KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
397 - Yi Wen (7)


__ADS_3

"Waa..!" Bocah Pengemis Gila kaget. Sebuah bilah pedang menancap di meja buah, tepat di sampingnya. Dia pun dengan cepat memberi tendangan pada orang yang menyerangnya dan kemudian protes.


"Apa sebenarnya mau kalian, hah?! Apa tidak bisa bicara baik-baik?" Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya dan terkejut saat kembali diserang.


"Ya ampun. Bagaimana bisa situasinya seperti ini?" dalam hati Bocah Pengemis Gila berpikir. Dia berusaha mengingat situasi di mana semuanya dimulai.


Awalnya Yi Wen membawanya ke kota ini untuk dikenalkan pada keluarga gadis itu. Semuanya berjalan baik, bahkan mereka makan bersama. Dia pun diajak untuk berkeliling menikmati suasana Kota Awan Dingin saat malam hari, itu pun tidak ada masalah.


Hanya saja saat sedang berbicara, entah bagaimana sekelebat bayangan datang dan mereka pun mulai diserang hingga berakhir seperti sekarang.


"Yi Wen..!" Bocah Pengemis Gila berseru saat melihat Yi Wen menabrak meja buah. Kejadian itu membuat para pedagang panik dan segera berlari menyelamatkan diri.


Yi Wen dengan cepat menahan pedang lawan yang nyaris menebasnya. Lengannya sampai berdarah dan terdengar suara keras ketika bilah pedang itu menyentuh tulangnya. Tentu saja rasanya sakit, tetapi Yi Wen lebih fokus memberikan serangan balasan.


Gadis bertubuh Bagus itu memberikan tendangan dan menggunakan gerakan berputar untuk menendang dagu lawan. Hanya saja sosok yang dihadapinya cukup gesit dalam menghindar.


"Aku sedang berkencan. Beraninya kalian mengganggu," Yi Wen membelai rambutnya dan dengan cepat dia melesatkan senjata rahasia yang tepat mengenai leher lawan. Dalam sekejap, sosok tersebut tumbang tidak bernyawa.


"Yi Wen..! Harusnya kau jangan membunuh mereka..!"


"Haah? Kau gila?!" Yi Wen membentak Bocah Pengemis Gila. "Darah yang kutumpahkan harus dibayar dengan nyawa mereka. Tidak akan kubiarkan hidup satu orang pun,"


"Setidaknya tangkap agar kita bisa--!!" Bocah Pengemis Gila tidak dapat berkata-kata melihat betapa liarnya gadis itu menyerang. Yi Wen bahkan membuat bangunan di sekitar mereka rusak dan bahkan meja para pedagang pun ikut berdampak.


"Yi Wen..!" Bocah Pengemis Gila mencoba untuk menghentikan gadis itu, namun dia kaget karena dihadang oleh sekelompok orang lainnya. Mereka semua berpakaian hitam dan berpenutup wajah. Sulit mendeteksi identitas dari orang-orang ini.


Yi Wen menggunakan jarum beracun. Gerakan tubuhnya cepat, namun ternyata musuh sudah mempersiapkan segalanya. Mereka membuat seolah-olah sedang terpojok dan tepat saat Yi Wen hendak kembali menyerang---gadis itu dikejutkan dengan sebuah rantai yang melesat dari tanah dan langsung mengikat pergelangan tangannya.


!!


Bocah Pengemis Gila melesat dan rantai lain ikut muncul, mengikat pergelangan kakinya yang membuat dirinya langsung terjatuh. Dia dan Yi Wen terkejut bukan main, ekspresi mereka pucat dengan tubuh yang membeku.


"Ga-gawat."


*


*


Di dalam gua yang tidak jauh dari Kota Awan Dingin, Mo Huai terlihat duduk bersandar di dinding. Di depannya adalah jeruji besi yang mengalirkan petir berkekuatan tinggi, jelas sekali dapat diketahui dari suaranya yang keras dan kilatan-kilatan petir yang bersahutan. Dia benar-benar tidak yakin bisa meloloskan diri dari penjara ini.


"..................." Mo Huai mengembuskan napas, dia memperhatikan pergelangan tangannya yang masih dirantai, namun setidaknya dia tidak lagi dibuat berdiri hingga kelelahan.


Anak yang sebelumnya dijadikan alat untuk mengancamnya entah dibawa ke mana oleh orang-orang itu. Sekarang ini, dia ditinggal sendirian sambil dipenuhi oleh perasaan bersalah.


!


