KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
409 - Kecurigaan


__ADS_3

Wu Ji Zhen memperhatikan dengan saksama pemuda di depannya dan sebelum memberi isyarat pada para rekannya. Dia menyerang kali ini untuk membuktikan kebenaran dari isi pikirannya. Hanya saja kali ini Wu Ji Zhen dan ketiga rekannya menyerukan sebuah teknik serangan.


"Pernapasan Air... Gelombang mata air!"


Xiao Shuxiang mengambil jarak dan kemudian menghunuskan Yīng xióng. Serangan yang kuat itu datang dan langsung diserap oleh pedang pusakanya. Keterkejutan kembali datang di wajah Wu Ji Zhen dan para muridnya.


Xiao Shuxiang tidak tinggal diam. Dia melesat dan mengeluarkan teknik pernapasan air yang membuat Wu Ji Zhen yakin bahwa pikirannya memang benar.


"Teknik Pernapasan Air.. Aliran Keempat... Tebasan Pemisah Air."


"Itu memang kau. XIAO SHUXIANG!" Wu Ji Zhen berseru dan seketika seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura hitam pekat. Angin mulai mengembuskan perasaan tidak nyaman dan bahkan lebih buruk lagi.


Serangan Xiao Shuxiang ditahan hanya dengan satu ayunan pedang. Wu Ji Zhen berdiri sambil dikelilingi oleh pusaran angin yang aneh. Rerumputan di sekitar kakinya bahkan terlihat mengering dan seolah terkena udara beracun.


"Jadi ternyata ini benar-benar dirimu," Wu Ji Zhen mendengus, "Pantas saja aku merasa tidak asing. Wajahmu lebih muda dari yang pernah kulihat. Aku jadi penasaran... Apa sungguh mengorbankan ratusan nyawa bisa membuat usiamu kembali ke 20 Tahun?"


Xiao Shuxiang tahu arah pembicaraan ini dan berusaha menahan kekesalannya. Dia menarik napas dan kemudian berkata, "Wu Ji Zhen... Kau sudah lama tidak terlihat. Kupikir, Sekte Kabut Berdarah sudah tinggal nama. Ternyata kau masih hidup bahkan setelah seratus tahun berlalu... Luar biasa."


Xiao Shuxiang mendengus, dia tersenyum saat berkata. "Apa sekarang saat melihatku yang seperti ini kau jadi takut? Sejujurnya... Kau adalah orang yang paling ingin kubunuh saat ini juga."


"Ha ha ha," Wu Ji Zhen tertawa. Dia mengusap rambutnya dan menatap lurus ke arah pemuda di hadapannya itu dan berkata, "Xiao Shuxiang. Aku memang terkejut. Sangat tidak disangka bahwa Sang Bintang Penghancur menjalani kehidupan keduanya dengan baik,"


Wu Ji Zhen tersenyum, "Sekarang sepertinya aku mulai mengerti tentang ramalan itu. Kau kembali dari kematian dan akan membawa dunia menuju kegelapan sekali lagi,"


!


Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia tersentak ketika tiba-tiba pedang di tangannya menyengat dan Yīng xióng langsung menghilang. Tubuh Wu Ji Zhen dan para muridnya sendiri seketika di selimuti oleh asap hitam yang tebal.


Xiao Shuxiang mengeluarkan cermin pemindah dan sebuah serangan besar datang. Hanya saja Wu Ji Zhen dan ketiga kultivator yang bersamanya sudah menghilang. Hanya suara gema yang terdengar di samping hembusan angin kencang.


"Aku hanya datang melihatmu, tapi sebaiknya kau mulai berhati-hati karena di saat terakhir aku akan datang dan merampas semuanya darimu. Ha ha ha,"


"................" tangan Xiao Shuxiang gemetar bukan karena takut dengan ucapan dari suara itu, tetapi karena amarah yang menumpuk di dadanya. Dia memukul sebuah pohon besar di sampingnya hingga meledak.


