KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
171 - Pembalasan Dendam [Arc 1 - Xiao Shuxiang END]


__ADS_3

Jian Yang, Li Huanshou dan Lan Guan Zhi benar-benar mendapatkan izin dari para tetua Sekte Lautan Awan. Mereka sudah membuat Wang Zhao dan Mo Huai kaget sekaligus gembira.


Yan Tianhen dan Xiao Shuxiang pun juga ikut senang. Sayangnya, Zhi Shu sendiri sama sekali tidak tahu bahwa Jian Yang, Li Huanshou dan Lan Guan Zhi pergi ke Sekte Lautan Awan.


Zhi Shu baru mengetahuinya saat kereta rombongan Sekte Lautan Awan sudah pergi. Dia kecewa sampai menangis sebab ditinggalkan begitu saja.


Perjalanan dari Istana Seribu Pedang menuju Sekte Lautan Awan sebenarnya memakan waktu sekitar enam bulan lebih. Namun karena melewati gerbang bernama Dà Mèilì, perjalanan tersebut bisa menjadi sangat singkat.


Dua hari pertama, rombongan Sekte Lautan Awan sudah tiba di wilayah di mana gerbang Dà Mèilì berada. Dalam perjalanan itu, sebenarnya ada beberapa Demonic Beast yang muncul, namun karena aura yang dipancarkan pada kereta tempat para tetua berada----Demonic Beast tersebut memilih untuk pergi dan tidak berniat melakukan serangan.


Perjalanan Xiao Shuxiang dan teman-temannya terbilang sangat lancar, apalagi saat mereka sudah melewati gerbang Dà Mèilì. Kini rombongan itu telah sampai di hutan milik Sekte Lautan Awan.


"Mulai dari sini, kita akan menghabiskan waktu selama 7 hari perjalanan untuk bisa benar-benar sampai di Sekte Lautan Awan. Itu pun jika perjalanannya dapat selancar ini," Xiao Shuxiang menjelaskan pada Jian Yang dan Lan Guan Zhi yang satu kereta dengannya.


"Saudara Xiao, apa Demonic Beast juga banyak di tempat ini?" Li Huanshou bertanya. Dia pun berada di kereta yang sama. Apalagi di sampingnya juga ada Wang Zhao.


Xiao Shuxiang mengangguk pelan, "Tentu saja. Setiap tempat memiliki bahayanya masing-masing. Jadi meski perjalanan kali ini sangat tenang, kalian tetap tidak boleh sampai hilang kewaspadaan. Apa ... Kau tidak pernah ke Sekte Lautan Awan sebelumnya?"


Li Huanshou menggeleng pelan, "Tidak sama sekali. Saat Konferensi Aliansi Abadi dua tahun yang lalu .... Tempatnya ada di Menara Bintang Suci. Ini adalah yang pertama kalinya aku datang,"


"Aku juga," Jian Yang mengangguk. Dia pun bercerita, "Perasaan semacam ini mengingatkanku pada perjalanan ke kota Yi beberapa bulan yang lalu. Ada banyak Demonic Beast di sepanjang jalan yang keretaku dan Shizun lewati, beberapa bahkan sampai menyerang kereta kami. Yang paling melelahkan sebenarnya bukan Demonic Beast berlevel tinggi, tetapi Demonic Beast berlevel rendah yang menyerang secara berkelompok."


"Itu memang yang paling sulit," Wang Zhao sependapat. "Demonic Beast semacam ini tidak akan pernah pergi sebelum benar-benar sekarat atau mengembuskan napas terakhirnya. Mereka seperti Demonic Beast yang tidak kenal mati,"


"Jika demikian, maka kalian perlu lebih kuat agar bisa menghadapi mereka." Xiao Shuxiang tersenyum ramah.


"..............."


Lan Guan Zhi sendiri hanya duduk tenang sambil memperhatikan teman baiknya berbincang dengan Jian Yang dan Li Huanshou. Mo Huai pun sepanjang jalan tidak terlalu banyak bicara.


Li Huanshou sendiri membawa cukup banyak bekal. Dia bahkan secara sengaja membeli arak di kota untuk nantinya dinikmati dalam kereta.


Lan Guan Zhi, Mo Huai, dan Wang Zhao awalnya tersentak ketika Li Huanshou mengeluarkan arak-arak tersebut dari dalam Cincin Spasialnya. Wang Zhao dan Mo Huai sampai menegur Li Huanshou, tetapi tidak demikian dengan Xiao Shuxiang.


Teman baik dari Lan Guan Zhi itu sangat senang dan makin bersemangat untuk berbincang-bincang dengan teman barunya. Mereka sampai begadang dan membahas banyak hal bersama.


Namun, seperti hidup yang tidak selamanya berjalan indah tiap harinya. Kesenangan semacam itu tiba-tiba berubah saat rombongan kereta Xiao Shuxiang butuh dua hari lagi untuk sampai ke Sekte Lautan Awan.