Sebuah suara langkah kaki terdengar dan membuat Mo Huai tersentak. Dia pun spontan menoleh dan mendengar suara langkah kaki itu yang semakin mendekat. Tidak butuh waktu lama sampai mulai terlihat seseorang berjalan dari kegelapan.


Mo Huai berdiri dan hanya sekali kibasan energi spiritual yang menghantarkan kilatan petir pada jeruji besi di hadapannya itu secara mengejutkan mulai menghilang. Pintu tersebut terbuka dan dua orang mulai dilempar masuk, jatuh tidak jauh dari hadapan Mo Huai.


Pintu besi itu kembali ditutup dan energi spiritual seperti sebelumnya kembali meluap. Mo Huai tersentak saat tahu siapa yang baru saja dimasukkan ke dalam tahanan tempatnya berada.


"Nona Wen?!" Mo Huai baru saja akan membangunkan seseorang yang tidak lain adalah Yi Wen saat gadis itu tiba-tiba saja terduduk dengan perasaan yang penuh kecemasan.


"Aku tidak bisa merasakan energi spiritual. Aku sama sekali tidak bisa merasakannya..!" Yi Wen tentu saja luar biasa terkejut. Dia bahkan sampai memukul sosok yang masih terbaring di sampingnya dan tak lain adalah Bocah Pengemis Gila.


Pria yang terkenal aneh dengan perilaku menyimpang itu dalam keadaan yang sadar, tetapi ekspresi wajahnya seakan mengandung rasa syok yang amat sangat. Seolah-olah dia merasa bahwa ini semua tidaklah nyata.


Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali, "Aku tidak percaya bisa kalah dan diculik seperti ini..."


"Ah! Sialan! Akan kubunuh mereka," Yi Wen berdiri dan hendak menendang jeruji besi di hadapannya saat lengannya langsung ditarik kuat oleh Mo Huai.


!!!

__ADS_1


Tindakan yang tidak terduga itu membuat Yi Wen terjatuh dan tepat menimpa Mo Huai. Bocah Pengemis Gila terkejut, apalagi Yi Wen dalam posisi menduduki paha pemuda yang jelas-jelas lebih kurus dari gadis cantik itu sendiri.


"Aduh! Berat, berat. Nona Wen, menjauhlah! Tolong!" Mo Huai meringis. Dia kaget karena nyaris berada dalam situasi berbahaya. Yi Wen hampir mengancam 'masa depannya'.


"Mo Huai..! Apa yang kau lakukan?!" Yi Wen protes, namun tiba-tiba ingat dan keheranan karena Mo Huai juga ada di tempat ini.


"Nona Wen, kau akan mati bila nekat menyentuh besi itu. Tetaplah di sini dan cobalah untuk tenang," Mo Huai berujar pelan dan kemudian menurunkan pandangannya.


Bocah Pengemis Gila mendengar Mo Huai bicara, pemuda itu menceritakan bagaimana dirinya bisa berakhir menyedihkan di penjara ini. Mo Huai mengatakan semuanya kepada kedua temannya dengan harapan mereka bisa membebaskannya.


Yi Wen menghela napas. Dia dikurung di tempat ini entah dengan alasan apa. Orang-orang yang melemparkannya ke dalam sini pun sudah pergi entah sejak kapan.


"Kita harus pergi dari tempat ini. Harus!" Yi Wen hendak bergerak kembali, tetapi kali ini yang menghentikannya adalah Bocah Pengemis Gila.


"Apa kau masih belum menyadari situasi kita sekarang?" Bocah Pengemis Gila menatap Yi Wen dan membuat gadis itu mengerutkan keningnya.


"Yi Wen, pahami kondisimu."


!!


Yi Wen tersentak. Dia memperhatikan kedua tangannya yang terikat dan mengembuskan napas. Dirinya pun lantas duduk kembali, tepat di samping Bocah Pengemis Gila.


"Tsk," Yi Wen berdecak. Dia memukul pria di sampingnya dan berkata, "Apa tidak ada hal yang bisa kau lakukan? Kau sungguh akan duduk di sini dan menerima keadaan begitu saja?"


"Yi Wen. Kita belum tahu apa yang orang-orang ini inginkan dan apa tujuan mereka sebenarnya. Alasan kenapa kita dibawa kemari pun tidak ada yang tahu. Kau harusnya diam dan coba bantu aku berpikir,"


Yi Wen cemberut dan menggelembungkan pipinya. Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila berusaha menggunakan Tenaga Dalam untuk melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya, tetapi tetap tidak bisa. Tali itu justru semakin kuat.


"Kau... Apa mereka juga menculikmu?" Bocah Pengemis Gila mengarahkan pandangan pada Mo Huai. Dia seakan baru ingat bahwa ada sosok selain dirinya dan Yi Wen di tempat ini.