"Wu Ji Zhen... Pengecut! Akan kubunuh... Pasti akan kuhabisi kalian semua."


*


*


Kultivator Sekte Kabut Berdarah yang saat ini sedang mengacaukan Kota Awan Dingin merasakan dengungan di telinga mereka, itu adalah pertanda dari Wu Ji Zhen untuk mundur.


Tubuh para kultivator itu mulai diselimuti oleh asap hitam dan menghilang. Mereka tentu saja mengejutkan lawannya. Namun ada satu di antara kultivator itu yang berhasil terkena serangan hingga tidak bisa melarikan diri. Sosok yang menyerangnya tidak lain adalah Ling Qing Zhu.


Gadis berambut putih dan bercadar tersebut kembali menyimpan pedangnya. Dia melihat beberapa murid Sekte Kupu-Kupu yang segera menghampiri kultivator dari Sekte Kabut Berdarah itu dan mengikatnya.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi dan Alkemis Zhou Yan pun juga sudah menyelesaikan pertarungan mereka walau menguras banyak tenaga. Meski mengalami luka, namun ekspresi Lan Guan Zhi sama sekali tidak menunjukkan sedang kesakitan.


Alkemis Zhou Yan sendiri menggunakan cadar tebal hingga ekspresi wajahnya sulit dilihat, namun dari tatapan matanya---dia juga tidak menunjukkan kesakitan. Rasanya seakan-akan bahwa baik Alkemis Zhou Yan maupun Lan Guan Zhi memiliki harga diri yang tinggi untuk sekadar memperlihatkan bahwa mereka juga bisa merasakan sakit.

__ADS_1


Xiao Shuxiang baru saja datang dan tanpa sadar menahan napas ketika melihat kondisi Kota Awan Dingin yang luar biasa berantakan. Bahkan ada beberapa warga yang mengalami luka dan saat ini terlihat sedang diobati oleh murid Sekte Kupu-Kupu.


Para kultivator yang melukai warga kota itu sebenarnya bukanlah mereka yang berasal dari Alam Kultivasi Atas, tetapi murid dari Sekte Kabut Berdarah. Xiao Shuxiang yang saat ini mengedarkan pandangan matanya melihat salah satu orang yang diikat mempunyai seragam seperti milik Wu Ji Zhen. Tatapan matanya menajam dan dia pun melesat.


!!!


Kejadian itu berlangsung sangat cepat, bahkan Ling Qing Zhu, Alkemis Zhou Yan dan juga Lan Guan Zhi terlambat memberi respon. Mereka sebenarnya sedang membahas tentang musuh yang sedang terikat ini saat seseorang seketika melesat.


Murid Sekte Kupu-Kupu yang juga ada di sana henda berseru menghentikan Xiao Shuxiang, tapi terlambat. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu langsung menerjang kultivator dari Sekte Kabut Berdarah dan mencengkeram lehernya dengan kuat.


Tanpa peringatan, Xiao Shuxiang menusukkan tangannya ke dada kultivator tersebut dan lalu menarik keluar jantungnya, bersamaan saat dia mematahkan leher kultivator itu dengan tangannya yang lain.


"Xiao Shuxiang?!" Alkemis Zhou Yuan berseru kaget. Matanya melotot karena sungguh tidak disangka Xiao Shuxiang akan melakukan serangan yang begitu mengejutkan pada orang lain seperti ini.


"Shuxiang,"


!!


Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu pun terkejut. Pemuda yang mereka kenal ini sudah dengan sengaja membunuh kultivator dari Sekte Kabut Berdarah yang merupakan satu-satunya tawanan.


"Senior Besar..!" seorang murid Sekte Kupu-Kupu berseru, "Kenapa kau langsung membunuhnya?! Kami bahkan belum menginterogasinya."


Xiao Shuxiang membeku saat sadar dengan apa yang sudah dilakukannya. Dia langsung berdiri dan berdecak frustrasi, "Ah. Sialan..!"


