![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi memegang sebuah topeng rubah berwarna semerah darah. Topeng itu terlihat retak, namun siapa pun yang mempunyai kenangan dengan benda tersebut akan bisa mengenalinya.
"..............."
Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi saling berpandangan. Suasana di sekitar kedua orang itu nampak tegang. Bahkan tanpa bicara pun, mereka tahu pemilik dari topeng tersebut.
Xiao Shuxiang bernapas pelan, dia buka suara lebih dahulu. "Bukankah ini tidak mungkin? Bagaimana bisa dia sampai ke tempat ini?"
"..............." Lan Guan Zhi menggeleng pelan, dia pun tidak mengetahuinya dan tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan teman baiknya ini.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas berat dan berkata, "Masalah dengan Sekte Lembah Iblis belum selesai. Kemudian masalah dengan Sekte Lembah Hantu, bahkan kitab Pembunuh Matahari. Sekarang muncul lagi masalah baru. Haaah .... Luar biasa,"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Apa menjadi orang baik itu sangat disukai masalah? Rasanya aku benar-benar berkencan dengan masalah hampir setiap hari,"
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan. Teman baiknya mulai lagi.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku akui. Aku ini sangat tampan, menawan, mempesona dan luar biasa. Bakatku tidak mampu digambarkan, semua orang pantas untuk iri. Tapi bukankah ini keterlaluan?"
"..............."
"Di masa lalu, aku yang selalu membuat keributan dengan orang lain. Jika ini karma atas perbuatanku di masa itu, bukankah aku sudah menebusnya? Saat ini aku belajar menjadi orang baik. Tidak lagi membuat kesulitan pada orang lain, tapi kenapa Langit masih sangat suka mempermainkanku? Apa karena aku terlalu mengagumkan?"
Lan Guan Zhi berujar tanpa nada, "Bukan berarti mengubah pribadi menjadi baik lantas kau akan melewatinya dengan mudah. Kau kuat, jadi langit mengujimu."
"Tapi ini keterlaluan sekali," Xiao Shuxiang meraih lengan Lan Guan Zhi dan merangkulnya, dia berkata. "A-Yuan. Aku tidak bisa melakukannya sendirian, jadi apa kau bisa membantuku?"
"............ Mn," Lan Guan Zhi menggumam pelan. Bahkan tanpa Xiao Shuxiang meminta pun, dia akan tetap membantu teman baiknya ini.
"Kita sebaiknya pergi ke Kota Ye," Lan Guan Zhi berkata tanpa nada.
Xiao Shuxiang menatap teman baiknya dan berkata, "Untuk apa kita ke sana? Para gadis yang diculik itu sudah lama tiada. Dan lagi ... Aku merasa bahwa warga di kota itu tidak akan mau mendengarkan penjelasan kita. Aku sendiri tidak suka mereka,"
"Tapi ada orang tua yang menunggu kabar putrinya,"
"Entahlah .... Jika ini adalah jebakan yang dirancang Sekte Lembah Hantu, maka bukankah artinya informasi yang kita dapat adalah kebohongan?" Xiao Shuxiang berkata, "Aku sebenarnya curiga dengan warga kota itu. Bila penculikan putri-putri mereka sudah berlangsung sangat lama, kenapa baru sekarang warga kota itu meminta bantuan? Aku tidak bisa untuk tidak mencurigai mereka,"
Ucapan Xiao Shuxiang benar, Lan Guan Zhi tidak mempunyai keluhan tentang itu. Dia mengikuti teman baiknya memasuki cermin pemindah yang terbentuk di udara. Keduanya tiba di Istana Seribu Pedang.
Lan Guan Zhi berkedip dengan tempat dirinya berada sekarang ini. Dia melihat ke sekeliling dan yakin bahwa tempat ini merupakan kamarnya di Istana Seribu Pedang.
"Apa sudah kau menguasai kembali Cermin Pemindahmu?" Lan Guan Zhi bertanya sebab merasa teman baiknya tidak nampak kesulitan mengeluarkan Cermin Pemindah seperti sebelumnya.
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Ini belum sepenuhnya. Cermin Pemindahku yang sekarang memiliki batasan jarak. Aku harus menghilangkan sekitar dua segel lagi bila ingin memakainya sesuka hati,"
Lan Guan Zhi berjalan ke tempat di mana meja duduknya berada. Dia menarik napas pelan dan beristirahat dengan cara duduk dengan sikap yang tenang.