Mo Huai tersentak sebelum akhirnya mulai mengangguk pelan, "I-iya. Aku baru saja mengunjungi pamanku dan tidak disangka berakhir di tempat ini,"


Yi Wen menatap Mo Huai dan berkata, "Apa kau tahu siapa mereka?"


"Sama sekali tidak," Mo Huai menggeleng pelan. "Tapi orang-orang itu menanyakan tentang tuan muda Xiao Shuxiang,"


"Aku juga tidak tahu," Mo Huai menggeleng pelan. "Mereka menanyakan semua yang kuketahui tentang tuan muda Xiao. Mereka juga mengancamku hingga aku terpaksa buka suara. Maafkan aku... Aku benar-benar tidak bisa melawan,"


"................" Bocah Pengemis Gila menarik napas pelan. Dia membatin, "Orang-orang ini mengincar Xiao Shuxiang. Apa mungkin..."


!!


Bocah Pengemis Gila ingin membantah pemikirannya, tetapi hanya alasan itu yang bisa dia pikirkan sekarang hingga Xiao Shuxiang menjadi seperti orang yang sangat diincar. Dia yakin bahwa itu tidak jauh dari kitab yang ada di tangan pemuda tersebut.


"Tapi bagaimana itu mungkin?" Bocah Pengemis Gila mencoba menyangkal, "Tidak ada yang tahu bahwa kitab itu ada di tangan Xiao Shuxiang selain aku. Kecuali...Aku bukan satu-satunya orang yang tahu tentang kentang panas yang ada di tangan Xiao Shuxiang itu."


Yi Wen hendak bertanya kepada Mo Huai kembali, namun terdengar suara langkah kaki dan seseorang seakan berjalan keluar dari kegelapan. Sosok berpakaian serba putih dan berpenutup wajah itu mengibaskan tangan.


Kilatan petir yang menyelimuti pintu besi itu menghilang dan suara sosok tersebut mulai terdengar. Dia berkata, "Tabib Mo. Kau ikut denganku sekarang,"


!!!


Mo Huai terkejut, begitu pula dengan Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila. Yi Wen berdiri dan hendak menerjang sosok itu, namun dia kaget sebab muncul tali dari lantai yang dipijaknya dan langsung mengikat kakinya.


Yi Wen berseru, "Keterlaluan! Sebenarnya apa yang kalian inginkan, hah? Jika ingin bertarung, maka hadapi aku! Jangan gunakan cara yang pengecut seperti ini. Sialan!"


"........... Tidak ada yang ingin bertarung dengan orang tidak waras sepertimu," suara sosok itu sangat dingin dan ucapannya barusan telah membuat Yi Wen tersentak.


Mo Huai sendiri nampak menelan ludah. Dia menatap ke arah Bocah Pengemis Gila untuk meminta bantuan, tetapi kondisi pria itu juga sama dengan Yi Wen. Terdapat tali yang tiba-tiba saja muncul dan mengikat kakinya. Kedua temannya ini tidak bisa bergerak secara leluasa.


"Tabib Mo, jangan buat aku bicara dua kali."


!!

__ADS_1


Mo Huai tegang, suaranya bahkan gemetar. Dia sebenarnya sangat ingin pergi dari tempat ini, tetapi rasanya terlihat mustahil. Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila yang kuat saja bisa sampai dilumpuhkan, apalagi dirinya yang hanya manusia biasa.


Bocah Pengemis Gila melihat ekspresi wajah Mo Huai yang nampak begitu kesusahan. Dia memperhatikan bagaimana pemuda itu berjalan keluar dengan sangat hati-hati sampai akhirnya Mo Huai dibawa pergi dan pintu pada penjara tersebut kembali diselimuti kilatan petir.


"Bocah Pengemis Gila. Apa kau tidak merasa ini sangat berbahaya?" Yi Wen buka suara dan kemudian berkata, "Mereka mengincar saudara Xiao dan mengurung kita di tempat ini. Aku yakin mereka seperti tidak ingin kita membantu saudara Xiao,"


"Bukankah itu sudah jelas?" Bocah Pengemis Gila menghela napas, "Aku adalah orang yang bisa sebanding dengan Xiao Shuxiang. Tentu saja mereka tidak ingin aku ikut campur dan sementara kau... Yaah, kau juga menjadi ancaman untuk mereka."


"Tapi.... Kenapa mereka tidak membunuh kita dan malah membawa kita ke tempat ini?"