"Aku sangat kesal saat melihatnya ja-jadi.." Xiao Shuxiang menepuk dahinya dan membuat murid Sekte Kupu-Kupu di sekitarnya terlihat menggeleng. Alkemis Zhou Yan, Lan Guan Zhi, dan Ling Qing Zhu pun memberi pandangan aneh pada pemuda menawan tersebut.


Entah para kultivator tersebut menyadarinya atau tidak, tetapi keringat dingin terbentuk di dahi dan juga mulai membasahi punggung mereka. Para kultivator itu memiliki pemikiran yang seperti ini saat melihat Xiao Shuxiang:


'Seseorang yang begitu mudahnya menusuk dada musuh dan mengeluarkan jantungnya sampai mematahkan leher bukanlah sosok pemula dalam hal membunuh. Jelas sekali bahwa orang bernama Xiao Shuxiang ini adalah penjahat. Sosok penjahat yang dibungkus dengan kulit wajah bagaikan pemuda yang tanpa dosa.'


Alkemis Zhou Yan mengembuskan napas dan menggeleng pelan. Dia berkata, "Tidak ada yang bisa dilakukan sekarang. Satu-satunya pilihan kini menanyai mereka,"


Lan Guan Zhi mengikuti arah pandang Alkemis Zhou Yan yang menatap para kultivator Alam Kultivasi Atas. Para pengacau ini sekarang dalam kondisi yang terikat, dia kemudian menghunuskan pedangnya hingga sedikit menyentuh leher salah satu kultivator itu.


"Bicara,"


!!


Kultivator yang mendapat tatapan dingin dari Lan Guan Zhi itu terlihat menelan ludah. Dia pun berkata, "Aku da-dari Istana Seribu Pedang. Kami menginginkan Kitab Pembunuh Matahari yang ada di tangan Xiao Shuxiang,"


"Apa?" Alkemis Zhou Yan berkedip dan langsung mengarahkan pandangannya pada sosok yang disebut oleh kultivator ini.


Xiao Shuxiang sendiri mendengus dan lantas menatap tak percaya kepada pria yang terikat tersebut. Dia pun berdecak beberapa kali dan kemudian berkata, "Entah siapa yang sudah merusak pikiran kalian..."


"Astaga..." Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Apa kalian sungguh memandang tinggi aku hingga menganggap bahwa kitab itu ada di tanganku sekarang? Sungguh. Sebenarnya dari mana kalian memperoleh informasi aneh ini? Apa kalian lihat sendiri aku memiliki kitab itu, hah?!"


"Kau jangan berbohong!" seorang kultivator membentak dan berkata, "Saat menyerang Sekte Lembah Iblis hari itu... Seseorang jelas berteriak bahwa kau memiliki gulungan Kitab Pembunuh Matahari."


"Maksudmu ini?" Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah gulungan dari Gelang Semesta miliknya. Gulungan itu terlihat sudah tua dan bahkan telah ternoda darah. Semua orang yang melihat benda tersebut langsung terkejut.

__ADS_1


Xiao Shuxiang membuka gulungan di tangannya dan memperlihatkan tulisan yang ada pada gulungan tersebut. Dia berkata, "Perhatikanlah baik-baik. Yang kalian anggap Kitab Pembunuh Matahari itu tidak lain adalah aturan dari Sekte Pedang Langit. Aku selalu membawanya bersamaku karena ini merupakan pemberian teman baikku dan sekaligus agar aku bisa belajar. Jika kalian sungguh ingin benda ini, aku bisa meminta A-Yuan untuk membuat masing-masing satu gulungan pada kalian."


Xiao Shuxiang bisa melihat keterkejutan pada wajah para kultivator yang terikat ini. Dia pun langsung mengembuskan napas dan kemudian berjongkok. Xiao Shuxiang berkata, "Pikirkan ini baik-baik. Kitab Pembunuh Matahari sudah lama dicari dan bahkan untuk satu lembar saja begitu sulit. Keberuntungan apa yang kumiliki hingga benda sehebat itu bisa ada di tanganku sekarang, huh?"