!!


Kereta Tetua Wang Jing Li yang berada paling depan terlihat berhenti. Keadaan ini membuat kereta di belakangnya pun ikut berhenti.


Yan Tianhen merasa penasaran dengan tindakan Shizun-nya yang menghentikan laju kereta. Dia mengikuti Tetua Wang Jing Li turun dan sangat kaget ketika ada tiga orang murid Sekte Lautan Awan yang menghadang kereta.


"Tetua...!" salah seorang murid mengenali Tetua Wang Jing Li. Dia berjalan tergesa-gesa dan baru terlihat bahwa wajah murid tersebut teramat pucat.


"Apa yang terjadi padamu?!" Tetua Wang Jing Li kaget melihat kondisi muridnya yang penuh luka-luka.

__ADS_1


Dengan napas terengah-engah, murid laki-laki itu menjawab. "Sekte .... Sekte diserang!"


!!


Yan Tianhen sangat terkejut. Dia pun lantas menghampiri murid lainnya dan bertanya pada saudara seperguruannya itu. Pemuda yang dia tanyai tidak lain adalah Gao Shan.


Yan Tianhen memegang kedua pundak Gao Shan dan bertanya dengan nada yang serius, "Apa terjadi sebenarnya?! Katakan!"


Gao Shan kesulitan menelan ludah. Suaranya terdengar gemetar ketika dia menjawab, "Sekte Lembah Iblis datang dan menyerang kami. Banyak di antara saudara yang lain terluka parah dan menjadi sandera mereka. Pulau ini .... Sampai terbelah."


!!!


"GAO SHAN..!" Yan Tianhen merasa telah disambar petir mendengar ucapan Gao Shan. Tangannya meremas kuat pundak saudara seperguruannya itu dan dalam sekejap, seolah-olah seluruh napasnya berhenti.


Gao Shan merupakan laki-laki yang juga berbakat dan sangat ahli berpedang. Seorang laki-laki sejati tidak seharusnya meneteskan air mata, tetapi kali ini dia tidak bisa menahannya.


Dia berdiri. Terlihat sangat kokoh, namun sebenarnya tidak demikian. Tubuhnya gemetar dan kedua tangannya pun kini sulit untuk mengayunkan pedang lagi. Gao Shan tidak pernah takut pada apa pun sejauh ini, namun apa yang terjadi pada para saudara seperguruannya dan kondisi sektenya sekarang----sudah memberinya rasa ketakutan yang besar.


"Sa-Saudara Yan..." Gao Shan belum bisa mengendalikan suaranya. Itu bahkan terdengar lebih buruk dari yang tadi.


Tidak jauh dari tempat Yan Tianhen, terlihat Wang Zhao dan para tetua yang lain berjalan ke arah mereka dengan ekspresi wajah yang keheranan. Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu pun ada di antara mereka.


"Ada apa ini? Kalian kenapa?" Wang Zhao bertanya saat dirinya berada di dekat Yan Tianhen.


"Dia terluka!" Mo Huai berseru ketika memperhatikan Gao Shan dengan baik.


?!


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu tersentak ketika tiba-tiba murid Sekte Lautan Awan memegang tangan pemuda yang sangat mereka kenal. Sementara Xiao Shuxiang pun ikut tersentak dengan apa yang terjadi ini.


"Kau ...." murid Sekte Lautan Awan itu bicara. Dia kesulitan menelan ludah, "Kau ... Xiao Shuxiang, kan?"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening. "Apa yang terjadi padamu?"


"Sekte Lembah Iblis. Mereka menyerang sekteku, menyandera para saudaraku dan mengacaukan semuanya..." murid Sekte Lautan Awan itu menangis, "Kau .... Hanya kau yang bisa menyelamatkan para saudaraku,"


!!


Xiao Shuxiang menahan napas. Dirinya mendadak merasakan firasat yang tidak enak. Dia sepertinya tahu apa yang kini sedang terjadi, meski tak terlalu rinci.


Xiao Shuxiang melepaskan pegangan pada tangannya dan tanpa berkata apa-apa, dia pun melesat. Kakinya menapak di salah satu dahan pohon sebelum punggung Xiao Shuxiang tidak lagi terlihat.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu jelas tersentak ketika Xiao Shuxiang pergi saja. Keduanya pun ikut melesat untuk menyusul teman mereka tersebut. Tetua Jing Shang Yu pun nampak melesat, bahkan tanpa mengajak tetua yang lain.


Mo Huai ditinggal bersama Wang Zhao dan para tetua yang lain. Dia berusaha mengobati luka yang dialami Gao Shan dan dua murid Sekte Lautan Awan yang lain.


Gao Shan sendiri mengajak para tetua dan yang lainnya untuk ke tempat di mana para murid Sekte Lautan Awan yang selamat berada. Situasi menjadi sangat tegang dan bahkan udara pun terasa sesak saat itu.

