KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
201 - Bantuan


__ADS_3

Yi Wen menggertakkan giginya. Energi spiritual yang dia lesatkan sudah terlalu banyak, bahkan penglihatannya mulai memburam. Dia merasakan organ dalamnya sakit dan jika diperhatikan baik-baik, terdapat titik keringat di dahinya.


Tidak butuh waktu lama sampai suara ledakan besar terdengar dan membuat semua orang terkejut. Tanah yang dipijak oleh Yi Wen bahkan sampai bergetar.


Yīng xióng yang kini diselimuti oleh asap hitam tebal langsung melesat dan lalu menancap dalam di tanah. Suara ledakan kembali terdengar bersamaan dengan tanah yang juga kembali bergetar kuat.


Angin kejut tercipta dan asap hitam yang sebelumnya menyelimuti senjata itu mulai menyebar. Tetua Meng Hao Niang dan yang lainnya menyadari hal tersebut dan langsung melompat menghindar.


Tempat duduk yang terbuat dari batu itu seketika meledak saat dihantam oleh angin kejut Yīng xióng. Tempat di mana Bocah Pengemis Gila berada pun ikut merasakan hal yang sama.


Bahkan ada sekitar 3 pohon yang juga meledak sebab tidak kuat menahan tekanan angin kejut itu. Dinding serta pintu belakang Paviliun Peristirahatan ikut kena dan mengalami kerusakan yang lumayan parah.


!!!


Semua orang jelas saja tidak menyangka bahwa akan ada kejadian seperti ini. Yan Tianhen tanpa sadar menahan napasnya, dia nyaris saja terkena angin kejut yang luar biasa kuat itu andai refleksnya tidak cepat.


"Yi Wen. Kau tidak mati, kan?" Xiao Shuxiang terlihat bergegas menghampiri saudara seperguruannya yang terbaring lemah di tanah. Dia agak khawatir.


Yi Wen terengah-engah, tetapi berusaha untuk bangun. Napasnya masih tidak beraturan saat dia bicara, "Saudara Xiao. Kenapa cara bertanyamu seperti itu ...? Kau ... Kau menyebalkan,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas lega. Saudara seperguruannya ternyata masih dalam keadaan baik. Dia pun lalu menghampiri Yīng xióng, senjata itu kini sudah terlihat seperti pedang.


Bentuk Yīng xióng tidak sama seperti yang selama ini Xiao Shuxiang gunakan. Tetapi bentuk pedangnya itu pun tidak terlihat asing. Bisa dikatakan, Yīng xióng kembali pada bentuk awal saat dia ditempa dahulu.


"..............."


Xiao Shuxiang bernapas pelan ketika mulai mengulurkan tangan. Dadanya berdebar kencang ketika dia memegang gagang pedangnya. Tentu saja, Xiao Shuxiang merasa sangat gugup.


Yi Wen terlihat berwajah pucat. Gadis itu mempunyai kebiasaan buruk yang sama dengan saudara seperguruannya, yakni lebih memilih menelan darah daripada memuntahkannya keluar.


Xiao Shuxiang dengan mudah menarik Yīng xióng, dia agak tersentak karena pedangnya sekarang menjadi lebih ringan daripada yang dahulu. Dia pun mulai mengeluarkan gagang pedangnya dan hanya butuh sedikit energi spiritual----gagang pedang tersebut berubah hingga bisa sesuai dengan bentuk Yīng xióng yang sekarang.


"Nona Yi Wen, kau baik-baik saja?" Wang Zhao melihat wajah Yi Wen yang begitu pucat. Dia ingin membantu, tetapi agak ragu memegang lengan gadis cantik ini.


Yi Wen memperhatikan pemuda tampan di sampingya yang seperti terlalu awam untuk bersentuhan dengan perempuan. Tangannya pun terulur dan langsung merangkul lengan Wang Zhao hingga membuat pemuda itu membeku di tempat.


Yi Wen dengan napas yang masih sedikit berantakan mulai berujar, "Kau perlu lebih banyak belajar menghargai perempuan. Seseorang bisa saja kehilangan nyawa jika kau .... Tidak mengulurkan tangan membantu mereka,"


!!


Wang Zhao kaget karena tubuh gadis cantik yang memegangnya tiba-tiba saja memberat. Dia spontan mencegah Yi Wen terjatuh. Gadis ini baru saja menjadi tidak sadarkan diri.


"No-Nona Yi Wen? Nona..!" Wang Zhao memanggil-manggil Yi Wen, dirinya lalu menatap Jian Yang dan Li Huanshou untuk meminta bantuan.


Liu Wei Lin dan Yan Tianhen tahu bahwa Wang Zhao sedang kesulitan. Pemuda itu terlihat memeluk Yi Wen, namun dengan ekspresi yang sangat pucat. Mereka bisa saja membantu Wang Zhao andai tidak memiliki kegugupan untuk menyentuh perempuan.