Murid Sekte Kupu-Kupu yang mendengar ucapan Xiao Shuxiang nampak mengangguk. Salah satu dari mereka bahkan berkata, "Itu benar. Jika dibandingkan dengan beruntung, Senior Besar kami ini lebih disukai masalah. Benar, kan?"


"Setuju,"


"Itu benar,"


"Lihat, kan?" Xiao Shuxiang menghela napas dan berujar, "Baiklah. Jika kalian masih tidak percaya, maka anggap bahwa aku memang memiliki kitab itu. Tapi tidakkah kalian harus memikirkan ini... Bukankah seharusnya aku menggunakan kekuatan kitab itu untuk melawan kalian? Siapa yang tidak ingin mempelajari kitab itu jika ada di tangannya? Haah... Tsk. Kalian ini..."


Xiao Shuxiang berdiri dan berkata, "Orang yang mengatakan kabar ini benar-benar.."


"Lalu apa menurutmu ucapan Wang Zhao itu penipuan?!"


"Wang Zhao?" Xiao Shuxiang tersentak, begitu pula dengan Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu. Mereka seketika menatap kultivator yang membentak barusan.


Kultivator dari Alam Kultivasi Atas itu berkata, "Jelas-jelas Wang Zhao mengatakan bahwa dia melihat kau dan Tuan Muda Lan bertengkar karena kitab itu. Kau berhasil mengumpulkan seluruh bagian kitab dan ingin menyimpannya, tetapi Tua Muda Lan melarang karena itu berbahaya. Kalian bertengkar dan bahkan meninggalkan Istana Seribu Pedang tanpa pemberitahuan. Apa menurutmu ini bohong?"


"Wang Zhao?" Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia baru akan bicara kembali saat tangannya tiba-tiba diraih oleh Ling Qing Zhu hingga membuatnya tersentak.


Gadis berambut putih itu mempunyai mata biru yang jernih dan dengan tatapan serius ketika melihat wajah Wali Pelindungnya. Ling Qing Zhu menarik pelan Xiao Shuxiang agar pemuda itu mendekat sedikit padanya.


"Kucing Putih, ada apa?"


Ling Qing Zhu bernapas pelan saat berkata, "Shuxiang. Entah bagaimana, tetapi rasanya... Ada sesuatu yang aneh."


"Aneh? Apa maksudmu?"


"Tentang Wang Zhao. Tapi aku masih tidak yakin,"


Xiao Shuxiang tidak pernah melihat Ling Qing Zhu seperti ini sebelumnya. Dia mengarahkan pandangan pada kultivator yang masih dalam keadaan terikat itu. Dirinya memikirkan ucapan salah satu kultivator dan kemudian berjalan mendekati mereka.


"Kau bilang Wang Zhao melihatku bertengkar dengan A-Yuan..." Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan menatap ke arah Lan Guan Zhi. Dia pun bertanya pada teman baiknya, "Apa saat kita bertengkar kau melihat Wang Zhao?"


"Tidak," Lan Guan Zhi menjawab tenang ketika sebuah ingatan terlintas di pikirannya. Dia ingat pernah bertarung dengan dua kultivator Sekte Lembah Iblis dan mereka mengatakan bahwa Wang Zhao tidak seperti yang terlihat.


"Shuxiang,"


Suara berat dari Lan Guan Zhi membuat ekspresi Xiao Shuxiang berubah. Dia menatap teman baiknya dan seakan tahu apa yang ingin dikatakan pria berpakaian putih tersebut. Xiao Shuxiang buka suara, "Apa menurutmu itu mungkin, A-Yuan?"


"Belum bisa disebut bukti, tapi kurasa dapat diselidiki."


"................" Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan menatap ke arah para kultivator yang terikat itu. Dia sebenarnya memiliki tujuan untuk mencari lokasi Sekte Kabut Berdarah dan mengacaukan tempat itu, tetapi situasinya saat ini benar-benar tidak memungkinkan.


"Wang Xuan Zhao..."


******

__ADS_1


__ADS_2