"Mana aku tahu," Bocah Pengemis Gila mengangkat bahunya dan berkata, "Mungkin karena mereka berpikir kita akan berguna hingga tidak dibunuh atau mereka suka padaku. Haah... Bisa saja sebentar lagi aku akan disuruh menungging,"


"Sialan. Bisakah kau hentikan ocehan anehmu itu. Kau benar-benar tidak waras," Yi Wen sampai bergidik ngeri.


Bocah Pengemis Gila mendengus, "Tidak waras kau bilang? Apa kau lupa? Aku ini memang orang gila."


"Hmph. Tidak ada orang gila yang mengaku dirinya gila. Kau jelas hanya berpura-pura,"


"Terserah kau mau percaya atau tidak,"


Yi Wen merasa sangat gelisah, "Kita benar-benar harus keluar dari tempat ini. Aku tidak bisa berdiam diri begitu saja,"


Yi Wen berkata, "Orang-orang ini tidak mengatakan tujuan mereka yang sebenarnya dan itu membuatku cemas. Belum lagi kejadian yang menimpa kita berdua. Ini jelas merupakan bukti bahwa musuh yang kita hadapi sudah membuat persiapan,"


"Mn. Bahkan orang-orang itu juga tahu cara melawan kita dan ada kemungkinan mereka sudah bersiap untuk menghadapi Xiao Shuxiang."


"Bocah Pengemis Gila, kau jangan menakut-nakuti aku. Jika saudara Xiao-ku sampai mati, maka--"


"Kau pikir Xiao Shuxiang bisa mati semudah itu?" Bocah Pengemis Gila menyela. "Dia itu seperti serangga. Kau hilangkan kepalanya pun, dia akan tetap melawan."


"Kau keterlaluan!"


"Lagi pula.... Dia bagian dari Pilar Dunia sekarang, kan? Jadi tidak ada yang perlu dicemaskan."


Yi Wen memperhatikan pria di sampingnya dan kemudian menggeleng. Dia mengembuskan napas dan berkata, "Bagian dari Pilar Dunia kau bilang? Hmph. Apa itu tentang fakta bahwa para pilar dimusuhi oleh kematian dan kita yang tidak akan pernah menua? Saudara Xiao masih belum sampai ke tahap itu. Dia memang dianggap pewaris oleh Duan De, tetapi keahlian menempa saudaraku belum melampaui kakek kecil itu."


"Xiao Shuxiang juga dipilih oleh Pilar Dunia yang lain sebagai pewaris. Bagimana bisa dia tidak dapat melampaui mereka?"


"Entahlah. Bukankah harusnya kau lebih tahu daripada aku?"


"................." Bocah Pengemis Gila menarik napas dan mengembuskannya perlahan. Dia berkata, "Aku sebenarnya ingin dia menjadi muridku..."


"Aku tidak setuju."


"Hah, kenapa? Kau ini ... Jangan-jangan kau serius suka padaku?!" Bocah Pengemis Gila terlihat terkejut dengan ucapannya sendiri dan membuat Yi Wen kembali cemberut.


"Jika aku tidak suka padamu, bagaimana mungkin aku mengenalkanmu sebagai calon suami di depan ayah dan ibuku?! Kau ini sangat menyebalkan,"


"Ya ampun..." Bocah Pengemis Gila menghela napas dan menggeleng pelan. Dia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya dengan cara digigit, tetapi tetap tidak bisa.


Yi Wen memperhatikan pria di sampingnya dan dengan serius berkata, "Kau ini... Apa sebenarnya kau tidak suka padaku?"


"Kau itu masih anak-anak. Usia kita terpaut ratusan ribu tahun. Aku lahir di zaman di mana kau masih menjadi bakteri,"


Yi Wen tertawa sebelum akhirnya mulai menghela napas. "Haaah... Jadi kau mencari gadis seusiamu? Mustahil kau bisa menemukannya. Lagipula, bukankah kau akan terkurung di usia yang sama saat kau menjadi pilar? Coba lihat aku. Tidak ada ruginya jika kau menikah denganku. Aku seribu kali lebih baik daripada hobi menyimpangmu itu,"


"Aku harus keluar dari sini..."


"Jangan mengalihkan pembicaraan." Yi Wen menyenggol pria di sampingnya dan lantas berkata, "Dipikirkan lagi... Ini pertama kalinya kita menghabiskan waktu mengobrol berdua. Apa kau tidak bisa bicara sedikit lebih serius denganku?"


"Aku bicara serius sekarang, karena itulah aku ingin keluar dari tempat ini."


"Bocah Pengemis Gila.... Entah bagaimana tapi tiba-tiba saja aku merasa seperti mengenal suara pria berpenutup wajah tadi."

__ADS_1


!!?


******


__ADS_2