"Aku ...." Jian Yang menelan ludah. Dia menghampiri Wang Zhao, tetapi ragu untuk memegang Yi Wen. Li Huanshou pun demikian, tangannya terulur namun menggantung di udara----dia gugup jika harus menyentuh gadis, apalagi yang seperti Yi Wen.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?" Bocah Pengemis menghampiri Wang Zhao, Jian Yang dan Li Huanshou. Dia melihat Wang Zhao kerepotan saat menangani Yi Wen.


Tanpa peringatan, Bocah Pengemis Gila mengulurkan bantuan. Dia memegang tangan Yi Wen dan menggendong gadis cantik itu dari belakang. Jian Yang dan Li Huanshou sampai membuka mulut lebar karena tindakan tidak terduga dari pria yang memakai riasan aneh di wajahnya itu.


"Astaga, gadis ini sebenarnya makan apa? Tubuhnya kecil, tapi kenapa begitu berat." Bocah Pengemis Gila memegang erat lipatan lutut Yi Wen. Dia benar-benar menggendong gadis itu di punggungnya.


Xiao Shuxiang sendiri tidak peduli pada apa yang dilakukan oleh Bocah Pengemis Gila. Dia terlihat berjalan ke tempat Tetua Meng Hao Niang berada, Yīng xióng ada di tangan kanannya.


"Pedangku sekarang sudah kembali. Kini Tetua Meng bisa memulai pelatihannya,"


"..............."


Tetua Meng Hao Niang memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah dan dirinya pun berkata, "Setelah melihat keahlianmu ... Aku dan Tetua Dao Fang An sudah sepakat bahwa sebelum kau berlatih di bawah bimbinganku, Tetua Dao Fang An yang akan melatihmu lebih dahulu."


"Apa maksudmu .... Tetua Meng?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening sebelum dia menoleh dan menatap Tetua Dao Fang An.


Xiao Shuxiang pun berkata, "Kau ingin aku berlatih dengan Tua Bangka Bau Tanah ini? Hah, Tetua Meng...! Aku akan menjadi penghuni kuil jika sampai belajar di bawah bimbingannya. Sungguh..!"


Tetua Meng Hao Niang mendengus, "Dasar Bocah .... Kau--"


"Tetua Meng, dia hanya penakut. Karena itulah Bocah ini berkata demikian," Tetua Dao Fang An menyela dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.


"Tua Bangka, kau bilang apa barusan? Aku? Penakut katamu?" Xiao Shuxiang menggeleng sambil berdecak, "Kau baru saja mengibarkan bendera perselisihan dengan Yang Mulia Xiao Shuxiang ini---"


"Lalu kenapa kau tidak mau?" Tetua Dao Fang An menyela, dia pun meledek dan berkata. "Kau hanya takut belajar di bawah bimbinganku. Aku tahu, karena selama ini hanya satu orang yang benar-benar mendapat pengakuanku. Dia adalah pemuda yang paling berani, tidak sepertimu yang .... Haah .... Tsk, tsk, tsk. Aku bahkan tidak bisa mengatakan yang sebenarnya,"


Xiao Shuxiang berkata, "Akan kulakukan. Aku harus belajar di bawah bimbinganmu maka itu yang akan terjadi. Terserah saja, siapa pun boleh. Tapi jangan harap aku mau melakukan ritual guru-murid. Untuk yang satu itu ... Aku tidak akan langsung menolaknya."


"Aku juga tidak mau menerima murid yang liar, tidak tahu aturan, berantakan dan suka seenaknya sepertimu." Tetua Dao Fang An meledek Xiao Shuxiang. Dia pun menoleh ke arah Lan Guan Zhi dan berkata, "Kau juga ikut belajar di bawah bimbinganku."


Xiao Shuxiang tersentak, dia berkedip dan menatap teman baiknya sebelum mengarahkan pandangan pada Tetua Dao Fang An. Xiao Shuxiang bertanya, "Lan Zhi juga ikut? Kenapa..?"


"Tentu saja. Aku melihatnya sebagai sosok pemuda yang baik, cerdas dan bersungguh-sungguh. Dia akan mudah mempelajari sesuatu dan pastinya tidak akan merepotkanku. Pemuda ini akan menjadi pengobat di saat aku lelah mengajarimu,"


Xiao Shuxiang mendengarnya dengan jelas dan tercengang. Dia menyimpan Yīng xióng ke dalam Cincin Spasialnya dan mulai menyilangkan tangan.


Xiao Shuxiang berkata, "Kakek Tua. Apa aku ini terlihat seperti orang yang sangat sulit diajari? Kau ingin membandingkanku dengan Lan Guan Zhi?"


"Kau tidak bisa jika dibandingkan dengan Tuan Muda Lan, dia jauh lebih baik."


Lan Guan Zhi berkedip. Dia merasakan ada perang dingin antara Xiao Shuxiang dengan Tetua Dao Fang An. Buruknya, dia juga sekarang ikut dibawa-bawa.


Xiao Shuxiang menatap Tetua Dao Fang An cukup lama sebelum mendengus pelan, "Aku tidak mau lagi berdebat denganmu. Memperpanjang sesuatu semacam ini hanya akan membuatku semakin kesal. Kau menyebalkan,"


"Hmm .... Sekarang kau terlihat lebih baik," Tetua Dao Fang An tersenyum meledek. Dia pun berjalan dan kemudian menatap ke arah Bocah Pengemis Gila.


