahan gerobaknya. Dia pun mengangguk, "Tentu saja. Aku memang masih butuh satu orang pekerja,"


"Sebentar, kau tunggu di sini." Xiao Shuxiang lalu menarik tangan Hu Li dan berjalan agak jauh dari pria tua itu. Dia membuat Tua Bangka tersebut merasa heran.


"Tuan Muda..." Hu Li juga heran. Dia dibawa ke suatu tempat yang jauh dari kerumunan orang, bahkan langkah kaki Tuannya baru berhenti ketika hanya tinggal mereka berdua.


"Tuan Muda Xiao, ini kesempatan yang bagus. Anda bisa pergi ke Alam Kultivasi Atas dengan bantuan orang tua itu." Hu Li sebenarnya tidak tahu kenapa Xiao Shuxiang membawanya ke tempat ini, namun dari ekspresi wajah yang dia lihat----jelas sekali Xiao Shuxiang ingin bicara hanya berdua dengannya.


"Aku tahu itu kesempatan yang bagus. Tapi..." Xiao Shuxiang memikirkannya dan kembali berkata, "Rasanya aneh saja jika tiba-tiba ada tua bangka di tempat ini, apalagi sambil membawa gerobak sayur."


"Bukankah orang yang tadi sudah mengatakan bahwa dia adalah salah satu kepala pelayan dari Alam Kultivasi Atas? Tidak masalah dengan identitasnya, Tuan Muda. Yang penting Anda sekarang dapat menyusul Nona Ling."


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu mengangguk pelan. "Baiklah, kau benar. Kau keluarkan Yīng xióng, beberapa tanaman herbal, pil, mutiara roh dan kepingan emas untuk perbekalanku. Ah, araknya juga."


Hu Li tertegun sebelum akhirnya mengangguk. Dia mengeluarkan sebuah peti mayat yang di dalamnya terdapat Yīng xióng. Pedang pusaka Tuannya memang menjadikan Peti Mayat Penatua Da Lin ini sebagai tempat tinggal.


Dia juga mengeluarkan segala yang dikatakan Xiao Shuxiang tadi. Hu Li memang adalah orang yang dipercayakan menyimpan Gelang Semesta Xiao Shuxiang.


"Apa tidak sebaiknya Saya kembalikan Gelang Semesta Anda, Tuan Muda?"


"Dikembalikan padaku pun tidak akan ada gunanya..." Xiao Shuxiang memasukkan semua barang yang dikeluarkan Hu Li ke dalam Cincin Spasial miliknya. "Aku tidak bisa menggunakan pusaka itu selama kekuatanku disegel."


Xiao Shuxiang kemudian menatap Hu Li, dia kini terlihat lebih serius. "Kau bebas memakai apa pun di dalam Gelang Semesta itu karena aku percaya kau bisa menggunakannya secara bijak. Tapi ingat untuk tidak pernah menyentuh mutiara paling hitam karena itu sangat berbahaya. Rawat tanaman herbalku dengan baik dan perhatikan keenam kudanya juga, mengerti?"


Hu Li mengangguk, "Dimengerti. Tapi apa Tuan Muda tidak ingin membawa salah satu di antara kuda-kuda itu?"


"Makhluk hidup tidak bisa dimasukkan dalam Cincin Spasialku. Sudah, ini saja sudah cukup. Aku tidak mau membawa banyak barang,"


"Tuan Muda, Anda harus menjaga diri dengan baik. Amarah Anda kadang tidak terkendali dan itu menakutkan. Hanya saja sekarang Saya tidak bisa ada di sisi Anda. Tuan Muda, Anda harus berusaha bersikap baik."


"Mn, akan kuusahakan. Jadi selama aku pergi, kau jangan bermalas-malasan. Kita punya misi Hu Li dan ini sangat penting."


Hu Li mengerti misinya. Xiao Shuxiang kembali berkata bahwa akan melihat lingkungan Alam Kultivasi Atas. Bila memungkinkan untuk memakai Cermin Pemindah, maka Hu Li mungkin dapat diselundupkan.


Di sisi lain, pria tua yang membawa gerobak itu masih menunggu Xiao Shuxiang dan Hu Li. Dia pun menoleh ketika menyadari kehadiran dua pemuda yang ditunggunya.


"Kenapa kau lama sekali? Ayo segera pergi jika kau sudah selesai dengan urusanmu. Dorong gerobak ini,"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2