__ADS_1


Di tempat lain, kaki Xiao Shuxiang kembali menapak di dahan pohon. Ekspresi wajahnya begitu serius dan pandangan matanya lurus ke depan.


Semakin lama melesat, Xiao Shuxiang bisa mencium bau darah segar, asap dan bahkan kepulan debu. Ekspresi wajahnya menegang apalagi sekarang dia mulai melihat batas dari hutan ini.


Kaki Xiao Shuxiang menapak di dahan pohon terakhir. Matanya mengandung keterkejutan saat melihat ujung hutan yang tidak seharusnya tanah lapang dengan bekas seperti habis terbakar.


!!!


Xiao Shuxiang menapak di ujung tanah itu. Matanya terbelalak. Harusnya dia melihat bangunan besar dari Sekte Lautan Awan, bukan tanah seperti ini. Lantas, di mana setiap bangunan dari Sekte Lautan Awan?!


"..............." saat Xiao Shuxiang sedang memikirkannya----beberapa bebatuan kecil jatuh tidak jauh di hadapannya.


Dia pun sedikit menengadah dan amat terkejut ketika melihat Sekte Lautan Awan yang harusnya terhubung dengan hutan ini menjadi sangat jauh sekarang.


Tempat Xiao Shuxiang berpijak adalah pulau terapung yang paling luas di antara pulau terapung lainnya. Namun kini pulau tersebut seakan telah dibelah tiga yang mana salah satunya kini hancur, terbakar dan menjadi bebatuan yang jatuh dengan perlahan.


Ling Qing Zhu yang menapak lebih dahulu di samping Wali Pelindungnya. Dia ikut menyaksikan kejadian mengerikan di hadapannya dan membeku kaku. Tidak pernah sekali pun ada bayangan bahwa pulau terapung tempat Sekte Lautan Awan berada akan mengalami kondisi semacam ini.


Lan Guan Zhi yang baru sampai pun nampak membeku. Apalagi dia melihat sebuah pulau terapung yang jauh di depannya nampak mengeluarkan asap seakan ada kebakaran cukup besar di sana.


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu seolah kaku untuk mengeluarkan bahkan untuk satu patah kata. Keduanya tidak bisa mengalihkan pandangan dengan apa yang mereka lihat. Jelas sekali bahwa itu merupakan pulau yang berantakan.


"Ini ...... Salahku." Xiao Shuxiang akhirnya buka suara meski terdengar seperti gumaman pelan. Dia kembali bicara, "Harusnya aku membunuh mereka saat itu..."


Ling Qing Zhu mendengarnya dan menoleh, "......... Shuxiang?"


"Gadis itu dan pria yang bersamanya.... Mereka harusnya mati di tanganku." Xiao Shuxiang mengepalkan erat tangannya bahkan sampai bergetar.


Tatapan mata Xiao Shuxiang menajam dan giginya menggertak kuat. Bahkan, urat menegang di dahinya dan terlihat juga urat tipis kehitaman terbentuk di lehernya.


"........ Shuxiang, tenanglah." Lan Guan Zhi memegang lengan teman baiknya saat menyadari perubahan pada pemuda di sampingnya ini.


Lan Guan Zhi sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi. Namun dari ucapan Xiao Shuxiang barusan----dia pun bisa menarik kesimpulan bahwa kejadian ini memiliki hubungan dengan temannya.


Untuk Ling Qing Zhu sendiri. Dia merasa bahwa dia sepertinya tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wali Pelindungnya pernah bertarung sengit dan membantai banyak dari orang-orang Sekte Lembah Iblis. Hanya saja ketika hanya tersisa beberapa orang saja, Xiao Shuxiang menghentikan serangan karena saat itu para tetua dari Sekte Lautan Awan datang dengan tiba-tiba.


Karena kejadian itu pun, Xiao Shuxiang harus terluka parah akibat menarik kembali kekuatan yang dia lepaskan.


Saat itu, musuh berhasil melarikan diri. Risikonya memang besar, tetapi jika orang-orang dari Sekte Lembah Iblis itu mau berpikir jernih----mereka pasti tidak akan mencari masalah atau menyerang Sekte Lautan Awan lagi.


Tetapi siapa yang menyangka. Bukannya takut, Sekte Lembah Iblis justru malah menyerang tempat ini. Timing-nya pun di saat para tetua sedang pergi mengikuti Konferensi Aliansi Abadi.


Entah mengapa. Tetapi rasanya ini seperti sudah direncanakan sebelumnya. Seakan-akan Sekte Lembah Iblis sudah mengatur semuanya. Tidak hanya membuat kacau acara konferensi, sekte itu bahkan membuat tempat ini sangat berantakan.


Sekte Lembah Iblis jelas sekali sedang melakukan tindakan Pembalasan Dendam!


******

__ADS_1


__ADS_2