Dao Fang An, "Shen Long. Kau juga harus ikut menjadi murid bimbinganku,"

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila tersentak, namun dengan segera dia mengangguk pelan. "Aku akan menyusul Tetua Dao setelah kubawa gadis ini untuk beristirahat,"


"Baiklah," Tetua Dao Fang An kemudian menatap Wang Zhao dan berkata, "Kau bawa Tuan Muda Jian Yang dan Tuan Muda Li Huanshou untuk membersihkan diri mereka. Setelah itu, kalian menyusul dan pergi ke tempatku."


"Baik, Shizun." Wang Zhao tidak bertanya lebih jauh. Dia langsung mengajak Jian Yang dan Li Huanshou pergi. Mereka memang perlu membersihkan diri.


"Kalian berdua, apa mau ikut juga?" Tetua Dao Fang An bertanya sambil menatap Liu Wei Lin dan Yan Tianhen.


Liu Wei Lin membelai pelan kipasnya dan berkata tanpa nada, "Aku akan menemui Shizunku."


Yan Tianhen berkata dengan nada suara yang sama, "Aku punya jadwal latihan hari ini."


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin berujar ramah saat dia bicara dengan Xiao Shuxiang. "Kita akan bertemu lagi nanti, aku akan mencarimu~"


"Baiklah, datang saja kapan pun kau mau." Xiao Shuxiang tersenyum ramah sebelum mulai menyusul Tetua Dao Fang An bersama teman baiknya.


Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengikuti Tetua Dao Fang An serta Tetua Meng Hao Niang. Dirinya pun menatap teman baiknya yang nampak mendekati Tetua Meng Hao Niang.


Xiao Shuxiang memandang ke depan dan berkata dengan suara setengah berbisik, "Kau masih ingat pada apa yang kita bicarakan sebelumnya, kan?"


"..............." Tetua Meng Hao Niang menoleh. Dia menatap pemuda tampan di sampingnya sebelum memandang lurus ke depan.


Tetua Meng Hao Niang berkata, "Aku masih ingat. Akan kubantu kau saat tetua dari Sekte Lembah Cahaya Surgawi dan tetua Istana Seribu Pedang datang ke tempat ini,"


Tetua Meng Hao Niang bernapas pelan dan kembali berkata, "Tapi yang bisa kujanjikan padamu adalah 'Penundaan Hukuman'. Akan kuminta agar kau tidak diadili sebelum kita menyerang Sekte Lembah Iblis. Tetapi setelah itu ... Hukum tetap akan berjalan,"


"Aku juga akan mencoba untuk bicara dengan tetua besar Sekte Istana Seribu Pedang." Dao Fang An berkata, "Mungkin saja aku bisa membuat mereka tidak memberikanmu hukuman mati. Walau sepertinya .... Kau harus siap dengan hukuman kurungan selama .... Seumur hidupmu,"


Lan Guan Zhi mengerutkan kening, dia tidak tahu apa yang sedang dibahas oleh teman baiknya dengan tetua dari Sekte Lautan Awan ini. Hanya saja dari yang bisa dia mengerti, teman baiknya kemungkinan besar sudah membuat masalah hingga kurungan seumur hidup disebutkan oleh Tetua Dao Fang An.


Xiao Shuxiang sendiri nampak begitu tenang, dia tidak gugup saat mendengar ucapan Tetua Dao Fang An. Dia bahkan dengan menanggapi hal tersebut dengan serius.


Xiao Shuxiang menatap Tetua Dao Fang An dan berkata, "Kata 'mungkin' adalah ketidak-pastian, Kakek Tua. Aku butuh hal yang pasti. Jika pun hukumanku nanti harus sampai kehilangan nyawa----maka aku tidak akan ragu menerimanya."


"Nak--"


"Tapi sebelum itu terjadi," Xiao Shuxiang menyela. "Musuhku harus tiada lebih dahulu, ini .... Adalah sumpahku."


Tetua Dao Fang An tersentak. Entah mengapa ucapan pemuda di sampingnya lebih serius dari yang biasa. Dia bahkan dapat merasakan ada tekanan kuat yang membuat dadanya sesak ketika Xiao Shuxiang mengatakan sumpah dengan penuh kepastian.


Tetua Dao Fang An tahu masalah apa yang akan datang menimpa pemuda di sampingnya ini. Dia sudah mendengar semuanya dari Tetua Meng Hao Niang. Tapi Lan Guan Zhi tidak mengetahuinya.


Lan Guan Zhi tidak tahu bahwa teman baiknya mempunyai urusan dengan Sekte Lembah Iblis, khususnya Iblis Mimpi. Dia juga tidak tahu apa pun tentang keterlibatan Xiao Shuxiang dengan pembantaian yang selama ini terjadi. Xiao Shuxiang pun tidak pernah mau mengatakannya.


Di saat mereka berempat berjalan ke arah Paviliun Tetua Besar Sekte Lautan Awan----di saat yang sama, Tetua Besar Istana Seribu Pedang dan Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi sudah tiba di tempat ini.


******

__ADS_1


__ADS_2