"Ah, Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang tiba-tiba saja ingat sesuatu. Dia pun menghampiri teman baiknya dan berkata, "Aku belum menanyakan ini sebelumnya, bagaimana penampilanku sekarang?"
"..............." Lan Guan Zhi melihat teman baiknya tersenyum dan begitu semangat. Dia sama sekali tidak berpikir bahwa Xiao Shuxiang akan menanyakan hal sepele semacam ini.
"A-Yuan, jangan mendiamkanku. Ayo katakan sesuatu?" Xiao Shuxiang duduk di hadapan teman baiknya, menunggu jawaban.
"............. Kau menawan,"
"Benar, itu sudah pasti." Xiao Shuxiang tersenyum senang dan membuat Lan Guan Zhi menggeleng pelan.
Sudah diduga sebelumnya, Koki Alkemis itu memang tidak bisa diberi pujian sedikit----dia pasti akan langsung besar kepala.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan berkata, "Awalnya aku paling tidak suka memakai pakaian berkabung seperti ini, tapi karena tetua Chen terus memaksaku memakainya----aku pun jadi terbiasa."
"Bukankah itu baik?" Lan Guan Zhi berujar tenang, "Kau terlihat berbeda."
Xiao Shuxiang tersenyum, "Apa kau menyukainya?"
"............. Kau sendiri bagaimana?"
Xiao Shuxiang berkedip, tak menyangka bahwa teman baiknya akan mengajukan pertanyaan demikian.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku suka."
"Mn, baguslah." Lan Guan Zhi bernapas pelan. Baginya, Xiao Shuxiang harusnya tidak membuat diri sendiri melakukan sesuatu yang tidak disukai. Tapi karena teman baiknya ini mengatakan 'suka', maka dia pun tidak memiliki keluhan apa-apa lagi.
"A-Yuan, menurutmu ... Apa aku bisa menjadi sepertimu?" Xiao Shuxiang buka suara dan terlihat menopang dagunya dengan kedua tangan. Ucapannya itu membuat Lan Guan Zhi menatapnya.
"Kau ingin menjadi sepertiku?"
"Mn, tetua Chen Duan Shan selalu saja mengelu-elukan namamu. Aku sampai kesal jika harus membayangkannya," Xiao Shuxiang berkata, "Tetua Chen bilang bahwa aku harus banyak belajar darimu. Setidaknya, sedikit dari kepribadianmu bisa menurun padaku. Bukankah itu menyebalkan?"
Lan Guan Zhi menggeleng dan kemudian berkata tanpa nada, "Kau hanya perlu fokus berlatih. Lainnya tidak perlu dipikirkan,"
"Mm ... Tapi aku penasaran dengan sesuatu," Xiao Shuxiang menggumam. Dia pun mengulurkan tangan dan berkata, "A-Yuan. Pinjamkan aku pita dahimu sebentar--"
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Lan Guan Zhi spontan menahan pergelangan tangan teman baiknya dan membuat Xiao Shuxiang tersentak.
"A-Yuan, aku hanya ingin pinjam pita dahimu. Kau ini apa mulai pelit padaku?" Xiao Shuxiang mengulurkan tangannya yang satu, tetapi juga ikut ditahan dan dipegang erat oleh teman baiknya ini.
"Shuxiang," Lan Guan Zhi tidak percaya pemuda di hadapannya mulai bersikap tidak sopan lagi.
"Lan Zhi, kau ini benar-benar pelit ya ..." Xiao Shuxiang mendorong tangannya, namun justru pegangan teman baiknya ini begitu kuat. Lan Guan Zhi bahkan memberinya tatapan yang sulit diartikan.
Xiao Shuxiang berkata. "Lan'Er, serius kau tidak mau meminjamkan pita dahimu? Aku ini bahkan bukan orang asing,"
"..............."
"A-Yuan. Memang seistimewa apa pita dahimu sampai menyentuhnya saja kau mencegahku seperti ini, huh?"
"Bukankah kau sudah pernah lihat?"
"Kapan? Aku tidak ingat," Xiao Shuxiang sebenarnya bisa mengingatnya andai dia ingin berpikir sebentar. Namun dia justru tidak mau melakukan hal itu.
"Lan Zhi, aku hanya pinjam sebentar. Aku janji tidak akan menghilangkannya. Kau ini tega sekali pada temanmu sendiri,"
"Kau menyebalkan,"
"Kau yang lebih menyebalkan." Xiao Shuxiang berusaha meraih pita dahi Lan Guan Zhi, namun tangannya dipegang dengan kuat.
Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya, dia nampak cemberut. "Ya sudah, jika kau tidak mau. Aku tidak mau bicara denganmu lagi,"
"..............." Lan Guan Zhi menghela napas pelan dan berujar tanpa nada, "Baiklah. Kupinjamkan,"
"Bagus. Kau teman yang baik~" Xiao Shuxiang ingin meraih pita dahi teman baiknya, namun kedua tangannya masih ditahan oleh tangan besar yang indah itu.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi menggeleng pelan di dalam hati sebab pemuda di depannya ini sangat ahli dalam memainkan ekspresi wajah. Baru saja Xiao Shuxiang nampak cemberut, kini teman baiknya mulai ceria lagi.
"Lan'Er, kenapa kau masih mencegahku?" Xiao Shuxiang bertanya.
"Kau harus berjanji sesuatu,"
"Apa?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening, dia berkedip dan menatap teman baiknya ini.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas pelan. Dia menatap Xiao Shuxiang dalam dan berkata tanpa nada, "Jangan biarkan orang lain menyentuhnya."
"Maksudmu ... Pita dahimu?"
"Mn,"
"..............." Lan Guan Zhi mengembuskan napas. Dia memejamkan mata sejenak sebelum kembali menatap pemuda di hadapannya. Perlahan, dia pun mulai melepaskan pegangan tangannya.
Xiao Shuxiang berkedip, "Mendapat izin darimu seperti ini justru membuatku gugup. Haaah .... Aku jadi tidak tega melakukannya,"
"..............." Lan Guan Zhi tanpa ekspresi mengulurkan tangan dan spontan menyentil dahi Xiao Shuxiang hingga teman baiknya itu merintih kesakitan.
"Lan'Er..! Aduuh ..." Xiao Shuxiang mengusap-usap dahinya, "Sssh... Ya Tuhan. Kau ini punya dendam kesumat apa padaku? Aduuh..."
Lan Guan Zhi mendengus pelan dan mulai melepaskan pita dahinya. Tiba-tiba saja sesuatu terjadi dan membuat Xiao Shuxiang melupakan sakitnya.
Pita dahi berwarna putih dan panjang itu dengan cepat menggulung, memadat, hingga membentuk sebuah besi panjang dengan kedua ujungnya yang runcing.
Xiao Shuxiang berkedip. Dahinya yang disentil terlihat membekas merah. Dia menatap senjata di tangan Lan Guan Zhi dan tanpa sadar terperangah.
Xiao Shuxiang bertanya, "Apa ini pita dahimu? Aku tidak menyangka benda ini ternyata bisa berubah menjadi senjata,"
"Kau pernah melihatnya,"
"Benarkah? Kapan?!"
"Pulau Demonic Beast,"
Xiao Shuxiang tersentak. Dia melihat benda di tangan teman baiknya dan memang merasa tidak asing. Jadi saat mengingat tentang Pulau Demonic Beast, dirinya pun terkejut.
Xiao Shuxiang. "Ah, aku ingat. Itu saat kau dan aku terperangkap dalam kepompong besar, kan?"
"Mn,"
"Saat itu aku tidak terlalu memperhatikannya ..." Xiao Shuxiang mengulurkan tangan dan bertanya, "Apa semua pita dahi murid Sekte Pedang Langit bisa berubah seperti ini?"
"Mn, tidak. Hanya milikku dan tetua."
!
Xiao Shuxiang tersentak saat memegang benda di tangan Lan Guan Zhi yang justru kembali menjadi bentuknya semula. Dia pun bertanya, "Apa ini sejenis pusaka yang sama dengan pedangmu?"
"Tidak, Shǎndiàn adalah Pusaka Abadi. Sementara Rouyue merupakan Pusaka Tingkat Menengah,"
__ADS_1
"Pusaka Tingkat Menengah? Bagaimana caranya menggunakan benda ini? Kenapa aku tidak bisa melakukan seperti yang kau buat tadi?"
Lan Guan Zhi memegang kembali pita dahinya dan benda itu membentuk besi panjang berujung runcing seperti sebelumnya.
Lan Guan Zhi berkata, "Ini hanya bisa berubah di tanganku."
"Waah, lalu seperti apa efek serangan dari pita dahimu?"
"Membinasakan Kehidupan,"
"Kau serius?!" Xiao Shuxiang kaget. "Lan Zhi, apa ini seperti yang kubayangkan?"
"Makhluk mana pun bisa tiada. Bahkan kultivator yang praktiknya lebih tinggi dariku,"
Xiao Shuxiang terkejut, "Hei..! Kau bilang ini Pusaka Tingkat Menengah, tapi kenapa dampaknya bahkan lebih hebat? Kau bilang benda ini bisa membunuh makhluk mana pun, apakah Rouyue-mu ini bisa membinasakan iblis?"
"Aku belum pernah mencobanya,"
"Hei, hei..! Aku sangat penasaran dengan senjata yang kau miliki." Xiao Shuxiang berkata, "Pusaka itu terbagi dalam tiga jenis, kan? Pusaka Tingkat Rendah, Tingkat Menengah dan Tingkat Tinggi. Yang kusebutkan tadi bahkan masih ranah yang biasa. Kemudian yang tingkatannya lebih baik adalah Pusaka Bumi. Lalu yang paling langka dan selama ini diperebutkan ialah Pusaka Langit. Jadi bagaimana bisa Rouyue dalam kategori Tingkat Menengah, padahal kekuatannya sangat hebat?"
"..............." Lan Guan Zhi bernapas pelan dan berkata, "Kemampuan Rouyue dalam membinasakan kehidupan tidak bisa selalu digunakan."
"Jadi karena itulah tingkatannya berada di bawah ..."
"Benar," Lan Guan Zhi mengubah kembali senjata di tangannya menjadi sebuah pita. Dia pun bertanya, "Kau mau pakai?"
"Oh," Xiao Shuxiang tersenyum dan lalu menyingkirkan meja duduk di depannya. Dia berkata, "Kau bantu aku dan pakaikan."
!
Lan Guan Zhi tersentak, Xiao Shuxiang terlalu dekat. Apalagi dengan wajah menawan yang menghadap ke arahnya.
"........... Berbalik," Lan Guan Zhi tentu tidak mungkin memasangkan pita dahi miliknya dari depan. Ini karena selain kesulitan, juga akan terlihat ambigu.
Xiao Shuxiang sepertinya tidak terlalu memikirkan hal itu. Dia berbalik sesuai permintaan teman baiknya dan sama sekali tidak mengundurkan senyum sedikit pun.
"........... Pita merahmu, kuambil." Lan Guan Zhi berujar pelan dan dibalas anggukan oleh Xiao Shuxiang.
"Sebaiknya jangan dihilangkan," Lan Guan Zhi kembali memperingati.
"Tentu saja. Aku akan menjaganya dengan baik,"
"............ Jangan biarkan disentuh orang,"
"Kau bisa mempercayakannya padaku, Kawan."
"Kau harus berjanji,"
"Aku sudah melakukannya tadi, kan? Aku berjanji,"
"Kau harus ingat janjimu,"
"Iya, iya. Kau pikir usiaku berapa sekarang, huh? Aku ini masih sangat muda,"
"Hmph, tidak sadar diri." Lan Guan Zhi selesai memakaikan pita dahi kepada Xiao Shuxiang. Dia sendiri memakai pita merah teman baiknya itu dan menjadikannya ikat rambut seperti yang dipakai Xiao Shuxiang.
"Aku tidak sabar memperlihatkannya pada Kucing Putih," Xiao Shuxiang buka suara.
"Apakah ini menarik?"
"Tentu saja. Kucing Putihku sangat mengagumimu,"
"Mm .... Kau mau kuberi tanda tangan?"
Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya. Dia pun tertawa dan membuat Lan Guan Zhi tersenyum samar.
"A-Yuan, kau sudah mulai bisa bercanda. Itu bagus. Kau harus mengembangkannya,"
"Mn, aku selalu lucu setiap hari."
"Aiya," Xiao Shuxiang berbalik. Dia menatap teman baiknya dan berkata, "Apa aku sedang bicara dengan Lan Guan Zhi sekarang ini? Darimana kau bisa punya kepercayaan diri, bahwa kau ini lucu?"
Xiao Shuxiang menahan tawa dan menggeleng pelan, "Coba bercermin. Ekspresimu seperti gunung es yang beku. Serius Lan'Er, apa kau sakit?"
"Tidak sama sekali," Lan Guan Zhi berujar tenang.
"Lihat, kan? Kau menjawab sedatar itu. Dari mananya yang lucu?"
"Aku membuatmu tertawa. Kau juga masih tersenyum,"
"Haaah .... Ya ampun. Ketahanan jantungku mulai diuji," Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya.
__ADS_1
******